Life After Forty

Life After Forty
Episode 9 season 2. ep9: Perjalanan cinta terlarang


__ADS_3

Jauh sebelum


mengenal Amanda, Ketika Fauzan masih kuliah di salah satu universitas Negeri di


Surabaya, ia dekat dengan seorang perempuan, namanya Aura.  Mereka menjalin hubungan cinta sejak


awal-awal semester, sejak mereka bertemu pada masa orientasi.  Ketika Fauzan merupakan panitia dan Aura


pesertanya.  Aura dua tahun lebih muda


dari Fauzan.  Aura juga kuliah di tempat


yang sama, mereka mahasiswa-i ekonomi.  Aura jelas cantik, ada sedikit darah Tionghoa mengalir dalam dirinya,


membuat kulitnya begitu putih bersih, dia perempuan cerdas sudah pasti, lembut


dan sangat feminine.  Orang tua Aura


adalah pengusaha sukses di Bali.  Aura


ada di Surabaya hanya untuk menempuh pendidikan S1 nya.  Sama halnya dengan Fauzan, Aura bisa


dikatakan ada di Surabaya sebagai perantau.  Awal mulanya, sama sekali tidak ada rintangan dalam percintaan


mereka.  Kedua orang tua mereka


menyetujui hubungan ini.  Mereka berasal


dari latar belakang strata ekonomi yang kurang lebih sama, menyebabkan kedua


orang tua mereka benar-benar menyerahkan keputusan pada mereka.  Fauzan mulanya berniat untuk melamar Aura


begitu ia selesai studi dan mendapat pekerjaan.


Permasalahan kemudian muncul ketika


orang tua Aura dilanda permasalahan ekonomi.  Entah kenapa, orang tua Aura tiba-tiba bangkrut, sepertinya mereka kena


tipu.  Aura cukup syok dengan kondisi


ekonomi keluarganya yang tiba-tiba memiliki banyak utang, tidak cuma Aura, ayah


Aura pun demikian syok hingga ia mendapat serangan stroke.


Pada suatu hari keluarga jauh dari


pihak ibu Aura datang menjanjikan bantuan, akan tetapi mereka mengingatkan


keluarga itu bahwa mereka punya janji yang belum mereka tepati, yaitu


menjodohkan Aura dengan anak tunggal mereka, Steven.  Aura yang juga anak tunggal merasa bahwa ia


harus menolong orang tuanya dari kebangkrutan, untuk itu dia bersedia kembali

__ADS_1


ke pelukan steven.  Karena memang waktu


SMA mereka memang pernah bersama.  Sama


sekali tidak ada paksaan orang tua Aura agar Aura melakukan hal itu, Aura


melakukannya atas kemauannya.  Akibatnya


tentunya ia harus putus dengan Fauzan.


Sebelum Aura menikah dengan Steven,


orang tua Aura memanggil Fauzan, mereka minta maaf dengan sangat, karena


sebenarnya mereka juga telah sayang Fauzan.  Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, dan mereka pun sangat menghargai


pengorbanan Aura untuk keluarganya.


Nggak ada jalan lain bagi Fauzan


selain menghormati keputusan Aura.  Sebenarnya keluarga Aura tidak terlalu menyukai Steven kerena


perangainya yang kasar.  Tapi Steven


berjanji bahwa dia akan berubah, demi Aura mau menerima lamarannya.  Maka, begitu Aura mendapat gelar sarjana


ekonomi, Steven langsung menikahinya dan membawanya ke Amerika, karena Steven


tinggal di sana.  Orang tua Aura pun


kembali membangkitkan usaha mereka.


Fauzan cukup patah hati karenanya,


dia sangat mencintai Aura.  Karena


melihat Fauzan yang sulit melupakan Aura, maka orang tua Fauzan berinisiatif


menjodohkan Fauzan.  Setelah sekian lama


mencari, akhirnya mereka ingat dengan ayah Amanda.  Orang tua Fauzan sangat merasa utang budi dengan


ayah Amanda, karena ayah Amandalah yang mengenalkan ayah Fauzan dengan ibunya.  Ayah Amanda adalah senior ibunya Fauzan


ketika mereka kuliah di Kedokteran, sementara ayah Amanda teman kost dari


ayahnya Fauzan.  Maka ketika ayah Amanda


bertemu lagi dengan ibunya Fauzan, pada sebuah seminar kesehatan, sang ibu pun


bercerita tentang kekhawatirannya tentang Fauzan pada ayah Amanda. Beliaupun


pun menawarkan Fauzan bertemu dengan anaknya, siapa tahu jodoh.  Dan benar saja, sejak pertama kali mereka dikenalkan,

__ADS_1


Fauzan langsung nggak mau pisah lagi dari Amanda.


Setelah belasan tahun nggak bertemu,


Fauzan tidak sengaja bertemu Aura di Batu, Jawa Timur.  Saat itu kantor Fauzan sedang melaksanakan


training di kota itu.  Dan Aura sedang


kabur dari rumah, mencoba menenangkan diri, dia menyepi di Batu, kota yang


sejuk dengan pemandangan yang Indah.  Aura sedang ada konflik dalam rumah tangganya.  Maka, ketika bertemu dengan Fauzan, jadilah


Fauzan sebagai tempat mencurahkan hati, kegalauannya dan kegundahannya.   Fauzan yang begitu bahagia bertemu dengan


kekasih lamanya, dengan senang hati menyediakan waktu untuk Aura, bahkan ia


memutuskan menambah harinya untuk tinggal lebih lama di Batu.


Pertemuan itu menjadi tonggak Fauzan


dan Aura membuat janji, bahwa mereka akan bertemu secara rutin tiga bulan


sekali.  Mengingat Aura adalah kepala


cabang satu perusahaan leasing yang


berpusat di Jakarta, membuat ia harus ke Jakarta tiga bulan sekali untuk


melaporkan perkembangan dan target pencapaiannya.  Dalam pertemuan itu, pada akhirnya tidak


hanya Aura yang curhat, umumnya mengenai rumah tangganya dengan Steven, Fauzan


pun juga rajin curhat, awalnya tentang kejenuhannya dengan Amanda, kemudian


ketika ia jatuh cinta dengan Elly, lalu putus dengan Elly, dan perceraiannya dengan


Amanda, semua ia ceritakan pada Aura.  Tidak hanya dalam pertemuan mereka pun seringkali saling curhat melalui


pesan singkat, atau telepon jarak jauh.


Mereka berkomitmen bahwa hubungan


yang mereka bangun kali ini atas dasar persahabatan.  Tidak ada cinta lagi.  Tapi anehnya setiap kali bertemu, setelah


mereka saling curhat dan mengobrol ringan, mereka mengakhirinya dengan


bercinta. Hm… persahabatan macam apa ini?


Fauzan selalu meyakinkan dirinya


bahwa dengan Aura tidak ada hubungan yang mengikat, karena tidak pernah ada


tuntutan dari Aura untuknya begitu juga dia yang tidak menuntut Aura. Komitmen

__ADS_1


mereka adalah bertemu sekali dalam tiga bulan.  Itupun kalau pada saat Fauzan bisa, dan memang Aura harus ke Jakarta.  Kalau tidak, ya sudah tidak ada yang


dipaksakan.


__ADS_2