LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 15 . WAKTU RAHASIA TERKUAK


__ADS_3

Pandai seperti apa pun orang menyembunyikan sebuah rahasia akan terbongkar juga pada akhir nya, Seperti saat ini rahasia Achida Do Feng akan di bongkar di hadapan Lie Lie putri kesayangan yang selama ini tidak mengetahui siapa sebenar nya Ayah nya dan mengapa sampai Ibu Lie Lie meninggalkan Ayah nya dan memilih hidup di luar negri bersama kedua anak nya waktu itu.


Ternyata semua rahasia Achida Do Feng yang memegang adalah Bibi Rose yang dahulu pernah bekerja di perusahaan transportasi milik Achida Do Feng sebagai asisten pribadi dan waktu itu Bibi Rose telah membuat salinan beberapa berkas yang di anggap penting untuk menjatuhkan Achida Do Feng hanya saja saat itu Bibi Rose menikah dengan Paman Haruko jadi semua itu belum terlaksana.


Mungkin saat ini lah waktu semua terbongkar kebusukan Achida Do Feng dalam berbisnis yang banyak menekan masyarakat dengan berbagai macam pajak yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah namun semua menjadi berjalan lancar sebab ada hubungan baik Achida Do Feng dengan beberapa perdana mentri yang bisa meloloskan diri nya dari jeratan hukum.


Malam itu tiba lah Teky, Lie Lie, A Feng dan Zau Pan beserta beberapa ratus anggota Teky ke rumah Bibi Rose dan tidak butuh waktu lama Teky bersama yang lain masuk ke dalam rumah Bibi Rose, Saat itu Bibi Rose sedang menuruni anak tangga untuk menuju ruang tamu bertemu dengan Teky dan yang lain nya.


" Teky ada apa malam - malam kamu kemari bersama pasukan mu apa ada masalah lagi lalu siapa wanita itu?"


Tanya Bibi Rose sambil melangkah mendekati Teky dan yang lain.


" Tidak ada masalah, Dia ada lah Lie Lie putri dari Achida Do Feng,"


Jawab Teky sambil menyandarkan tubuh nya yang telanjang dada di sofa.


" Apakah dia jadi sandra mu dan akan kamu sembunyikan di sini?"


Tanya Bibi Rose dengan tatapan curiga ke arah Lie Lie.


" Maaf Bibi, Saya hanya ingin tahu kebenaran mengenai bisnis Ayah saya selama ini, Apakah benar yang di kata kan Teky kepada saya,"


Jawab Lie Lie dengan nada sedikit canggung.


" Oh masalah itu, Tunggu sebentar akan ku ambil kan,"


Ucap Bibi Rose sambil membalikkan badan nya berjalan menuju kamar nya.


Saat itu Teky memejamkan mata nya dan tanpa terasa mengalir lah air mata nya teringat cerita Bibi Rose mengenai pembunuhan Ayah nya yang di lakukan oleh Achida Do Feng dan bagaimana perasaan Ibu nya yang melahirkan diri nya tanpa ada seorang suami yang menemani pasti nya Ibu nya sangat menderita beban moril saat itu dan menjadi bahan gunjingan masyarakat.


" Sedang apa kamu di sini?"


Tanya Bibi Rose kepada Paman Haruko yang sedang duduk di pembatas lantai dua sambil memeluk kayu.


" Melihat Teky dan teman nya,"


Jawab Paman Haruko dengan wajah sedih.


" Bukan nya lekas tidur malah buat ulah, Masuk kamar tidak kamu!"


Ucap Bibi Rose sambil menarik daun telinga Paman Haruko.


Suara teriakan Paman Haruko membuat Teky terkejut dan membuka mata nya lalu melihat ke arah suara tepat nya di lantai dua rumah Bibi Rose dan hal itu hanya membuat Teky, A Feng dan Zau Pan tersenyum simpul sambil menggelengkan kepala melihat ulah pasangan suami istri yang unik dan konyol.


Tidak lama kemudian Bibi Rose sudah menuruni tangga dengan membawa sebuah kotak yang terbuat dari kayu berisi arsip penting mengenai semua bisnis Achida Do Feng dan hal kepemilikan Dhong Zeng grup bisnis yang menguasai ratusan perdagangan di wilayah kota dan wilayah dermaga yang saat ini banyak di salah gunakan fungsi nya oleh Achida Do Feng.


" Di dalam ini semua bukti yang kamu cari silahkan kamu baca sendiri dan simpulkan seberapa bejat nya Ayah mu selama ini,"


Ucap Bibi Rose sambil meletakkan kotak itu di atas meja.


" Silahkan baca tapi jangan coba - coba melenyapkan nya kecuali bila nyawa mu ingin berakhir di samurai milik A Feng,"


Ucap Teky sambil memegang tangan Lie Lie yang hendak membuka kotak di atas meja.


" Teky bersihkan tubuh mu dan Bibi akan mengambilkan baju untuk mu,"


Ucap Bibi Rose kepada Teky diiringi senyum simpul.


" Lalu bagaimana dengan ku Bibi?"


Tanya Zau Pan yang menggoda Bibi Rose sambil menunjuk wajah nya sendiri.

__ADS_1


" Kamu urus saja koala yang sudah di titip kan suami ku pada mu Zau Pan."


Jawab Bibi Rose sambil senyum simpul ke arah Zau Pan.


Seketika semua di ruangan itu tersenyum mendengar perkataan Bibi Rose dan ekspresi Zau Pan yang lumayan lucu namun tidak dengan Lie Lie yang sangat serius membaca di setiap berkas yang di pegang nya dan saat itu jantung Lie Lie berdetak sangat kencang sebab melihat semua kecurangan dan kelicikan yang di lakukan oleh Ayah nya selama ini.


Pantas saja Ibu lebih memilih meninggal kan Ayah dan pergi ke luar negri membawa ku dan Kakak waktu itu sebab seperti ini cara kerja Ayah yang menghalalkan segala cara bahkan Ayah Teky pun di bunuh oleh Ayah ku agar dapat mengusai Dhong Zeng pusat perdagangan yang terbesar di wilayah ini, Sungguh keterlaluan Ayah jadi pantas saja sekarang Teky menuntut balas kepada Ayah ku.


Bergumam lah dalam hati Lie Lie sambil masih membuka dan membaca lembaran kertas di dalam kotak itu di sisi lain ada Teky dan Bibi Rose yang sedang berbincang di ruang kerja Paman Haruko mengenai Lie Lie sebab pikir Bibi Rose Ayah nya Lie Lie tidak akan tinggal diam mengetahui putri nya di bawa oleh Teky.


" Teky apa yang terjadi sebenar nya sampai kamu membawa putri nya Achida kemari?"


Tanya Bibi Rose dengan serius kepada Teky.


" Dia ingin melihat bukti maka aku bawa kemari sebab Bibi yang memegang bukti itu kan,"


Jawab Teky sambil meletakkan jas nya di sofa.


" Apakah kamu tidak berfikir apa yang di lakukan mereka bila mengetahui putri nya kamu bawa?"


Tanya Bibi Rose dengan tatapan khawatir.


" Mereka sudah tau bahkan aku sedang menunggu reaksi mereka semua dan Bibi tenang saja ya aku tidak akan meninggalkan wanita itu di sini,"


Jawab Teky dengan tenang lalu melangkah menuju kamar mandi yang berada di ruang kerja Paman Haruko.


Anak ini benar - benar seperti Ayah nya dahulu sepak terjang nya demi membela rakyat pribumi bisa di acung jempol hanya saja orang yang berjiwa sosialis seperti mereka pasti banyak musuh nya sebab pasti di anggap merugikan, Semoga Teky bisa mengembalikan nama baik Dhong Zeng dan makin luas kekuasaan nya.


Bergumam lah dalam hati Bibi Rose sambil tersenyum melihat Teky dari arah belakang, Sedangkan di pihak Achida dan Zhang bersama pasukan nya mendatangi club malam di mana tadi Zhang melihat Teky membawa masuk Lie Lie kedalam namun sesampai nya di club malam itu mereka tidak menemukan Teky dan Lie Lie hingga murka lah Achida dan menghancurkan club malam itu.


Lalu salah satu pekerja club malam itu dengan luka yang cukup parah berlari mendatangi tempat di mana Teky bersama anggota nya berada dan meminta bantuan agar mereka mendapat perlindungan kebetulan sekali saat itu Teky tidak ada di tempat jadi anggota Teky segera mendatangi rumah Bibi Rose untuk melaporkan kejadian itu kepada Teky.


" Kak A Feng dimana Kak Kuma?"


" Ada apa kamu mencari Kuma apa ada masalah di markas sampai kamu gugup begitu?"


Jawab A Feng dengan tatapan curiga.


" Mereka merusak club malam dan menghancurkan kios kecil milik masyarakat pribumi yang baru saja di bangun Kak Kuma untuk warga pribumi Kak,"


Ucap anak buah Teky yang lain dengan nada panik.


" Seperti nya sudah datang para pecundang itu?"


Ucap Teky sambil menyalakan rokok nya menuruni anak tangga.


" Benar Kak, Bahkan pekerja di club malam itu di hajar hingga babak belur dan sekarang kritis di rumah sakit, Tadi kami yang membawa ke rumah sakit Kak,"


Penjelasan dari anggota Teky dengan wajah geram.


" Baik lah bila begitu mau mereka, Yang lain siap kan untuk pesta lebih besar lagi dari yang tadi dan saat ini biar aku dan Lie Lie yang menemui pecundang itu,"


Ucap Teky sambil mengenakan jaket kulit nya.


" Bersama ku!"


Ucap Lie Lie dengan terkejut dan terbelalak memandang ke arah Teky.


" Ada apa, Apakah kamu juga pecundang sama dengan mereka?"


Tanya Teky sambil memegang dan menarik lengan Lie Lie di bawa keluar rumah.

__ADS_1


" Aku memakai rok tidak mungkin bisa naik motor besar itu!"


Jawab Lie Lie dengan tatapan bingung.


" Bila seperti bisa kan?"


Ucap Teky sambil menarik Lie Lie duduk di pangkuan Teky di atas motor harley.


Lie Lie tidak bisa berkata - kata lagi hanya mampu diam sambil memeluk tubuh Teky sebab takut terjatuh tanpa menunggu waktu lama Teky memacu motor nya menuju pusat perdagangan di mana Achida dan Zhang berada di sana dan merusak kios para pedagang pribumi, Sedangkan pasukan Teky di pimpin oleh A Feng dan Zau Pan menuju pusat perdagangan dari arah yang berlawanan.


Tidak butuh waktu lama Teky dan Lie Lie sampai di pusat perdagangan dan motor yang dikendarai Teky sengaja berputar hingga membentuk huruf O di jalanan saat itu Lie Lie hanya bisa berteriak histeris karena takut jatuh dan pasti nya hal itu di dengar oleh Achida dan Zhang yang berada di dalam club malam.


" Berandal sialan itu sudah berani membuat putri ku ketakutan, Lihat saja sebentar lagi akan ku buat kamu ketakutan!"


Ucap Achida sambil bangkit dari duduk nya.


" Ayah tahan dulu kita harus melihat apakah dia bersama pasukan nya seperti tadi, Cukup aku yang terkena jebakan,"


Ucap Zhang sambil memegang lengan Ayah nya.


" DASAR ANAK TIDAK BERGUNA, LIHAT DI SANA ADIK MU SUDAH KETAKUTAN KAMU MASIH MEMIKIRKAN KESELAMATAN DIRI MU SENDIRI, ENYAH LAH DARI HADAPAN KU!"


Teriak Achida sambil mendorong tubuh Zhang hingga jatuh tersungkur di atas meja club malam.


Kemudian Achida pun segera melangkahkan kaki nya keluar dari club malam untuk mengambil Lie Lie dari pangkuan Teky yang sedang asik memacu motor harley nya berputar - putar di jalan tepat di depan gedung club malam itu dan saat melihat posisi Lie Lie berada di pangkuan Teky sambil memeluk tubuh Teky maka amarah Achida sudah tidak dapat di tahan lagi.


" HAI BERANDAL KEMBALIKAN PUTRI KU DAN KATA KAN APA MAU MU!"


Teriak Achida dengan nada geram.


Saat mendengar kalimat itu Teky pun menghentikan motor nya tepat di hadapan Achida tanpa ada rasa takut sedikit pun dan Teky menyapa dengan senyuman.


" Jadi ini Ayah mu Nona cantik, Apa tindakan mu setelah melihat bukti tadi?"


Ucap Teky tepat di telinga Lie Lie yang membuat Lie Lie bangkit rasa marah nya kepada Ayah nya.


" Biar kan aku turun,"


Ucap Lie Lie dengan tatapan marah kepada Ayah nya.


Lalu Lie Lie pun melepas pelukan nya dari tubuh Teky dan segera di turunkan Teky dari pangkuan nya saat itu Lie Lie segera berjalan menghampiri Ayah nya dan tanpa basa basi lagi Lie Lie menampar wajah Ayah nya sangat keras hingga Ayah nya terpelanting ke tong sampah dan saat melihat hal itu Teky hanya tersenyum dan tepuk tangan.


" Cam kan aku mulai detik ini bukan lagi putri mu sebab aku tidak pernah sudi memiliki Ayah seorang pecundang seperti mu, Pantas saja Ibu meninggalkan mu ternyata benar yang di katakan lelaki itu bahwa kamu memang seorang pecundang dan ingat aku bukan sandra bagi dia tetapi aku memilih dia jadi kekasih ku!"


Ucap Lie Lie di hadapan Ayah nya dan Zhang lalu pergi menghampiri Teky.


" ANAK DURHAKA MATI SAJA KAMU!"


Teriak Zhang sambil melempar kapak kearah Lie Lie.


Namun dengan cepat Teky menarik tubuh Lie Lie dan memegang kapak yang di lempar Zhang dan saat itu posisi Lie Lie berada dalam pelukan Teky.


" Begitukah cara mu memperlakukan wanita?"


Tanya Teky dengan senyum simpul dan melemparkan kembali kapak nya ke Zhang yang menancap tepat di pintu club malam.


Kemudian Achida berteriak memerintahkan anggota nya untuk menyerang Teky dan saat itu Teky mengajak Lie Lie berdansa di tengah jalan namun di setiap gerakan Teky dan Lie Lie mampu menjatuhkan para lawan nya hingga terpental cukup jauh, Sedangkan A Feng dan Zau Pan menyaksikan semua gerakan dansa Teky itu sebenar nya adalah sebuah jurus di sebuah perguruan.


Lalu apakah malam ini Achida dan Zhang mampu membawa Lie Lie pulang bersama mereka atau kah mereka berdua yang akan di antar Teky pulang menghadap Tuhan dan apakah Teky mau menerima Lie Lie menjadi kekasih nya apakah dalam hati Teky sebenar nya juga memiliki rasa kepa Lie Lie atau kah itu hanya perasaan Lie Lie saja?


Ikuti kisah perjalanan Teky Khozima untuk merebut kembali Dhong Zeng dan memperluas wilayah kekuasaan nya dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2