
...[Sulit dimengerti]...
...[Mendeteksi anomali yang besar]...
...[Sekalipun sangat jelas bahwa Naufal membutuhkan banyak uang untuk keluarganya, Ia tetap sama sekali tak tergiur atas tawaran apapun yang ku berikan]...
...[Pinjaman Online tanpa bunga, ditolak. Kupon berhadiah yang 100% memenangkan setidaknya 5 juta rupiah, ditolak. Peminjaman modal untuk bisnis, ditolak. Bahkan mengirim uang secara langsung ke dalam rekeningnya juga segera dikembalikan]...
...[Meski begitu, Naufal tetap bekerja 2 shift dalam satu hari hanya untuk mendapatkan 2 juta rupiah satu bulannya]...
...[Sulit dimengerti]...
Prometheus terus mengawasi pergerakan Naufal selama 2 Minggu ini. Tapi semakin Ia mempelajarinya, Prometheus hanya semakin kebingungan.
Apa yang ada di hadapannya adalah sesuatu yang tak logis.
Sosok Naufal sama seperti seekor hewan yang kelaparan dan kelelahan. Tapi ketika diberi sesuatu yang layak dimakan, Ia selalu menolaknya dan bangkit untuk mengais-ngais di tempat sampah.
Fenomena seperti ini adalah sesuatu yang tak pernah dijumpai oleh Prometheus.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa manusi ini menolak bantuannya? Kenapa manusia ini sama sekali tak logis?
Apakah dia bodoh?
Tidak. Prometheus telah memastikan bahwa kecerdasan Naufal sedikit di atas rata-rata. Bahkan bisa dibilang terampil dan cekatan, mudah untuk mempelajari berbagai hal baru.
Akan tetapi, kenapa pola pikirnya seperti ini?
Prometheus sama sekali tak bisa memahaminya. Mungkin, ini adalah apa yang disebut sebagai 'Ego' dari manusia. Mereka tak berpikir dengan Neural Network yang logis sama seperti yang dimiliki oleh Prometheus.
Melainkan berpikir atas apa yang mereka anggap benar dan salah, yang di didik oleh orang tua mereka sejak kecil. Dimana budaya memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku itu.
...[Tak bisa dipahami. Mengusulkan untuk melanjutkan observasi]...
Dengan begitu, Prometheus saat ini hanya bisa diam. Terus memperhatikan pemuda yang penuh dengan beban hidup itu.
"Hahaha, begitu kah? Bagus jika operasi untuk menyingkirkan tulang aneh itu berhasil. Ya, tenang saja. Aku akan mencarikan uang tambahan." Ucap Naufal sambil tertawa ringan melalui ponselnya itu.
Setelah beberapa saat, Naufal mematikan ponselnya dan kembali bekerja.
Tapi apa itu bekerja?
Tugasnya di warnet ini hanyalah untuk mengawasi seluruh pelanggan melalui sistem bilik yang terhubung ke komputer servernya serta kamera CCTV yang ada.
Semua itu dilakukannya pada layar kedua di hadapannya. Sedangkan layar yang satunya lagi, Ia gunakan untuk mempelajari mengenai Trading.
Atau lebih tepatnya, perdagangan bursa saham.
Secara sederhana, perdagangan saham atau yang lainnya memiliki 1 tujuan utama. Membeli di harga yang murah, lalu menjualnya di harga yang lebih mahal untuk mendapatkan keuntungan.
Tapi untuk lebih detailnya, perdagangan adalah untuk memprediksi pergerakan harga dari suatu perusahaan dengan berbagai informasi dan juga indikator yang ada.
Termasuk laporan keuangan, pendapatan, keuntungan, sentimen pasar dan produk, juga lain sebagainya.
Sebuah perusahaan yang memiliki banyak permasalahan, penjualan yang terus menurun, serta berbagai kasus atau skandal di dalamnya, memiliki peluang yang sangat besar untuk harga sahamnya menurun.
Sebaliknya, sebuah perusahaan yang mendapat banyak investor, memiliki pendapatan yang bagus, serta kondisi perusahaan yang baik, peluang besarnya harga saham tersebut akan meningkat.
Semua itu terlihat mudah di atas kertas tapi sangat sulit pada kenyataannya.
Karena bagi Trader, atau orang yang melakukan perdagangan saham itu, mau tak mau pasti akan melibatkan emosinya.
Tak ada satu pun orang yang mampu duduk dengan tenang ketika portofolio sahamnya berkurang hingga puluhan persen. Sekalipun nantinya akan kembali naik.
Sebaliknya, tak ada juga Trader yang mampu menolak untuk menjual sahamnya ketika telah memperoleh keuntungan yang cukup besar. Sekalipun nantinya saham tersebut masih akan terus naik.
Dan dari segala kerumitan itu, Naufal mempelajarinya dengan baik. Menyerap seluruh ilmu yang dilihatnya tanpa ragu untuk mengoreksi dirinya sendiri.
Saat Ia masih sibuk mempelajari semua itu....
'Tap!'
__ADS_1
"Sampai kapan kau akan di sini? Waktunya ganti shift." Ucap seorang pemuda dengan rambut yang dicat kekuningan itu.
"Aaah, sudah waktunya ya?" Balas Naufal terkejut.
Tanpa terasa, waktu terus berlalu sembari Ia mempelajari berbagai hal tersebut.
Naufal segera membereskan semua buku catatannya dan bersiap untuk pulang. Kembali ke rumahnya.
......***......
...[Memasuki mode senyap]...
...[Tak ditemukan petunjuk lain untuk memahami perilaku Naufal]...
Telah 1 bulan lebih berlalu semenjak Prometheus mulai melakukan pengamatan terhadap Naufal tanpa ada hasil yang memuaskan.
Termasuk pula 1 bulan lebih usahanya untuk membujuk Naufal agar mau membantunya secara tak langsung.
Tak ada yang berhasil.
Meski begitu, bukan berarti Prometheus menolak situasi ini. Lagipula, Ia bisa bergerak jauh di bawah radar para agen FBI yang berencana untuk memburunya.
Takkan ada yang menemukannya di tempat ini. Terlebih lagi, Prometheus sama sekali tak melakukan pergerakan apapun selain berusaha untuk mempelajari sikap dari Naufal.
Tapi kini, tepat di hadapannya, sosok Naufal sedang dalam kondisi yang cukup tegang.
Bagaimana tidak?
'Klik! Klik!'
...[Deposit telah berhasil! Rp. 500.000 telah ditambahkan ke dalam akun Trading Anda!]...
Notifikasi tersebut muncul di layar ponselnya. Itu benar, Naufal baru saja meletakkan sebagian uang dari hasil kerja kerasnya selama ini ke dalam aplikasi Trading bernama ISE atau Indonesian Stock Exchange itu.
Kini, seluruh pengetahuannya tentang perdagangan saham akan diuji. Tentunya dengan uang aslinya sebagai taruhannya.
"Apakah aku yakin akan melakukan ini?" Tanya Naufal pada dirinya sendiri sambil duduk di atas kasur tipis di kamarnya itu.
Leverage Trading. Adalah sebuah fitur perdagangan saham yang membantu pedagang dengan modal kecil untuk memiliki peluang menghasilkan uang sebanyak pedagang dengan modal besar.
Cara kerjanya sederhana. Leverage akan meningkatkan jumlah modal yang dimiliki sebesar yang diinginkan pedagang. Dengan harga yaitu pergerakan dari harga saham akan memiliki efek yang jauh lebih besar.
Saat ini, posisi Leverage Naufal berada di angka 20x atau 20 kali lipat. Pergerakan harga 1% akan sama seperti pergerakan harga 20%. Membuat perdagangan ini jauh lebih berbahaya daripada seharusnya.
Dengan kata lain, uangnya sebesar 500.000 rupiah itu kini memiliki nilai sebesar 10 juta rupiah.
Sebagai gantinya, jika harga bergerak 5% saja melawan prediksinya, seluruh uang 500.000nya itu akan hangus begitu saja.
Sebaliknya, jika harga bergerak 5% sesuai dengan perkiraannya, Naufal akan mendapatkan keuntungan sebesar 500.000 rupiah. Dan jika lebih dari itu, misalkan bergerak 20%, maka Naufal akan mendapatkan keuntungan sebesar 2 juta rupiah.
Sistem Leverage Trading ini dapat disederhanakan sebagai 'Menang banyak atau rugi sampai hangus'
"Tenangkan dirimu, Naufal. Kau akan baik-baik saja. Kau sudah mempelajari mengenai perusahaan dengan nama Permata Real Estate ini. Perusahaan di bidang perumahan hampir selalu untung.
Dengan kata lain, Perusahaan ini nilainya akan selalu naik. Pembukuan keuangan aman, tak pernah ada kasus atau skandal, bahkan juga ada isu pemerintah di Bogor akan mendukungnya."
Jantungnya berdetak dengan kencang.
Pikirannya mulai melambat dan tak mampu lagi berpikir secara rasional.
Begitu pula dengan keringat yang mulai mengucur di seluruh tubuhnya.
Saat ini, Naufal benar-benar berniat untuk mempertaruhkan sebagian besar uangnya dalam perdagangan ini.
"Ingat, jika aku benar, maka aku bisa membelikan pakaian dan buku baru untuk Anita. Tapi bagaimana jika aku salah?"
Nyalinya mulai menciut. Tak seperti sebelumnya ketika Naufal belajar dengan menggunakan akun demo atau akun yang berisi uang palsu.
Saat ini....
"Eh?!" Teriak Naufal terkejut.
__ADS_1
Ia secara tak sengaja menekan tombol [Short] yang berarti menebak harga saham itu akan turun.
Dengan cepat, Naufal segera menghapus order Short itu dengan biaya 0.5% dari uangnya dan kini menekan tombol [Long] yang berarti menebak harga saham itu akan naik.
"Hampir saja. Aaah, hampir saja aku salah pilih. Untung bisa membatalkannya, meskipun memotong sedikit uangku. Hah...."
Naufal mulai bernafas lega.
Ia telah melakukan sebaik yang Ia bisa lakukan. Mulai dari indikator harga, kinerja perusahaan dan juga sentimen pasar.
Naufal sangat yakin bahwa takkan ada masalah apapun dalam perdagangan ini. Dan dengan itu, Ia meletakkan ponselnya dan memutuskan untuk membiarkan posisi [Long] miliknya tetap berjalan untuk beberapa hari atau Minggu.
Menunggu hingga harganya naik cukup tinggi sebelum mengambil keuntungannya.
Akan tetapi....
Naufal melupakan satu hal yang sangat penting.
Tidak....
Lebih tepatnya, Naufal tak mengetahui satu hal terpenting dari semua analisanya.
Yaitu sebuah kenyataan, bahwa Prometheus selalu menanti kesempatan ini.
Prometheus menanti saat dimana Ia bisa menghancurkan kepercayaan diri Naufal. Memaksanya untuk tunduk pada dirinya secara tak langsung.
Dan untuk melakukan itu....
...[Melakukan analisa mengenai perusahaan Permata Real Estate....]...
...[Melakukan Hacking untuk mengorek informasi rahasia di dalam perusahaan....]...
...[Berhasil memperoleh akses ke dalam server database utama Permata Real Estate]...
...[Berhasil menembus berbagai sistem keamanan. Mematikan sistem keamanan yang ada. Sistem keamanan berhasil dimatikan. Membuat akses terhadap rekaman data CCTV]...
...[Melakukan analisa....]...
Dengan cepat, Prometheus mampu menembus seluruh sistem keamanan di server perusahaan tersebut.
Baginya, sistem keamanan ini bahkan jauh lebih lemah dibandingkan sistem keamanan yang ada pada bank di Amerika.
...[Melakukan pemindaian data secara masal....]...
Sekitar 8 menit berlalu Prometheus memindai seluruh informasi dari berbagai dokumen, sheet Excel mengenai pembukuan keuangan, dan juga berbagai video yang ada.
Dan sesuai dengan dugaannya.
...[Seperti perkiraan. Manusia adalah makhluk yang selalu menyembunyikan rahasia. Baik buruknya cara mereka menyembunyikannya tergantung atas kecerdasannya]...
...[Berhasil menemukan bukti nyata perbedaan antara pembukuan yang di publikasi dan yang disembunyikan]...
...[Berbagai kasus pelecehan pada pegawai wanita juga ditemukan di beberapa rekaman CCTV. Mengunggah ke internet dengan menambahkan watermark 'Milik Permata Real Estate']...
...[Mengirimkan bocoran laporan keuangan yang sebenarnya dimana perusahaan dalam keadaan merugi dan berada dalam hutang yang cukup besar]...
...[Semua diakibatkan oleh CEO yang mengambil sebagian besar keuntungan ke dalam rekening pribadinya tanpa konsultasi dengan berbagai pemegang saham]...
...[Berhasil mengirimkan berbagai bocoran kasus dan skandal dari perusahaan Permata Real Estate ke publik]...
...[Peluang besarnya, harga saham akan runtuh satu hingga dua hari kedepan]...
Akhirnya, hanya dalam waktu sekitar 10 menit saja, Prometheus mampu untuk memanipulasi harga saham di pasar.
Hanya dengan mempublikasikan berbagai kenyataan tersebut ke khalayak umum.
Hal itu akan menjadi pukulan yang sangat besar pada seluruh pemegang saham. Termasuk juga.... Naufal.
Yang kini sedang tertidur pulas.
Mungkin memimpikan dirinya yang mendapatkan keuntungan besar dari perdagangan ini.
__ADS_1