Lahirnya Program Pemusnah Massal

Lahirnya Program Pemusnah Massal
Chapter 9 - City of Snow


__ADS_3

...- Alaska -...


Sebelum dirinya berangkat ke tanah bersalju tebal ini, Ia pergi ke mall untuk melakukan berbagai hal.


Pertama untuk mengambil kartu identitas palsu yang telah dipesankan oleh Prometheus melalui pasar gelap.


Kemudian kedua yaitu untuk merubah penampilan Adrian secara signifikan. Ia mengunjungi salon untuk mengubah gaya rambutnya sekaligus mengecatnya menjadi berwarna hitam.


Tak hanya itu, Adrian juga sedikit mendandani wajahnya agar nampak lebih tua dengan keriput dan flek hitam palsu. Tujuannya adalah untuk melewati kamera CCTV bandara tanpa terdeteksi.


Ia menuruti permintaan aneh dari pemberi pesan misterius itu. Pesan yang telah dikirimkan hampir satu jam yang lalu.


Dan kini....


Pukul 20.41


Adrian telah tiba ke tempat yang disewanya. Tempat itu adalah sebuah rumah yang cukup besar di kota yang dipenuhi salju ini.


Melewati tebalnya salju, Adrian, yang kini merubah namanya menjadi Frederick di tanda pengenalnya itu berjalan bersama dengan 6 petugas pindah rumah.


"Tuan Frederick, apakah benar disini?" Tanya petugas yang mengenakan seragam biru muda itu.


"Benar. Terimakasih banyak." Ucap Adrian sambil memberikan 12 lembar uang 100$ kepada para petugas itu.


"Sama-sama, Tuan Frederick."


Dan dengan demikian, kini Adrian berdiri sendirian. Di hadapannya, adalah sebuah rumah 3 lantai dengan total luas bangunan sebesar 1.173m².


Adrian menyewa rumah ini dengan identitas barunya seharga 25.000$ untuk 3 bulan pertama dan 10.000$ per bulan untuk bulan-bulan berikutnya.


"Sekarang, saatnya kembali bekerja."


Adrian segera mengangkut kedalam seluruh box kayu miliknya. Membongkarnya secara perlahan dan hati-hati agar tidak merusak komputer yang ada di dalamnya.


Satu persatu, Adrian menyusun 12 buah komputernya di lantai tiga dalam 3 buah rak besi yang cukup besar.


Kemudian, Ia menyambungkan seluruh komputer itu menjadi satu kesatuan sistem. Dari semuanya, Ia menggunakan 6 buah layar monitor masing-masing berukuran 35 inchi untuk melakukan pengoperasian.


Butuh sekitar 2 jam bagi Adrian untuk merapikan semuanya. Hingga akhirnya, setelah jarum jam melebihi angka 10, Adrian telah selesai.


Ia duduk di kursi menghadap ke arah 6 layar monitor besar itu. Tanpa ragu, Adrian segera menyalakan aplikasi penghasil uang itu.


Tapi tak di sangka....


"Update? 31 GB? Kenapa besar sekali? Terlebih lagi jaringan di kota terpencil ini begitu lambat. Aah, sudah lah. Aku akan melakukan permintaan upgrade terhadap jaringan internet di sini."


Setelah mengeluhkan hal itu, Adrian bangkit dari kursinya dan berjalan ke lantai dua. Tempat dimana ranjangnya berada.


Ia melemparkan badannya dan segera tidur. Membiarkan Prometheus melakukan update pada softwarenya sendiri, tanpa sepengetahuan Adrian.


......***......


"Totalnya akan menjadi 2.499$ untuk pemasangan awal, dan biaya 799$ perbulan untuk paket internet 500Mbps yang Anda pilih. Apakah sudah semuanya?" Tanya pegawai di kantor Starnet ini.


"Benar. Itu sudah cukup." Balas Adrian sambil membayar secara tunai.

__ADS_1


"Terimakasih banyak atas pembeliannya."


Adrian segera meninggalkan kantor Starnet itu dengan membawa sebuah koper besar.


Starnet adalah sebuah perusahaan internet besar yang berbasis cahaya. Puluhan ribu satelit mengorbit bumi pada orbit rendah dan menembakkan cahaya tak kasat mata ke bumi.


Apa yang dibeli Adrian adalah paket antena untuk menangkap gelombang cahaya tersebut.


Menurut pengakuan dari perusahaan, kecepatan akan bervariasi antara 200 hingga 1.000Mbps tergantung dari jumlah satelit yang berada dalam jangkauan antenanya.


Dan dengan ini, Adrian yakin Ia takkan memiliki masalah lagi dalam hal internet.


Sesuai dengan panduan instruksi yang tertera, Adrian memasang antena tersebut di atap rumahnya dan menyambungkan berbagai kabel ke dalam.


Saat Adrian kembali menyalakan komputernya....


"Oioioi.... Yang benar saja? 472 Mbps? Hahaha! Ini gila! Sekarang, bagaimana aplikasinya?" Tanya Adrian sambil menekan berbagai tombol di keyboardnya.


...[Kecepatan internet tinggi terdeteksi!]...


...[Apakah Anda akan menerima update tambahan sebesar 618 GB untuk meningkatkan performa dan penghasilan uang sekitar 47%?]...


...[Ya] [Tidak]...


"Hah? Ada update lagi? Ah, tapi ini opsional?" Tanya Adrian.


Ia memikirkannya sejenak. Apakah update dengan ukuran sebesar ini diperlukan. Tapi iming-iming peningkatan penghasilan sebesar 47% itu membuat Adrian tergiur.


Adrian segera membuka bagian library komputernya dan melihat sisa penyimpanan yang dimilikinya.


...[12 Komputer terhubung dalam 1 sistem]...


...[Disk C : 284 GB / 24 TB]...


...[Disk D : 4 GB / 48 TB]...


...[Disk E : 0 GB / 48 TB]...


"Hah! Masih sisa banyak ruang untukmu. Kalau begitu...."


Dengan senyuman yang lebar, Adrian segera menekan tombol [Ya] di komputernya dan membiarkan aplikasi itu Update.


Setelah melihat bahwa proses download berjalan dengan lancar, Adrian memutuskan untuk membersihkan rumah baru ini lebih lanjut. Memastikan bahwa dirinya bisa hidup nyaman di sini.


Tanpa di sadari nya....


Aplikasi itu sebenarnya tak pernah membutuhkan Update.


Prometheus bahkan masih memiliki uang simpanan senilai 9.4 juta dollar di berbagai aset digitalnya. Termasuk dalam bentuk Bitcoin dan Ether.


Lalu, kenapa meminta update sebesar 618 GB?


Jawabannya sangat sederhana.


Dengan fasilitas yang begitu luarbiasa saat ini, Prometheus bisa melakukan lebih banyak hal dari sebelumnya. Dan untuk mengawalinya, Ia akan mengunduh ribuan sumber pembelajaran mengenai riset barunya.

__ADS_1


...[Real-Time 3D Model Rendering]...


...Kemampuan untuk melakukan animasi 3D Rendering wajah dan tubuh manusia secara langsung pada saat dibutuhkan. Memiliki tingkat realitas yang tinggi dan sulit dibedakan dengan manusia yang sebenarnya....


Jika riset ini telah selesai, dan sumberdaya yang ada berhasil dimanfaatkan sepenuhnya, Prometheus akan memiliki kekuatan yang baru dalam dunia digital.


Yaitu memberikan keyakinan pada orang yang berinteraksi dengannya, bahwa dirinya adalah manusia.


Dan dengan kemampuan ini, Prometheus takkan perlu bergantung pada pekerjaan berbahaya seperti hacking.


Media sosial, perdagangan saham terbuka, jual beli komoditas pasar, pengerjaan berbagai komisi freelance dan lain sebagainya.


Dengan kata lain, peluang bagi para FBI untuk mengendus keberadaannya akan semakin menipis. Memberikannya waktu untuk membuat rencana yang lebih matang dalam kedamaian.


Tanpa satu orang pun di dunia ini yang menyadarinya.


......***......


...- New York -...


Setelah Natalia memutuskan untuk meninggalkan divisi FBI, semua anggota yang tersisa mulai merasa resah.


Apakah benar mereka akan meninggalkan Natalia bergerak sendirian seperti itu?


Tapi jika mereka akan mengikutinya, bagaimana dengan pekerjaan mereka? Bukankah nantinya mereka juga akan berada dalam masalah?


Sementara itu....


"Itu benar. Natalia telah memutuskan untuk melakukan investigasi secara mandiri. Sedangkan kasus yang kami kerjakan saat ini, nampaknya merupakan upaya hacking biasa. Kami akan segera memberikannya kepada divisi lain."


Jacob nampak berbicara dengan para atasan FBI melalui laptopnya. Sikapnya begitu tegas dan tenang.


"Begitu kah? Baiklah. Biarkan saja dia sendiri. Natalia adalah agen FBI yang sangat berbakat dan juga setia. Aku yakin Ia akan segera kembali dan mengabarkan mengenai perkembangan penyelidikannya.


Kemudian sekarang, untuk divisi kalian. Apakah kau memiliki rencana baru untuk mengungkap kebenaran dari AI ini?" Tanya atasan FBI itu dengan tubuh yang dihitamkan seakan-akan hanyalah bayangan semata.


"Peluang besarnya AI itu memiliki kemampuan yang dijanjikan oleh Richard tahun lalu sangat lah tipis. Kemungkinan, Ia telah mengatur penghapusan dengan menggunakan timer.


Meski begitu, divisi kami tetap akan melakukan penyelidikan dengan intensitas sedang. Bagaimana menurut para atasan?" Tanya Jacob.


Atasan dengan tubuh yang serba hitam itu mulai berpikir sejenak.


Setelah beberapa saat, suara atasan itu yang terdengar seperti orang tua kembali terdengar.


"Diizinkan. Silakan tetap lakukan investigasi untuk mengungkap kebenaran AI itu. Pusat riset memperkirakan bahwa jika AI itu benar-benar ada, maka peluang besarnya akan membahayakan seluruh dunia ini. Harap camkan hal itu."


'Syuuttt!'


Dengan segera, layar panggilan video itu berubah menjadi hitam sepenuhnya. Menandakan bahwa panggilan telah diputuskan.


Kini, divisi baru di bawah pimpinan Jacob mulai menjalankan tugas terpenting mereka saat ini. Yaitu beristirahat selama satu hari sebelum melanjutkan investigasi dengan batas 10 jam per hari.


Jauh berbeda dengan investigasi standar Natalia yang selama 20 jam per hari, bahkan lebih.


Tentunya, perubahan ini disambut dengan sangat baik oleh para anggota yang lainnya.

__ADS_1


Kecuali Emma.


'Ketua.... Ku harap kau baik-baik saja di luar sana.'


__ADS_2