
Malam ini udara terasa begitu dingin mencekam tidak seperti biasa nya, Sambil mengendarai mobil nya paman Haruko berfikir keras bagaimana cara berbicara kepada istri nya bukan lain Bibi Rose yang terkenal dengan watak keras, disiplin dan lumayan cerewet pasti nya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Paman Haruko yang sebenar nya tipe suami takut istri.
Tidak lama kemudian Paman Haruko sampailah di halaman rumah nya dan diri nya mulai berfikir keras kata - kata apa yang tepat bila nanti istri nya menanyakan mengenai Teky, A Feng dan Zau Peng yang tidak kembali bersama nya dan pasti nya diri nya terkena amarah istri nya bila mengetahui saat ini Teky telah menjadi ketua gangster Naosa Dhong Zeng yang menguasai perdagangan dan perpajakan wilayah pusat kota dan dermaga.
" Habis lah nasib ku kali ini, Apa yang harus ku katakan kepada istri ku mengenai Teky dan kedua sahabat nya bila aku berkata jujur pasti aku juga yang akan di persalah kan oleh nya."
Celoteh Paman Haruko sambil berjalan mondar mandir di depan mobil nya.
Saat itu Paman Haruko diliputi rasa cemas yang berlebihan dan sesekali pandangan Paman Haruko tertuju kepada jendela kamar nya yang terlihat masih menyala lampu nya menandakan istri nya belum tidur, Tanpa sengaja Bibi Rose melihat ke arah teras rumah nya sebab mendengar ada mobil yang berhenti namun mengapa suami nya dan Teky juga kedua sahabat nya belum terdengar masuk kedalam rumah hal itu mengundang kecurigaan Bibi Rose.
Siapa itu tadi yang datang mengapa tidak terdengar masuk kedalam rumah apakah terjadi sesuatu dengan mereka hingga tidak segera masuk, Sedang apa si buncit itu di depan mobil mondar mandir seperti itu lalu Teky dan kedua sahabat nya kemana mengapa tidak terlihat, Pasti terjadi sesuatu dan si gendut melarikan diri bukan menolong mereka!
Bergumam lah dalam hati Bibi Rose sambil mengintip dari balik kelambu melihat ulah suami nya yang lumayan konyol bagi nya, Dengan postur tubuh tambun dan perut yang buncit sedang berjalan tidak ada kejelasan di depan mobil dengan ekspresi wajah bingung dan takut kemudian Bibi Rose pun berinisiatif menghampiri suami nya di teras untuk menanyakan apa yang terjadi.
" Sedang apa diri mu di situ seperti orang linglung?"
Tanya Bibi Rose dengan nada tegas dan pandangan bingung sambil berdiri di depan pintu.
" Aku ... aku akan masuk hanya saja ...."
Jawab Paman Haruko yang mulai bingung membuat alasan.
" Hanya saja apa, Lalu kemana Teky dan kedua rekan nya mengapa tidak bersama mu, Apakah kamu meninggal kan mereka di sana?"
Tanya Bibi Rose dengan tatapan sinis.
" Bukan seperti itu tapi mereka lah yang ingin tinggal di sana dan saat ini Teky menjadi ketua Naosa Dhong Zeng yang menguasai perdagangan dan perpajakan wilayah pusat kota dan dermaga, Kan jadi ke lepasan aku bicara nya,"
Jawab Paman Haruko sambil menutup mulut nya dengan tatapan takut istri nya marah besar.
" Bagus itu baru keponakan ku berani mengambil hak nya dan mempertahankan nama baik keluarga nya,"
Ucap Bibi Rose dengan tatapan fokus kedepan dan berjalan mendekati suami nya.
" Berarti aku juga boleh ...."
Ucap Paman Haruko sambil menghadap ke istri nya dan menunjuk wajah nya dengan jari telunjuk nya.
__ADS_1
Saat itu Bibi Rose tidak memberi jawaban hanya mengepalkan tangan nya ke hadapan wajah Paman Haruko dengan tatapan wajah sinis yang mengisyaratkan bahwa Bibi Rose tidak mengijinkan Paman Haruko bergabung dengan gangster Naosa Dhong Zeng yang kini di pimpin oleh Teky, A Feng dan Zau Peng.
Di sisi lain malam itu juga Teky memerintahkan para anggota nya yang ternyata berjumlah 200 ribu orang untuk berkumpul semua dan melakukan kremasi pada para korban yang tadi telah melakukan perlawanan kepada Teky dan saat melakukan kremasi Teky berbicara kepada salah satu anggota Naosa Dhong Zeng untuk menanyakan beberapa catatan berkas mengenai bisnis Naosa Dhong Zeng di ruangan yang berbeda.
" Siapa nama mu?"
Tanya Teky sambil duduk di kursi yang mewah.
" Kohiro Siba Tuan,"
Jawab lelaki yang berdiri di hadapan Teky dengan tatapan lurus kedepan.
" Kohiro Siba, Aku mau segera bawa semua catatan mengenai bisnis yang di lakukan bos mu dahulu ke hadapan ku,"
Perintah Teky dengan pandangan datar ke arah Kohiro.
" Baik Tuan akan segera saya ambil,"
Jawab Kohiro Siba sambil membungkuk memberi hormat.
Setelah Kohiro Siba keluar dari ruangan itu segera lah Teky berbicara dengan kedua sahabat nya mengenai rencana mereka selanjutnya apa yang akan mereka lakukan untuk masyarakat dan apa saja sepak terjang mereka untuk memancing Zhe Do Feng keluar dari sarang persembunyian nya tanpa harus merangsek ke kandang nya di mana mereka pasti juga sudah menyusun strategi.
Tanya A Feng sambil berdiri di belakang Teky.
" Benar Teky pasti nya kamu tahu kan bagaimana selama ini mereka menyiksa masyarakat?"
Imbuh Zau Peng dengan tatapan serius kepada Teky.
" Iya aku sudah paham betul seperti apa sepak terjang mereka di dunia bisnis kegelapan ini dan juga bagaimana mereka memainkan roda perekonomian dan perpajakan, Pasti ini ada seseorang di balik nya yang lebih berkuasa,"
Jawab Teky sambil berdiri di depan jendela dan pandangan tertuju kepada para anggota nya sedang mengangkut para jenasah untuk di kremasi.
" Pasti Zhe Do Feng di balik mereka semua dan kita harus segera memusnahkan mereka,"
Ucap A Feng dengan nada geram.
" Bukan hanya dia tapi pasti ada yang lain yang mendukung pergerakan mereka hingga bisa menjadi seluas ini,"
__ADS_1
Jawab Teky sambil memegang gelas berisi teh hijau.
" Siapa yang kamu maksud Teky?"
Tanya Zau Peng dengan nada dan mimik wajah penasaran.
" Achida Do Feng, Dia lah otak semua ini dan aku sangat yakin bahwa Zhe Do Feng dan Jin Do Feng hanyalah alat bagi kejayaan Achidah Do Feng."
Jawab Teky dengan nada penuh emosi.
Saat itu A Feng dan Zau Peng hanya mampu diam sambil dalam hati dan pikiran mereka saling melemparkan pertanyaan yang bagi mereka rencana Teky sangat mengerikan untuk menghancurkan Achidah Do Feng yang sudah terkenal siapa diri nya di dunia bisnis kegelapan dan sangat terkenal kekejaman nya bahkan tidak segan untuk menghilangkan nyawa siapa pun yang bagi nya tidak sependapat dengan nya.
Dan lagi anggota Achida Do Feng memiliki anggota yang berjumlah puluhan ribu dan hal itu yang membuat mereka merasa ciut untuk menghabisi Achida Do Feng namun semua itu tidak membuat Teky Khozima berkecil hati atau pun gentar untuk menghancurkan nya sebab bagi Teky Khozima tidak ada yang mustahil bila diri nya mau berusaha meski pun lawan nya lebih berkuasa.
Setelah itu Teky, A Feng dan Zau Peng menuju kamar yang tersedia di situ untuk beristirahat sejenak untuk memulihkan tega mereka setelah semua yang sudah mereka hadapi bersama namun Zhe Do Feng malam ini tidak bisa memejamkan mata nya sebab telah mengetahui bisnis nya yang sudah di hancurkan oleh Teky dan kedua sahabat nya.
Bahkan kini gangster yang di percaya oleh Zhe Do Feng untuk menghasilkan pundi - pundi uang terbesar bagi nya pun telah di duduki oleh Teky hal itu sangat membuat Zhe Do Feng tidak nyaman dan pasti pemasukan kepada nya akan turun drastis itu sangat berpengaruh dalam bisnis nya.
Hal ini tidak bisa aku anggap sepele selama tiga hari dia sudah mengusik dan mengganggu bisnis ku bahkan saat ini dia berani mengambil alih Naosa Dhong Zeng dan secara tidak langsung dia telah melumpuhkan pendapatan dari Dhong Zeng hal ini tidak bisa aku biarkan sebelum Ayah angkat mengetahui semua nya aku harus bertindak cepat!"
Bergumam lah dalam hati Zhe Do Feng sambil duduk di kursi mewah dalam ruang kerja nya yang serba lux namun tidak ada sebuah kedamaian atau ketenangan dalam hati dan pikiran nya, Ternyata Jin Do Feng dan Zhe Do Feng adalah anak angkat dari Ichida Do Feng yang di rawat sejak kecil sedangkan putra kandung dari Ichida Do Feng yang bernama Zhang Do Feng dan Lie Lie Do Feng masih bersekolah di negara lain belum kembali ke negara nya.
" Tuan kami mendapat berita bahwa Tuan Achida sedang menuju kemari bersama beberapa orang kepercayaan nya."
Ucap salah satu anggota sambil memberi hormat dengan menunduk kan badan nya di hadapan Zhe Do Feng.
" Pergi lah dan siap kan acara penyambutan."
Jawab Zhe Do Feng dengan raut wajah panik sebab Ayah angkat nya pasti marah besar saat ini.
Sial baru saja aku berfikir agar Ayah angkat tidak mengetahui hal ini tapi saat ini sudah ada di perjalanan menuju kemari, Berakhir lah nyawa ku malam ini.
Bergumam lah Zhe Do Feng dengan tatapan panik dan gelisah sebab pasti nya ayah angkat nya sudah tidak mempercayai diri nya lagi dengan di duduki nya Naosa Dhong Zeng oleh Teky dan di dalam hati Zhe Do Feng bertanya - tanya siapa sebenar nya Teky dan kedua teman nya mengapa bisa semudah itu mengambil alih bisnis terbesar nya dalam waktu singkat.
Seperti nya kali ini nasib Zhe Do Feng akan tamat di tangan Ayah angkat nya sebab sudah banyak membuat kerugian selama beberapa hari, Lalu apakah yang akan di lakukan Zhe Do Feng untuk menyelamatkan nyawa nya dari Ayah angkat nya apakah Zhe Do Feng akan mendatangi Teky dan merebut kembali Naosa Dhong Zeng dari tangan Teky atau kah menggunakan jasa orang lain untuk menghabisi Teky dan kedua sahabat nya?
Ikuti kisah perjuangan Teky Khozima untuk merebut Dhong Zeng yang dahulu pendiri nya adalah Ayah nya Teky namun di ambil alih oleh Achida Do Feng dengan cara licik dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1