
Jauh sebelum
mengenal Amanda, Ketika Fauzan masih kuliah di salah satu universitas Negeri di
Surabaya, ia dekat dengan seorang perempuan, namanya Aura. Mereka menjalin hubungan cinta sejak
awal-awal semester, sejak mereka bertemu pada masa orientasi. Ketika Fauzan merupakan panitia dan Aura
pesertanya. Aura dua tahun lebih muda
dari Fauzan. Aura juga kuliah di tempat
yang sama, mereka mahasiswa-i ekonomi. Aura jelas cantik, ada sedikit darah Tionghoa mengalir dalam dirinya,
membuat kulitnya begitu putih bersih, dia perempuan cerdas sudah pasti, lembut
dan sangat feminine. Orang tua Aura
adalah pengusaha sukses di Bali. Aura
ada di Surabaya hanya untuk menempuh pendidikan S1 nya. Sama halnya dengan Fauzan, Aura bisa
dikatakan ada di Surabaya sebagai perantau. Awal mulanya, sama sekali tidak ada rintangan dalam percintaan
mereka. Kedua orang tua mereka
menyetujui hubungan ini. Mereka berasal
dari latar belakang strata ekonomi yang kurang lebih sama, menyebabkan kedua
orang tua mereka benar-benar menyerahkan keputusan pada mereka. Fauzan mulanya berniat untuk melamar Aura
begitu ia selesai studi dan mendapat pekerjaan.
Permasalahan kemudian muncul ketika
orang tua Aura dilanda permasalahan ekonomi. Entah kenapa, orang tua Aura tiba-tiba bangkrut, sepertinya mereka kena
tipu. Aura cukup syok dengan kondisi
ekonomi keluarganya yang tiba-tiba memiliki banyak utang, tidak cuma Aura, ayah
Aura pun demikian syok hingga ia mendapat serangan stroke.
Pada suatu hari keluarga jauh dari
pihak ibu Aura datang menjanjikan bantuan, akan tetapi mereka mengingatkan
keluarga itu bahwa mereka punya janji yang belum mereka tepati, yaitu
menjodohkan Aura dengan anak tunggal mereka, Steven. Aura yang juga anak tunggal merasa bahwa ia
harus menolong orang tuanya dari kebangkrutan, untuk itu dia bersedia kembali
__ADS_1
ke pelukan steven. Karena memang waktu
SMA mereka memang pernah bersama. Sama
sekali tidak ada paksaan orang tua Aura agar Aura melakukan hal itu, Aura
melakukannya atas kemauannya. Akibatnya
tentunya ia harus putus dengan Fauzan.
Sebelum Aura menikah dengan Steven,
orang tua Aura memanggil Fauzan, mereka minta maaf dengan sangat, karena
sebenarnya mereka juga telah sayang Fauzan. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, dan mereka pun sangat menghargai
pengorbanan Aura untuk keluarganya.
Nggak ada jalan lain bagi Fauzan
selain menghormati keputusan Aura. Sebenarnya keluarga Aura tidak terlalu menyukai Steven kerena
perangainya yang kasar. Tapi Steven
berjanji bahwa dia akan berubah, demi Aura mau menerima lamarannya. Maka, begitu Aura mendapat gelar sarjana
ekonomi, Steven langsung menikahinya dan membawanya ke Amerika, karena Steven
tinggal di sana. Orang tua Aura pun
kembali membangkitkan usaha mereka.
Fauzan cukup patah hati karenanya,
dia sangat mencintai Aura. Karena
melihat Fauzan yang sulit melupakan Aura, maka orang tua Fauzan berinisiatif
menjodohkan Fauzan. Setelah sekian lama
mencari, akhirnya mereka ingat dengan ayah Amanda. Orang tua Fauzan sangat merasa utang budi dengan
ayah Amanda, karena ayah Amandalah yang mengenalkan ayah Fauzan dengan ibunya. Ayah Amanda adalah senior ibunya Fauzan
ketika mereka kuliah di Kedokteran, sementara ayah Amanda teman kost dari
ayahnya Fauzan. Maka ketika ayah Amanda
bertemu lagi dengan ibunya Fauzan, pada sebuah seminar kesehatan, sang ibu pun
bercerita tentang kekhawatirannya tentang Fauzan pada ayah Amanda. Beliaupun
pun menawarkan Fauzan bertemu dengan anaknya, siapa tahu jodoh. Dan benar saja, sejak pertama kali mereka dikenalkan,
__ADS_1
Fauzan langsung nggak mau pisah lagi dari Amanda.
Setelah belasan tahun nggak bertemu,
Fauzan tidak sengaja bertemu Aura di Batu, Jawa Timur. Saat itu kantor Fauzan sedang melaksanakan
training di kota itu. Dan Aura sedang
kabur dari rumah, mencoba menenangkan diri, dia menyepi di Batu, kota yang
sejuk dengan pemandangan yang Indah. Aura sedang ada konflik dalam rumah tangganya. Maka, ketika bertemu dengan Fauzan, jadilah
Fauzan sebagai tempat mencurahkan hati, kegalauannya dan kegundahannya. Fauzan yang begitu bahagia bertemu dengan
kekasih lamanya, dengan senang hati menyediakan waktu untuk Aura, bahkan ia
memutuskan menambah harinya untuk tinggal lebih lama di Batu.
Pertemuan itu menjadi tonggak Fauzan
dan Aura membuat janji, bahwa mereka akan bertemu secara rutin tiga bulan
sekali. Mengingat Aura adalah kepala
cabang satu perusahaan leasing yang
berpusat di Jakarta, membuat ia harus ke Jakarta tiga bulan sekali untuk
melaporkan perkembangan dan target pencapaiannya. Dalam pertemuan itu, pada akhirnya tidak
hanya Aura yang curhat, umumnya mengenai rumah tangganya dengan Steven, Fauzan
pun juga rajin curhat, awalnya tentang kejenuhannya dengan Amanda, kemudian
ketika ia jatuh cinta dengan Elly, lalu putus dengan Elly, dan perceraiannya dengan
Amanda, semua ia ceritakan pada Aura. Tidak hanya dalam pertemuan mereka pun seringkali saling curhat melalui
pesan singkat, atau telepon jarak jauh.
Mereka berkomitmen bahwa hubungan
yang mereka bangun kali ini atas dasar persahabatan. Tidak ada cinta lagi. Tapi anehnya setiap kali bertemu, setelah
mereka saling curhat dan mengobrol ringan, mereka mengakhirinya dengan
bercinta. Hm… persahabatan macam apa ini?
Fauzan selalu meyakinkan dirinya
bahwa dengan Aura tidak ada hubungan yang mengikat, karena tidak pernah ada
tuntutan dari Aura untuknya begitu juga dia yang tidak menuntut Aura. Komitmen
__ADS_1
mereka adalah bertemu sekali dalam tiga bulan. Itupun kalau pada saat Fauzan bisa, dan memang Aura harus ke Jakarta. Kalau tidak, ya sudah tidak ada yang
dipaksakan.