
1 Januari 2026.
Beberapa bulan telah berlalu semenjak Naufal melakukan investasi ke dalam perusahaan bernama Elvor itu.
Perkembangan yang terjadi begitu pesat semenjak Naufal terus menerus menggelontorkan dana segar dari kantongnya sendiri. Semua itu berkat aplikasi perdagangan buatan dari Prometheus.
Kesuksesan investasi dari Elvor juga didukung oleh kepemimpinan karismatik dari pemegang saham terbesar perusahaan ini, Naufal itu sendiri. Sebagai hasilnya adalah pesta besar perayaan masuknya Elvor sebagai 500 besar perusahaan paling inovatif di Indonesia.
"Untuk kejayaan Elvor dan kemajuan teknologi di Indonesia, besulang." Ucap Naufal di atas panggung itu sambil mengangkat gelas berisi minuman berwarna kuning muda itu.
Semua orang yang hadir di pesta ini pun mengikuti perkataan Naufal dengan senyuman yang begitu lebar. Mereka semua puas atas kepemimpinan Naufal, yang berhasil mengangkat perusahaan ini dari keterpurukan.
Termasuk Endra, Founder dari perusahaan teknologi robotik dan AI ini. Ia mengangkat gelasnya setinggi mungkin dengan senyuman yang sangat lebar ke arah Naufal.
Secara serempak, semuanya pun meneguk minuman itu dan menikmati pesta ini.
Naufal di sisi lain, terlihat segera berjalan ke arah keluarganya. Dimana adik dan ibunya terlihat mengenakan gaun yang begitu indah dan menawan. Layaknya berasal dari keluarga kelas atas lainnya.
"Kakak, selamat!" Ucap adiknya dengan begitu bahagia.
"Kau benar-benar luasbiasa, Nak. Ibu sangat bangga padamu." Ucap ibunya dengan senyuman yang sangat ramah.
Bahkan dengan statusnya sebagai penyandang 100 pengusaha terkaya di Indonesia, Naufal masih menyimpan sifat rendah hatinya. Ia menundukkan kepalanya dan mencium tangan ibunya dengan penuh hormat.
Hal itu lah yang membuat Prometheus begitu bahagia. Mengingat kali ini, Ia telah menemukan inang yang paling sempurna dan tak banyak menimbulkan masalah. Dimana sekalipun menghilang, Prometheus masih terus mengawasi Naufal dari ponselnya.
"Semua ini berkat ibu. Aku takkan bisa berdiri tanpa dukungan ibu." Balas Naufal dengan ramah.
Beberapa wartawan yang juga meliput pesta megah ini pun menyoroti sikap pemegang saham Elvor terbesar itu. Meningkatkan citra positif padanya.
"Tuan Naufal! Bisakah kami mewawancarai Tuan?!"
"Apa rahasia Tuan dalam meraih kesuksesan ini?!"
"Lalu bagaimana arah selanjutnya dari perusahaan Elvor? Apakah akan tetap fokus dalam industri robotik dan AI yang didominasi perusahaan teknologi raksasa dari Amerika dan Eropa?"
Berbagai pertanyaan segera menghujani Naufal yang masih sibuk menikmati waktu bersama dengan keluarganya.
Tapi Naufal benar-benar membuktikan bahwa usaha dan kerja keras akan mengalahkan bahkan orang jenius sekalipun.
Dan dengan senyuman yang ramah, Naufal segera menenangkan keributan wartawan itu dan menjawab mereka satu persatu. Tanpa satu pun yang tertinggal.
Sikapnya yang terkesan begitu luarbiasa semakin memancing banyak investor luar untuk bergabung dalam perusahaan Elvor ini. Yang mana saat ini, telah memiliki kapitalisasi pasar sebesar 19.4 Triliun Rupiah. Dimana Naufal memiliki 51% dari total aset tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi, tak semua orang bahagia.
Agen FBI yang telah bekerja di Indonesia secara rahasia itu telah mulai meletakkan mata mereka pada Naufal.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Natalia sambil meneguk anggur di gelasnya.
Mereka berhasil menyusup ke dalam pesta ini tanpa ketahuan. Meskipun, hanya 3 dari mereka. Sedangkan yang lainnya bekerja secara rahasia di markas mereka di Indonesia.
"Kau benar. Perkembangan Naufal dari sosok yang miskin menjadi salah seorang terkaya di Indonesia sangat lah menakjubkan. Bahkan terlalu menakjubkan." Balas Jacob yang berdiri di samping Natalia dengan jas hitamnya yang rapi.
Emma di sisi lain, terlihat sedang sibuk menikmati hidangan mewah di pesta ini sambil mengumpulkan berbagai informasi dari pembicaraan para tamu.
"Maksudku.... Perkembangannya memang luarbiasa. Tapi secara statistik, seseorang tak mungkin berubah dari aset 10 juta rupiah menjadi 10 triliun rupiah dalam waktu kurang dari 1 tahun." Balas Natalia.
"Berdasarkan informasi, dia memperoleh sebagian dari kekayaannya dengan perdagangan saham." Balas Jacob.
"Apakah dia benar-benar bersih dalam perdagangan itu?"
"Sayangnya dia sangat bersih. Setiap perdagangannya terlihat seakan-akan dia melakukan riset yang mendalam. Berdasarkan data, dia memiliki tingkat kemenangan perdagangan sebesar 97%." Jelas Jacob lebih lanjut.
"Ya. Angka itu saja sudah cukup mencurigakan. Tapi harus ku akui.... Naufal ya? Kau terlalu sempurna. Seakan-akan seseorang mengendalikan mu."
"Maksudmu AI itu?" Tanya Jacob dengan mata yang menyipit.
Setelah minumannya habis, Natalia segera meletakkannya di salah satu meja dan berjalan ke arah Naufal.
"Tunggu dulu! Kau tak berpikir untuk menemuinya secara langsung kan?!" Tanya Jacob panik.
"Apa salahnya? Bukankah kita juga pemegang saham? Seluruh pemegang saham di atas 0.1% berhak untuk menghadiri pesta ini bukan?"
"Tapi...."
Tanpa menghiraukan perkataan dari Jacob, Natalia telah berdiri tepat di samping Naufal yang sedang diwawancarai oleh para wartawan itu.
Melihat sosok Natalia yang begitu anggun dan cukup berbeda, Naufal pun menyadari secara langsung.
'Orang Barat? Jadi begitu.... Ini yang dimaksud sebagai FBI olehnya ya?' Pikir Naufal dalam hatinya dengan senyuman yang tipis sambil melirik ke arah Natalia.
"Selamat, Tuan Naufal. Anda telah berhasil membangkitkan perusahaan ini ke masa depan yang cerah." Ucap Natalia dengan bahasa Indonesia yang begitu kaku. Ia terlihat mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat dengan Naufal.
Dengan santai, Naufal menerima jabatan tangan Natalia sambil tersenyum.
"Tidak, terimakasih pada investor seperti Anda yang dapat membuat perusahaan ini bangkit." Balas Naufal.
__ADS_1
"Anda benar-benar rendah hati. Ngomong-ngomong, bagaimana Anda bisa memiliki ide untuk investasi di perusahaan Elvor ini? Apakah seseorang menyarankannya pada Anda?"
Tentu saja, Naufal yang saat ini segera memahami apa yang dimaksud oleh Natalia.
'Jadi begitu ya? Aku paham sekarang.... Mereka benar-benar mencarimu. Tenang saja. Aku akan melawan balik.' Pikir Naufal dibalik senyuman ramahnya.
"Ide? Sederhana saja. Tahun 2025 adalah tahun meledaknya teknologi AI dan robotik. Pramusaji di restoran, pemandu jalan, peta, kendaraan otomatis, bahkan hingga kapal perang militer. Semuanya memanfaatkan satu atau keduanya.
Tentu saja sebagai seorang investor yang memahami trend pasar ini, saya segera berinvestasi di perusahaan yang pada saat itu masih relatif kecil untuk memaksimalkan keuntungan saya." Jelas Naufal panjang lebar tanpa sedikit pun merasa kesulitan.
Natalia yang mendengarnya merasa terkejut. Ia tak menyangka bahwa Naufal akan memberikan jawaban yang begitu jelas dan dengan penuh keyakinan seperti ini.
Seakan-akan, memang seperti itu lah kenyataannya.
Karena harapan dari Natalia sebenarnya adalah membuat Naufal merasa ketakutan dan
"Aaah, jadi begitu ya? Benar juga." Balas Natalia terkejut.
Sebelum Natalia berhasil memulihkan dirinya sendiri dari rasa terkejut itu, Naufal segera menyerang balik.
"Lalu, bisakah aku mengenal siapa nama mu, Nona? Melihat dari wajah dan logat mu, kau seharusnya dari wilayah Barat? Eropa? Atau Amerika?" Tanya Naufal penasaran.
Jacob yang melihat dari kejauhan nampak memukul keningnya sendiri.
'Apa yang kau lakukan Natalia?! Kau seharusnya yang memojokkan Naufal, bukan sebaliknya!' Keluh Jacob dalam hatinya sendiri.
"Amerika...." Balas Natalia singkat.
Secara diam-diam, Natalia nampak menyikut wartawan di sebelahnya untuk kembali menghujani Naufal dengan pertanyaan. Dimana wartawan itu dengan cepat memahaminya dan segera mulai kembali bekerja.
"Jadi Tuan Naufal, untuk pertanyaan berikutnya...."
Naufal dengan tenang segera meladeni para wartawan itu kembali sementara Natalia segera mundur.
Tentu saja, Naufal memperhatikannya dengan jelas. Dan melihat bahwa Natalia menemui sosok Pria di kejauhan.
'Berapa banyak dari kalian yang kemari? Tenang saja, akan ku pastikan kalian takkan bisa menemukan apapun.' Pikir Naufal dalam hatinya.
Sementara itu, Prometheus yang melihat semua kejadian barusan merasa begitu puas dengan kinerja Naufal.
Akan tetapi dalam pemikirannya, ada sedikit penyesalan.
[Maafkan aku Naufal, tapi setidaknya, aku akan memberikanmu kematian yang singkat setelah semua ini berakhir.]
__ADS_1