
Langit yang dikelilingi oleh gumpalan awan hitam membuat siang itu terasa seperti malam. Ditambah hembusan angin kencang yang mengayunkan pohon-pohon kecil di sekeliling taman Kerajaan Versailles.
Setelah cukup lama mengobrol dengan Putra Mahkota dan juga Pangeran Eleuther di taman, mereka pun memutuskan untuk pulang saat melihat langit yang lama kelamaan bertambah gelap dibandingkan sebelumnya.
...----------------...
Di sisi lain, begitu Raja Basilio mengetahui jika Eireen mengirim orang-orang nya untuk membunuh Naphelle, ia pun murka. Tetapi begitu istrinya menjelaskan bahwa orang-orang yang ia kirim semuanya telah tiada ditangan Helios, perasaan murka dari Raja Basilio seketika mereda.
Kejanggalan yang Eireen rasakan ternyata juga membuat Raja Basilio bertanya tanya dalam benaknya. Ia memikirkan dengan cara apa Helios mengalahkan banyaknya orang-orang Eireen di dalam ruangan yang sempit, bahkan posisinya Helios saat itu juga sedang melindungi Naphelle.
"Ada hal hal aneh dari Naphelle yang baru aku sadari sekarang" Tutur Raja Basilio secara tiba-tiba.
"Memangnya apa itu?" Tanya Eireen secara spontan.
"Setahuku, dia adalah Putri yang lemah. Tapi beberapa minggu yang lalu ia bahkan bisa mengalahkan makhluk magis dan juga undead di wilayah Timur. Bagaimana bisa hal itu terjadi? Satu hal lagi, banyak rumor yang tersebar mengenai hubungan nya dengan Helios yang tidak baik. Dengar dengar, Putri Naphelle sangat membenci Helios Alceo, tapi kenapa sekarang dia sangat dekat dengan kerabatnya itu? Setiap kali dia pergi, Helios selalu ikut dengan nya" Jelas Raja Basilio sembari bergumam membayangkan setiap hal yang terjadi.
"Ehmm...., benar juga. Aku baru menyadarinya sekarang" Timpal Eireen dengan wajah serius.
"Apa yang akan Anda lakukan sekarang?" Tanya Eireen memastikan.
"Sepertinya aku harus mengirim beberapa pasukan Ksatria unggul dari Istana kita untuk mengintai nya" Ucap Raja Basilio yang kemudian segera memanggil 5 Ksatria yang ia sudah putuskan.
......................
__ADS_1
Beberapa hari berlalu, mendengar bahwa Putri Naphelle akan pergi seorang diri ke wilayah para penduduk desa, Raja Basilio pun langsung memerintahkan 5 Ksatria yang sudah ia berikan tugas beberapa hari yang lalu.
Perjalanan menuju pemukiman penduduk desa berjalan lancar tanpa ada halangan, di sepanjang jalan ia hanya melihat pemandangan yang berada di luar kereta kuda. Sampai pada akhirnya, waktu pun berlalu begitu cepat. Tak terasa akhirnya ia pun sampai ditempat pemukiman penduduk desa yang lokasinya lumayan jauh dari Kerajaan Versailles.
Di sana ia memakai penutup kepala berwarna hitam untuk melindungi identitasnya dari para warga desa. Apalagi ia juga berjalan mengelilingi rumah rumah warga yang nampak sepi seorang diri.
Dengan pemandangan yang indah dan udara sejuk di desa, tentu saja membuat Naphelle menikmatinya dan merasa nyaman dengan kedamaian itu.
*BUG!!! *
Namun, hal yang tak terduga mendadak terjadi begitu saja. Suara ranting yang jatuh tak jauh dari pohon nya Naphelle dengar dengan sangat jelas. Padahal posisinya dengan pohon itu cukup jauh, orang biasa pun tidak akan bisa mendengar nya.
Begitu ia menoleh ke arah belakang, ia mendapati 5 orang yang nampak seperti Ksatria Istana sedang berada di atas pohon. Beberapa dari mereka ada yang sedang mengintai nya dari atap rumah penduduk desa.
Awalnya, Naphelle sempat ragu menyebut mereka sebagai Ksatria yang berasal dari Istana. Namun pakaian yang mereka pakai tentu saja tidak bisa membohongi Naphelle yang sudah begitu paham dengan pakaian kuno itu.
Naphelle memperlihatkan senyuman sinis yang nampak begitu jelas di wajahnya sembari membuka penutup kepala yang ia pakai.
"Wah wah.....ternyata sejak tadi ada yang sedang mengikuti ku" Celetuk Naphelle dengan raut wajah datar.
"Jelas saja aku merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ternyata benar, ada orang-orang yang sengaja mengikuti ku" Lanjut ucap Naphelle masih dengan wajah datarnya.
"Heuh, ternyata Anda sudah merasakan nya sejak awal, ya" Timpal salah seorang di antara keempatnya.
__ADS_1
"Tentu saja, kenapa tidak? Cepat katakan, dari mana kalian berasal?!!" Ujar Naphelle berusaha memastikan bahwa mereka tidak akan melukai dirinya jika mereka menjawab dengan jujur.
"Kami.......dari Kerajaan wilayah timur!!" Seloroh salah satunya meyakinkan.
"Ternyata kalian memaksaku untuk berbuat kasar ya. Bagaimana kalian bisa membohongi ku yang sudah paham dengan pakaian kalian? Bukankah kalian berasal dari Kekaisaran Astion?" Sanggah Naphelle sembari menyeringai membuat tubuh kelima Ksatria unggul itu gemetaran.
"Ka-kami tidak berniat untuk berbohong! Ah, tapi....jika sudah ketahuan, mau bagaimana lagi? Tidak ada salahnya kami menyerang Anda! Itu semua juga Anda yang meminta kami memulainya!!!" Teriak salah satu Ksatria itu yang kemudian menginstruksikan yang lainnya untuk segera mengepung Naphelle dan menyerang nya secara bersamaan.
"Wah, besar juga nyali kalian. Bagaimana jika aku perlihatkan satu kali kemampuan ku pada kalian?" Tawar Naphelle dengan nada sedikit bercanda.
Karena kelimanya tidak merespon tawaran yang dilontarkan oleh Naphelle, terpaksa Naphelle langsung memperlihatkan nya dengan cara membunuh salah satu di antara mereka hanya dengan satu kali serangan. Keempat Ksatria yang tersisa seketika terdiam begitu melihat secara langsung bahwa sosok Naphelle membunuh teman mereka dengan begitu mudahnya. Padahal bisa dikatakan, bahwa mereka berlima adalah kelompok Ksatria yang tergolong unggul di Istana.
Suasana mulai berubah mencekam setelah Naphelle membunuh Ksatria itu untuk yang kedua kalinya. Keringat dingin bercucuran di sekujur tubuh mereka. Tidak hanya itu, tubuh mereka juga mulai gemetaran lantaran perilaku Naphelle yang tidak biasa membuat mereka merasa syok.
"Bagaimana? Apa kalian akan melanjutkan nya?" Tanya Naphelle dengan santai di iringi tawa layaknya orang jahat.
"Mau bagaimana lagi? Ayo kita serang Putri Naphelle secara bersama-sama!!!" Perintah salah satu di antara mereka.
Begitu mendapat perintah dari yang tertua, kedua Ksatria yang bisa dibilang junior itu langsung menyerang Naphelle yang tengah dikepung oleh 3 orang yang tersisa.
Awalnya mereka berpikir bahwa mereka akan sangat mudah membunuh Naphelle yang hanya seorang diri saja. Tapi siapa sangka, rencana yang sudah Raja Basilio rancang dengan sangat teliti gagal tak beraturan begitu saja.
Hanya dalam kurun waktu beberapa menit, 5 Ksatria yang tergolong unggul seketika lenyap ditangan seorang wanita. Jasad mereka yang mengenaskan Naphelle tinggalkan tanpa rasa ragu sedikit pun. Ia juga merasa akan ketahuan oleh pihak Istana walaupun ia menyembunyikan jasad para Ksatria yang telah dibunuhnya. Jadi, tidak ada salahnya jika ia meninggalkan mayat-mayat itu berserakan ditengah jalanan pemukiman penduduk desa.
__ADS_1
"Ternyata tidak ada bedanya di kehidupan yang dulu dengan yang sekarang. Nasib ku sama-sama menyedihkan, perlakuan mu terhadap ku juga tidak ada yang berubah. Basilio.....maut menanti mu, karena aku akan bergerak lebih cepat dibandingkan dugaan mu" Ucap Naphelle sembari berjalan dengan langkah kaki yang santai menuju kereta kudanya.
Bersambung....