
Kali ini Teky sangat marah saat melihat data laporan mengenai perpajakan dan perdagangan yang sudah dilakukan para anggota Naosa Dhong Zeng yang bagi nya tidak sesuai sebab hal ini sangat menguntungkan bagi warga luar pulau sehingga warga pribumi yang menanggung beban kepada negara.
Maka pagi ini Teky, A Feng dan Zau Peng mendatangi sebuah gangster Fau Mau untuk meminta pertanggung jawaban mengenai pembelaan nya pada investor asing yang di lindungi nya selama puluhan tahun yang membuka usaha di wilayah pusat kota dan dermaga, Pasti nya gangster Fau Mau tidak bisa terima bisnis nya terusik oleh Teky.
" Di mana sarang mereka?"
Tanya Teky sambil berjalan menuju mobil nya.
" Mereka tinggal di dermaga tiga Tuan,"
Jawab Kohiro sambil membuka pintu mobil.
" A Feng dan Zau Peng ikut dengan ku yang lain tempat tinggal di sini, Urus masalah perdagangan di pusat perdagangan kota,"
Perintah Teky sambil masuk kedalam mobil nya.
Kemudian mobil Teky pun melesat menuju dermaga tiga di mana gangster Fau Mau melakukan aktivitas nya dalam berbisnis dan pasti bisnis nya banyak melakukan kecurangan dan sesuai aturan semua gangster wilayah dermaga dan pusat kota harus menyetorkan 40 persen kepada Naosa Dhong Zeng namun Fau Mau tidak melakukan nya sejak mengetahui bahwa saat ini Naosa Dhong Zeng yang memegang nya Teky Khozima.
" Teky apakah kamu yakin akan melenyapkan mereka?"
Tanya Zau Pan yang duduk di hadapan nya.
" Aku tidak pernah main - main,"
Jawab Teky dengan nada datar.
" Pasti nya kita akan meratakan tempat nya bila sampai mereka membuat perlawanan, Bukan kah begitu Teky?"
Ucap A Feng dengan memegang samurai sambil senyum sinis.
Tidak lama kemudian mobil itu pun tiba di dermaga tiga dan segeralah mereka bertiga turun dari mobil berjalan menuju sebuah gudang di mana pintu nya tertutup rapat dan ada beberapa pria bertubuh kekar berdiri di sekitar nya, Dengan tatapan penuh curiga para pria itu menghadang jalan mereka bertiga yang hendak masuk kedalam gudang tersebut.
" Siapa kalian dan akan kemana!"
Ucap lelaki bertubuh gempal dengan lantang.
" Kami mau bertemu dengan Simon Li Zu, Di mana dia?"
Jawab Zau Peng dengan tatapan sinis.
" Ada urusan apa?"
Tanya salah satu dari mereka.
Tanpa ada jawaban Teky, A Feng dan Zau Peng berjalan mendekati mereka dan mematahkan leher nya dalam waktu sekejab, Karena melihat hal tersebut maka sebagian ada yang berlari tunggang langgang masuk kedalam gedung untuk memberi tahu ada penyusup dan yang sebagian menghadang Teky sekuat tenaga.
Namun yang pasti mereka bukan lah lawan yang seimbang bagi Teky, A Feng dan Zau Peng dengan mudah nya mereka bertiga melumpuhkan penjagaan di depan gudang kemudian dengan berjalan santai mereka bertiga masuk kedalam gudang dan di sana sudah ratusan orang menghadang mereka bertiga dengan membawa kapak.
Tanpa banyak bicara Teky, A Feng dan Zau Peng membabat mereka tanpa ampun dalam waktu satu jam ratusan orang yang menghadang nya sudah tumbang di hadapan nya tinggal dua orang yang sedang duduk di sebuah kursi sofa yang mewah sambil mengusap keringat dingin dan menelan ludah melihat pemandangan yang mengerikan itu.
" Siapa dari kalian berdua yang bernama Simon Li Zu?"
__ADS_1
Tanya Teky sambil menyalakan rokok.
" Ada apa kamu mencari ku?"
Jawab seorang lelaki yang bertubuh tegap dan kekar.
" Oh jadi kamu yang bernama Simon Li Zu, Kamu sudah tahu kesalahan mu bukan atau perlu aku ingat kan?"
Tanya Teky sambil berjalan mengitari di mana Simon duduk.
" Semua perintah Zhe Do Feng, Bukan niat ku seperti itu sungguh aku sudah berkata jujur,"
Jawab Simon dengan nada ketakutan sebab leher nya sudah dikalungi kapak oleh Zau Peng.
" Lalu kamu akan menurut kepada saat ini dan siapa pimpinan mu saat ini?"
Tanya Teky sambil duduk di sisi kursi tempat Simon duduk.
" Iya baik aku menurut aturan dari Naosa Dhong Zeng tapi lepas kan aku jangan bunuh aku, Kasihan lah pada putra ku yang masih kecil aku berjanji akan mematuhi aturan di dermaga ini,"
Jawab Simon sambil mulai menangis merengek agar nyawa nya terselamatkan.
" Baik lah aku beri kesempatan tapi kamu harus tetap mendapat hukuman sudah berani melawan ku,"
Ucap Teky sambil memegang lengan Simon dan menarik nya ke atas meja.
" Hai akan kalian apakan tangan ku, LEPASKAN TANGAN KU!"
" A Feng lepaskan cincin di kelingking nya untuk membayar pajak yang belum dia bayar."
Perintah Teky sambil memegang erat tangan Simon.
Tanpa menunggu waktu lama A Feng pun mengayunkan samurai nya dan mendarat tepat di meja yang sudah ada tangan Simon di atas meja itu otomatis dalam sekejap terpisah lah jari kelingking dari telapak tangan Simon yang berada di atas meja lalu Teky melepaskan pegangan nya lalu mengambil sapu tangan di jas Simon untuk mengambil sebuah cincin yang berlumuran darah di atas meja.
" Ini baru peringatan dan jangan buat ku marah,"
Ucap Teky sambil melempar sapu tangan ke wajah Simon.
Kemudian mereka bertiga pun berjalan santai meninggalkan Simon dan kawan nya mereka menuju mobil nya dan akan menuju ke pusat perdagangan dan akan merombak semua peraturan yang selama ini memberatkan masyarakat pribumi yang sedang berdagang di sana.
Sepertinya pagi ini Teky, A Feng dan Zau Peng akan mendobrak dan membuat perubahan besar - besaran di bidang perdagangan namun ternyata sesampai nya di pusat pembelanjaan Teky melihat ada kerumunan di jalan dan anggota berhadapan dengan gangster yang bagi nya belum mengetahui siapa gangster Naosa Dhong Zeng yang di pimpin oleh Teky saat ini.
" Kenapa berhenti bukan kah masih jauh untuk menuju pusat perdagangan?"
Tanya Zau Peng dengan tatapan bingung.
" Seperti nya ada sampah yang perlu kita singkirkan terlebih dahulu,"
Jawab A Feng dengan senyum sinis.
Dengan senyuman yang mengerikan mereka bertiga pun keluar dari mobil dan di saat itu semua anggota Naosa memberi jalan kepada mereka bertiga hingga sampai di ujung jalan di mana Kohiro Siba sudah berdiri sambil memegang samurai di tangan nya yang sedang memandang kearah lawan nya di seberang jalan.
__ADS_1
" Siapa mereka?"
Tanya Teky sambil membuka botol minuman.
" Mereka mengaku gangster yang menguasai daerah sini Tuan dan menghajar salah satu dari kami saat membantu anak kecil yang sedang berdagang,"
Jawab Kohiro dengan tatapan fokus ke lawan.
" Di mana anak kecil itu bawa kemari,"
Perintah Teky sambil menutup botol minuman nya.
Tidak lama kemudian di bawalah anak kecil yang sedang berdagang kue ringan itu kepada Teky, Dengan wajah ketakutan anak kecil itu berdiri di samping Teky sambil di pegang pundak nya kemudian Teky memerintah untuk melepaskan pegangan nya agar anak itu tidak merasa takut kepada Teky lalu anak kecil itu di gendong dengan Teky sambil tersenyum ramah.
" Adik kecil mengapa kamu tidak bersekolah dan memilih berdagang kemana orang tua mu?"
Tanya Teky sambil tersenyum.
" Orang tua ku di bunuh mereka dan aku tinggal dengan Nenek ku yang lumpuh jadi aku harus berdagang agar bisa makan,"
Jawab anak kecil itu sambil menunduk.
" Oh jadi begitu, Lalu kamu ingin aku apakan mereka?"
Tanya Teky sambil senyum melirik kearah lawan.
Kemudian anak kecil itu tanpa berbicara hanya menggeser kan jari telunjuknya di leher nya lalu menunjuk ke arah mereka dan Teky hanya tersenyum sambil menggendong anak kecil itu membalikkan badan nya dan berjalan menuju mobil nya sambil berkata lakukan yang diinginkan anak kecil ini.
Dalam waktu sekejab semua anggota Naosan yang berjumlah ribuan maju bergerak menyerang gangster yang berani melawan dan menyakiti anak kecil akibat nya mereka tidak hanya babak belur tetapi ada juga yang meregang nyawa nya terkena sabetan samurai dari anggota Naosan Dhong Zeng.
Sejak saat itu para pedagang menjadi tenang sebab mereka tidak di ganggu lagi oleh para gangster yang melakukan pungutan liar dan mereka suka merusak tempat dagangan bila pemilik nya tidak membayar pajak yang di serahkan kepada Zhe Do Feng dan hal itulah yang di berantas oleh Teky sebab bagi dia itu sangat tidak manusiawi dan merugikan masyarakat.
Dengan ketegasan dan keberanian nya itu lah saat ini Teky mendapat sebutan KUMA yang berarti beruang menandakan diri nya sebagai seorang pemimpin yang sangat mengerikan ketegasan nya dalam bertindak, Saat ini semakin kuat dan banyak pendukung Teky dari kalangan masyarakat umum mau pun dari beberapa gangster kecil yang bersedia bergabung dengan nya.
Hal itu pasti nya membuat Zhe Do Feng sakit hati kepada Teky sebab saat itu anggota Zhe Do Feng semakin berkurang dan akhir nya Zhe Do Feng menggunakan jasa pembunuh bayaran untuk menghabisi Teky dan dua orang kepercayaan nya dalam waktu 24 jam dan pembunuh bayaran itu pun siap melaksanakan tugas nya.
" Habiskan mereka semua jangan sampai ada yang tersisa!"
Teriak Achida dengan mata terbelalak emosi.
" Ayah tenang lah aku akan menghabisi mereka semua utama nya Teky dan kedua orang kepercayaan,"
Ucap Zhe Do dengan senyum sinis.
" JANGAN MULUT BESAR! PERGI SANA KAMU SUDAH MEMBUAT KU GULUNG TIKAR ANAK TIDAK BERGUNA!"
Teriak Achida sambil mendorong tubuh Zhe Do agar pergi dari hadapan nya.
Apakah Zhe Do Feng dan orang bayaran nya mampu menghabisi Teky dan kedua sahabat nya ataukah semua akan berbalik merekalah yang akan di buat babak belur oleh Teky dan kedua sahabat nya, Lalu apakah Achida Do Feng mampu mempertahankan bisnis nya yang semakin meredup cahaya ataukah Achida akan menyerah dan bertekuk lutut di hadapan Teky?
Ikuti terus kisah perjalanan hidup Teky Khozima untuk merebut kembali milik Ayah nya dan membuat peraturan baru agar masyarakat menjadi sejahtera dan tidak merasakan penindasan lagi di tanah air nya, Jangan pernah bosan untuk selalu dukung author nya agar semangat nulis nya.
__ADS_1