
...[BERITA TERKINI!]...
...[ASEAN TECHNOLOGY GROUP BARU SAJA MENGUMUMKAN DIRILISNYA TEKNOLOGI KAPAL DRONE MILITER UNTUK PATROLI DI PERBATASAN WILAYAH PERAIRAN!]...
Headline berita yang cukup berani itu memperlihatkan pencapaian yang telah diperoleh ATG selaku perusahaan teknologi.
Sejak lama, ATG merupakan sebuah perusahaan yang memang menguntungkan dalam memenuhi harapan klien mereka. Berbagai solusi dan inovasi telah mereka berikan kepada dunia.
Khususnya kepada masyarakat di wilayah Asia Tenggara.
Akan tetapi, mereka masih kalah dengan raksasa di bidang teknologi seperti Infell maupun ADDM di pasar Amerika Serikat.
Kini, semua itu berubah.
Permasalah utama negara-negara di wilayah Asia Tenggara adalah perbatasan lautan yang begitu luas sehingga mustahil untuk dijaga dengan sempurna.
Terlebih lagi menyangkut ketahanan dan keselamatan negara dari peluang invasi maupun serangan terorisme di perairan mereka. Begitu pula dengan perompak, berbagai aksi kejahatan dan transaksi ilegal terus menerus terjadi di sana.
Tapi kini semua itu telah berubah.
Dengan teknologi kapal Drone kecil yang memiliki dimensi 8.1 x 3.2 x 3.7 meter itu, permasalahan tersebut telah terpecahkan.
"Dan ini lah kapal yang akan menggantikan patroli militer di perairan yang berbahaya dalam wilayah negara kalian!" Teriak sang CEO dari ATG itu dengan begitu percaya diri.
Di sampingnya, adalah sebuah prototipe dari kapal tersebut.
Kapal itu memang tak begitu besar. Dan jika dipaksakan untuk menampung pelaut, mungkin hanya bisa menampung sebanyak 3 orang saja dengan berbagai barang kebutuhan mereka.
Tapi bukan itu fungsi dari kapal ini.
Kapal yang dibuat dengan bahan baja tempa yang tipis namun ringan itu membawa dua buah meriam masing-masing memiliki 20 peluru penembus baja.
Terkena tembakan itu beberapa kali saja akan dapat membuat kerusakan yang cukup buruk bagi kapal yang menjadi lawan mereka.
Belum lagi, peluru yang mereka gunakan dalam meriam itu termasuk teknologi baru yang bukan hanya menembus baja. Tapi akan terbuka sesaat setelah menembus badan target dan meledak. Membakar kapal musuh dari dalam.
Parahnya lagi?
Semua itu terjadi secara otomatis. Tanpa input dari manusia sekalipun. Hanya perlu mengatur dimana mereka akan berpatroli, maka AI dari kapal itu akan bekerja dengan sendirinya.
Melaporkan temuan mereka dan menunggu perintah dari operator dari markas pusat untuk tindakan apa yang sebaiknya mereka lakukan.
"Pertanyaan, jadi cara kerja dari kapal itu, mereka akan mengirimkan notifikasi kepada operator di markas jika mereka melihat suatu kapal dan menunggu keputusan dari operator itu?" Tanya salah seorang wartawan dengan kacamata yang cukup tebal itu.
"Benar sekali. Atau jika memang wilayah itu tak pernah dilalui kapal apapun, dan hanya memiliki banyak kejahatan, kalian bisa menyalakan fitur full Automation agar mereka bisa mengambil keputusan sendiri. Meskipun sedikit berbahaya." Balas CEO itu.
Seluruh wartawan dan partisipan dalam pengungkapan teknologi ini pun begitu antusias. Ratusan dari mereka berusaha untuk mengangkat tangan mereka setinggi mungkin. Berharap untuk bisa mengajukan pertanyaan selanjutnya.
__ADS_1
Dan kali ini, pertanyaan diajukan oleh salah seorang wartawan dari televisi nasional Indonesia.
"Sebelumnya Anda bilang keuntungan dari kapal ini adalah tak membutuhkan personel. Tapi sekarang menyatakan Anda butuh operator untuk mengendalikan kapal itu. Bukankah pernyataan Anda cukup bertentangan?" Tanya wartawan itu.
Pertanyaannya memang benar-benar kritis. Ia bisa mengambil kesalahan dari pernyataan CEO itu mengenai kemampuan produknya.
Akan tetapi, CEO dengan badan yang kekar itu hanya bisa tersenyum puas.
Seakan-akan, Ia memang menanti seseorang untuk menanyakan hal itu.
"Sebelum ku jawab pertanyaan itu, apakah kau pernah bermain video game?" Tanya CEO itu.
"Video game? Ya, tentu saja aku pernah." Balas wartawan itu kebingungan.
"Apakah pernah memainkan permainan simulasi peperangan seperti Battlefront?" Tanya CEO itu sekali lagi.
"Maksudku, itu adalah permainan yang sangat populer. Tentu saja aku pernah. Tapi saya tak paham atas maksud Anda mengenai...."
Sebelum wartawan itu menyelesaikan pertanyaannya, CEO tersebut kembali berbicara.
Dan kali ini, memberikan sebuah pernyataan yang sangat kuat.
"Dalam permainan video itu, kalian bisa mengendalikan armada yang terdiri dari puluhan kapal perang. Bisa kah ku tanya, berapa banyak yang mengendalikan puluhan kapal perang itu?"
Kali ini, wartawan itu pun terdiam.
Karena tak ada jawaban, CEO dari ATG itu pun kembali berbicara.
"Hanya satu. Satu orang warga sipil, yang bahkan tak mengetahui atau memahami prinsip peperangan. Bagaimana jika warga sipil itu digantikan dengan 2 atau 3 angkatan laut veteran?"
Semua orang di konferensi pers ini pun tersadar.
Bahwa teknologi yang dibawakan oleh ATG ini adalah sebuah teknologi terobosan besar.
Yang tak hanya mampu menyelamatkan nyawa puluhan ribu marinir dari bahaya di lautan. Tapi juga mampu mengubah pertempuran di dunia nyata itu sendiri, menyerupai sebuah permainan papan.
Tak berselang lama, tepuk tangan yang begitu meriah pun terdengar di ruangan yang besar ini.
Semua orang menyoraki sosok CEO tersebut.
Sementara itu, para jendral militer dari berbagai negara di Asia Tenggara ini terlihat menganggukkan kepala mereka sambil melihat ke arah rekan mereka yang lain.
Mereka nampak sangat yakin atas teknologi ini.
Bahkan, CEO perusahaan tersebut menampilkan beberapa video dimana kapal Drone itu beraksi. Kapal itu dengan mudah bergerak secara mandiri menghadapi ancaman yang ada.
Tak butuh waktu lama bagi presiden seluruh negara di Asia Tenggara ini untuk mengadopsi teknologi tersebut.
__ADS_1
Mengingat ancaman bahaya dari negara raksasa di wilayah Asia yang mungkin saja akan menyerang mereka di kemudian hari.
Pada akhirnya....
CEO tersebut berjabat tangan langsung dengan para jendral dan bahkan beberapa dari kepala negara untuk memborong teknologi kapal Drone tersebut.
Dan tak lama kemudian....
Seluruh warga duni berbondong-bondong membeli saham dari Asean Technology Group yang membuat harga dari saham itu....
Meningkat sebesar 800% hanya dalam satu hari.
......***......
Beberapa hari kemudian....
Di kediaman Naufal.
"Hahahaha! Kau benar-benar luarbiasa! Bagaimana caramu mengetahui harga dari saham ATG akan meledak sebesar ini?" Tanya Naufal yang berada dalam panggilan bersama dengan Prometheus itu.
"Aku sendiri tak tahu. Awalnya, ku pikir harga saham ini akan meningkat 20 hingga 30% saja. Tapi tak ku sangka akan naik sebanyak ini...." Balas Prometheus.
Prometheus sendiri tak mampu memprediksi reaksi yang berlebihan dari pasar ini.
Memang benar, Prometheus mengetahui bahwa teknologi tersebut akan segera diumumkan ke publik dalam beberapa Minggu ke depan.
Akan tetapi, Ia tak pernah menyangka bahwa semuanya akan berakhir seperti ini.
"Harga saham naik dari 5.829 rupiah per saham menjadi 87.215 rupiah per saham. Ini telah naik sekitar 14 kali lipatnya kau tahu? Bahkan saat ini harga masih terus naik.
Buying Pressure atau tekanan pembelian juga masih begitu besar. Lihat lah para Short Seller yang hancur ini! Hahaha!" Balas Naufal sambil tertawa lebar.
Kini, uang investasi Naufal yang sebesar 47 juta sebelumnya, telah naik 14 kali lipat jika tak memiliki Leverage dan menjadi 600 juga lebih.
Tapi bukan itu kenyataannya.
Naufal menggunakan Leverage atau penggandaan modal sebesar 10 kali lipat.
Dengan kata lain....
Portofolio Naufal saat ini berada di angka 6 Milyar Rupiah.
Atau lebih tepatnya....
6.139.552.525 Rupiah.
Menjadikannya sebagai seorang miliarder hanya dalam beberapa Minggu saja.
__ADS_1