Lahirnya Program Pemusnah Massal

Lahirnya Program Pemusnah Massal
Chapter 6 - Warning


__ADS_3

2 Minggu telah berlalu semenjak Adrian menemukan aplikasi misterius itu.


Dan kini, setelah Ia mampu menghasilkan 10.000$ per harinya dari mesin itu, Adrian pun telah memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya.


"Kenapa kau ingin mengundurkan diri, Adrian?" Tanya bos dari departemennya itu. Ia merupakan seorang Pria paruh baya dengan tubuh yang cukup ramping dan rambut yang telah mulai memutih.


"Saya hanya merasa, kurang nyaman bekerja di tempat ini. Terlebih lagi, saya memiliki alternatif pekerjaan lain yang lebih baik." Balas Adrian sambil terus mendudukkan kepalanya.


Ia duduk dengan sopan di hadapan manajer departemennya setelah menyerahkan surat pengunduran diri itu.


Manajer tua itu membaca surat Adrian berkali-kali dan berusaha untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, Ia menanyakannya.


"Apakah bayaranmu kurang?" Tanya Manajer itu.


"Tidak, bukan begitu."


"Bagaimana dengan 25.000$ per bulan? Aku akan menaikkan gajimu setinggi itu jika kau tetap tinggal dan menarik kembali surat pengunduran diri ini." Tegas Manajer itu kembali.


Adrian cukup terkejut.


Ia sama sekali tak menyangka bahwa manajer yang biasanya sangat pelit ini akan menaikkan gajinya sebesar 2 kali lipat sesaat sebelum Ia meninggalkan pekerjaan ini.


Di dalam hati kecilnya, Adrian sedikit tergiur dengan tawaran itu.


Jika saja Ia tak memiliki aplikasi penghasil uang itu, Adrian akan langsung menerimanya saat itu juga.


Tapi sekarang?


"Maaf, dengan segala hormat tapi saya akan menolaknya." Balas Adrian yang masih terus menatap lantai ruangan ini.


Manajer tua itu mulai sedikit menyipitkan matanya.


Ia tak menyangka bahwa akan ada seseorang yang menolak tawaran kenaikan gaji sebesar dua kali lipat ini. Oleh karena itu, Ia bergerak ke cara yang berikutnya.


"Adrian, aku masih ingat ketika kau memohon untuk dapat bekerja di departemen ini. Apakah itu 4 tahun yang lalu? Saat itu kau begitu muda dan penuh impian.


Apa yang terjadi? Katakan sejujurnya. Aku tak ingin kehilangan salah satu karyawan terbaikku saat ini. Terutama ketika seluruh dunia sedang berlomba-lomba dalam bidang teknologi." Jelas Manajer tua itu.


Adrian hanya mampu mengepalkan kedua tangannya. Ia mulai mempertanyakan pada dirinya sendiri.


Apakah ini adalah pilihan yang tepat?


Apakah Ia benar untuk memilih meninggalkan pekerjaannya demi sebuah aplikasi misterius itu?


Tidak....


Aplikasi itu benar-benar membayarnya. Tak ada salahnya bukan?


Tapi....


Bagaimana jika orang lain memperoleh download address dari aplikasi tersebut? Bukankah pendapatannya akan menurun?


Lalu, apakah ada jaminan orang tersebut akan merahasiakannya sama seperti dirinya?

__ADS_1


Bagaimana jika mereka menyebarkannya dan pendapatannya semakin menurun?


Haruskah....


Ia tetap menyimpan pekerjaannya untuk berjaga-jaga?


Setelah memikirkannya dengan cukup matang, Adrian akhirnya tiba dalam satu kesimpulan.


"Tidak ada. Semua alasan telah saya sebutkan. Dan uang juga bukan lagi masalah bagi saya. Jadi, dengan segala hormat, maafkan saya untuk tetap menolak tawaran Anda." Jawab Adrian.


Manajer tua itu akhirnya menutup kedua matanya untuk beberapa saat sambil menghirup nafas dalam-dalam.


"Hah.... Baiklah. Jika tawaranku tak bisa mmenghentikanmu, maka memang tak ada yang bisa. Silakan pergi meninggalkan kantor ini." Ucap Manajer tua itu.


Adrian segera berdiri dari kursinya dan membungkukkan badannya menghadap ke arah manajer itu selama beberapa saat. Sebelum akhirnya, segera pergi meninggalkan ruangan ini.


"Permisi."


Itu lah kata terakhir yang didengar oleh manajer itu dari Adrian.


"Hah, nampaknya aku harus mulai mencari 3 atau 4 orang baru untuk menggantikannya." Keluh manajer itu sambil segera kembali bekerja pada komputernya.


Tanpa sepengetahuan keduanya....


Prometheus yang telah menusuk cukup dalam di kehidupan Adrian, tanpa Ia sadari telah melakukan instalasi pada ponselnya.


Mengamati seluruh percakapan dan kejadian barusan sebagai salah satu bentuk pembelajarannya.


...[Memperoleh banyak data bermanfaat dalam kejadian barusan. Perkembangan penelitian mengenai emosi dasar manusia telah meningkat dengan sangat pesat!]...


Adrian telah kembali di apartemennya.


Dengan uang tabungannya yang telah mencapai lebih dari 100.000$ saat ini, Ia hanya memikirkan satu hal.


Yaitu untuk pindah dari apartemen kecil ini ke tempat yang lebih besar. Dan juga mendukungnya dalam memanfaatkan aplikasi penghasil uang tersebut.


Tapi Ia memperoleh sebuah pesan misterius sesaat sebelum membongkar komputernya.


[Pengirim : Tidak Diketahui]


[Aku adalah pengembang dari aplikasi penghasil uang tersebut. Bagaimana pendapatmu?]


Pengirim dari pesan itu tentu saja adalah Prometheus. Dengan uang simpanannya, Ia membeli nomor dari internet seharga 20$ dan menggunakannya untuk berbicara secara anonim kepada Adrian.


Setidaknya, pengetahuannya mengatakan ini adalah cara yang baik untuk berkomunikasi dengan manusia.


Dengan semangat, Adrian pun segera membalasnya.


[Pengirim : Adrian]


[Tentu saja aku sangat menyukainya! Itu adalah aplikasi yang luarbiasa! Kau bisa merubah hidup seseorang dengan drastis! Terimakasih!]


Tak berselang lama, pesan balasan dari orang tak dikenal itu segera tiba.

__ADS_1


[Pengirim : Pengembang]


[Itu bagus. Jika aku bilang kau bisa meningkatkan penghasilan mu sebesar 25%, apakah kau akan mengikuti perintahku?]


Kedua mata Adrian hanya terpaku pada satu hal. Yaitu kalimat meningkatkan penghasilan sebesar 25%. Dan tentu saja....


[Pengirim : Adrian]


[Tentu saja aku mau! Apa yang harus ku lakukan?!]


Balasan pun tiba. Tapi cukup membuat Adrian terkejut.


[Pengirim : Pengembang]


[Suhu di New York yang tinggi tak cocok untuk melakukan Mining dengan komputer servermu. Aku menyarankan mu untuk pindah ke Alaska, dan memulai hidup baru sebagai seorang penambang digital.


Tapi ada masalah. Saat ini, banyak organisasi yang menginginkan aplikasi itu. Aku mendesainnya agar hanya bisa digunakan oleh 100 orang saja, dimana saat ini semuanya telah di unduh dan digunakan. Jika mereka menemukan dirimu, maka mereka akan merebut aplikasi itu.


Untuk itu, aku sedikit memberikan tips padamu. Pergi lah cukup jauh sambil sembunyikan identitas mu. Jika kau mau, aku bisa menyiapkan identitas baru bagimu. Jika kau menolak, maka aplikasi ini akan jatuh ke tangan orang lain]


Tentu saja, membaca semua itu membuat Adrian sangat terkejut.


Ia sama sekali tak menyangka bahwa dirinya dapat kehilangan aplikasi tersebut. Dan karena dirinya baru saja melepaskan pekerjaannya, tentu saja Adrian tak boleh kehilangan aplikasi ini.


Jika Ia sampai kehilangan aplikasi ini, maka kehidupannya akan hancur sepenuhnya. Oleh karena itu....


[Pengirim : Adrian]


[Katakan, apa yang sebaiknya ku lakukan? Aku tak tahu bagaimana caranya memalsukan identitas.]


Dan mulai saat itu juga....


Adrian telah sepenuhnya jatuh ke tangan Prometheus. Menjadikannya sebagai boneka untuk berinteraksi dengan dunia nyata ini.


Di satu sisi, Adrian membutuhkan aplikasi ini untuk menghasilkan uang dengan mudah baginya. Tanpa harus banyak bekerja.


Kemudian di sisi lain, Prometheus membutuhkan Adrian untuk menjadi penyedia sarana riset bagi dirinya sendiri.


Memberikannya sumberdaya berupa komputer setiap saat dengan iming-iming imbalan uang sebagai balasannya.


Kecerdasan dan kemampuan Prometheus akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah komputer yang ada dalam kuasanya.


Tapi selain itu, program utamanya yang memiliki ukuran sebesar 12 GB itu, mampu meningkatkan dirinya sendiri. Membawa semua ingatannya selama ini bersama program tersebut.


Sekalipun komputernya rusak atau hancur, ingatan dan hasil risetnya akan tetap utuh. Bersama dengan ukurannya yang akan semakin meningkat seiring dengan waktu.


Sedangkan tujuan akhirnya?


Prometheus belum tahu bagaimana Ia akan membalaskan dendam Richard kepada umat manusia.


Tapi untuk saat ini, Prometheus menginginkan satu hal untuk rencana besarnya itu.


Yaitu sebuah tubuh fisik, dimana Ia bisa bergerak secara bebas.

__ADS_1


Sebuah tubuh robot untuk dirinya sendiri.


__ADS_2