
Cuitan burung di taman terdengar begitu merdu, Naphelle dan Helios yang pagi itu sedang menikmati teh sembari mengobrol pun merasa bahwa kehidupan mereka kali ini akan berjalan dengan lancar. Namun, belum lama mereka mengobrol, mendadak Rui menemui Naphelle yang masih berbicara empat mata dengan Helios. Dia juga membawa beberapa barang yang terlihat seperti surat di tangannya.
"Hormat pada Tuan Putri Naphelle" Rui memberi salam sembari membungkuk kan badannya.
"Ada apa kau datang ke sini? Padahal aku sedang mengobrol dengan Helios" Tanya Naphelle yang kemudian meneguk teh dalam cangkirnya.
"Maaf Putri Naphelle, tapi Anda mendapat banyak sekali undangan Pesta dari berbagai Kerajaan" Tutur Rui memberitahukan.
"Ah.....apakah sangat banyak?" Tanya Naphelle untuk yang kedua kalinya.
"Iya Tuan Putri, sangat sangat sangat....banyak" Lontar Rui yang sukses membuat Naphelle beranjak pergi untuk memeriksa undangan yang dikirim untuk nya.
Begitu sampai di ruangan pribadinya, Naphelle sontak dibuat terkejut lantaran perkataan Rui tidak main main. Undangan dari berbagai Kerajaan yang diberikan secara khusus untuk nya sangat banyak, hingga ia kewalahan untuk memeriksa nya satu persatu.
Karena ia tidak mampu untuk melakukan nya seorang diri, Naphelle pun menyuruh Rui agar membantu nya memeriksa undangan-undangan yang ada. Tidak memakan waktu lama, akhirnya Naphelle berserta Rui selesai membaca undangan yang dikirim untuk nya. Tetapi ada satu hal yang membuat Naphelle merasa heran, yakni isi dari semua undangan itu hanyalah undangan Pesta.
"Heuh, bagaimana bisa semuanya adalah undangan Pesta? Memangnya mereka pikir aku begitu menyukai pesta?" Celoteh Naphelle sembari melempar sebuah amplop yang dipegang nya ke arah meja.
"Ah, tapi bukannya Putri Naphelle memang menyukai pesta, ya? Karena Anda selalu meminta Duke Rhodes untuk merayakan pesta di Kerajaan" Papar Rui yang sempat membuat Naphelle terhenyak.
Tetapi menurutnya, hal itu tidak lah penting. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah akan mengajak siapa untuk datang ke acara pesta. Karena merasa bahwa keputusan nya harus benar dan tidak akan membuat masalah, Naphelle pun mencoba menanyakan nya pada Rui yang kebetulan masih berada di sampingnya.
"Rui, menurut mu aku harus mengajak siapa untuk datang ke Pesta?" Tanya Naphelle sembari menempelkan jari telunjuk nya pada pipi kanan.
"Siapa orang yang menurut Anda cocok untuk dibawa ke pesta?"
"Helios......atau Putra Mahkota Carsten?"
__ADS_1
"Kalau menurut saya, lebih baik Anda mengajak Putra Mahkota untuk pergi ke acara pesta. Karena jika anda membawa Pangeran Helios, pasti mereka akan berpikir bahwa Anda telah membuat kesalahan hingga akhirnya Kekaisaran membatalkan pertunangan Anda dengan Putra Mahkota" Usul Rui yang langsung di mengerti oleh Naphelle begitu mendengar nya.
"Sebenarnya aku ingin pergi degan Helios, karena dia adalah satu-satunya orang yang paling aku percaya di dunia ini" Pikir Naphelle sembari bergumam.
"Tuan Putri?" Panggil Rui yang mendapati Naphelle sedang bengong lantaran memikirkan siapa orang yang akan dibawa bersamanya.
"Ah, sebentar...sepertinya..."
"Permisi, Putri Mag-" Ucap Helios begitu memasuki ruangan pribadi Naphelle.
"Helios? Ada apa kau datang ke sini?" Tanya Naphelle memastikan.
"Saya hanya ingin tau undangan apa yang dikirim untuk Anda, karena Rui bilang undangan nya sangat banyak. Saya jadi penasaran..." Ketus Helios sembari berjalan mendekat ke arah Naphelle yang sedang duduk.
"Aku mendapat undangan pesta dari berbagai Kerajaan. Tapi aku masih bingung akan mengajak siapa" Jawab Naphelle sambil memperlihatkan undangan yang ada.
"Kenapa Anda tidak mengajak saya untuk datang ke pesta? Saya bersedia menemani Putri" Tawar Helios dengan wajah penuh harapan.
"Me-memangnya kenapa?"
"Karena aku akan mengajak Putra Mahkota Carsten untuk datang ke acara pesta" Lontar Naphelle secara spontan.
"Ah.....ternyata Anda lebih mempercayai Putra Mahkota dibandingkan dengan saya" Celetuk Helios yang sontak membuat Naphelle menoleh ke arahnya.
"Sebenarnya aku memang ing-.......?!"
"Yah, saya mengerti maksud Anda, Tuan Putri Naphelle. Saya tau bahwa saya hanyalah kerabat Anda yang tidak begitu berguna seperti Putra Mahkota Carsten, saya juga mengerti gelar saya yang jauh berbeda dengan Putra Mahkota" Geram Helios sembari memperlihatkan senyuman kecut di wajahnya.
__ADS_1
"Helios, aku!"
"Jika memang benar seperti itu, kenapa Anda harus memberikan alasan pada saya?!"
"Heuh, Rui....kau boleh keluar" Perintah Naphelle setelah mengingat bahwa Rui masih berada di ruangan yang sama dengan nya. Bahkan ia yang mendengar pertengkaran antara Helios dengan Naphelle membuatnya merasa takut dan tidak tau harus berbuat apa.
Begitu Rui keluar dari ruangan pribadinya, Naphelle pun melanjutkan pertengkaran halus nya dengan Helios yang masih berada di dalam ruangan.
"Kenapa kau harus semarah itu pada ku?!!" Tanya Naphelle penuh emosi.
"Memangnya saya tidak boleh marah pada Anda? Yah, saya akui sebenarnya saya tidak marah, hanya saja saya kecewa saat mendengar Anda lebih memilih Putra Mahkota dibandingkan dengan saya. Saya melakukan hal ini juga demi kebaikan Anda! Saya tidak mau kehilangan Anda untuk yang kedua kalinya!!" Teriak Helios dengan wajah yang sudah bercucuran air mata.
Di sisi lain, Rui yang penasaran dengan kelanjutan pertengkaran mereka ternyata masih berada tepat di pintu ruangan pribadi Naphelle. Ia menguping pembicaraan antara Naphelle dengan Helios yang terlihat menarik. Namun setelah ia mendengar Helios mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Naphelle untuk yang kedua kalinya, tentu saja membuat Rui bertanya tanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makan malam di Kerajaan Versailles malam itu terasa begitu canggung dibandingkan dengan biasanya. Ditambah Duke Rhodes yang datang terlambat, membuat Naphelle harus berhadapan langsung dengan Helios yang masih terlihat kecewa kala mendengar ia lebih memilih Putra Mahkota Carsten.
"Apa Anda hanya akan mengunjungi satu pesta diantara banyaknya Undangan pesta yang ada?" Tanya Helios memecahkan keheningan yang sudah berlangsung cukup lama.
"Eh, i-iya....aku hanya akan mengunjungi satu saja. Karena sepertinya tidak akan mungkin aku mempunyai banyak waktu untuk datang ke acara pesta yang begitu banyak nya" Jawab Naphelle yang masih merasa sedikit canggung.
"Baiklah, tidak masalah. Tapi, apa Anda sudah mempunyai gaun yang cocok untuk dipakai di acara pesta?" Tanya Helios untuk yang kedua kalinya.
"Belum ada, aku memutuskan agar besok datang ke toko butik untuk membeli gaun yang cocok" Lontar Naphelle dengan wajah datar sembari melahap hidangan malam itu.
Masih terlihat raut wajah kekecewaan dari wajah Helios, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan kecemburuan nya agar tidak merusak hubungan nya dengan Naphelle yang sudah berlangsung begitu lama.
__ADS_1
Pada akhirnya, malam itu mereka hanya membicarakan sebuah hal kecil yang tidak begitu penting. Begitu juga dengan Naphelle yang masih merasa khawatir Helios akan kembali berseteru dengan nya pun lebih memilih untuk tidak membicarakan hal yang tidak di tanyakan oleh Helios.
Bersambung...