
Setiap manusia pasti memiliki sebuah tujuan dalam hidup nya dan sudah menjadi setiap orang akan berupaya untuk mencapai tujuan tersebut meski begitu banyak nya aral melintang yang menjadi penghalang nya dan tidak sedikit orang yang akan gagal dalam mencapai tujuan nya tersebut pasti nya hal tersebut kembali kepada diri masing-masing masih kah ingin fokus atau kah mengabaikan tujuan dalam hidup nya.
Begitu juga yang di alami oleh Chang Hu yang memiliki tujuan hidup untuk menghancurkan Teky Khozima pemimpin dari grup perdagangan terbesar di wilayah dermaga dan pusat kota sedang kan Chan Hu hanya berbekal dengan nama besar dari almarhum Ayah nya bukan lain Xau Li Hu yang tewas secara mengenaskan di tangan putra nya sendiri.
Pasti nya keberhasilan bukan di raih hanya dengan bersandar di balik nama besar seseorang namun keberhasilan di raih dengan kecerdasan dalam menghadapi permasalahan yang terkadang di luar kendali kita sama seperti yang di alami oleh Teky Khozima yang sedari awal berniat merubah nasib nya menjadi lebih baik tanpa mengetahui diri nya putra tunggal pewaris dari grup perdagangan terbesar yang bernama Khawagurai Khozima.
Namun semua Teky hadapi dan jalani dengan lapang dada dan memiliki sebuah keyakinan bahwa ia mampu merubah nasib nya sendiri dengan kegigihan nya dalam berusaha namun ternyata sebuah kisah terungkap bahwa siapa diri nya sesungguhnya dari sebuah rahasia yang di bongkar oleh Bibi Rose dan hal itu membuat Teky semakin yakin bahwa pilihan yang ia ambil tidak salah.
Kepercayaan diri Teky pun semakin tinggi dengan mendapat kan support dari orang terdekat nya ia memiliki kemampuan mengambil alih grup perdagangan yang dulu di diri kan Ayah nya yang telah di rampas oleh Achida Do Feng bisa kembali ketangan nya semua itu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah bagi Teky Khozima.
Namun kini Teky Khozima telah mencapai puncak keberhasilan nya menduduki Khawagurai Khozima dan menggerak kan roda perekonomian di wilayah pusat perdagangan dan dermaga lalu kali ini apa yang akan di lakukan Teky agar semua bisa terkendali dan masyarakat pribumi bisa kembali menikmati kemerdekaan dan kebebasan tanpa ada rasa kekhawatiran dan ketakutan?
Pagi ini Teky Khozima memanggil Zhang, Zau Pan dan A Feng, Ketiga orang yang di percaya oleh Teky dan pasti nya Teky akan membagi kan tugas kepada mereka bertiga kali ini, Sedang kan di sisi lain ada Bibi Rose dan Lie lie yang sedang berada di taman belakang sedang membicarakan tentang perasaan Lie lie kepada Teky yang sepertinya tidak pernah mendapat balasan sama sekali dari Teky.
" Lie mengapa wajah mu mendung kelabu dan seperti nya sebentar lagi muncul badai petir seperti itu sedangkan hari ini seperti nya sedang cerah?"
Tanya Bibi Rose sambil menikmati teh hijau.
" Aku sedang bingung Bibi, Apa yang harus aku perbuat agar Teky paham tentang perasaan ku kepada nya,"
Jawab Lie lie sambil memegang setangkai bunga krisan putih di tangan nya.
" Oh masalah itu rupanya, Memang nya bagaimana perasaan mu kepada Teky?"
Tanya Bibi Rose sambil sesekali melirik ke arah Lie lie.
" Sudah deh Bibi jangan berpura-pura tidak mengetahui,"
Jawab Lie lie dengan ekspresi wajah kesal.
" Aku tidak berpura-pura, Memang aku tidak tahu mengenai perasaan mu kepada keponakan ku yang menyebalkan itu,"
Ucap Bibi Rose sambil sesekali menahan senyum nya melihat ekspresi Lie lie yang lucu bagi nya.
Kemudian Lie lie pun mengutarakan semua apa yang di rasakan nya selama ini dan Bibi Rose menjadi pendengar setia dan mencoba memahami apa yang sedang Lie lie rasakan, Di sisi lain tepat nya di ruang kerja Teky Khozima sedang berbicara kepada Zhang, Zau Pan dan A Feng yang posisi nya saat itu mereka bertiga sedang duduk di hadapan Teky yang sedang membaca beberapa berkas di hadapan nya.
" Zhang, Kamu pernah berbicara mengenai beberapa orang kenegaraan yang sudah kamu kenal dan pasti nya kamu bisa kan membangun hubungan baik dengan mereka?"
Tanya Teky tanpa melihat ke arah Zhang dan tatapan fokus kepada beberapa berkas di hadapan nya.
" Bisa, Hanya saja untuk perdana mentri perhubungan aku tidak tahu siapa pengganti nya sebab Xau Li Hu sudah meninggal,"
Jawab Zhang dengan tatapan serius.
__ADS_1
" Baik lah kalau begitu pelajari beberapa berkas mengenai dermaga dan aku percayakan pada mu mengenai perpajakan di wilayah sana,"
Ucap Teky sambil menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Zhang.
Kemudian Zhang pun menerima tugas tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah yang akan terjadi begitu juga dengan Zau Pan dan A Feng yang di percaya untuk menjaga wilayah pusat perdagangan terbesar di wilayah tersebut dan mereka berdua pun mencoba mempelajari tugas mereka masing-masing.
" Kalian pelajari tugas dan wilayah yang harus kalian aman kan dan ingat jangan pernah membuat masyarakat pribumi merasa khawatir dan ketakutan bila ada yang melakukan pungutan liar maka selesaikan jangan menunggu aku yang harus turun tangan untuk menghabisi mereka, Paham kalian bertiga?"
Tanya Teky Khozima dengan tatapan bergantian kepada mereka bertiga.
Mereka bertiga pun dengan bersamaan mengangguk kan kepala tanda bahwa mereka memahami apa yang sudah di katakan oleh Teky sedangkan di sisi lain ada Chan Hu yang masih berusaha untuk menjatuhkan Teky untuk balas dendam atas kematian Ayah nya namun seperti nya usaha nya sia-sia sebab semua kolega Ayah nya menolak untuk di ajak bergabung dengan Chan Hu.
" Tuan Ricard bagaimana menurut anda mengenai tawaran saya waktu itu apakah anda berminat membangun hubungan bisnis dengan perusahaan saya?"
Tanya Chan Hu dengan senyum berharap.
" Mohon maaf Tuan Chan Hu untuk saat ini perekonomian sedang tidak baik jadi saya belum berani untuk berinvestasi di perusahaan anda."
Jawab Ricard orang asing yang beberapa saat lalu anggota nya berhadapan dengan Teky.
Setelah itu percakapan mereka di telepon pun di akhiri secara sepihak oleh Ricard yang merasa tawaran Chan Hu hanya untuk mengambil keuntungan pribadi dan akan hanya mengkambinghitamkan dari sisi negara nya saja dan pasti nya hal itu membuat Chan Hu marah besar sebab saat ini tidak ada satu pun yang berpihak kepada nya semua berpihak kepada Teky Khozima yang memiliki strategi dalam berbisnis yang matang.
Sedang kan saat ini Teky baru saja selesai berbicara dan membagi tugas kepada ketiga orang kepercayaan nya dan mereka bertiga pun keluar dari ruang kerja Teky dan ternyata Paman Haruko saat ini sudah berdiri di balik pintu ruang kerja Teky dan hal tersebut membuat mereka bertiga terkejut saat membuka pintu akan keluar.
Tanya A Feng dengan tatapan bingung.
" Aku akan berbicara dengan Teky empat mata, Maka dari itu aku menunggu kalian keluar dahulu,"
Jawab Paman Haruko dengan tatapan sedih.
" Masuk lah Paman,"
Ucap Teky sambil duduk di kursi kerja nya diiringi dengan senyum simpul seakan tahu apa yang akan di bicarakan Paman Haruko kepada nya.
" Awas kalian aku akan masuk jangan halangi jalan ku,"
Ucap Paman Haruko sambil mendorong pundak Zau Pan.
" Dasar orang aneh, Paling juga minta bantuan kepada Teky untuk di buatkan penangkaran boneka koala nya."
Ucap Zau Pan sambil melangkahkan kaki nya menuju tangga menuju lantai satu diiringi senyum simpul Zhang dan A Feng.
Kemudian masuk lah Paman Haruko kedalam ruang kerja Teky lalu duduk di hadapan Teky dengan wajah yang sedikit segan kepada Teky sedangkan saat itu Teky hanya memperhatikan gerak gerik Paman Haruko yang terlihat semakin salah tingkah di hadapan Teky yang hanya diam menunggu Paman Haruko berbicara namun seperti nya Paman Haruko kebingungan untuk menyampaikan nya.
__ADS_1
" Ada apa Paman, Seperti nya Paman sedang ada masalah?"
Tanya Teky diiringi dengan senyum simpul.
" Sebenarnya bukan aku yang sedang dalam masalah tetapi kamu yang sedang bermasalah Teky,"
Jawab Paman Haruko sambil sedikit canggung.
" Aku, Memang nya aku ada masalah apa Paman bukan nya semua sedang baik-baik saja?"
Tanya Teky dengan tatapan serius.
" Masalah nya itu, Kamu sudah cukup umur tapi sepertinya belum ada seorang wanita yang di samping mu lalu mau sampai kapan kamu seperti itu Teky, Sampai kapan kamu akan mengandalkan Bibi mu untuk menyediakan baju setelah kamu mandi?"
Jawab Paman Haruko dan bertanya kembali kepada Teky.
" Baik lah aku akan menikah besok pagi Paman,"
Ucap Teky dengan enteng dan sesekali menggelengkan kepala diiringi dengan senyum simpul.
" Hey ... asal saja kamu berbicara memang kamu akan menikahi siapa sedangkan kekasih saja kamu tidak memiliki?"
Jawab Paman Haruko dengan serius.
" Di sini kan ada dua wanita yang masih lajang antara A Feng atau Lie lie, Jadi tinggal aku tanya saja siapa yang bersedia menikahi ku Paman beres kan?"
Ucap Teky sambil tertawa lepas memandang ke arah Paman Haruko yang terlihat semakin bingung.
Kemudian Teky pun kembali berfikir mengenai perkataan Paman Haruko pagi ini dan ia pun berniat untuk menemui Lie lie dan menyampaikan niat nya untuk mengajak nya menikah namun seperti nya Teky bukan lah seorang lelaki yang bisa untuk berbasa basi dan semua ia sampai kan secara to the poin dan hal itu terkadang membuat wanita terkejut sebab bagaimana pun juga seorang wanita membutuhkan belaian dan perhatian dari seorang lelaki.
Hingga akhir nya mau tidak mau Bibi Rose dan Paman Haruko lah yang harus turun tangan demi kebahagian Teky Khozima keponakan kesayangan mereka berdua dan akhir nya Lie lie pun menerima tawaran Teky untuk mengarungi bahtera kehidupan bersama membangun keluarga mereka yang di penuhi cinta kasih sayang untuk anak-anak mereka.
Sedang kan untuk urusan bisnis Teky Khozima semakin melebarkan sayap nya hingga mampu masuk kedalam kenegaraan dan semua strategi bisnis nya tidak bisa di remehkan oleh negara dan kini Teky Khozima menjadi pimpinan dari 45 ribu pebisnis yang tersebar di berbagai wilayah dan semua bernaung di bawah bendera Khawagurai khozima, Suatu puncak keberhasilan yang sempurna bagi seorang Teky Khozima.
Ini lah akhir dari STORY LIFE TEKY KHOZIMA semoga dari kisah ini dapat di ambil hikmah nya bahwa di mana ada tekad di situ pasti ada jalan meski cobaan pasti menghadang dan Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa hidup akan selalu indah tapi juga ada mendung, kabut dan badai namun percaya lah kita tidak akan di tinggal kan sendiri oleh Tuhan di saat menghadapi semua itu dan selalu percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita hingga puncak keberhasilan kita.
...THE AND...
Sahabat reader yang setia kisah kehidupan selalu menarik untuk kita ambil hikmah nya atau di jadikan sebuah contoh atau motivasi dalam pribadi kita masing-masing, Kali ini saya sebagai author mencoba mengajak para reader untuk membuka dan menambah wawasan mengenai kisah tentang LEAK yang selama ini sering mendapat kan tanggapan negatif dari khalayak umum.
Mari sama-sama kita mengintip kisah LEAK sesungguhnya dari sebuah kisah yang di alami oleh penduduk asli daerah pulau dewata dan mungkin kisah yang akan saya suguhkan mampu menambah wawasan dan pembelajaran bagi para reader, Silahkan mampir di karya novel saya yang berjudul PEMBURU LEAK, Aku tunggu ya like, komentar dan rate kalian semua.
__ADS_1