Life After Forty

Life After Forty
Episode 21 season 4 hidup baru dengan wajah lama


__ADS_3

Setelah


Amanda bersedia menerima Fauzan kembali, mereka pun mengumumkan berita baik ini


kepada kedua anak mereka.  Tentu saja


Bimo dan Citra menyambutnya dengan gembira.  Ayah mereka tidak lagi harus pulang ke rumahnya di malam hari.  Mereka akan tinggal satu rumah.  Rencananya mereka akan menikah di akhir bulan


November, tapi Bimo meminta ditunda sebentar karena sekolahnya baru akan


benar-benar selesai di pertengahan Desember.  Bimo ingin menghadiri pernikahan orang tuanya.  Maka di putuskanlah pernikahan itu tanggal 26


Desember.


            Masih ada waktu enam minggu untuk


persiapan.  Amanda hanya menginginkan


pernikahan sederhana saja.  Cukup di


rumah mengundang tetangga dekat dan teman kantor.  Sudah tua lah, mau ngapain lagi sih?  Amanda hanya akan menghubungi kakaknya di


semarang untuk menikahkannya lagi.  Jadi


sekarang tinggal persiapan administrasi.  Mengurus surat-surat dari RT/RW dan kemudian ke KUA.  Lain halnya dengan Fauzan, ia menginginkan


pernikahan yang baik dan bermakna.  Suatu


perjuangan mendapatkan Amanda kembali dan baginya ini bentuk rasa bersalah atas


kesalahannya yang dulu dulu.  Ia ingin


melakukan syukuran yang benar-benar layak.


            Hadeuh, Amanda sama sekali tidak


menginginkan itu.  Yang dibutuhkan dari


seorang laki-laki adalah kesetiaannya.  Terlalu lelah dia harus berputar dalam masalah yang sama.  Dia ingin melangkah maju.  Tapi ya sudahlah, diikuti keinginan Fauzan


untuk melangsungkan pernikahan mereka di sebuah gedung.  Selain tetangga, Amanda akan mengundang teman


kantor terdekat dan sedikit orang dari rumah produksi. Sedangkan Fauzan akan


mengundang banyak koleganya baik kantor lama dan kantor barunya.  Atasan maupun bawahannya.  Tentunya Amanda akan mengundang Monrue dan


Firman pastinya.


Satu


minggu menjelang pernikahannya, dia menghubungi Monrue dan Firman.  Meminta mereka untuk bertemu di sebuah café


di Tebet.  Monrue masih sibuk membantu


artis muda mengerjakan single terbarunya.  Monrue terlihat begitu bahagia ketika bisa


bertemu Amanda. Pengen deh meluk Amanda, tapi pasti nggak boleh.  Terlihat Monrue sudah baik-baik saja


kok.  Senyumnya makin membuatnya segar


dan ganteng.  Ada sedikit desiran bahagia


di hati Amanda ketika bisa bertemu Monrue lagi.


            Amanda bangkit dari duduknya


menyambut kedatangan Firman dan Monrue. “Apa kabar Man?” Amanda menyapa Firman


terlebih dahulu.  Kemudian dia tersenyum


menyapa Monrue.


            Monrue tidak menjabat tangannya, dia


langsung duduk tersenyum menggodanya, sambil membuka kaca mata hitamnya.  Sepertinya Monrue lagi pamer dia sedang


mengenakan Jaket hitam merk Armani hadiah dari Amanda.  Amanda yang kurang perhatian bingung dengan


gaya Monrue yang terus menerus memamerkan jaketnya.  Setelah beberapa saat dia tertawa, baru


menyadari itu.


            “Ok,


it looks good on you.”  Amanda


tertawa. “Kamu pakai apa saja ganteng Mon.”


            “Nggak pernah dilepas tuh jaket Man,


Cukerpak gitu (baca: cuci kering pakai).”  Firman memberikan informasi.


            Amanda tertawa ringan.


            “Kadang dry cleaning ditungguin ama dia, takut jaketnya ilang.”


            Amanda benar benar tertawa


mendengarnya. “Segitunya.”


            Monrue bahagia melihat Amanda bisa


tertawa lepas dengannya.  Dia pun duduk


di satu sofa dengan Amanda, memegang tangannya. “Kamu apa kabar?” tatapan


Monrue teduh banget.


            Amanda terpana, mendadak jadi kangen


Monrue, selain masalah kesetiaan, Monrue memang lembut banget


memperlakukannya.  Dia memang laki-laki


yang tahu membuat perempuan mabuk kepayang. Seakan ada jentikan yang


mengingatkannya tujuannya dia bertemu Monrue.  Amanda jadi tersenyum. “Baik. Kamu gimana?”


            “Kangen kamu.” Monrue tiba-tiba


manja.


            Amanda jadi ilfil. “Ganteng kamu


jadi hilang manja gitu.”


            Monrue pun cemberut.


            “Langsung ke pointnya ya.” Amanda


pun menyerahkan dua undangan untuk mereka.


            Keduanya memang sudah menduga tujuan


Amanda bertemu mereka.  Tapi tetap saja


Monrue syok dengan apa yang ada di hadapannya.  Dia membuka undangan itu dan melihat tanggal pernikahannya.  “Secepat ini Man?”  dia langsung sedih.


            Amanda mengangguk.  Dia pun berempati.  Sebenarnya diapun sependapat dengan

__ADS_1


Monrue.  Terlalu cepat memang. “Maaf ya.”


Kali ini Amanda yang minta maaf.


            Seketika Monrue nangis.


            Amanda dan Firman kaget.  Serius nangis di tempat umum? Waduh keduanya


pun panik.


            “Mon, jangan nangis dong!” Pinta


Amanda pelan.


            Monrue langsung mengenakan kaca mata


hitamnya. “Kamu jahat. Bukan aku yang nggak setia, kamu yang jahat.”


            Amanda garuk-garuk kerudungnya.


“Iya, aku jahat, maaf ya.” Amanda yang terus-terusan minta maaf.


            Amanda melirik firman meminta


bantuan.  Firman juga bingung


menghadapinya.  Dia hanya melihat ke sekeliling


memastikan nggak ada orang yang mengabadikan moment konyol ini.  Akhirnya pun ia ikut mengusap-usap punggung


Monrue, menenangkan dirinya.


            “Kamu bisa maafin Fauzan, kenapa


kamu nggak bisa maafin aku?”


            Amanda akhirnya menyerah, dia hanya


bisa diam.  Membiarkan Monrue mencurahkan


isi hatinya.  Masih mengelus-eluskan


punggung Monrue untuk bisa lebih tenang.  “Aku harus memilih dari dua laki-laki baik yang sayang aku.  Dua-duanya nggak sempurna, dua-duanya pernah


menyakiti aku.  Tapi dua-duanya punya


jasa baik dalam hidupku.” Amanda berusaha menenangkan Monrue.  “Ini memang terlalu cepat untuk kita.  Tapi aku nggak boleh egois, Fauzan telah


menantiku begitu lama.”  Amanda berusaha


meminta pengertian Monrue.


            Sebetulnya Monrue sudah sangat paham


sih.  Kan Fauzan juga sudah bicara


padanya.  Tapi tetap saja berat untuknya.


            “Aku punya kewajiban memberi tahu


kamu.  Tapi kamu nggak punya keharusan


untuk datang kalau nggak bisa.”


            Monrue masih menenangkan dirinya.


            “Aku pulang ya.”  Amanda pun bangkit dari duduknya.


            Monrue menarik tangan Amanda yang


membuat dia menoleh ke Monrue.


            “Peluk dong, sekali ini saja!”


            Amanda mengangguk.  Dia kembali duduk di samping Monrue untuk


memeluknya.  Sesaat. Nggak lama kok.  Kemudian Amanda pergi.


            Monrue masih terdiam.


            “Mon sudah dong. Malu kali!” Firman


mengingatkan bahwa ini tempat umum.


            “Au ah.”


Untuk


menghindari drama, akhirnya diputuskan Monrue tidak akan datang di pesta


pernikahan Amanda dan Fauzan.  Monrue


mengabarinya di malam sebelumnya.  Amanda


maklum.  Dia pun menekankan bahwa mereka


akan tetap menjadi teman, dan pintu rumah Amanda terbuka kala Monrue ingin


berkunjung.  Tapi yang hadir tanpa


undangan di pernikahan Fauzan dan Amanda justru para wartawan gossip.  Tentu saja Amanda terheran-heran, kenapa ia


menjadi berita untuk mereka? Awalnya Amanda mengira para wartawan hadir mencari


berita karena memang Amanda mengundang beberapa artis, produser dan sutradara


yang pernah terlibat kerja sama dengan dirinya.  Tapi hingga acara selesai dan para tamu pulang, para wartawan masih saja


menantinya.  Amanda dan Fauzan tentu saja


bingung.


            Akhirnya Amanda dengan sedikit salah


tingkah menemui para wartawan.  Dan


mereka pun bertanya tentang hubungannya dengan Monrue.  Karena gugup dan tidak terbiasa dengan para


wartawan Amanda pun bicara sekenanya.  Bahwa ia adalah fans nomer satu Monrue.  Dan dia bahagia pernah mengenal Monrue.  Setelah itu diapun ngacir karena bingung harus bagaimana lagi.  Fauzan pun akhirnya menjadi tameng Amanda


dari para wartawan gossip tersebut.


            Fauzan, Amanda dan anak-anak mereka


masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.  Kenapa para wartawan baru sekarang bertanya tentang Monrue, ketika malah


justru semuanya telah berakhir.  Akhirnya


Citra lah yang memecahkan misteri itu ketika ia sedang nonton TV.  Ternyata sedang viral dua video rekaman


antara Monrue dengan Amanda.  Pertama


adalah video di café ketika Monrue menangis mendapatkan undangan pernikahan


dari Amanda, dan yang kedua adalah rekaman video dimana Monrue membacakan ikrar


talak.  Wow, ini para pencari berita bisa


dapat rekaman dari mana ya?

__ADS_1


            Monrue akhirnya menelepon, minta maaf


atas ketidaknyamanan di hari pernikahan mereka.  Amanda dan Fauzan maklum bukan salah Monrue kok.  Monrue pun minta ijin agar bisa


mengklarifikasi apa yang terjadi.  Amanda


mengijinkan Monrue untuk jujur pada wartawan, toh sudah selesai juga kok.  Untuk apa disembunyikan lagi.


            Dua hari berselang, akhirnya Monrue


tampil.  Dia menceritakan yang


sebenarnya, bahwa benar Amanda adalah mantan istrinya, mereka bersama selama


lima tahun.  Dan sekarang telah berakhir,


Amanda pun telah kembali rujuk dengan mantan suaminya.


            Ternyata kalirifikasi Monrue membuat


berita semakin blunder. Alih-alih membuat suasana tenang.  Justru banyak komentar pedas untuk


keduanya.  Dikabarkan Amanda cewek


matrelah, numpang tenarlah, Fauzan pebinor, dan lain-lain.  Sebenarnya Amanda nggak pengen pusing dengan


berita konyol itu.  Tapi gerah juga kalau


di televisi beritanya hanya tentang dirinya dan segala fitnahnya. Diapun jadi


nggak tenang karena selalu dihubungi wartawan untuk klarifikasi.  Hadeuh, mau tahu apa lagi sih, dia ini cuma


perempuan biasa kok.  Sudah seminggu ini


akhirnya penghuni rumah Amanda memutuskan untuk tidak menonton TV, terutama pagi


dan sore hari.  Waktu di saat acara


gossip ditayangkan.  Tapi diam-diam Citra


memantau perkembangan berita tentang sang ibu.  Sedih juga melihat sang ibu harus terluka dengan segala fitnahan


itu.


            Akhrinya Monrue hadir lagi untuk


mengklarifikasi.  Kali ini ia hadir dalam


sebuah talk show yang memang acara


yang memberi kesempatan para selebriti mengklarifikasi permasalahannya.  Durasinya cukup panjang sehingga Monrue bisa


menjawab semua pertanyaan dengan jelas.  Monrue mengawali penjelasan mengenai masalah materi.  Dia menceritakan apa saja yang Amanda berikan


kepadanya, sebuah sepeda motor mewah, membantu melunasi apartemennya dan


terakhir memberikannya sebuah jaket mewah berharga puluhan juta.  Dan ia pun membicarakan apa yang ia berikan


pada Amanda.  Perhitungan singkat


menyatakan bahwa apa yang Amanda berikan padanya jauh lebih banyak dari apa


yang ia berikan pada Amanda.  Pernyataannya menggaris bawahi bahwa Amanda bukan perempuan matre yang


digembar-gemborkan.  Kemudian Monrue pun


menjelaskan bahwa selama lima tahun bersama Amanda sama sekali tidak


mengijinkan dirinya untuk memperkenalkan Amanda ke publik, bagaimana bisa


dikatakan bahwa Amanda numpang tenar?  Dan yang terakhir dia pun menjelaskan tentang Fauzan.  Bahwa Fauzan adalah laki-laki yang sangat


menghormati dirinya dengan datang padanya sebelum melamar Amanda lagi.  Pernyataan itu membantah bahwa Fauzan merebut


Amanda darinya.  Diakhir klarifikasinya


dengan berat hati Monrue menjelaskan duduk permasalahan kenapa hubungannya


dengan Amanda berakhir.  Kesalahan ada


padanya, tanpa memberitahu apa yang terjadi.


            Amanda terpaku dengan segala


penjelasan Monrue. Untuk apa dia sibuk mengklarifikasi yang membuat


pernyataannya yang merugikan dirinya?  Semua itu hanya untuk membersihkan nama baik Amanda. Tapi apa yang


dilakukan Monrue sama sekali tidak berdampak baik untuk dirinya sendiri.  Amanda sangat menghargai apa yang dilakukan


Monrue, semoga setelah ini semua menjadi tenang, dan tidak ada lagi pertanyaan


tentang dirinya.


            Syukurlah, semuanya menjadi baik


setelahnya.  Tidak ada lagi pertanyaan


publik untuk Amanda.  Dan ternyata


pengakuan Monrue berdampak pada simpati publik karena Monrue berbesar hati


mengakui kesalahannya.  Semua mendoakan


Monrue untuk bahagia dan cepat menemukan pendamping lagi.  Semua berjalan kembali normal. Ah…


benar-benar melegakan.


            Fauzan dan Amanda telah memulai


hidup mereka dengan baik.  Amanda masih


kekeuh untuk tidak kembali ke rumah dulu mereka.  Fauzan pun mengalah dengan tinggal di rumah


Amanda.  Rumahnya ia kontrakan.  Tapi diapun merenovasi ulang kamar tidur


Amanda dengan dirinya. Kalau nggak berubah takut-takut kalau Amanda ingatnya


justru Monrue.  Amanda menyerahkan semua


pada Fauzan. Apapun asal membuat Fauzan nyaman.


            Setelah Bimo kembali dari Belanda,


Monrue jadi punya alasan untuk sering main ke rumah Amanda.  Dia sering kali datang untuk main PS bersama


Bimo dan Fauzan.  Sering juga ia mengajak


Sean turut serta.  Terkadang, Fauzan,


Bimo, Sean dan Monrue pergi entah kemana, atau mereka juga main sepeda


bersama.  Amanda ditinggal berdua saja


dengan Citra. Ini apa-apaan sih? Kenapa terjadi ketidaksetaraan gender di sini?


Intinya semua berjalan baiklah.  Bimo sudah


mulai bekerja di satu kantor pengacara. Ia pun sudah mendaftarkan diri untuk

__ADS_1


ujian pengacara.  Tapi kok ya masih ada


waktu untuk main dengan para ayah itu.


__ADS_2