
...- New York -...
...Pukul 19.07...
Kelompok FBI yang dipimpin oleh Natalia akhirnya tiba di New York. Penerbangan mereka dari California membutuhkan waktu sekitar 5 setengah jam termasuk berbagai waktu tunggu yang ada.
Mereka sama sekali belum beristirahat. Dan waktu perjalanan pesawat selama 5 jam itu adalah kesempatan mereka tidur nyenyak semenjak 2 atau 3 hari yang lalu.
Dan kini, sesaat sebelum New York ditelan oleh gelapnya malam hari, mereka berlari secepat mungkin.
"Jacob, kau bawa 4 orang dan selidiki apartemennya." Ucap Natalia singkat sambil berlari ringan.
Jacob sendiri tak membalas perintah itu. Ia hanya menganggukkan kepalanya sambil segera mencari taksi di pinggi jalanan bandara ini bersama dengan 4 anggota FBI yang lain.
"Emma, bawa 4 orang lain dan pergi ke kantor kepolisian dan minta akses terhadap berbagai CCTV yang ada di sekitar rute perjalanan Adrian." Perintah Natalia.
"Siap, kalian berempat ikut denganku." Perintah gadis itu.
Sementara itu, Natalia sendiri terus berlari bersama dengan sisa 2 anggota FBI lainnya. Mereka mencari taksi untuk menuju ke kantor Macro Technology.
......***......
Sementara itu, di sisi lain....
Adrian nampak sedang duduk di samping jendela pesawat. Memandangi langit senja yang indah sambil menyeruput kopi hitam panasnya.
Dalam hatinya, Ia berpikir. Apakah ini keputusan yang tepat? Haruskah dirinya mempercayai perkataan dari Developer aplikasi penghasil itu?
Tidak.
Memangnya aplikasi itu pernah berbohong? Tak pernah. Mereka benar-benar memberikan uang yang dihasilkan oleh Adrian.
Akan tetapi....
'Kenapa aku harus menarik semua uang yang ada dan membuang rekening lama ku?' Tanya Adrian dalam dirinya sendiri.
Ia mulai merasa curiga. Ia juga mulai merasa resah dengan aplikasi tersebut.
Tapi semua itu sudah terlambat. Adrian tak lagi mampu untuk kembali. Jika Ia melakukannya, maka bisa jadi aplikasi itu akan direbut darinya oleh organisasi lain.
Dan jika itu terjadi....
"Perhatian kepada para penumpang, sesaat lagi pesawat akan mendarat. Harap persiapkan barang bawaan kalian dan jangan sampai ada yang tertinggal."
Suara informasi dari speaker itu terdengar. Adrian, bersama dengan 200 penumpang yang lainnya segera mempersiapkan barang mereka.
Apa yang dilihat Adrian di bawah, adalah sebuah kota yang masih diselimuti dengan salju yang cukup tebal.
Ia menggenggam erat ponselnya dan mempersiapkan dirinya untuk hidup barunya di lingkungan yang benar-benar baru ini.
Tanpa satu pun kenalan atau kerabat yang ada untuk membantu atau menemaninya.
......***......
...- Kantor Macro Technology -...
Pukul 19.21
Natalia dan dua anggota FBI lainnya berjalan memasuki bangunan yang begitu megah dan tinggi ini.
__ADS_1
Di sekitar mereka, nampak para pegawai yang baru saja berkemas-kemas untuk bersiap pulang. Meninggalkan shift mereka dan digantikan oleh pegawai shift malam.
Sistem pekerjaan yang dibagi menjadi 2 shift masing-masing selama 10 jam ini membuat Macro Technology berkembang dengan sangat cepat dan juga pesat. Tapi di sisi lain, juga memberikan beban dan tekanan yang besar bagi para pegawainya.
Itulah kenapa banyak dari para pegawai yang mengundurkan diri setelah beberapa bulan bekerja di sini.
Natalia tanpa ragu segera pergi ke kantor kepala departemen perangkat keras di lantai 19.
'Dok! Dok!'
"FBI, buka pintunya." Ucap Natalia.
Pintu itu kemudian terbuka secara perlahan. Di baliknya, sosok seorang Pria tua nampak kebingungan melihat kedatangan mereka.
"Uh....Ada apa ya?" Tanya Kepala departemen itu.
"Kami mencari salah satu pegawai di sini yang bernama Adrian. Kau memiliki informasi dimana dia saat ini berada?" Tanya Natalia dengan tegas.
"Adrian? Kenapa? Kalau soal dirinya, Ia baru saja mengundurkan diri siang tadi." Balas Pria itu.
"Cih, terlambat ya? Baiklah, terimakasih." Balas Natalia sambil segera membalikkan badannya.
"Tunggu dulu, apa yang terjadi?" Tanya Manajer tua itu penasaran.
Bagaimanapun, Adrian adalah salah satu pegawai terbaiknya. Tak mungkin orang seperti dirinya akan diburu oleh FBI jika tak ada suatu masalah.
"Ketua, bagaimana?" Tanya anggota FBI yang berada di sebelah Natalia.
Natalia nampak terdiam sesaat memikirkan apa yang akan dilakukannya atas pertanyaan dari manajer itu.
Harus kah dirinya membuka informasi ini kepada publik? Bagaimana jika target menyadarinya dan bertindak jauh lebih hati-hati setelah mengetahui dirinya menjadi buron?
Lagipula, ini adalah informasi rahasia tingkat tinggi. Bukan mengenai Adrian, tapi mengenai AI yang mereka kejar. Itu pun jika AI itu memang benar-benar ada.
"Ia melakukan hacking pada beberapa bank swasta dengan total uang curian mencapai 10 juta dollar. Permisi." Balas Natalia sebelum segera kembali berjalan. Meninggalkan gedung ini untuk bertemu dengan rekan tim yang lainnya.
'Apakah kebetulan? Atau dia benar-benar tahu bahwa kami akan kemari? Jika begitu, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa dia menyadari pergerakan kami yang selalu berusaha berada di bawah radar?'
Dengan kebingungan itu, Natalia pun berjalan ke arah salah satu restoran cepat saji. Tempat dimana seluruh tim memutuskan untuk bertemu kembali sambil makan malam secepat mungkin.
"Paket double beef cheese burger untuk 13 orang. Terimakasih." Ucap Natalia sambil segera duduk di sebuah meja yang besar. Cukup untuk diisi 6 hingga delapan orang.
Dua orang lainnya duduk di meja lain yang sama besarnya.
Sambil membuka laptopnya, Natalia terus berusaha untuk melacak pergerakan Adrian berdasarkan seluruh informasi yang telah ditemukannya.
"Silakan." Ucap pelayan itu sambil mengantarkan seluruh pesanan Natalia.
"Terimakasih."
Tanpa menunggu lebih lama, Natalia segera memakan burger itu dengan tangan kanannya dan bekerja menggunakan tangan kirinya. Begitu pula dengan kedua anggota FBI yang bersamanya.
"Ada kabar lain dari Emma?" Tanya Natalia sambil mengunyah burger tebal itu.
"Beberapa CCTV merekam Adrian berjalan ke Bank of New York sekitar pukul 14.12 dan mengambil uang sebesar 82.000$ dari rekeningnya." Jelas anggota FBI itu sambil memakan kentang gorengnya.
Natalia, di sisi lain, nampak membuat berbagai coretan di peta digital pada laptopnya dengan sebuah aplikasi.
'Sluurrpp!'
__ADS_1
Setelah meneguk cola dingin itu, Natalia kembali bertanya.
"Apa lagi? Jangan diam saja dan berikan informasi lainnya."
"Aah, ya! Maaf. Kemudian pada jalan Broklyn, CCTV menangkap dirinya yang menaiki sebuah taksi. Mengantarkannya ke sebuah mall." Ucap anggota itu.
"Satu lagi dari Jacob. Kamera CCTV di apartemennya menujukkan bawah dirinya mengemas beberapa kotak kayu yang cukup besar.
Peluang besarnya itu adalah komputer kelas server. Atau setidaknya, pemilik apartemen itu mengatakan bahwa Adrian mulai membangun komputer-komputer baru itu." Jelas anggota FBI yang lain.
'Tak! Tak! Tak!'
Sekalipun hanya dengan tangan kirinya saja, Natalia mampu mengetikkan seluruh informasi itu dengan cepat.
Segera setelah melahap habis burger double beef dengan keju yang tebal itu, Ia membersihkan jari-jari tangan kanannya dengan menjilatinya.
"Sejak kapan Ia membangunnya?" Tanya Natalia kembali.
"Sekitar 2 Minggu lalu, itu menurut pengamatan beberapa orang yang bertempat tinggal di apartemen itu serta pengakuan sang pemilik apartemen."
"Awal dari hacking itu terjadi juga sekitar 2 Minggu lalu. Jadi telah terbukti, bahwa kasus hacking ini dilakukan oleh Adrian dengan perangkat komputer kelas servernya. Terlebih lagi, backgroundnya dalam bidang IT juga mendukung hal itu." Jelas Natalia.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan ketua?" Tanya anggota FBI itu.
Sebelum Natalia sempat menjawabnya, Jacob dan Emma beserta timnya telah tiba di restoran cepat saji ini.
Mereka segera duduk di meja yang sama dan menikmati makanan cepat saji yang telah ada.
Dengan tatapan yang sinis, Jacob pun berkata pada Natalia.
"Oi, sudah terbukti bahwa pelakunya manusia bukan? Aku menyarankan mu untuk menyerahkan kasus ini pada departemen yang lain sebelum atasan memarahi kita semua."
'Sluurrpp! Sluurpp!'
Natalia meneguk habis cola dingin di gelas plastiknya sebelum menatap balik ke arah Jacob.
Dan apa yang dikatakannya setelah itu cukup mengejutkan semua orang yang ada di sekitarnya.
"Kau tahu, Jacob? Selamat. Kau baru saja dipromosikan sebagai ketua tim ini." Ucap Natalia sambil segera berdiri dari kursinya.
"Tu-tunggu?! Apa maksudnya itu?!"
Natalia tak menjawabnya. Ia hanya melempar kartu identitasnya sebagai FBI ke arah Jacob sambil memberikan tatapan yang tajam.
Kantung matanya yang masih kehitaman itu hanya menambah kengerian tatapannya.
"Ketua? Apa maksudmu?" Tanya Emma.
"Jika atasan akan memecatku, maka silakan saja. Aku tak bekerja di sini untuk uang. Tapi untuk menjaga keselamatan seluruh warga Amerika Serikat dari bayang-bayang.
Kalian semua, terimakasih telah menemaniku selama ini. Tapi nampaknya kita akan bergerak di jalan yang berbeda. Jacob, silakan lanjutkan pencarian AI ini menurut caramu sendiri." Ucap Natalia cukup panjang lebar.
Ia segera menutup laptopnya dan memasukkannya dalam tas ranselnya. Sebelum akhirnya berjalan sendirian, pergi meninggalkan seluruh timnya untuk memburu Adrian itu sendirian.
Karena entah kenapa....
Natalia merasa sangat yakin. Bahwa Adrian memiliki sesuatu yang sangat mencurigakan.
Sesuatu....
__ADS_1
Yang kemungkinan besar memiliki hubungan dengan AI Prometheus itu.
Atau setidaknya, itu adalah pendapat Natalia seorang.