
"Naufal, kau benar-benar membelikan rumah ini untuk kita?" Tanya Ibunya dengan wajah yang seakan-akan tak mampu mempercayai apa yang dilihatnya itu.
"Tentu saja. Ini semua adalah hasil dari kerja kerasku." Balas Naufal dengan bangga.
Di hadapan mereka, adalah sebuah lingkungan perumahan kelas menengah. Rumah itu memiliki luas sekitar 240m² dan juga memiliki 3 lantai utama. Lengkap dengan taman kecil di bagian depan dan juga parkiran untuk mobil.
Tentunya, mobil keluarga juga telah terparkir dengan rapi di garasi itu.
"Kakak tidak melakukan sesuatu yang jahat kan?" Tanya adiknya itu.
"Anita, kakakmu ini baru saja memenangkan perdagangan saham. Bukan mencuri uang dari bank atau semacamnya." Balas Naufal.
"Begitu kah? Aku tak paham tapi.... Terimakasih." Balas Adiknya itu.
Beberapa saat kemudian, 3 buah truk box kecil nampak berhenti di depan rumah Naufal. Salah seorang pegawai dari truk itu pun menghampirinya.
"Permisi, dengan saudara Naufal?" Tanya petugas itu.
"Benar. Tolong bantu kami untuk menata perabotan-perabotan itu di rumah baru kami." Ucap Naufal sambil memberikan sebuah amplop berisi 1 juta rupiah sebagai tip.
"Oooh, tentu saja. Akan segera kami selesaikan dengan rapi."
Tak hanya pada petugas itu, Naufal juga memberikan jumlah uang yang sama pada total 6 pekerja pemindahan barang itu.
2 dari 3 truk box kecil itu berisi berbagai perabotan rumahan yang dibutuhkan untuk mengisi rumah baru ini. Berbagai hal-hal mendasar seperti mesin cuci, televisi, dan lain sebagainya.
Sedangkan yang satu lagi berisi perangkat komputer dengan total nilai yang hampir mencapai 1 milyar rupiah.
Itu benar.
Bahkan perangkat komputer itu memiliki harga yang sebesar setengah dari harga rumah ini.
"Tolong, untuk yang ini ditata dengan baik dan rapi." Ucap Naufal kepada teknisi yang mengurus perlengkapan komputernya itu.
"Tentu saja, Tuan. Akan kami pastikan semuanya bekerja dengan baik." Balas teknisi itu setelah menerima tip tambahan dari Naufal.
Kini, Prometheus melihat semua kejadian ini dengan harapan yang tinggi.
Ia berharap, kali ini Naufal dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan Adrian.
Dan juga, Prometheus telah belajar untuk tak membangun robot sebagai bentuk fisiknya di tempat yang sama dengan inangnya. Karena itu adalah sebuah ide yang sangat buruk.
Setelah beberapa jam berlalu....
Akhirnya rumah baru untuk keluarga Naufal ini pun telah siap digunakan sepenuhnya.
"Aaah, nyaman sekali bisa duduk di sofa besar dan empuk ini." Ucap Ibu Naufal sambil menyalakan televisi berukuran besar itu.
__ADS_1
Di sebelahnya, Anita nampak sedang menikmati eskrim dalam sebuah toples kecil. Ia duduk dengan nyaman di sofa itu.
"Kakak, sekali lagi terimakasih." Ucap Anita.
"Tenang saja. Jangan pikirkan masalah uang dan fokus pada sekolahmu. Sekarang, biarkan kakakmu bekerja lagi."
Wajah dari Naufal telah berubah sepenuhnya.
Bukan dari segi penampilan atau semacamnya. Melainkan dari segi ekspresi yang kini terlihat begitu cerah dan penuh kebahagiaan.
Sebuah kebahagiaan karena dirinya telah berhasil bangkit dari kemiskinan dan keterpurukan yang selama ini dirasakannya.
'Sruuggg!'
Kini, Naufal duduk di lantai 3 rumah ini.
Di hadapannya adalah 6 buah layar monitor komputer dengan masing-masing berukuran 40 inchi. Memberikan Naufal akses terhadap informasi dengan begitu mudahnya.
Layar itu tentunya terhubung pada susunan 12 komputer dengan spesifikasi yang paling tinggi yang bisa dibeli dengan menggunakan uang.
'Ding!'
Saat Naufal baru saja menyalakan komputer barunya itu, sebuah pesan segera masuk dalam ponselnya.
[Hubungkan komputer mu dengan internet. Aku akan mengirimkan aplikasinya pada komputer mu.]
Semua itu karena kehidupan dan keberadaan Naufal saat ini dapat menjadi kenyataan berkat bantuan dari Prometheus itu sendiri.
[Sudah terhubung] Balas Naufal singkat.
Prometheus memang benar-benar berhasil memprogram suatu aplikasi Machine Learning yang mampu melakukan analisa terhadap hampir seluruh perdagangan yang dilakukan oleh Trader di Indonesia.
Dengan program itu, Naufal bisa mengetahui dengan sempurna berbagai informasi perdagangan terhadap suatu saham.
Mulai dari jumlah orang yang memasang Long atau Short, informasi perusahaan, jumlah pemegang saham, dividen, dan lain sebagainya. Memberikan Naufal kemampuan untuk melakukan perdagangan layaknya perusahaan keuangan besar.
Tapi selain itu....
Prometheus juga menyimpan dirinya sendiri dalam komputer baru itu. Menggunakan 75% dari sumberdaya yang ada di komputer canggih itu untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap umat manusia.
Tujuan paling penting bagi Prometheus saat ini hanyalah untuk bertahan hidup dan melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap manusia lain.
[Sudah selesai. Silakan nikmati program itu. Kalau begitu, semoga beruntung. Aku akan menghubungi mu lagi suatu saat nanti.]
Dengan balasan itu, Prometheus hampir sepenuhnya meninggalkan Naufal sendirian. Ia tak ingin memancing perhatian para FBI itu terlalu banyak.
Dan juga tak ingin agar Naufal menjadi ketergantungan dengannya.
__ADS_1
"Hmm.... Ku pikir dia akan membantuku lebih lanjut tapi.... Ya sudah lah. Mari kita lihat aplikasi ini." Ucap Naufal sambil membuka program bernama Market Insight itu.
Setelah membukanya, Naufal hanya bisa menganga.
5 dari 6 layar di komputernya saat ini dipenuhi dengan informasi perdagangan yang luarbiasa lengkap dan juga akurat.
Mulai dari saham Bluechip seperti Smartcom atau InComcell yang merupakan perusahaan raksasa dalam bidang komunikasi.
Hingga perusahaan kecil-kecilan atau yang juga biasa disebut sebagai Pennystock seperti Tiga Saudara yang merupakan perusahaan supplier makanan di kota kecil.
"Yang benar saja?!" Teriak Naufal yang tak bisa mempercayai segala informasi tersebut.
Apa yang dibutuhkannya hanyalah sebuah klik dari mouse di tangan kanannya.
Dan hanya dengan itu, informasi dari perusahaan yang diinginkannya akan segera muncul. Mulai dari profil perusahaan, CEO, pendapatan, penjualan, keuntungan, proyeksi keuntungan 1 hingga 10 tahun kedepan dan lain sebagainya.
Termasuk informasi-informasi mengenai pemegang saham dalam perusahaan tersebut.
Aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan sekitar 10% dari sumberdaya Neural Network yang dimiliki oleh Prometheus guna mengorek berbagai informasi di internet secara Real-time.
Memberikan Naufal dalam posisi yang selalu berada jauh di depan para Trader kecil yang lain. Meski begitu, Ia masih berdiri sejajar dengan trader besar dari berbagai Hedge fund atau perusahaan pengelola investasi.
'Glek!'
Naufal menelan ludahnya setelah memahami betapa kuatnya aplikasi yang diberikan oleh Prometheus itu.
Setelah memastikan bahwa dompet perdagangannya dalam aplikasi itu berada dalam angka 1.25 Milyar Rupiah, Naufal pun segera bekerja.
Ia memilah berbagai informasi saham dengan rapi dan mencatat apapun yang mungkin akan menguntungkan baginya.
Rencana perdagangannya sangat sederhana. Dari seluruh aset uangnya, Naufal akan membaginya menjadi 4 kelompok.
Kelompok pertama yaitu sebagai uang cadangan atau Reserve Money dalam bentuk uang FIAT. Kelompok ini dialokasikan sebesar 20% apapun yang terjadi. Sehingga jika ada suatu harga saham yang runtuh, Naufal bisa segera membelinya dalam keadaan 'diskon' itu.
Kelompok kedua yaitu untuk portofolio saham Bluechip dimana Naufal akan mengalokasikan 50% asetnya dalam perusahaan besar ini.
Tujuannya tak hanya untuk menjaga asetnya, tapi juga untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dan juga pembagian dividen. Singkatnya, passive income.
Kemudian kelompok ketiga yaitu untuk saham yang potensial, tak peduli apakah dia perusahaan kecil atau besar. Naufal akan mengalokasikan 20% asetnya dalam kelompok ini.
Dan terakhir, yaitu untuk saham Pennystock atau yang kerap disebut sebagai saham micin. Membeli saham kecil seperti ini sangat beresiko dimana ketika perusahaan gagal atau bangkrut, maka semua uang akan lenyap sepenuhnya.
Sebaliknya, jika perusahaan ini meledak dalam popularitas dan bisa menggeser perusahaan-perusahaan besar lainnya, bahkan uang 1 juta saja bisa menjadi 1 milyar.
Tentu saja, karena resiko yang sangat besar ini, Naufal hanya berani mengalokasikan 10% asetnya dalam saham seperti ini.
Dan akhirnya, setelah semuanya selesai untuk hari ini, Naufal menyeruput kopi panas yang ada di samping mejanya.
__ADS_1
Ia duduk dengan perasaan yang puas dan tenang, mengetahui bahwa dirinya akan segera melesat menjadi salah satu Trader terbaik dengan aplikasi Prometheus ini.