Lentera Di Balik Jeruji

Lentera Di Balik Jeruji
Menjalankan misi


__ADS_3

****


Keesokan hari, aku sudah mengerjakan pekerjaan rumah sedari Subuh.


Jam 05.30 pagi hari.


Aku lihat sepertinya bunda masih belum bangun, kemudian aku menghubungi Mang Nanang untuk meminta bantuannya.


Aku kemudian pergi sebentar untuk melihat Tante Isma ke rumah nya dan ternyata kebetulan ada tetangga memberi tahu kalau Tante Isma tidak ada di rumahnya sejak malam tadi.


Aku senang karena aku bisa menjalankan rencana ku tanpa rasa was-was.


Tak lama aku pun kembali ke rumah dan ternyata bunda pun sudah bangun, aku membawakan sarapan untuk bunda sebelum aku berangkat sembari meminta uang pada bunda.


"Pagi Bunda ku sayang? Bunda, aku hari ini boleh minta uang nggak?" Sapa ku, langsung terus terang pada bunda.


"Pagi Sayang, uang? Boleh Sayang, kan tanpa kamu minta juga Bunda selalu kasih uang buat kamu," sahut bunda.


"Bukan Bun, maksud aku uang nya banyak gitu Bun …" sahutku, sambil kulebarkan senyum ku pada bunda.


"Emang uang buat apa Sayang?" Bunda tampak heran, karena sebelumnya aku belum pernah meminta uang pada bunda ataupun ayah.


"Buat shopping Bunda, aku di ajakin temen," jawabku.


"Emm, emang minta uang berapa Nak?" Tanya bunda.


"Ya secukup nya aja Bunda,"


"Ya udah, ini ATM Bunda, nanti pin nya Bunda chat ya, tapi ingat Sayang kamu beli apa yang benar-benar paling kamu butuhkan, jangan terlalu royal ya Nak!" Bunda pun menyodorkan satu buah kartu ATM miliknya padaku.


"Siap Bunda ku sayang, makasih banyak iya?" Ucapku sambil bertingkah manja pada bunda.


"Sama-sama Nak,"


"Nanti Bunda di temenin sama Mang Nanang dan yang lain nya ya?" lanjutku.


"Loh … Bunda nggak apa-apa Sayang, nggak apa kok Bunda sendiri aja di rumah,"


"Bunda nggak boleh sendiri pokoknya." tegas ku pada bunda.


Aku memang benar-benar khawatir pada bunda, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi saat aku pergi meninggalkannya.


"Aish sampe segitu nya … ya udah deh Bunda ikutin kamu aja," sepertinya bunda pun tidak merasa curiga padaku.

__ADS_1


Aku pun segera menghubungi Mang Nanang dan Mang Barus untuk memintanya segera datang menjaga bunda.


Setelah mereka datang, aku pun segera pamit pada bunda dan bergegas pergi ke sebuah toko elektronik untuk membeli satu paket CCTV dan kamera pengintai.


Setelah semua yang aku butuhkan lengkap, aku segera pergi ke toko grosir milik bunda untuk meminta bantuan Tante Rina yang merupakan admin toko.


Aku pun kembali ke rumah bersama orang yang akan memasang CCTV, namun sebelum itu aku meminta pada Pak Bayu agar menunggu di warung tak jauh dari rumahku sebelum aku menjemputnya kembali.


Lalu, aku sembunyikan terlebih dulu barang-barang yang aku bawa agar bunda tidak melihatnya.


"Loh kok kamu udah pulang lagi Sayang, katanya mau pergi sama temannya?" tanya bunda, sambil menatap heran padaku.


"Iya Bun, ada yang ketinggalan jadinya aku balik lagi deh hihi …" aku pun berusaha memberikan alasan yang masuk akal pada bunda.


"Oh, makanya kalau mau pergi di cek dulu semua nya barang-barang kamu," tegas bunda, menasehati ku.


"Iya Bunda, tadi aku kesenengan jadi nya ada yang lupa,"


Tring... tring… ponsel milik bunda berdering.


"Bentar ya Sayang, Bunda angkat telepon dulu,"


"Iya Bunda."


Sesuai yang aku rencanakan, aku meminta Tante Rina untuk membuat masalah pada keuangan toko, lalu menghubungi bunda agar bunda segera bergegas pergi kesana.


"Sayang, Bunda kayaknya harus pergi ke toko, katanya ada masalah di toko, barusan Tante Rina telepon," ujar bunda sembari bersiap mengambil tas nya.


"Masalah apa Bun?" Tanya ku, sekedar basa-basi agar bunda tak curiga.


"Katanya masalah keuangan, Bunda harus cek kesana," jawabnya dengan sedikit tergesa-gesa.


"Emm... tapi Bunda hati-hati ya, jangan kecapean pokoknya." pesanku pada bunda.


"Iya Nak, tenang aja, Bunda pasti hati-hati kok," bunda tampak terburu-buru untuk segera pergi.


Seperti nya bunda tidak curiga padaku, bunda pun pergi dengan ditemani Mang Barus dan Mang Nanang.


Segera aku kembali ke warung untuk menjemput Pak Bayu, orang yang akan memasang CCTV itu.


Tak butuh waktu lama, CCTV pun sudah terpasang di seluruh penjuru rumah, termasuk di halaman belakang dan depan.


Aku sengaja meminta pada Pak Bayu untuk memasangnya di tempat yang tidak terlihat orang lain, harus tersembunyi.

__ADS_1


Sementara aku merahasiakan nya pada bunda, karena khawatir bunda akan curiga dan akhirnya bunda mengetahui rencanaku.


Setelah semuanya selesai dan semua akses terhubung pada ponsel ku, aku pun segera berganti pakaian dan pergi ke rumah Tante Isma, kebetulan Tante Isma juga belum pulang hingga siang ini.


Aku melihat-lihat sekeliling sepertinya aman, sembari melewati rumah Tante Isma aku memasang kamera pengintai di dekat pintu gerbang rumah nya, yang sepertinya tidak akan ketahuan, dengan begitu aku bisa tahu kapan Tante Isma pulang dan pergi dari rumah nya.


Kemudian aku melanjutkan misi ku dan segera bergegas ke sekolah, aku sengaja tidak memakai baju sekolah agar aku lebih leluasa menjalankan misi, aku memakai pakaian yang baru tadi pagi aku beli bersamaan dengan kamera CCTV, aku memakai celana jeans, sweater hoodie, kacamata, masker dan topi, dan aku sengaja melepas hijabku agar aku terlihat seperti seorang laki-laki.


Aku tidak berhenti di sekolah, namun aku langsung menuju jalan Gang tempat ayah dan wanita itu singgah di rumah itu. Aku pun baru mengetahui ternyata nama Gang itu adalah Gang Cinta Monyet, sungguh nama yang aneh menurut ku dan aku baru mengetahui nya saat ini, itupun tak sengaja aku lihat tanda papan nama di balik Gapura jalan Gang itu.


Aku melihat situasi dan kondisi disana, agar aman sentosa saat menjalankan misi, ku lihat semua nya tampak aman dan sepi, aku segera menuju halaman rumah itu untuk memasang juga kamera pengintai disana.


Namun saat aku sedang berpikir bagaimana caranya aku masuk ke dalam rumah itu, tiba-tiba suara sepeda motor terdengar mendekat, sontak aku kaget dan aku segera berpura-pura berjalan melewati rumah itu sambil memainkan handphone ku lalu bersembunyi tak jauh hanya terhalang dengan satu rumah saja.


Beruntung aku sudah memasang kamera pengintai itu sana dan tidak ketahuan.


Jantung ku benar-benar berdebar-debar serasa akan melompat ke luar, aku takut ketahuan dan setelah ku lihat dari jauh ternyata yang datang itu adalah ayah.


Aku sudah melakukan hal-hal konyol dan juga berbahaya, tanpa ada siapapun yang tahu, karena memang aku melakukan nya sendiri tanpa ditemani siapapun.


Tapi semua yang aku lakukan demi bunda, aku ingin nanti jika saat nya bunda harus tau, aku memang memiliki bukti, walaupun aku tahu bunda pasti akan marah padaku karena aku melakukan hal yang membahayakan diriku sendiri.


Misi ku masih belum selesai, aku masih harus memasang kamera di dalam rumah itu, namun entah bagaimana caranya aku bisa masuk kesana.


Lalu aku memantau situasi rumah itu dari layar handphone ku, kulihat ternyata ayah datang sendiri ke rumah itu, tak lama kemudian pergi lagi.


Tapi aku lihat sepertinya ayah meninggalkan kunci rumah itu di bawah pot bunga, aku pun segera bergegas kesana setelah ayah pergi, aku segera mengambil kuncinya di bawah pot dan membuka pintu kemudian masuk dengan tergesa-gesa karena takut ada orang yang melihat ku.


Tanpa banyak berpikir aku langsung memasang kamera di dalam kamar karena aku lihat sepertinya dalam rumah itu hanya ada 1 kamar saja dan ku pasang juga di ruangan tengah.


Saat aku melangkah ke luar dari kamar, ku lihat ada tas ayah di atas kasur, aku membuka nya dan ku lihat ternyata handphone ayah ada di dalam tas, aku segera mengaktifkan GPS di handphone ayah agar aku bisa memantau kemana ayah pergi.


Setelah semuanya selesai aku segera bergegas pergi dari rumah itu, namun saat aku sedang menyimpan kembali kunci rumahnya di tempat semula, terdengar suara motor dari arah Gerbang jalan Gang, aku segera memanjat pagar besi ke arah samping rumah dengan tergesa-gesa, bersyukur aku selamat tidak ketahuan, hanya saja kaki ku sakit, seperti nya keseleo.


Aku berdiam diri sejenak di balik tembok samping rumah itu untuk mengatur nafas ku yang terengah-engah karena panik.


Setelah beberapa menit, ku pastikan keadaan sudah aman, aku buru-buru berlari terpincut-pincut keluar dari area Gang Cinta, lalu berhenti sejenak di warung tak jauh dari Gerbang Gang Cinta untuk membeli air mineral, kemudian aku segera memesan ojek online, menuju konter.


Sesampai nya disana, aku duduk terlebih dahulu untuk melemaskan kaki ku yang sangat sakit dan sudah mulai membengkak sehabis keseleo, sekalian memastikan kamera yang kupasang sudah berjalan sesuai yang diharapkan, aku hanya melihat nya sebentar lalu aku tutup kembali.


Kemudian aku membeli 1 buah handphone baru yang lebih canggih, harga nya pun lumayan mahal, aku menghabiskan banyak uang bunda untuk melakukan misi ku, tapi ku lihat uang simpanan bunda sangat banyak, aku bersyukur bunda tidak memberikan uang pada ayah waktu itu untuk modal usahanya.


'Ayah ... ayah, karena ayah aku sampai senekat ini, aku harap kecurigaan ku pada ayah tidak benar, maafin aku ya ayah, aku terpaksa harus ngelakuin ini, karena aku harus pastikan bunda aman. Bunda lagi hamil tapi ayah malah ... ah sudah lah! Apa ayah tau apa yang terjadi sama bunda? Bunda di intai dan hampir di celakai orang.' pikir ku.

__ADS_1


Akhirnya misi ku berhasil dan berjalan sesuai apa yang aku rencanakan, aku pun memutuskan untuk segera bergegas pulang.


__ADS_2