
Setiap manusia pasti memiliki tujuan dalam hidup nya dan bila seseorang tidak memiliki tujuan dalam hidup nya maka ia hanyalah membuang waktu saja, Maka dari itu selama masih di beri waktu capai lah tujuan kita meski berat rasa nya dan penuh rintangan sebab semua itu agar kita lebih tangguh dalam menghadapi segala hal.
Begitu juga yang di alami oleh Teky Khozima yang memiliki tujuan hidup untuk lebih baik lagi dan ternyata saat diri nya pergi ke kota tidak hanya sekedar merubah hidup nya namun ia mendapat kan sebuah kebenaran mengenai siapa pembunuh Ayah kandung nya dan siapa sebenarnya Ayah kandung Teky Khozima.
Pasti nya hal itu tidak mudah untuk menggapai nya semua membutuhkan cucuran darah dan keringat untuk mencapai nya dan mengembalikan posisi kepemilikan grup Khawagurai ke tangan Teky Khozima yang awal nya di rebut oleh Achida Do Feng dari Hazimura Khozima bukan lain Ayah kandung dari Teky Khozima, Bisa kah semua itu akan sesuai rencana Teky Khozima dengan menggunakan kedua anak Achida sebagai alat untuk menekan Achida Do Feng.
Malam itu perseteruan antara kedua kubu masih berlanjut sedangkan Teky, Lie lie, Zhang dan Achida sedang berada di ruang kerja Achida untuk memaksa Achida menandatangani beberapa berkas kepemilikan grup bisnis Khawagurai yang didirikan oleh Hazimaru Khozima yang kini sudah berganti nama menjadi Dhong Zheng semenjak di pegang oleh Achida Do Feng.
Sedangkan di luar ruangan terdengar sangat berisik pertikaian antara kubu Shou Gun melawan anggota Teky yang berjumlah ribuan dan pasti nya saat itu Shou Gun berfikir mereka semua adalah anak buah nya Achida sebab Shou Gun tidak tahu menahu mengenai rumah Achida yang saat ini sudah di duduki oleh Teky dan para anggota nya yang berjumlah ribuan.
Saat ini Achida hanya mampu menangis di ujung ruang kerja nya meratapi nasib jari kelingking yang sudah terlepas dari telapak tangan nya dan seperti nya tidak ada satu pun di ruangan itu yang merasa iba kepada nya, Sedangkan saat itu Bibi Rose dan A Feng sedang menghajar Shou Gun di ruang keluarga.
" A Feng kemana Zau Pan dan suami ku?"
Tanya Bibi Rose sambil memukul kepala Shou Gun dengan nampan buah.
" Tadi aku melihat sedang berada di teras samping ruang tamu Bibi, PRAKK!"
Jawab A Feng sambil memukul wajah Shou Gun dengan keras.
" Baik lah aku akan mencari mereka dan kamu bawa gorila bodoh ini kepada Teky."
Ucap Bibi Rose sambil melompat dari atas meja dengan lincah.
Tidak butuh waktu lama A Feng sudah mampu meringkus Shau Gun dan membawa nya ke sebuah ruangan di mana Teky, Lie lie dan Zhang berada, Sedangkan di ruangan itu Teky sedang mengajak berbicara Zhang yang selama ini membantu bisnis Achida yang berada di luar wilayah.
" Zhang kamu pasti mengetahui kolega Ayah mu yang berada di luar wilayah kekuasaan ku, Tolong ambil kan beberapa berkas yang harus Ayah mu tanda tangani,"
Pinta Teky dengan diiringi senyum simpul.
" Berkas itu tidak ada di sini Teky,"
Jawab Zhang setelah mengikat Achida di sebuah pilar.
__ADS_1
" Aku tahu di mana dia menyimpan nya,"
Ucap Lie lie sambil meletakkan gelas di meja.
Kemudian Lie lie pun melangkah menuju pintu keluar dan di saat Lie lie membuka pintu terlihat lah A Feng sedang membawa Shou Gun yang sudah diikat tangan nya dengan wajah yang penuh luka lebam, Saat itu Lie lie sempat bingung dan berfikir akan di bawa kemana orang tersebut oleh A Feng.
" A Feng siapa orang itu dan akan kamu bawa kemana dia?"
Tanya Lie lie dengan tatapan bergantian kepada A Feng dan Shou Gun.
" Apakah kamu semudah itu lupa dengan orang yang akan membuang mu ke perbatasan kota?"
Jawab A Feng yang berbalik bertanya kepada Lie lie.
" Oh itu dia, Kenapa wajah nya jelek sekali, Ya sudah aku akan ke kamar mengambil berkas."
Ucap Lie lie sambil berjalan melewati A Feng dan Shou Gun.
Tidak lama kemudian A Feng dan Shou Gun masuk kedalam ruang kerja milik Achida dan saat itu Zhang dan Teky sedang duduk di sebuah sofa, Dengan bersamaan pandangan Zhang dan Teky tertuju kepada A Feng dan Shou Gun sebab Teky berfikir Lie lie lah yang masuk kedalam ruangan itu setelah mengambil berkas di kamar Achida Do Feng.
Tanya Teky dengan nada tenang.
" Dia orang suruhan dari Xau Li Hu yang memiliki masalah dengan Achida dan saat ini seluruh anak buah nya sudah kita ikat di luar,"
Jawab A Feng sambil mendorong tubuh Shou Gun hingga terjatuh tepat di hadapan Teky.
" Bagus kalau begitu, Tinggal kan kami dan berikan minum kepada anggota dia sebab mereka pasti haus setelah bermain,"
Ucap Teky sambil menuangkan wiski ke atas kepala Shou Gun.
Alhasil teriakan Shou Gun pun terdengar sangat keras sebab merasakan perih dari luka nya yang tersiram wiski, Saat mendengar teriakan itu Bibi Rose, Paman Haruko dan Zau Pan menghentikan kegiatan nya mengikat anggota Shou Gun dan mereka pun saling melempar pandangan seakan-akan bertanya siapa yang sedang berteriak kencang tersebut.
" Jangan berteriak bodoh, Telinga ku jadi sakit PRAK!"
__ADS_1
Ucap Teky setelah menuangkan wiski keatas kepala Shou Gun lalu memukul kan botol nya ke kepala Shou Gun dengan keras.
Seketika Shou Gun pun jatuh pingsan tergeletak di lantai dan saat itu Teky memerintah Zhang dan A Feng untuk mengikat nya di pilar di mana Achida di ikat, Lalu tidak lama kemudian datang lah Lie lie, Bibi Rose, Paman Haruko dan Zau Pan kedalam ruangan tersebut, Saat mereka bertiga melihat Achida dan Shou Gun terikat di pilar tatapan mereka bertiga mulai aneh.
" Teky ini berkas yang kamu minta dan hanya aku temukan itu,"
Ucap Lie lie sambil meletakkan tumpukan map di hadapan Teky.
" Terimakasih bantuan nya Nona, Paman dan Bibi apakah kalian ada rencana untuk mereka berdua?"
Tanya Teky kepada Paman dan Bibi nya setelah berterimakasih kepada Lie lie diiringi senyum simpul.
" Aku tidak ada rencana mengajak nya bermain sebab saat ini aku lelah dan ingin tidur, Coba tanyakan kepada yang lain,"
Jawab Paman Haruko yang seperti nya sudah lelah bermain sedari tadi.
" Sama aku juga, Tapi seperti nya aku makan dahulu baru tidur,"
Imbuh Bibi Rose sambil memegang gagang sapu injuk.
" Bagaimana bila kita mengantarkan ia pulang ke rumah Xau Li Hu dengan di beri surat agar Xau Li Hu telah salah sasaran?"
Ucap Zau Pan dengan tatapan serius.
" Biar aku yang bicara dengan Xau Li Hu tidak perlu melalui surat, Seperti orang yang sedang berpacaran saja ide mu Zau Pan."
Jawab Teky sambil berjalan menuju pintu keluar dan memerintahkan salah satu anggota nya untuk menyiapkan mobil.
Sebenar nya semua yang berada di ruangan itu saling melempar pandangan dan bermain dengan pikiran nya masing-masing sebab mereka sangat yakin saat ini Teky memiliki tujuan lain mengenai Achida dan Shou Gun serta kali ini Teky akan membawa mereka berdua ke rumah perdana mentri Xau Li Hu orang yang sangat berpengaruh di kota tersebut.
Lalu apakah yang akan di lakukan Teky di rumah Xau Li Hu dan apa sebenarnya rencana Teky dengan membawa Achida Do Feng dan juga Shou Gun serta beberapa berkas yang baru saja di minta dari Lie lie, Apakah Teky akan melakukan negosiasi dengan perdana mentri atau kah Teky akan memporak porandakan rumah Xau Li Hu sama seperti rumah Achida beberapa waktu lalu?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1