
Amanda
membaca pesan dari Firman bahwa ternyata malam minggu ini Monrue harus mengisi
acara di hotel Darmawangsa. Monrue akan
manggung di acara gala dinner sebuah perusahaan multi national. Baiklah kencan nonton malam minggu ini
dibatalkan. Amanda pun sedikit manyun.
Tapi jadi senyum-senyum sendiri. Bayangin aja mau jalan sama suami aja harus nanya jadwal sama manajernya. Seharusnya sih nggak segitunya sih tapi
Monrue itu cenderung cuek terkait jadwal kerjanya makanya kalau ada apa-apa dia
yang harus nanya Firman.
Di saat Amanda sedang sedikit
mengeluh karena kencannya yang batal, eh ada kejutan manis. Ternyata Monrue menjemputnya di kampus. Amanda pun menghampiri Monrue yang sedang
ngobrol dengan beberapa mahasiswanya sambil menantinya keluar ruangan dosen. Sepertinya para mahasiswa sudah terbiasa
dengan keberadaan Monrue yang sering kali menjemput Amanda, sehingga nggak lagi
seheboh di awal-awal. Kini pun mereka
lebih berani untuk menyapa Monrue tanpa harus histeris. Well usia Monrue yang memang cukup matang membuatnya tidak lagi menjadi idola remaja
sih. Jadi lebih santailah.
“Sudah lama nunggunya?” Amanda menyapa dengan tersenyum.
Monrue membalas senyuman itu. Hadeuh… makin ganteng deh…bikin meleleh. Para mahasiswi yang tadi mengerubuti Monrue
pun perlahan meninggalkan mereka, sebelumnya menyapa Amanda dulu. Monrue tanpa menjawab, mengambil tangan
Amanda untuk digenggam dan membawanya menuju parkiran.
Sebenarnya
malu juga sih di kantor gandengan tangan gini. Tapi yang gandeng juga suaminya kok, ya sudahlah.
“Firman
bilang, sabtu ini kamu manggung di Darmawangsa ya?” Amanda mencoba konfirmasi
ketika mereka telah memasuki mobil Monrue, mereka sedang mengenakan seatbelt masing masing.
Monrue
mengangguk.
“Ye,
kalau kamu udah tahu, kenapa aku harus nanya Firman?” Amanda kesel.
Monrue
tersenyum. “Aku juga baru nanya dia, setelah kamu WA.”
“Ngerjain
ah.”
Monrue
tersenyum melihat Amanda ngambek. “Nontonnya sekarang aja yuk!” Mencoba
menghibur.
Amanda
ragu, dia lelah sebenarnya. “Dimana? Jangan jauh-jauh ya, cape nih!”
“Tadinya
sih mau ngajak ke LOVE (Lotte Avenue).”
“Macet
ah.”
“Ya
udah, Gading aja?”
Amanda
mengangguk. “Aku ngomong sama anak-anak dulu ya.”
“Aku
sudah ngomong kok sama Fauzan. Dia sudah
di rumah nemenin anak-anak.”
Mendengar
itu Amanda tersenyum berterima kasih. Monrue sudah mengerti jalan fikirannya ternyata. Enaknya jalan sama Monrue begini nih, dia
menyiapkannya dengan cukup baik. Terlihat jelas keinginannya untuk menyenangkan Amanda.
“Makan
dulu ya, kamu lagi pengen Sushi kan?”
Amanda
tersenyum lagi.
CX
9 hitam metalik pun berjalan perlahan meninggalkan kampus sore itu.
“Kamu ikut
dong, please…!” Monrue begitu memohon Amanda untuk ikut serta
menemaninya ke hotel Darmawangsa.
Amanda
masih dalam posisi merapikan Tuxedo hitam Monrue, kostum yang akan digunakan
Monrue manggung malam ini.
Amanda
ragu untuk menjawab. “Males ah, aku nggak punya kostum.”
Monrue
cemberut. “Aku kan sudah beliin. Ayo dong!”
Nggak
tega banget sih nolaknya. Amanda kurang percaya diri untuk hadir di acara mewah
itu. Tapi bingung cari alasannya. “Next time ya, jangan sekarang, aku nggak
siap, belum ke salon nih.”
“Ah
__ADS_1
kamu gitu. Nggak perlu ke salon, kamu
tuh udah cantik kok.” Monrue begitu kecewa. Dia pun bermaksud meninggalkan kamar itu.
Amanda
menggenggam tangannya. “Ayo dong jangan marah. Janji deh, next time aku ikut ya, tapi nggak sekarang, aku nggak siap.”
Monrue
mengangguk, tapi dia masih kecewa. “Ini nggak adil! Aku nggak masalah ikut kamu
seminar, ke kampus kamu, tapi kamu selalu nggak mau kalau aku ajak kerja.”
Amanda
belum melepaskan genggaman tangannya. “Kasih
aku waktu ya, aku hanya belum siap masuk dalam dunia kamu. Dunia kerja kamu
terlalu banyak judgment.”
“Kamu
yang terlalu berlebihan menanggapinya.”
Amanda
tersenyum. “aku hanya belum siap, maaf ya.”
“Aku
jalan ya.” Diapun pamit.
“Senyum
dulu!”
Monrue
memaksa tersenyum.
Amanda
tersenyum, dia mencium pipi Monrue. “Take
care.” Memeluknya sejenak. Jangan ngambek ya…!
“Mana bini
baru lo, katanya mau dikenalin?” Alex
sesama pengisi acara bertanya pada Monrue.
“Nggak bisa ikut dia.” Monrue jadi kesel lagi ditanya begitu.
“Bini elo dokter?”
Monrue tersenyum. “Doktor bos, bukan
dokter.”
“Wuidiiiihhh sama orang pinter nih
sekarang.” Novita sang pembawa acara
ikut berkomentar.
“Apaan sih.” Monrue tersenyum.
“Beda level sama kita ya, makanya
nggak mau ikut ngumpul?” Goda Alex lagi.
kok. Cuma lagi nggak bisa aja hari ini.”
“Ngobrolnya apaan Mon, buku-buku ama
jurnal-jurnal gitu ya?”
“Busyet, nggak segitunya kali.”
Monrue jadi sedih lagi, kenapa sih Amanda
masih belum mau ikut? Dia kan pengen banget memamerkan istrinya yang cantik dan
cerdas pada semua teman-temannya. Kalau
belum mau ‘go public’ nggak papalah,
tapi dikenalin ke pergaulannya aja kok nggak mau sih?
Sore hari,
ketika Monrue menemukan Fauzan sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi di
teras rumah Amanda.
“Lho mas, Kok di luar sendirian?”
Fauzan tersenyum. “Citra lagi main
sepeda sama temen-temennya di taman, Bimo lagi pergi nonton sama
temen-temennya.”
Monrue bingung, itu belum menjawab
pertanyaannya. “Terus?”
“Ah elo masih belom kenal bini lo
ya, mana boleh gue di dalem kalau elo atau anak-anak nggak ada.”
Monrue mengerti sekarang, Amanda
memang sangat tegas memberikan garis pembatas antara dirinya dengan Fauzan
sejak Amanda menikah dengan Monrue, walaupun hubungan persahabatan Amanda dan
Fauzan tidak berubah. Tapi Amanda
terlihat bahwa tidak ingin membuat Monrue tidak nyaman. Monrue tersanjung dengan cara Amanda
menghormatinya. Tapi ya kasihan juga sih
melihat Fauzan sendirian di luar seperti ini. Monrue jadi ikut duduk di teras untuk sekedar ngobrol. “Manda lagi ngapain mas?”
“kayaknya sih mandi.”
“Ooo.”
“Kalian jadi ke Korea?”
Monrue mengangguk. “Visa dan
semuanya sudah beres sih, tinggal berangkat saja.” Amanda ada undangan seminar
di sana minggu depan. Amanda mengajaknya
untuk second honeymoon, Monrue pun
menyanggupinya sambil melihat kemungkinan ia akan membuat video clip untuk single terbarunya
__ADS_1
di sana.
Setiap kali Amanda mendapat undangan
untuk conference di luar negeri
Amanda memang selalu mengajak Monrue, tapi memang tidak selamanya Monrue
bisa. Perjalanan minggu depan nanti ke
Korea adalah perjalan ketiga mereka setelah menikah yang hanya berdua saja. Sebelumnya Amanda mengajak Monrue turut serta
ke Belanda, di sana juga Monrue membuat beberapa potongan gambar untuk
dimasukan ke dalam video klip single nya
yang terdahulu. Setiap perjalanan berdua
mereka memang selalu menyenangkan. Walaupun harus selalu menghadiri pertemuan besar yang Monrue kurang
terlalu paham karena dianggapnya terlalu academic, tapi justru hal itulah yang membuat Monrue semakin bangga mendampingi
Amanda. Dia selalu menikmati setiap kali
Amanda harus presentasi di tengah forum besar. Monrue mengumpamakannya Amanda sedang manggung sama seperti
dirinya. Hanya dia tidak bernyanyi.
Sayangnya
sampai saat ini Amanda masih belum mengijinkan dirinya untuk mempublikasikan
Amanda di media sosialnya. Amanda hanya
mengijinkan Monrue me-upload photo dirinya yang sama sekali tidak terlihat
wajahnya. Penggemar dan media massa
malah semakin gregetan untuk mengetahui siapakah gerangan pendamping Monrue
saat ini. Monrue pun sebenarnya sangat
ingin memberi tahu public betapa
bangganya ia dengan Amanda walaupun Amanda bukan dari kaum selebriti, tapi ia
pun memiliki jiwa super women.
Bagaimana pun ia harus menghormati keputusan Amanda, maka diurungkannya niat
untuk memamerkan Amanda dalam sosial medianya.
“Masuk yuk mas!” Ajak Monrue.
Fauzan sambil membawa cangkir
kopinya dan Monrue pun bangkit untuk menuju ke dalam rumah.
Di dalam rumah didapatinya Amanda
sedang memasak untuk makan malam. Monrue
menghampirinya dan mencium pipi Amanda.
Setengah kaget, Amanda pun menoleh.
“Eh sudah datang?”
Monrue tersenyum dan memeluknya dari
belakang, membiarkan Amanda terus melanjutkan pekerjaannya.
Melihat pemandangan itu, Fauzan
sedikit jengah. “Man, aku tidur di kamar Bimo ya.” Dia pun bergegas naik ke atas.
Amanda hanya mengangguk.
Amanda bahagia, dan menikmati segala
sentuhan Monrue untuknya. Semua berjalan
nyaman dan damai untuk semua. Sesuai
dengan harapan.
Patah hati
Monrue pun usai sudah. Setelah berjalan
selama tiga tahun, hubungannya dengan Amanda sangat menyenangkan. Sama sekali dia tidak menyesal dengan
keputusannya yang banyak orang anggap terburu-buru. Nyatanya dia bahagia. Amanda memang bukan dari dunianya, tapi
kehidupannya saling mengisi. Amanda pun
menepati janjinya untuk membebaskan Monrue, tidak membebaninya dengan tanggung
jawab sebagai seorang suami sebenarnya. Hubungannya berjalan sangat santai. Jika Monrue ingin menghabisi malam dengan Amanda di rumah Amanda, maka
Amanda sangat welcome, apabila ia
ingin sendiri dan tinggal di apartmentnya, sama sekali tidak ada complain dari Amanda. Hanya satu tuntutan Amanda, Monrue harus bisa
setia. Selebihnya, semua dibuat santai
tanpa beban. Anak-anak Amanda dan Fauzan
pun sangat baik, mampu menerima Monrue. Anak-anak Amanda memanggilnya dengan sebutan daddy. Sedangkan Fauzan, ia benar-benar menjadi
teman baik Monrue.
Tiga tahun bersama Amanda, Monrue
dan Amanda mengunjungi banyak tempat. Kalau berdua saja nih, mereka sudah ke Hongkong, Belanda dan nanti akan
Korea, ketiganya nemenin Amanda conference sih, sambil bulan madulah. Kalau
sama anak-anak mereka jalan ke Thailand,
Jepang dan New Zaeland. Nggak cuma
anak-anak Amanda, Monrue pun membawa Sean putra pertamanya. Usia Sean lima
tahun lebih muda dari Bimo, tapi mereka berteman baik kok. Sean juga sayang
dengan Citra. Sayangnya Amira anak
keduanya nggak pernah bisa ikut. Yah
itulah ibunya masih melarang Monrue bertemu dengannya. Dan yang lucunya, bapaknya anak-anak alias
Fauzan juga turut serta. Amanda sih
sebenarnya nggak ngajak, tapi Fauzan selalu pengen ikut. Walau lucu, tapi ya
sudah lah. Yang penting semua bahagia.
Bukannya nggak cinta Indonesia lho
jalannya selalu ke luar negeri. Tapi ya
karena itu, Monrue selebriti, dan Amanda nggak mau go public, jadi ya lebih aman kalau memang jalannya ke luar negeri.
__ADS_1
Ada juga kok mereka travelling ke Bali dan Raja Ampat. Tiga tahun ini, seru bangetlah.