
Terik matahari yang sudah berada di puncak membuat suasana terasa panas. Ditambah dengan keadaan Kota Xerxes yang akhir akhir ini tidak mendapatkan anugerah hujan dari dewa.
Seperti biasanya, siang itu keramaian terjadi di wilayah pedesaan yang lama kelamaan penduduknya semakin bertambah.
Di sisi lain, Ratu Eireen yang sudah merencanakan pesta besar di Istana pun menyuruh pelayan Istana nya untuk mengantarkan undangan yang sudah dipersiapkan untuk orang-orang terdekat saja. Bahkan orang terdekat pun tidak pasti bisa mendapatkan undangan yang berasal dari Kekaisaran. Namun, tidak dengan Naphelle yang tiba-tiba saja mendapat kiriman undangan dari Ratu Eireen. Ia hanya menyeringai begitu membaca isi undangan yang telah dikirimkan Istana khusus untuk nya. Apalagi, ia juga tidak mengharapkan sesuatu dari acara seperti itu.
...----------------...
Horrdeng hordeng Istana beterbangan akibat hembusan angin yang cukup kencang masuk melewati pintu Istana yang terbuka lebar. Sedikit demi sedikit orang-orang mulai berdatangan untuk mengikuti acara pesta yang telah digelar oleh Eireen Leto. Begitu juga dengan Naphelle yang mengunjungi acara Eireen malam itu. Kedatangan nya secara tiba-tiba membuat orang-orang yang sudah berada di sana memandangi nya dengan perasaan kagum begitu melihat penampilan Naphelle yang luar biasa.
"*Wah, apa dia benar Putri Naphelle yang aku kenal?"
"Iya! Dia memang Putri Naphelle. Tapi aku baru pernah melihat sosoknya yang seperti ini"
"Tidak ku sangka dia telah berubah 180° dari sebelumnya!"
"Apa kau tau? Dia itu mendapat sebutan khusus dari Raja Basilio!"
"Benarkah? Memangnya sebutan khusus seperti apa?"
"Dia disebut sebagai Artemis Kota Xerxes setelah membasmi undead dan makhluk magis di wilayah timur seorang diri"
"Benarkah? Wah, benar-benar diluar dugaan ku*!"
Berbagai pertanyaan muncul dari dalam benak mereka masing-masing begitu melihat sosok Naphelle yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Banyak sepasang mata juga yang memperhatikan nya sejak turun dari kereta kuda hingga memasuki ruangan Pesta yang berada di ruang utama Istana. Dengan kecantikan dan penampilan nya yang elegant, tentu saja membuat orang-orang di sekelilingnya terpukau akan hal itu. Walaupun menyadari bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian para tamu undangan, Naphelle tetap berperilaku seperti biasanya.
__ADS_1
"Selamat datang, Putri Naphelle" Sapa pelayan Istana yang memang bertugas untuk menyapa setiap tamu undangan yang datang.
"Ah, iya...ngomong ngomong aku harus duduk dimana?" Tanya Naphelle dengan raut wajah polos.
"Silahkan Anda duduk di perkumpulan paling depan, Tuan Putri" Jawab sang pelayan sembari menunjuk sepasang kursi dan meja yang sudah di penuhi oleh Putri dari Kerajaan lain.
"Baiklah, Terima kasih... " Ucap Naphelle sembari memperlihatkan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya. Sesegera mungkin ia bergabung dengan para Putri yang tengah mengobrol satu sama lain.
"Selamat malam semuanya, maaf mengganggu...'" Sapa Naphelle tanpa rasa ragu sedikit pun. Walaupun demikian, tetapi ia mendapat respon positif dari perkumpulan nya yang belum ia kenali satu persatu.
"Wah, apakah anda Putri Naphelle?" Tanya seorang Putri berambut pirang dengan wajah takjub nya.
"Benar, hehe.." Jawab Naphelle sambil menutup mulutnya ketika tertawa kecil.
Begitu menyadari bahwa Putri yang baru saja bergabung dengan mereka adalah Naphelle, sosok yang akhir akhir ini mengguncang seluruh wilayah mereka pun dibuat ricuh lantaran berebut ingin mengobrol dengan Naphelle.
Namun tidak dengan Naphelle yang merasa enggan untuk meminumnya. Ia hanya menatap dengan penuh curiga minuman yang baru saja dihidangkan oleh pelayan khusus untuknya.
"Aneh, bagaimana mungkin Tuan Rumah sama sekali tidak muncul dihadapan para tamu undangan?" Pikir Naphelle sembari melihat setiap sudut ruangan pesta yang di penuhi begitu banyaknya manusia.
Kembali ia difokuskan pada minuman yang berada di hadapannya sembari memperhatikan perkumpulan lain untuk memastikan sesuatu. Begitu mendapati salah satu gelas yang masih di penuhi oleh minuman langka milik salah seorang Putri, ia pun berambisi untuk menukarnya dengan isi minuman dalam gelas miliknya.
*CRING!* NGIINGGG***
Tidak ada satu pun diantara mereka yang menyadari bahwa Naphelle menukar isi minuman nya dengan minuman milik orang lain. Tentu saja hal itu terjadi, karena ia menggunakan kekuatan gelapnya yang tidak mungkin bisa dilihat oleh sembarang orang saja.
__ADS_1
"Kya!!!!!! Aaaa!!! Tolong!!!!"
"Tolong!! Ada yang pingsan!!!"
Selang beberapa menit setelah ia menukar isi minuman nya itu, kericuhan pun terjadi. Seorang Putri yang meminum minuman miliknya mendadak pingsan tepat dihadapan para tamu undangan. Para Putri yang satu perkumpulan dengan nya tentu saja berteriak ketakutan, namun ada di antara mereka yang berusaha mencairkan suasana dengan cara memanggil dokter Istana.
Mereka yang sedang disibukkan dengan perkumpulan masing-masing pun sontak ikut bergerombol mengelilingi Putri yang keadaan nya tengah kritis. Begitu juga dengan perkumpulan utama malam ini, yakni orang-orang yang satu perkumpulan dengan Naphelle. Karena penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Putri yang telah meminum minuman milik nya, Naphelle pun ikut melihat dari arah dekat.
Tak lama setelah pelayan Istana memanggil dokter Istana, dokter itu pun datang dengan beberapa benda di tangannya. Ia kemudian memeriksa keadaan Putri tersebut dengan sangat teliti.
"Bagaimana Dokter? Apa yang terjadi padanya?" Tanya salah seorang Putri yang terlihat begitu gelisah.
"Dia.....apa yang sebenarnya terjadi sebelum ini?" Tanya sang dokter memastikan.
"Kalau tidak salah, dia meminum minuman langka yang dihidangkan di acara Pesta perjamuan ini" Imbuh seseorang yang sempat melihat kejadian sebelumnya.
"Oh, jadi begitu. Sepertinya ada racun di dalam minuman ini, itulah yang membuat Putri tak sadarkan diri. Namun, racun yang berada di dalam minuman ini bukanlah sembarang racun" Jelas sang dokter menginformasikan.
"Lalu, apakah Putri *** bisa sembuh?"
"Tentu saja tidak, karena dia sudah tiada" Jawab dokter yang sontak membuat suasana kembali ricuh. Bahkan lebih ricuh dibandingkan sebelumnya. Orang-orang yang menganggap bahwa di minuman mereka juga terdapat racun, langsung meminta Dokter untuk memeriksa satu persatu keadaan mereka. Namun tidak dengan Naphelle yang merasa aman karena dia tidak meneguk setetes pun minuman yang dihidangkan di acara tersebut.
Di sisi lain, sosok Eireen yang mendengar bahwa rencananya untuk membunuh Naphelle telah gagal membuatnya geram, lantaran minuman yang seharusnya diberikan pada Naphelle justru salah. Apalagi tujuan utama dia melakukan rencana dengan konsekuensi yang besar ini adalah untuk membunuh Naphelle yang nantinya tidak akan menjadi Ratu penerus Kerajaan Astion.
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
__ADS_1
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀