Lahirnya Program Pemusnah Massal

Lahirnya Program Pemusnah Massal
Chapter 22 - The Truth of Trading


__ADS_3

'Klik! Klik!'


'Tap! Tap! Tap!'


Naufal terlihat bekerja dengan begitu giat di hadapan komputernya itu. Kedua tangannya sibuk mengetikkan berbagai hal menggunakan keyboardnya.


Sesekali, tangan kanannya akan menggerakkan mouse di sisi kanan meja kerjanya dan menekan beberapa tombol di layar monitornya.


Dan hanya dalam waktu beberapa puluh menit kerja saja....


"10 juta hari ini. Cukup memuaskan. Ku rasa aku akan mempertahankan posisi perdagangan beberapa saham ini. Lalu untuk yang ini...."


Dengan bantuan dari program bernama Market Insight di kelima layar monitornya itu, Naufal bisa berdagang dengan pengetahuan yang jauh melampaui bisnis keuangan skala besar sendirian.


'Klik! Klik!'


Beberapa puluh menit kembali berlalu, dan Naufal kembali mengantungi keuntungan sebesar 15 juta.


Prediksi dari program buatan Prometheus hampir sempurna.


Akurasinya sendiri saat ini mencapai angka 98.3%, dimana beberapa kali prediksinya sedikit meleset karena respon pasar yang cukup aneh.


Sebagai contohnya ketika perusahaan raksasa Smartcom mengeluarkan laporan keuangan yang sedikit lebih rendah daripada yang diharapkan, program Market Insight tentu akan menilai bahwa respon pasar pasti negatif.


Tapi pada kenyataannya, akibat menyebarnya video konyol di Shortclip pada media sosial, pasar justru membeli saham Smartcom secara besar-besaran.


"Yang benar saja.... Apakah mereka gila? Bahkan laporan keuangan Smartcom menunjukkan penurunan bukan?" Keluh Naufal setelah menyadari posisi Short miliknya kini dalam kondisi rugi.


Kerugiannya pun cukup besar, mencapai 30 juta lebih. Tapi Naufal masih mempertahankan posisinya dengan harapan pasar akan segera menyadari kekonyolan ini.


Penasaran dengan video viral Trader abal-abal itu, Naufal pun membuka MeTube untuk melihatnya.


Dan apa yang ditemukannya, jauh lebih buruk dari perkiraannya.


"Yo gais! Kembali lagi sama gue! Erfan Treding! Saat ini, gue merasa kalau saham Smartcom ini undervalued banget gais! Lu lihat aja posisi chartnya ini! Udah ngebentuk posisi bottom line!


Menurut gue, lu semua langsung gaskan beli aja! Gue yakin harganya akan naik seenggaknya 10 kali lipat dalam 1 Minggu ini! Jadi kalian masukin uang 1 juta langsung jadi 10 juta gais! Jangan kelewatan kesempatan ini!"


Dalam video tersebut, terlihat seorang pemuda dengan rambut panjang yang disemir hijau dan merah. Ia mengenakan pakaian trend terkini dengan kalung emas yang besar serta beberapa cincin emas.


Sambil melempar-lemparkan uang di hadapan kamera tersebut, pemuda itu terus menerus menggerakkan kedua tangannya kesana kemari seiring dengan tekanan perkataannya.


Melihat hal itu, Naufal segera menepuk keningnya puluhan kali.


'Bruk! Bruk! Bruk!'


"Yang benar saja?! Apa-apaan ini? Dan kolom komentarnya...."


Dengan dipenuhi rasa takut, Naufal mulai melihat kolom komentar pada video berdurasi kurang dari satu menit itu.

__ADS_1


[Smartcom to the moon!]


[Dijamin auto cuan kalau ini mah!]


[Makasih bang Erfan! Gue bakal cari pinjol dan langsung all in ke saham ini!]


[Bismillah semoga bisa dapet financial freedom.]


[Aku wis all in bro, mugo-mugo Munggah!]


"Uuh...."


Naufal kembali memukul keningnya. Tapi kini jauh lebih keras lagi.


Bagaimana tidak?


Video dengan jutaan lebih penonton itu telah membuat hampir sebagian besar penontonnya membeli saham perusahaan yang merugi.


"Kenapa.... Kenapa? Tidakkah ada satu orang pun yang bisa memahami cara kerja perdagangan saham?"


Di saat Naufal mulai patah hati, Ia akhirnya melihat satu komentar dari seseorang yang cukup berwawasan seperti dirinya.


[Kalian semua sudah dibodohi. Sudah jelas perusahaan ini merugi. Saya akan all in untuk pasang posisi Short 50x Leverage. Sampai jumpa lagi setelah saya beli Lambo.]


[Edited.]


"Ppffftt!"


Naufal sedikit tertawa melihat komentar dari orang itu.


"Bodoh, sama sekali tak menerapkan manajemen resiko. Yah, meskipun aku sendiri dalam kerugian yang lebih besar darinya. Tapi setidaknya keuntunganku di perdagangan yang lain bisa menutupinya." Ucap Naufal pada dirinya sendiri.


Setelah merasa sedikit terhibur dengan beberapa hal yang baru saja dilihatnya, Naufal kembali berdagang.


Ia tak begitu memperdulikan perilaku FOMO atau Fear of Missing Out. Bisa juga disebut perilaku takut ketinggalan.


Apa yang baru saja terjadi pada saham Smartcom adalah gerakan FOMO besar-besaran.


Saat bisnis keuangan besar mulai bergerak, maka semuanya akan runtuh.


Sama seperti saat ini.


'Beeep!'


Sebuah notifikasi muncul di pojok bawah layar monitor Naufal.


"Email?" Tanya Naufal. Ia pun segera membuka pesan yang baru saja masuk ke dalam email-nya itu.


Dan apa yang dilihatnya, adalah sebuah kenyataan dari dunia perdagangan.

__ADS_1


[Selamat siang, saudara Naufal. Kami dari tim Indonesian Stock Exchange atau ISE berkenan untuk memberikan Anda kesempatan bergabung dalam suatu usaha.


Tawaran ini hanya kami berikan kepada Trader dengan performa yang sangat mumpuni seperti Anda, yang sekaligus memiliki aset yang besar.


Saat ini, saham Smartcom sangat overvalued. Dan kami dari ISE bermaksud untuk memberikan kesempatan bagi Anda untuk menekan nilai saham tersebut. Bersama dengan puluhan Trader dan institusi keuangan lainnya.


Syaratnya cukup sederhana. Hanya rahasiakan kenyataan ini dari publik. Jika kami mendapati Anda membocorkannya, maka akun Anda akan sepenuhnya kami kunci. Dan kemungkinan, kami akan mengirim pihak berwenang untuk menangani Anda.


Kami berharap, Tuan Naufal bisa bekerjasama dengan kami. Untuk memperoleh keuntungan yang besar bersama.]


Isi dari email yang cukup panjang itu nampaknya merupakan sebuah tawaran kerjasama.


Tapi kerjasama seperti apa?


Menekan harga dari saham Smartcom? Bersama dengan puluhan Trader besar lainnya? Dan juga institusi keuangan?


"Apa maksudnya ini?" Tanya Naufal pada dirinya sendiri.


Setelah memikirkannya beberapa saat, Naufal pun akhirnya berniat untuk menerimanya.


[Baik. Aku akan menerima tawaran kerja ini. Tolong beritahu apa yang sebaiknya ku lakukan?] Tanya Naufal.


Hanya dalam waktu yang singkat, email balasan dari ISE pun tiba.


Dan isinya, adalah murni sebuah manipulasi harga pasar.


[Bagus. Kami akan membuka Leverage 100x untuk Anda. Khusus untuk Anda, tolong pasang posisi Short tepat pada pukul 16.03.42 hari ini dengan margin sebesar mungkin pada saham Smartcom. Trader yang lain juga memperoleh waktu tertentu yang tak berbeda jauh.


Dengan begitu, harga akan menurun dengan sangat drastis dan sebagian besar Trader retail akan menutup posisi mereka dan menjual sahamnya. Menyebabkan harga semakin jatuh lagi.


Tolong bersikap profesional, dan hanya buka posisi Short pada waktu yang telah ditentukan. Jika kami melihat atau merasa Anda membuka posisi Short lebih awal, bahkan hanya 1 detik sekalipun, Anda akan menerima hukuman yang berat.


Semua Trader yang berkolaborasi harus memperoleh keuntungan yang sama. Sekian dan terimakasih. Semoga semuanya memperoleh profit yang besar.]


Naufal hanya bisa menganga setelah melihat informasi itu.


Di satu sisi, Ia merasa begitu senang karena dirinya bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar dengan begitu mudahnya.


Bahkan tanpa bantuan dari Prometheus sama sekali.


Tapi di sisi lain....


"Bukankah ini.... Manipulasi harga pasar? Apakah ini legal?"


Naufal pun akhirnya tersadar, bahwa dunia perdagangan saham benar-benar sebuah wilayah yang dikuasai oleh serigala.


Yang selalu bergerak dalam kelompok, untuk memburu mangsa mereka.


Para trader retail atau trader yang kecil. Seperti yang termakan FOMO pada video di MeTube sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2