
Setelah
Amanda bersedia menerima Fauzan kembali, mereka pun mengumumkan berita baik ini
kepada kedua anak mereka. Tentu saja
Bimo dan Citra menyambutnya dengan gembira. Ayah mereka tidak lagi harus pulang ke rumahnya di malam hari. Mereka akan tinggal satu rumah. Rencananya mereka akan menikah di akhir bulan
November, tapi Bimo meminta ditunda sebentar karena sekolahnya baru akan
benar-benar selesai di pertengahan Desember. Bimo ingin menghadiri pernikahan orang tuanya. Maka di putuskanlah pernikahan itu tanggal 26
Desember.
Masih ada waktu enam minggu untuk
persiapan. Amanda hanya menginginkan
pernikahan sederhana saja. Cukup di
rumah mengundang tetangga dekat dan teman kantor. Sudah tua lah, mau ngapain lagi sih? Amanda hanya akan menghubungi kakaknya di
semarang untuk menikahkannya lagi. Jadi
sekarang tinggal persiapan administrasi. Mengurus surat-surat dari RT/RW dan kemudian ke KUA. Lain halnya dengan Fauzan, ia menginginkan
pernikahan yang baik dan bermakna. Suatu
perjuangan mendapatkan Amanda kembali dan baginya ini bentuk rasa bersalah atas
kesalahannya yang dulu dulu. Ia ingin
melakukan syukuran yang benar-benar layak.
Hadeuh, Amanda sama sekali tidak
menginginkan itu. Yang dibutuhkan dari
seorang laki-laki adalah kesetiaannya. Terlalu lelah dia harus berputar dalam masalah yang sama. Dia ingin melangkah maju. Tapi ya sudahlah, diikuti keinginan Fauzan
untuk melangsungkan pernikahan mereka di sebuah gedung. Selain tetangga, Amanda akan mengundang teman
kantor terdekat dan sedikit orang dari rumah produksi. Sedangkan Fauzan akan
mengundang banyak koleganya baik kantor lama dan kantor barunya. Atasan maupun bawahannya. Tentunya Amanda akan mengundang Monrue dan
Firman pastinya.
Satu
minggu menjelang pernikahannya, dia menghubungi Monrue dan Firman. Meminta mereka untuk bertemu di sebuah café
di Tebet. Monrue masih sibuk membantu
artis muda mengerjakan single terbarunya. Monrue terlihat begitu bahagia ketika bisa
bertemu Amanda. Pengen deh meluk Amanda, tapi pasti nggak boleh. Terlihat Monrue sudah baik-baik saja
kok. Senyumnya makin membuatnya segar
dan ganteng. Ada sedikit desiran bahagia
di hati Amanda ketika bisa bertemu Monrue lagi.
Amanda bangkit dari duduknya
menyambut kedatangan Firman dan Monrue. “Apa kabar Man?” Amanda menyapa Firman
terlebih dahulu. Kemudian dia tersenyum
menyapa Monrue.
Monrue tidak menjabat tangannya, dia
langsung duduk tersenyum menggodanya, sambil membuka kaca mata hitamnya. Sepertinya Monrue lagi pamer dia sedang
mengenakan Jaket hitam merk Armani hadiah dari Amanda. Amanda yang kurang perhatian bingung dengan
gaya Monrue yang terus menerus memamerkan jaketnya. Setelah beberapa saat dia tertawa, baru
menyadari itu.
“Ok,
it looks good on you.” Amanda
tertawa. “Kamu pakai apa saja ganteng Mon.”
“Nggak pernah dilepas tuh jaket Man,
Cukerpak gitu (baca: cuci kering pakai).” Firman memberikan informasi.
Amanda tertawa ringan.
“Kadang dry cleaning ditungguin ama dia, takut jaketnya ilang.”
Amanda benar benar tertawa
mendengarnya. “Segitunya.”
Monrue bahagia melihat Amanda bisa
tertawa lepas dengannya. Dia pun duduk
di satu sofa dengan Amanda, memegang tangannya. “Kamu apa kabar?” tatapan
Monrue teduh banget.
Amanda terpana, mendadak jadi kangen
Monrue, selain masalah kesetiaan, Monrue memang lembut banget
memperlakukannya. Dia memang laki-laki
yang tahu membuat perempuan mabuk kepayang. Seakan ada jentikan yang
mengingatkannya tujuannya dia bertemu Monrue. Amanda jadi tersenyum. “Baik. Kamu gimana?”
“Kangen kamu.” Monrue tiba-tiba
manja.
Amanda jadi ilfil. “Ganteng kamu
jadi hilang manja gitu.”
Monrue pun cemberut.
“Langsung ke pointnya ya.” Amanda
pun menyerahkan dua undangan untuk mereka.
Keduanya memang sudah menduga tujuan
Amanda bertemu mereka. Tapi tetap saja
Monrue syok dengan apa yang ada di hadapannya. Dia membuka undangan itu dan melihat tanggal pernikahannya. “Secepat ini Man?” dia langsung sedih.
Amanda mengangguk. Dia pun berempati. Sebenarnya diapun sependapat dengan
__ADS_1
Monrue. Terlalu cepat memang. “Maaf ya.”
Kali ini Amanda yang minta maaf.
Seketika Monrue nangis.
Amanda dan Firman kaget. Serius nangis di tempat umum? Waduh keduanya
pun panik.
“Mon, jangan nangis dong!” Pinta
Amanda pelan.
Monrue langsung mengenakan kaca mata
hitamnya. “Kamu jahat. Bukan aku yang nggak setia, kamu yang jahat.”
Amanda garuk-garuk kerudungnya.
“Iya, aku jahat, maaf ya.” Amanda yang terus-terusan minta maaf.
Amanda melirik firman meminta
bantuan. Firman juga bingung
menghadapinya. Dia hanya melihat ke sekeliling
memastikan nggak ada orang yang mengabadikan moment konyol ini. Akhirnya pun ia ikut mengusap-usap punggung
Monrue, menenangkan dirinya.
“Kamu bisa maafin Fauzan, kenapa
kamu nggak bisa maafin aku?”
Amanda akhirnya menyerah, dia hanya
bisa diam. Membiarkan Monrue mencurahkan
isi hatinya. Masih mengelus-eluskan
punggung Monrue untuk bisa lebih tenang. “Aku harus memilih dari dua laki-laki baik yang sayang aku. Dua-duanya nggak sempurna, dua-duanya pernah
menyakiti aku. Tapi dua-duanya punya
jasa baik dalam hidupku.” Amanda berusaha menenangkan Monrue. “Ini memang terlalu cepat untuk kita. Tapi aku nggak boleh egois, Fauzan telah
menantiku begitu lama.” Amanda berusaha
meminta pengertian Monrue.
Sebetulnya Monrue sudah sangat paham
sih. Kan Fauzan juga sudah bicara
padanya. Tapi tetap saja berat untuknya.
“Aku punya kewajiban memberi tahu
kamu. Tapi kamu nggak punya keharusan
untuk datang kalau nggak bisa.”
Monrue masih menenangkan dirinya.
“Aku pulang ya.” Amanda pun bangkit dari duduknya.
Monrue menarik tangan Amanda yang
membuat dia menoleh ke Monrue.
“Peluk dong, sekali ini saja!”
Amanda mengangguk. Dia kembali duduk di samping Monrue untuk
memeluknya. Sesaat. Nggak lama kok. Kemudian Amanda pergi.
Monrue masih terdiam.
“Mon sudah dong. Malu kali!” Firman
mengingatkan bahwa ini tempat umum.
“Au ah.”
Untuk
menghindari drama, akhirnya diputuskan Monrue tidak akan datang di pesta
pernikahan Amanda dan Fauzan. Monrue
mengabarinya di malam sebelumnya. Amanda
maklum. Dia pun menekankan bahwa mereka
akan tetap menjadi teman, dan pintu rumah Amanda terbuka kala Monrue ingin
berkunjung. Tapi yang hadir tanpa
undangan di pernikahan Fauzan dan Amanda justru para wartawan gossip. Tentu saja Amanda terheran-heran, kenapa ia
menjadi berita untuk mereka? Awalnya Amanda mengira para wartawan hadir mencari
berita karena memang Amanda mengundang beberapa artis, produser dan sutradara
yang pernah terlibat kerja sama dengan dirinya. Tapi hingga acara selesai dan para tamu pulang, para wartawan masih saja
menantinya. Amanda dan Fauzan tentu saja
bingung.
Akhirnya Amanda dengan sedikit salah
tingkah menemui para wartawan. Dan
mereka pun bertanya tentang hubungannya dengan Monrue. Karena gugup dan tidak terbiasa dengan para
wartawan Amanda pun bicara sekenanya. Bahwa ia adalah fans nomer satu Monrue. Dan dia bahagia pernah mengenal Monrue. Setelah itu diapun ngacir karena bingung harus bagaimana lagi. Fauzan pun akhirnya menjadi tameng Amanda
dari para wartawan gossip tersebut.
Fauzan, Amanda dan anak-anak mereka
masih bingung apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa para wartawan baru sekarang bertanya tentang Monrue, ketika malah
justru semuanya telah berakhir. Akhirnya
Citra lah yang memecahkan misteri itu ketika ia sedang nonton TV. Ternyata sedang viral dua video rekaman
antara Monrue dengan Amanda. Pertama
adalah video di café ketika Monrue menangis mendapatkan undangan pernikahan
dari Amanda, dan yang kedua adalah rekaman video dimana Monrue membacakan ikrar
talak. Wow, ini para pencari berita bisa
dapat rekaman dari mana ya?
__ADS_1
Monrue akhirnya menelepon, minta maaf
atas ketidaknyamanan di hari pernikahan mereka. Amanda dan Fauzan maklum bukan salah Monrue kok. Monrue pun minta ijin agar bisa
mengklarifikasi apa yang terjadi. Amanda
mengijinkan Monrue untuk jujur pada wartawan, toh sudah selesai juga kok. Untuk apa disembunyikan lagi.
Dua hari berselang, akhirnya Monrue
tampil. Dia menceritakan yang
sebenarnya, bahwa benar Amanda adalah mantan istrinya, mereka bersama selama
lima tahun. Dan sekarang telah berakhir,
Amanda pun telah kembali rujuk dengan mantan suaminya.
Ternyata kalirifikasi Monrue membuat
berita semakin blunder. Alih-alih membuat suasana tenang. Justru banyak komentar pedas untuk
keduanya. Dikabarkan Amanda cewek
matrelah, numpang tenarlah, Fauzan pebinor, dan lain-lain. Sebenarnya Amanda nggak pengen pusing dengan
berita konyol itu. Tapi gerah juga kalau
di televisi beritanya hanya tentang dirinya dan segala fitnahnya. Diapun jadi
nggak tenang karena selalu dihubungi wartawan untuk klarifikasi. Hadeuh, mau tahu apa lagi sih, dia ini cuma
perempuan biasa kok. Sudah seminggu ini
akhirnya penghuni rumah Amanda memutuskan untuk tidak menonton TV, terutama pagi
dan sore hari. Waktu di saat acara
gossip ditayangkan. Tapi diam-diam Citra
memantau perkembangan berita tentang sang ibu. Sedih juga melihat sang ibu harus terluka dengan segala fitnahan
itu.
Akhrinya Monrue hadir lagi untuk
mengklarifikasi. Kali ini ia hadir dalam
sebuah talk show yang memang acara
yang memberi kesempatan para selebriti mengklarifikasi permasalahannya. Durasinya cukup panjang sehingga Monrue bisa
menjawab semua pertanyaan dengan jelas. Monrue mengawali penjelasan mengenai masalah materi. Dia menceritakan apa saja yang Amanda berikan
kepadanya, sebuah sepeda motor mewah, membantu melunasi apartemennya dan
terakhir memberikannya sebuah jaket mewah berharga puluhan juta. Dan ia pun membicarakan apa yang ia berikan
pada Amanda. Perhitungan singkat
menyatakan bahwa apa yang Amanda berikan padanya jauh lebih banyak dari apa
yang ia berikan pada Amanda. Pernyataannya menggaris bawahi bahwa Amanda bukan perempuan matre yang
digembar-gemborkan. Kemudian Monrue pun
menjelaskan bahwa selama lima tahun bersama Amanda sama sekali tidak
mengijinkan dirinya untuk memperkenalkan Amanda ke publik, bagaimana bisa
dikatakan bahwa Amanda numpang tenar? Dan yang terakhir dia pun menjelaskan tentang Fauzan. Bahwa Fauzan adalah laki-laki yang sangat
menghormati dirinya dengan datang padanya sebelum melamar Amanda lagi. Pernyataan itu membantah bahwa Fauzan merebut
Amanda darinya. Diakhir klarifikasinya
dengan berat hati Monrue menjelaskan duduk permasalahan kenapa hubungannya
dengan Amanda berakhir. Kesalahan ada
padanya, tanpa memberitahu apa yang terjadi.
Amanda terpaku dengan segala
penjelasan Monrue. Untuk apa dia sibuk mengklarifikasi yang membuat
pernyataannya yang merugikan dirinya? Semua itu hanya untuk membersihkan nama baik Amanda. Tapi apa yang
dilakukan Monrue sama sekali tidak berdampak baik untuk dirinya sendiri. Amanda sangat menghargai apa yang dilakukan
Monrue, semoga setelah ini semua menjadi tenang, dan tidak ada lagi pertanyaan
tentang dirinya.
Syukurlah, semuanya menjadi baik
setelahnya. Tidak ada lagi pertanyaan
publik untuk Amanda. Dan ternyata
pengakuan Monrue berdampak pada simpati publik karena Monrue berbesar hati
mengakui kesalahannya. Semua mendoakan
Monrue untuk bahagia dan cepat menemukan pendamping lagi. Semua berjalan kembali normal. Ah…
benar-benar melegakan.
Fauzan dan Amanda telah memulai
hidup mereka dengan baik. Amanda masih
kekeuh untuk tidak kembali ke rumah dulu mereka. Fauzan pun mengalah dengan tinggal di rumah
Amanda. Rumahnya ia kontrakan. Tapi diapun merenovasi ulang kamar tidur
Amanda dengan dirinya. Kalau nggak berubah takut-takut kalau Amanda ingatnya
justru Monrue. Amanda menyerahkan semua
pada Fauzan. Apapun asal membuat Fauzan nyaman.
Setelah Bimo kembali dari Belanda,
Monrue jadi punya alasan untuk sering main ke rumah Amanda. Dia sering kali datang untuk main PS bersama
Bimo dan Fauzan. Sering juga ia mengajak
Sean turut serta. Terkadang, Fauzan,
Bimo, Sean dan Monrue pergi entah kemana, atau mereka juga main sepeda
bersama. Amanda ditinggal berdua saja
dengan Citra. Ini apa-apaan sih? Kenapa terjadi ketidaksetaraan gender di sini?
Intinya semua berjalan baiklah. Bimo sudah
mulai bekerja di satu kantor pengacara. Ia pun sudah mendaftarkan diri untuk
__ADS_1
ujian pengacara. Tapi kok ya masih ada
waktu untuk main dengan para ayah itu.