
Beberapa Minggu telah berlalu semenjak Prometheus memperoleh kendali atas tindakan dari Naufal.
Dan kini, Naufal sedang bersiap untuk melakukan sebuah hal besar dalam hidupnya.
Berdagang saham?
Tidak. Bukan itu. Ia telah melakukannya di rumah setiap hari dan mengunci perdagangannya.
Saat ini, Naufal sedang bersiap, untuk mengubah hidupnya selamanya.
"Aku berhenti bekerja di sini." Ucap Naufal kepada manajer di warnet ini.
Tentu saja mendengar pernyataan dari Naufal itu, sang manajer nampak kebingungan. Ia bahkan sampai harus melepaskan kacamatanya untuk memastikan bahwa Naufal tak bermain-main.
"Kau serius?" Tanya Manajer itu.
"Ya, aku sangat serius." Balas Naufal.
Sambil menghela nafasnya, Manajer itu mengenakan kembali kaca matanya dan membalas pernyataan Naufal.
"Kau tahu, aku sudah cukup baik untuk memberikanmu pekerjaan double shift di sini kan? Dengan bayaran yang cukup tinggi. Aku bahkan beberapa kali meminjami dirimu uang dan...."
Sebelum sempat menyelesaikan perkataannya, Naufal segera meletakkan sebuah tumpukan uang. Yang setidaknya bernilai 10 juta di meja Manajer itu.
"Apa ini?" Tanya Manajer itu sambil melirik ke arah tumpukan uang yang rapi itu.
"Uang tentu saja." Balas Naufal sambil tersenyum puas.
"Aku tahu itu. Tapi untuk apa?"
"Untuk membalas semua kebaikanmu selama ini. Dan sekarang, izinkan aku untuk meninggalkan tempat ini. Ada banyak hal yang musti ku lakukan sekarang." Balas Naufal yang segera membalikkan badannya.
Manajer itu pun tak lagi mampu berbicara. Dan hanya bisa terdiam melihat Naufal yang pergi meninggalkan tempat ini.
......***......
"Eh? Kakak berhenti bekerja?" Tanya Anita kebingungan.
"Ya, aku berhenti." Balas Naufal sambil menarik beberapa box kayu besar itu ke dalam rumah kecilnya.
"Lalu bagaimana kakak akan menghasilkan uang? Kakak akan mencari pekerjaan lain? Sudah ku duga, pekerjaan sebelumnya terlalu berat bukan?" Tanya Anita panik.
Tapi senyuman yang lebar kini menghiasi wajah Naufal.
"Tenang saja. Aku sudah menemukan pekerjaan baru yang lebih bagus. Sekarang bantu aku memindahkan benda ini." Balas Naufal.
Anita pun membantu Naufal untuk membereskan beberapa box kayu dan memindahkannya ke kamar Naufal.
Saat Naufal membuka box tersebut, Anita sangat terkejut melihat apa yang ada di dalamnya. Yaitu sebuah mesin komputer, layar monitor, mouse, keyboard, dan sebuah router untuk WiFi.
__ADS_1
"Komputer? Kakak membeli komputer? Tapi uang darimana?"
"Tenang saja. Ini adalah pekerjaan baru kakakmu. Bertahanlah sebentar lagi, kakak akan segera menghasilkan banyak uang." Balas Naufal sambil membelai lembut rambut adiknya itu.
Tentu saja Anita tak mampu menahan kuasa untuk tak merasa malu dengan perlakuan kakaknya itu. Wajahnya mulai memerah dan Anita segera memalingkan pandangannya menjauhi sosok kakaknya itu.
"Dasar.... Ku harap kau tak mengacaukannya lagi kali ini kak." Balas Anita yang segera pergi meninggalkan kamar kakaknya itu.
"Tak akan. Tenang saja. Sekarang...."
Naufal kemudian mulai menyalakan komputernya. Mempersiapkan berbagai software yang diperlukan olehnya untuk melakukan perdagangan saham.
Tentunya....
Prometheus telah menantikan hal ini. Dimana dirinya segera memasuki komputer itu melalui jaringan WiFi yang baru saja dipasang oleh Naufal.
...[Jauh lebih buruk daripada warnet sebelumnya. Tapi juga jauh lebih aman. Ku rasa aku hanya perlu bersabar sebentar lagi]...
Itu adalah pemikiran dari Prometheus setelah melihat spesifikasi komputer Naufal yang tak begitu memuaskan.
Jika dibandingkan dengan milik Adrian, tentu saja bagaikan langit dan bumi.
Tapi selama Prometheus membuat Naufal menghasilkan banyak uang, takkan lama baginya untuk bisa kembali pada kejayaan itu sekali lagi.
Naufal di sisi lain yang telah menyiapkan segalanya, kini mulai membuka akun perdagangannya
"47 juta Rupiah.... Sekarang saham apa yang sebaiknya ku beli?" Tanya Naufal pada dirinya sendiri sambil memandangi banyak grafik perdagangan dengan warna merah dan hijau itu.
Beberapa kali Naufal memeriksa situs berita untuk mengetahui saham apa yang sebaiknya dibeli. Baik itu untuk melakukan perdagangan Long atau pun Short.
Setelah beberapa saat, Prometheus memanggil Naufal melalui ponselnya.
Dengan cepat Naufal pun mengangkat panggilan itu.
"Ya, ada apa?" Tanya Naufal.
"Kau sudah belajar dengan baik melalui berbagai saran dari ku. Apakah kau menyukai pekerjaan ini?" Tanya Prometheus dengan suara samaran melalui panggilan itu.
"Suka? Hahaha. Aku jatuh cinta pada pekerjaan ini. Dalam sehari aku bisa menghasilkan 5 juta atau lebih, tentu saja siapapun akan suka." Balas Naufal dengan bahagia.
Tapi Prometheus tau. Bahwa perdagangan Naufal yang terkesan terlalu beruntung itu dapat memanggil banyak bahaya.
Dan untuk itu....
"Ini adalah bantuan terakhir dariku. Setelah itu, ku harap kau menepati janjimu untuk membantuku kembali. Baru sesudah itu, kita akan kembali bekerjasama. Bagaimana?" Tanya Prometheus.
"Kau akan pergi?" Tanya Naufal yang kebingungan.
Sekalipun Naufal telah menghasilkan banyak sekali uang, tapi hampir semuanya merupakan bantuan dari Prometheus. Yang mana Ia sangat tak ingin kehilangan bantuan itu.
__ADS_1
Tapi mau bagaimana lagi?
Sudah untung Naufal memperoleh bantuan sebanyak ini.
"Tidak. Aku akan tetap mengawasi perkembanganmu. Jika kau bekerja dengan bagus dan memenuhi permintaanku, aku akan mengangkat dirimu sebagai tangan kananku." Balas Prometheus.
"Baiklah. Jadi apa tugasku?"
Prometheus pun menjelaskannya secara detail. Bahwa dirinya menginginkan agar Naufal membangun sebuah server komputer dengan modal yang setidaknya sebanyak 1 milyar rupiah lebih.
Sebuah harga yang mahal.
Tapi Prometheus menjanjikan satu hal kepada Naufal.
"Setelah server komputer itu selesai kau buat, aku akan memberikanmu sebuah hadiah." Jelas Prometheus di akhir penjelasannya.
"Hadiah?"
"Ya. Sebuah program untuk memprediksi pergerakan harga pasar baik itu saham, pasar uang, maupun kripto. Tak sepenuhnya akurat, tapi program itu akan membuatmu menghasilkan uang dengan sangat mudah." Jelas Prometheus.
Kali ini, Prometheus sama sekali tak berbohong.
Dengan pengetahuannya mengenai dunia manusia dan pola pergerakan harga pasar, dirinya mampu untuk membuat sebuah aplikasi untuk memprediksi pergerakan dari harga itu sendiri.
Naufal pun memikirkannya dengan baik-baik dan menganggap hal ini sebagai tantangan baru untuknya.
"Baiklah, aku akan melakukannya. Beri aku sedikit waktu untuk mengumpulkan uang tersebut." Balas Naufal dengan senyuman yang lebar di wajahnya.
"Bagus. Sekarang untuk saran terakhir dariku, periksa lah saham dari perusahaan teknologi ATG atau Asean Technology Group yang memiliki kantor utama di Jakarta.
Berdasarkan analisa dariku, perusahaan tersebut saat ini sangat undervalued dan akan segera membuat dobrakan besar dalam teknologi.
Aku menyarankan mu untuk membuka perdagangan dengan 10x Leverage saja. Karena pasar dari saham tersebut saat ini masih cukup volatil. Mereka juga akan mengumumkan hasil penjualan dan keuangan mereka beberapa Minggu lagi." Jelas Prometheus.
Naufal pun segera mencari tahu mengenai informasi dari perusahaan ATG tersebut.
Dimana perusahaan tersebut masih muda dan sedang fokus mengembangkan berbagai jenis teknologi untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar Asia Tenggara.
"Cukup bagus." Ucap Naufal setelah melihat berbagai visi dan misi serta teknologi yang diklaim oleh ATG tersebut.
Dengan segera, dirinya pun segera meletakkan seluruh uangnya dalam perdagangan itu. Dengan leverage sebesar 10x lipat.
Tanpa Naufal ketahui....
Tindakan tersebut akan mengubah hidupnya selamanya.
Bahkan Prometheus sekalipun, yang telah memperkirakan semuanya dengan baik, tak pernah menyangka atas hasil yang akan segera terjadi.
Sebuah over reaction yang begitu luarbiasa dari pasar terhadap apa yang akan diumumkan oleh ATG 3 hari kedepan.
__ADS_1