
"Ya-yang benar saja...." Ucap Naufal setelah menuruti apa yang dikatakan oleh Tim Indonesian Stock Exchange.
Pasalnya, setelah Naufal meletakkan sekitar 700 juta Rupiah dalam posisi Short di saham perusahaan Smartcom, seluruh trader lain yang bekerjasama dengan ISE juga turut melakukan hal yang sama.
Hasilnya, harga saham menurun sebesar 10%. Memang tak banyak.
Akan tetapi banyak trader retail yang memiliki saham ini segera menjualnya. Ketakutan atas harga saham yang semakin turun.
Akibatnya akan menyebabkan harga kembali turun. Dan saat ini, harga telah turun melebihi 30%. Terlebih lagi, beberapa berita di stasiun televisi dan MeTube mulai menyebar.
"Seperti yang kita lihat, pasar merespon dengan baik terhadap laporan keuangan yang buruk dari perusahaan Smartcom.
Harga pun saat ini mulai turun sebesar 57% dan para ahli keuangan di seluruh Nusantara berpendapat bahwa harga masih akan turun lebih jauh lagi." Jelas pembawa acara yang ada di saluran televisi yang sedang ditonton oleh Naufal saat ini.
Kerjasama dari puluhan pedagang besar, sekaligus platform dari perdagangan itu sendiri, membuat harga runtuh dengan begitu mudahnya.
Dan saat ini, Naufal sedang dalam keadaan yang sangat ketakutan.
Padahal dirinya telah duduk dalam posisi keuntungan sebesar 5 milyar lebih dalam posisi Short ini. Tapi Ia justru ketakutan.
"A-aku.... Aku tak bermaksud melakukannya...." Ucap Naufal pada dirinya sendiri.
Dalam sebuah perdagangan, ketika seseorang memperoleh keuntungan maka orang lain harus memperoleh kerugian.
Dan melihat keruntuhan dari harga saham ini tentunya mengingatkan dirinya dulu. Ketika Ia masih seorang pedagang kecil yang hanya bisa mengikuti arus perdagangan.
Tapi kini, dia adalah salah satu dari seseorang yang menciptakan arus perdagangan itu sendiri.
'Tap!'
Dengan cepat, Naufal memanggil bagian Customer Support dari Indonesian Stock Exchange tersebut.
"Selamat malam, Tuan Naufal. Kerja yang luarbiasa untuk sebelumnya. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang operator wanita dengan suara yang begitu ramah itu.
"Aku tidak ingin mengikuti perdagangan itu lagi." Balas Naufal.
"Tidak ingin mengikuti perdagangan? Apa maksud Anda Tuan?"
Sebelum Naufal sempat menjawab, panggilan dari operator itu teralihkan kepada manajer dari ISE.
"Yoo, Naufal. Kerja bagus. Kau memperoleh 5 milyar lebih barusan bukan? Kenapa kau mau berhenti?" Tanya Manajer dengan suara yang begitu berat itu.
"Maaf, Pak. Tapi ku rasa ini bukan sebuah perdagangan yang ku inginkan. Aku tidak ingin melakukan manipulasi dan...."
"Hah! Manipulasi? Tidakkah kau lihat laporan keuangan dari Smartcom? Kau tidak melakukan hal yang salah. Sama sekali tidak salah. Tapi.... Jika kau memang ingin berhenti. Ada harga yang harus kau bayarkan." Balas Manajer itu.
__ADS_1
"Sebutkan saja, aku hanya tak ingin terlibat dalam hal ini." Balas Naufal ketakutan.
Sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya, Naufal paham dengan sangat baik. Bahwa apa yang baru saja dilakukannya termasuk dalam kejahatan manipulasi pasar dan Insider Trading. Sebuah perdagangan yang dilakukan dengan informasi orang dalam.
Jika pihak pemerintah pusat, atau internasional mengetahui hal ini, hukuman para pelakunya tidak akan pernah ringan.
Dan bisa jadi FBI dapat terlibat dalam hal ini.
Prometheus, yang sebelumnya sedang sibuk melakukan penelitian untuk mengembangkan dirinya sebelumnya, segera mengambil tindakan.
"Bayar 10 Milyar kepada kami, dan kami akan melepaskan mu. Jika tidak, kau harus terus bekerjasama dengan...."
'BEEEEEEEEP!!!'
"Eh? Halo? Halo?" Tanya Naufal kebingungan.
Tiba-tiba, panggilan itu terputus. Dan kini Naufal sama sekali tak bisa mendengar apapun.
Di sisi lain....
Prometheus telah mengambil alih panggilan itu, dan kini berbicara dengan sang Manajer ISE.
"Perkenalkan. Kau bisa memanggilku dengan sebutan Genesys, Tuan Alfred." Ucap Prometheus kepada Manajer yang ternyata bernama Alfred itu.
"Siapa kau?! Apa maumu?!" Teriak Manajer itu dengan marah.
"Lakukan saja! Apa peduli FBI dengan perdagangan di Indonesia dan...."
"Manipulasi pasar di ISE. Insider Trading dalam NFT di beberapa wallet Crypto Currency. Skema Pump and Dump di pasar Internasional. Dan juga....
Perdagangan dengan informasi dalam di pasar saham Amerika Serikat. Aku yakin mereka takkan diam ketika sekitar 972 juta dollar dicuri dari Amerika Serikat." Jelas Prometheus panjang lebar.
Seketika, manajer dari ISE itu pun terdiam.
Dia tak mampu berkata-kata.
Tapi bagaimana?
Bagaimana bisa organisasi yang disebut sebagai Genesys ini bisa mengetahui semua perbuatannya?
"Ada apa, Tuan Alfred? Apakah kau ketakutan? Apakah akan lebih baik jika Nyonya Lina tahu tentang hal ini?" Tanya Prometheus sekali lagi.
Mengetahui bahwa mungkin saja organisasi ini telah mengorek seluruh informasi mengenai dirinya, Alfred pun tertunduk diam.
"Apa yang kau inginkan? A-aku akan melakukan apapun!" Balas Alfred yang kini terlihat ketakutan.
__ADS_1
"Mudah saja. Aku ingin kau berhenti mengancam Tuan Naufal. Dia adalah salah satu calon sponsor terbaik kami. Jika kau melakukan itu, kami akan melepaskan mu. Ah, dan jangan berpikir kau bisa membodohi kami.
Kami bisa melihat seluruh tindakanmu saat ini. Termasuk istrimu yang baru saja memarkirkan mobilnya di garasi, kedua putrimu yang sedang menonton tv, serta dirimu yang sedang menulis berbagai hal mengenai kami di kertas kosong itu." Jelas Prometheus.
'Brakk!'
Seketika, Alfred menjatuhkan telefon yang ada di tangan kirinya.
'Ba-bagaimana bisa dia melihat semuanya? Dan apakah.... Dia benar-benar bisa melihat kondisi rumahku?' Pikir Alfred ketakutan.
"Apa jawabanmu?" Tanya Prometheus sekali lagi.
"Ya.... Aku akan melepaskannya. Tapi tolong, ampuni diriku dan keluargaku, mengerti?"
"Mengerti. Jangan berbuat macam-macam. Sesaat setelah aku mencurigaimu, seluruh keluargamu akan ku bunuh." Balas Prometheus untuk terakhir kalinya sebelum menutup panggilan itu.
Beberapa saat kemudian, Naufal yang masih kebingungan dengan panggilannya yang terputus secara tiba-tiba itu mendengar suara nada dering yang cukup nyaring.
Ia pun mengangkat panggilan tersebut. Dan apa yang di dengarnya adalah suara manajer barusan.
"Ah, halo Tuan Manajer. Maaf nampaknya koneksi ku cukup buruk sebelumnya. Aku minta maaf tapi masih belum memiliki 10 milyar. Jika bisa, berikan aku waktu 1 atau 2 bulan dan aku akan membayarnya. Jadi tolong...."
Sebelum Naufal menyelesaikan perkataannya, manajer itu telah menyela.
"Hahaha.... Itu hanya candaan kami saja, Tuan Naufal. Tentu saja kau bebas berhenti kapan saja. Jadi tolong, tetap gunakan platform kami untuk berdagang. Oke?"
"Eh? Tapi barusan...."
'BEEEEPPP!!!'
Panggilan itu pun kembali terputus.
Meninggalkan Naufal dalam kebingungan.
"Apakah aku akan baik-baik saja? Lagipula.... Apa yang sebaiknya ku lakukan dengan uang sebanyak ini? Hmm...."
Saat Naufal masih memikirkannya, Prometheus telah menjalankan langkah berikutnya. Ia pun mengirimkan pesan singkat kepada Naufal.
Dan isi dari pesan singkat itu adalah sebuah saran untuk Naufal.
[Bagaimana kabarmu? Ku harap aplikasi milikku cukup membantu. Tapi dengarkan aku, Naufal. Aku memiliki ide cukup bagus untukmu. Bagaimana jika kau mulai berinvestasi dalam perusahaan start up bernama Elvor?
Elvor adalah perusahaan start up kecil di bidang AI dan robotik. Jika perusahaan itu berjalan dengan baik, uangmu bisa meningkat ratusan kali lipat dengan mudah dalam 1 atau 2 tahun.]
Tentu saja, Naufal hanya menganggap bahwa Prometheus adalah seorang pebisnis yang ulung.
__ADS_1
Dan sama sekali tak mengetahui bahwa tujuan Prometheus yang sebenarnya, adalah untuk menjadikan Naufal sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.
Lalu menguasai seluruh pabrik produksi bagi Prometheus sendiri. Sebelum akhirnya memproduksi tubuh untuk dirinya di dunia nyata ini.