
Beberapa hari setelah Naphelle menolak perintah dari Yang Mulia Raja untuk melaksanakan acara pertunangan secepatnya, rumor itu menyebar dengan cepat ke seluruh Kerajaan dan Para Bangsawan. Hal itu membuat mereka menyadari bahwa ada perubahan sifat Naphelle yang awalnya manja, suka membebankan orang lain dan beberapa hal negatif kini menjadi bijaksana.
Begitu rumor itu sampai pada seorang Putri papan atas dari sebuah komunitas pergaulan, ia pun mengundang sosok Naphelle ke acara pesta minum teh milik nya. Tidak lupa juga ia mengundang Para Putri dari Kerajaan lain untuk mempermalukan Naphelle secara terang-terangan.
Sebuah undangan yang dikirim untuk Naphelle pun sampai tidak lama stelah rumor mengenai dirinya menyebar. Naphelle yang mendapat undangan itu hanya menanggapi nya seperti pesta pada umumnya.
"Undangan apa itu, Putri Naphelle???" Tanya Helios yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Naphelle.
"Ini undangan pesta minum teh. Sepertinya acaranya begitu serius hingga mengundang ku datang" Lontar Naphelle sembari tersenyum sinis memandangi amplop berisikan undangan itu.
"Oh, dari siapa?" Tanya Helios untuk yang kedua kalinya yang kemudian mendekat ke arah Naphelle yang sedang duduk.
"Dari.....Putri Cecilia" Jawab Naphelle.
"Bukankah dia Putri dari pergaulan papan atas?" Tanya Helios memastikan.
"Entahlah, kau tau kan? Baru beberapa minggu ini aku menjadi Putri Naphelle. Mana bisa aku tau siapa dia?" Celetuk Naphelle dengan heran seraya meletakkan amplop tersebut.
"Apa Anda akan datang, Tuan Putri?"
"Mungkin begitu, jika aku ingin tau bagaimana kehidupan ku kali ini...tentu saja aku harus maju. Tapi sayangnya, aku tidak bisa memulihkan kekuatan ku" Papar Naphelle yang kemudian membuat Helios menatapnya dengan serius.
"Saya baru tau jika anda kehilangan kekuatan anda. Tapi, saya juga tau bagaimana cara memulihkan nya" Cetus Helios dengan yakin sontak membuat Naphelle menoleh ke arahnya.
...****************...
Kuda yang dibawa Helios berhenti di sebuah lembah bukit yang bersatu dengan air terjun. Kabut yang terlihat ditempat sekitar membuat keduanya tidak bisa melihat dengan jelas jalanan yang tertutup oleh kabut itu.
Perlahan Helios mengarahkan jalan untuk Naphelle yang mengikuti langkahnya dari arah belakang.
__ADS_1
"Sudah sampai, Tuan Putri" Ujar Helios sembari memperlihatkan pemandangan yang baru pertama kali dilihat oleh Naphelle seumur hidupnya.
"Wah...ini....benar-benar indah!" Seru Naphelle yang kemudian berjalan maju untuk melihatnya lebih dekat.
"Silahkan anda duduk di sini.." Kata Helios mempersilahkan. Belum lama mereka duduk menikmati pemandangan indah itu, mendadak sebuah naga putih terbang di udara sontak membuat mereka berdua terkejut.
"Apa itu, Helios?"Tanya Naphelle dengan perasaan cemas.
" Ternyata lebih cepat dari dugaan" Celetuk Helios yang entah mempunyai maksud apa.
"Apa maksud mu?!! Kau tidak berniat untuk membunuh ku, kan?!" Teriak Naphelle.
"Ulurkan tangan anda seperti ini, Tuan Putri. Setelah itu tutup kedua mata anda dan rasakan secara mendalam. Bukankah anda ingin kekuatan anda kembali?" Ucap Helios yang meragukan Naphelle, namun ia berusaha untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh kerabatnya itu dan memperagakan instruksi dari Helios.
Sebuah aura gelap yang muncul dan menggumpal di langit berkabut itu perlahan semuanya masuk ke dalam tubuh Naphelle.
Naga putih yang sedari tadi terbang melingkari mereka kemudian berubah menjadi warna hitam pekat dan mulai mengeluarkan api yang dilontarkan pada bukit setempat. Helios pun menarik tubuh Naphelle yang masih fokus melakukan ritual untuk mengembalikan kekuatan gelapnya itu. Sampai pada akhirnya, setelah begitu lama mereka melakukan ritual, Naphelle pun jatuh pingsan dengan keadaan yang kurang memungkinkan baginya membawa Naphelle kembali ke Kerajaan.
Langit yang nampak gelap pada malam itu terasa menenangkan, ditambah dengan bulan purnama yang menyinari Tanah Kota Xerxes.
Naphelle yang sudah mendapat undangan Pesta dari Putri Cecilia pun menyempatkan waktunya untuk datang mengunjungi acara yang sama sekali tidak menarik perhatian nya.
Begitu ia memasuki ruangan Pesta di Kerajaan asing itu, banyak sepasang mata yang spontan menoleh ke arahnya. Penampilan nya yang elegant, ditambah dengan wajah cantik nya membuat ia menyita perhatian para Putri yang sudah ada di sana malam itu. Apalagi, gaun yang ia kenakan sebenarnya adalah pemberian dari Putra Mahkota Carsten beberapa hari yang lalu.
"Selamat datang, Putri Naphelle...terima kasih karena anda datang ke acara pesta minum teh milik saya" Ucapnya sembari menyambut kedatangan Naphelle.
"Suatu kehormatan bagi saya telah menjadi bagian dari kalian malam ini. Bukankah memang sudah sepatutnya saya datang?" Celetuk Naphelle sembari tersenyum licik yang sontak membuat jantung Putri Cecilia berdetak kencang.
"Ah, silahkan duduk...Putri Naphelle" Putri Cecilia mempersilahkan.
__ADS_1
Ia yang sedang santainya menikmati acara pesta minum teh itu mendadak dibuat terkejut lantaran seorang Putri dari Kerajaan lain yang tak diketahui identitasnya oleh Naphelle menghampiri nya dengan sengaja menumpahkan teh pada gaun Naphelle.
Sontak Naphelle langsung berdiri karena terkejut. Anehnya, sosok Putri yang tak ia kenal itu malah memperlihatkan senyum licik padanya. Naphelle yang mendapat senyuman itu perlahan mendongak kan kepalanya setelah menunduk melihat kotoran yang berada di gaun nya.
"Ah, maaf! Aku tidak sengaja!! Tolong maafkan aku..." Ucapnya dengan wajah memelas. Para Putri dari Kerajaan lain yang menyadari kejadian itu pun seketika menjadi fokus pada mereka berdua.
"Kau bilang tidak sengaja? Hmm, cukup menarik" Ketus Naphelle sukses membuat seorang Putri yang berada di hadapannya merubah ekspresi wajahnya menjadi gelisah.
"A-apa maksud mu?!"
"Kau sengaja menumpahkan teh ini pada gaun ku, dan setelah itu bilang bahwa kau tidak sengaja? Apa kau sedang bercanda, haha!!!" Seloroh Naphelle sembari tertawa kecil yang membuat orang-orang di sana menjadi heran.
"*Apakah dia benar Putri Naphelle? Kenapa sifatnya berbeda?"
"Entahlah, aku pikir juga begitu. Dia seperti bukan Putri Naphelle..."
"Bukankah biasanya dia yang ceroboh dan membuat masalah? Ternyata rumor itu benar! Sekarang dia berbeda dari sebelumnya*!!!"
Berbagai bisikan Para Putri yang terdengar jelas di telinga Naphelle sama sekali tidak membuatnya mengurungkan niat untuk membebaskan Putri licik itu begitu saja. Dengan lantangnya, ia kemudian memanggil Putri Cecilia untuk menyaksikan semua ini.
"Ada apa Tuan Putri Naphelle?" Tanya Putri Cecilia yang tergesa-gesa lantaran dipanggil secara mendadak.
"Siapa nama Putri ini?" Tanya Naphelle dengan wajah sinis.
"Di-dia...namanya adalah Putri Lamia" Jawab Putri Cecilia ragu.
"Peringatkan dia untuk tidak mengganggu ku lagi, atau...nyawanya tidak akan selamat malam ini juga. Ingat baik baik perkataan ku" Lontar Naphelle yang kemudian membuat banyaknya orang yang berada di sana merasa gemetaran setelah mendengar perkataan Naphelle yang terdengar sadis.
Perlahan ia berjalan keluar dari ruangan pesta dan memutuskan untuk kembali ke Kerajaan, karena sudah kecewa. Putri Cecilia yang tidak ingin timbul masalah pada acara pestanya pun segera mengejar Naphelle yang perlahan sudah menaiki kereta kuda Kerajaan nya.
__ADS_1
Bersambung.....