Langit Aurora

Langit Aurora
3.1 Langit Aurora


__ADS_3

......................


...“Pernikahan bagaikan melihat daun yang jatuh


...


...di musim gugur : selalu berubah dan semakin indah setiap hari.”


...


......................


“Apa?? Menikah??”



Hans dan Jayden memekik sekencang-kencangnya setelah membaca pesan singkat yang baru saja dikirimkan oleh Langit pada mereka. Bagaimana mereka tidak terkejut, karena Langit mengatakannya secara mendadak.



Hans tidak habis pikir dengan adiknya itu, bagaimana bisa Langit ingin melakukan pernikahan tanpa adanya persiapan. Setidaknya dia harus memiliki cincin. Dan parahnya lagi, Langit meminta Luna agar menemukan cincin pernikahannya dengan segera.



Tak memiliki banyak waktu, Luna dan Nyonya Zhang pun bergegas pergi ketoko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan Langit dan Aurora. Keterkejutan juga dirasakan oleh Benerd, Tommy, dan Zay.



Tidak hanya pada keluarganya dan keluarga Aurora saja, Langit juga mengirimkan pesan pada ketiga pemuda itu jika ia akan menikah hari ini. Dan Langit meminta Tommy dan Benerd untuk mencarikan gereja yang akan ia gunakan untuk menikah dengan Aurora.



Tidak perlu gedung mewah atau acara yang sangat meriah untuk pernikahannya, karena yang terpenting untuk Langit adalah kehadiran mempelai wanitanya dan sepasang cincin sebagai simbol pengikat janji suci mereka berdua.



Langit juga tidak butuh ribuan tamu undangan karena kehadiran keluarga serta sahabat terdekatnya itu sudah lebih dari cukup. Seperti hal nya Langit, Aurora pun tak mengharapkan itu semua dan yang terpenting untuknya adalah Langit, karena hanya dia satu-satunya yang Aurora inginkan.



Dan mungkin terdengar aneh jika putra putri seorang konglomerat seperti mereka melakukan sebuah pernikahan secara sederhana. Tapi itulah pilihan mereka, dan keluarga tentu harus menghargai keputusan mereka berdua.



Tepat pukul 7 malam, gereja yang akan menjadi tempat pemberkatan mereka sudah penuh dengan keluarga kedua calon mempelai serta beberapa teman terdekat Langit. Saat ini Langit sudah berdiri diatas altar menunggu kedatangan mempelai wanitanya yang sebentar lagi akan segera tiba.


Tommy, Benerd, dan Zay sangat penasaran dengan sosok wanita yang mampu meluluhkan hati seorang Langit Deandra Zhang dan membuat dia sampai menutup rapat-rapat hatinya selama empat tahun.



Dan lama kemudian, terlihat sosok jelita berparas ayu dalam balutan gaun pengantinnya memasuki altar dengan pria setengah baya yang tak lain dan tak bukan adalah ayah Aurora.



Mereka begitu terpukau dengan kecantikan Aurora sampai-sampai ketiga pemuda itu tak berkedip saat melihat wajah cantiknya. Sangat berlebihan memang reaksi mereka. Tapi Aurora memang sangat cantik. Tidak heran bila Langit sampai tidak bisa membuka hatinya untuk wanita lain selama empat tahun dan mempertahankan perasaannya untuk gadis itu.



Aurora begitu sempurna dan kecantikannya melebihi kecantikan bunga, dan bahkan keindahan salju pun tak mampu menandingi keindahannya.



Langit tersenyum lebar menyambut kedatangan pempelai wanitanya.



“Ayah, serahkan Aurora padamu, Nak!” Langit mengangguk.



“Siap?” Aurora menerima uluran tangan Langit dengan tangan sedikit gemetar. Keduanya berjalan beriringan menaiki altar.



“Aku gugup, Langit!” bisik Aurora, gadis itu meremas gaun pengantinnya dan berusaha menyembunyikan kegugupannya.



“Tenanglah, Sayang! Aku bersamamu!” bisik Langit.



Aurora meraih tangan Jessica lalu menggenggamnya, meyakinkan pada gadis itu jika semua akan baik-baik saja.

__ADS_1



Acara pemberkatan pun selesai dengan lancar. Aurora dan Langit saling berdiri berhadapan untuk bertukar cincin, riuh tepuk tangan mengakhiri acara sakral tersebut.



Dan suara lonceng yang menggema, menandakan adanya kebahagiaan baru. Kebahagiaan itu adalah milik Langit dan Aurora. Karena sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.



“Hey! Tunggu apa lagi, cepat cium pengantinmu!” teriak Benerd dan Tommy begitu heboh.



Tak ingin kalah dari Benerd dan Tommy, Hans dan Jayden pun melakukan kehebohan yang sama.



“Tunggu apa lagi, Cepat cium, Aur!!” seru Hans dan Jayden yang lebih heboh dari kedua sahabat Langit. Dan tingkah mereka tentu saja membuat Luna dan keluarga Zhang menghela napas, dan menggelengkan kepala.



“Cium!”



“Cium!”



“Cium!”



Blushh….!!!



Wajah Aurora memerah mendengar teriakan-teriakan itu. Aurora gugup setengah mati ketika Langit mendekatkan wajahnya dan membunuh jarak diantara mereka. Salah satu tangan Langit memeluk pinggang ramping wanita yang sejak beberapa menit lalu itu menjadi istrinya, sedangkan tangan satu lagi menekan tangkuk Aurora agar ciuman itu tidak mudah terlepas.



Sepasang mata hazel itu perlahan-lahan tertutup ketika merasakan benda lunak nan basah menyentuh permukaan bibirnya diikuti pagutan-pagutan kecil. Menyaksikan hal itu membuat Tuan Zhang histeris sendiri.




Nyonya Zhang yang merasa malu dengan tingkah suaminya menarik lengan pria itu untuk duduk kembali. Victoria melotot pada suaminya dengan bibir bergerak mengintrupsikan agar ayah dua anak itu segera duduk. Nyali tuan Zhang pun langsung menciut, laki-laki setengah baya itu pun kembali duduk ditempatnya semula.



“Yakkk! Ibu, kenapa harus menghalangiku, aku kan juga ingin melihat adegan itu!!”



Sementara itu, Ainsley tampak tidak terima ketika Luna menutup matanya ketika live kiss itu berlangsung. Luna tidak ingin mata putrinya ternodai oleh scene menyesatkan pasangan pengantin baru tersebut.



Kebahagiaan tidak hanya tampak diwajah kedua mempelai, namun juga semua yang hadir dalam acara sakral itu.


The whispers in the morning


Of lovers sleeping tight


Are rolling by like thunder now


As I look in your eyes


I hold on to your whole body


And feel each move you make


Your voice is warm and tender


A love that I could not for sake


'Cause I'm your lady


And you are my man


Whenever you reach for me

__ADS_1


I'll do all that I can


Lost is how I'm feeling lying in your arms


When the world outside's too much to take


That all ends when I'm with you


Even though there may be times


It seems I'm far away


Never wonder where I am


'Cause I am always by your side


'Cause I'm your lady


And you are my man


Whenever you reach for me


I'll do all that I can


We're heading for something


Somewhere I've never been


Sometimes I am frightened


But I'm ready to learn


Of the power of love


The sound of your heart beating


Made it clear suddenly


The feeling that I can't go on


Is light years away


'Cause I'm your lady


And you are my man


Whenever you reach for me


I'll do all that I can


We're heading for something


Somewhere I've never been


Sometimes I am frightened


But I'm ready to learn


Of the power of love


The power of love


The power of love


Sometimes I am frightened


But I'm ready to learn


Of the power of love


The power of love


As I look in your eyes


The power of love


Rasa rindu yang Aurora pendam selama empat tahun, hari ini terbayar lunas. Rasanya dia masih tidak percaya jika akhirnya ia bertemu kembali dengan Langit, dan yang terjadi saat ini rasanya seperti mimpi. Ia dan Langit akhirnya bersatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan, dan hari pernikahan mereka dilaksanakan tepat dihari ulang tahun Langit.



Dan Aurora percaya, jika tidak ada kebahagiaan yang dapat diraih tanpa adanya perjuangan.


...TAMAT  

__ADS_1


...


__ADS_2