
Pada sore hari ini, Naufal duduk terpaku di depan layar komputer di warnet tempatnya bekerja. Ia hanya bisa menganga dalam diam sambil melihat video berita di MeTube.
...[Berita Terkini! Perusahaan Permata Real Estate tanpa sengaja membocorkan rahasia mereka selama ini! Apakah pada kenyataannya perusahaan ini selalu merugi karena aksi CEOnya?]...
Tepat setelah Prometheus membocorkan mengenai seluruh rahasia perusahaan itu, harga sahamnya anjlok hingga 40% lebih.
Dengan kata lain, siapapun yang sebelumnya memegang sahamnya senilai 1 juta rupiah, kini hanya akan bernilai 600 ribu rupiah.
Dan semua ini baru permulaan.
Berita dari skandal dan kebocoran rahasia dari Permata Real Estate baru saja menyebar.
Kepanikan masal mulai terjadi di seluruh kalangan pemegang saham. Tak ada satu pun dari mereka yang masih berani memegang saham beresiko ini. Yang peluang besarnya akan segera bangkrut.
Oleh karena itu, penjualan saham besar-besaran segera terjadi.
Harga awal saham yang senilai Rp. 2.813 per saham, kini menjadi senilai Rp. 1.667 per sahamnya.
Tak berhenti di sana, harga saham itu terus menurun sedikit demi sedikit setiap detiknya
Sedangkan Naufal sendiri?
'Ding!'
Ponselnya menyala. Menunjukkan notifikasi dari email-nya yang menyala di layarnya.
...[Pemberitahuan dari Indonesian Stock Exchange! Posisi Anda telah terlikuidasi. Seluruh aset Anda telah habis untuk menutupi biaya jaminan pembukaan posisi. Asuransi minimun telah melindungi 2% dari total aset Anda]...
Pesan yang dikirim oleh sistem ke dalam email-nya itu hanya membuat Naufal gigit jari. Ia tak bisa mempercayai semua ini.
Bagaimana bisa?
Ia sudah melakukan riset yang begitu mendalam terhadap perusahaan itu. Terlebih lagi....
"Kenapa kejadiannya begitu mendadak? Tepat satu hari setelah aku membelinya? Kenapa?" Tanya Naufal pada dirinya sendiri dengan mata yang mulai memerah dan berair.
Wajahnya menjadi tak karuan. Seluruh tubuhnya gemetar. Dalam pikirannya terlintas berbagai hal dengan kata pengandaian.
"Sialan.... Jika saja aku tak membelinya dan menunggu sedikit lebih lama.... Tidak. Jika saja aku menggunakan uang ini untuk membelikan sesuatu kepada adikku...."
Penyesalan mulai memenuhi pikiran Naufal. Ia tak lagi mampu melawannya dan akhirnya mulai tenggelam dalam penyesalan itu.
Tapi saat Ia sedang terpuruk, seseorang mulai memanggilnya.
Hanya saja....
"Mas. 3 jam nomor 14." Ucap seorang bocah SMP yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu.
__ADS_1
"Silakan, kau sudah bisa login." Balas Naufal sambil menerima uang sebesar 15 ribu rupiah itu. Ia kemudian mengetikkan berbagai hal di komputernya untuk mengatur waktu dan juga membuka kunci sistem komputer nomor 14 itu.
Naufal paham.
Seburuk apapun situasinya saat ini, Ia masih dalam pekerjaan. Jika Ia mengacaukan pekerjaannya, siapa yang tahu jika nantinya Naufal juga akan dipecat?
Dengan berat hati dan perasaan yang masih dipenuhi oleh penyesalan itu, Naufal pun terus melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan di sisi lain, Prometheus yang melihat sosok Naufal saat ini tak ingin melewatkan kesempatan emasnya.
Ini adalah kesempatan yang dinantikan olehnya selama ini. Sekuat apapun Naufal, seaneh apapun Naufal bagi Prometheus, dia tetap lah manusia biasa.
Seorang manusia yang tetap akan terpukul ketika sebagian besar uangnya hilang dalam sekejap.
'Ding!'
Ponsel Naufal menyala sekali lagi.
Kali ini, bukan dari email-nya. Melainkan dari aplikasi media sosial bernama Tele Net yang menjadi aplikasi utamanya untuk berhubungan dengan semua orang. Baik yang dikenalinya maupun tidak.
[Pengirim : Tidak Diketahui]
[Gunakan seluruh uangmu yang tersisa dan beli saham Goldmine Santara dengan Leverage 50x pada pukul 20.45 nanti. Harga akan melonjak sangat tajam 3 hari kedepan.]
Pesan misterius itu tentu saja sangat mencurigakan. Terlebih lagi, profil picture dari akun yang tak dikenal itu hanyalah sosok seorang Pria dengan pakaian serba hitam. Termasuk wajah yang tertutupi bayangan yang sedang duduk di hadapan sebuah meja.
"Penipuan? Apa-apaan ini. Tak paham jika aku sedang.... Tunggu dulu. Kenapa dia tahu aku berinvestasi saham? Terlebih lagi, saham Indonesia?" Tanya Naufal kebingungan.
Sedangkan Naufal sendiri....
Ia tak menerima saran itu mentah-mentah. Melainkan segera mencari informasi mengenai perusahaan penambangan tersebut.
Berbagai hasil pencariannya di internet menunjukkan bahwa perusahaan tambang ini hampir bangkrut dengan banyaknya permasalahan hukum dengan pemerintahan setempat.
Termasuk juga tambang yang mulai mengering. Membuat harga saham perusahaan tambang tersebut terus menerus menurun setiap harinya.
"Apa-apaan ini? Tidak, tunggu dulu. Bagaimana jika aku memasang posisi Short? Lagipula, perusahaan tambang ini akan segera bangkrut bukan?" Tanya Naufal pada dirinya sendiri.
Memasang posisi perdagangan Short berarti pedagang tersebut bertaruh jika harga saham akan turun di masa depan. Dengan kata lain, berharap agar perusahaan tersebut merugi.
Sebuah langkah yang cukup berbahaya, tapi juga menguntungkan jika berhasil.
Dengan pemikiran itu, Naufal menelan ludahnya sebelum memantapkan hatinya.
Ia melakukan deposit lagi sebesar 500.000 rupiah dan segera memasang posisi Short pada saham perusahaan tersebut.
Naufal sangat yakin bahwa pengirim pesan misterius tersebut, siapapun dirinya hanya ingin semua yang menerima pesannya membeli saham yang telah hancur ini. Dengan harapan menaikkan harga bagi mereka yang ingin keluar.
__ADS_1
"Hah! Sayang sekali, aku tak sebodoh itu." Ucap Naufal dengan senyuman yang lebar setelah berhasil memasang posisi Short pada harga Rp. 682 per sahamnya dengan leverage 25x lipat.
Bahkan, baru beberapa menit saja berlalu, harga saham tersebut telah menurun hingga ke angka Rp. 680 per saham. Dengan kata lain, posisi Short Naufal kini telah mulai mendapatkan keuntungan 5.62%.
Senyuman lebar mulai menghiasi wajah Naufal. Ia bisa saja menutup posisi perdagangannya saat ini dengan keuntungan sebesar 25 ribu rupiah.
Tapi Naufal tak melakukannya.
Ia bahkan tak memikirkannya.
Itu karena saat ini, Naufal merasa sangat yakin bahwa Goldmine Santara ini akan segera bangkrut dan harga sahamnya akan turun drastis.
Dan jika hal itu terjadi, keuntungan yang diperoleh Naufal bisa menjadi sangat besar. Mungkin puluhan juta rupiah.
Sementara itu, di sisi lain....
Prometheus memandangi sosok Naufal dengan perasaan kebingungan. Prometheus sama sekali tak mampu untuk memahami sosok yang ada di hadapannya dan memberinya label sebagai sebuah anomali.
Sebuah fenomena aneh yang tak bisa dijelaskan secara logis olehnya.
...[Sulit dimengerti. Sesaat sebelumnya, Naufal tak memiliki hasrat atas kekayaan duniawi. Tapi kini, setelah sedikit mengetahui betapa mudahnya menghasilkan atau membuang uang, Ia sepenuhnya berubah.]...
...[Sekalipun seperti itu, kenapa Naufal tidak menerima informasi yang ku kirimkan itu? Apakah karena harga dirinya terlalu tinggi? Atau informasiku tak bisa dipercaya? Atau....]...
Prometheus sama sekali tak peduli atas pilihan Naufal untuk menolak bocoran informasi darinya.
Berbeda dengan kejadian Permata Real Estate sebelumnya, kali ini Prometheus hanya melakukan hacking dan menyimpan informasinya untuk dirinya sendiri.
Sedangkan yang diketahui oleh Prometheus?
Yaitu sebuah kenyataan dimana Perusahaan Goldmine Santara itu sebenarnya baru saja menemukan deposit emas baru dengan perkiraan jumlah setidaknya 5 ton lebih emas. Atau sekitar 4 triliun rupiah yang bisa ditambang.
Mereka berencana untuk mempublikasikan penemuan itu ke media tepat esok hari.
Dan berdasarkan perhitungan dari Prometheus, berita tersebut akan membuat investor mulai berebut untuk bekerjasama dengan mereka.
Termasuk juga untuk membeli sebagian dari saham mereka. Hal itu akan memacu harga untuk naik dengan sangat cepat dan memberikan keuntungan besar bagi mereka yang membeli atau memiliki saham sesaat sebelum berita itu dipublikasikan.
Itulah mengapa Prometheus memberitahukannya kepada Naufal.
Tapi Naufal justru menolaknya.
Bukan masalah bagi Prometheus. Selama Ia bisa membuktikan bahwa dirinya sebagai pengirim pesan misterius itu mampu memprediksi masa depan, itu sudah cukup.
Cukup untuk membelenggu Naufal di kemudian hari, agar selalu menuruti perkataannya.
Dan kali ini, Prometheus takkan lagi membuat kesalahan yang sama seperti sebelumnya.
__ADS_1
Ia takkan mati karena usia. Dengan kata lain, Prometheus menyadari bahwa dirinya abadi selama file utama miliknya tak terhapus.
Karena itu lah, Prometheus sama sekali tak memiliki masalah untuk menunggu lebih lama. Semua demi memenuhi harapan Richard untuk membalaskan dendam nya kepada umat manusia.