LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 12 . PEMAKAMAN ZHE DO FENG


__ADS_3

Umum nya dalam sebuah pemakaman pasti suasana haru dan kesedihan yang terjadi namun seperti nya berbeda dengan pemakaman Zhe Do Feng kali ini yang menjadi ajang bertemu nya kedua gangster besar saat ini yang menguasai wilayah pusat kota dan wilayah dermaga bukan lain gangster Dhong Zeng yang di pimpin oleh Achida Do Feng dan gangster Naosa Dhong Zeng yang saat ini telah di pimpin oleh Teky Khozima.


Kedua gangster itu sangat berpengaruh di wilayah tersebut sebab Achida Do Feng bergerak di bidang transportasi mulai darat, laut hingga udara sedangkan Teky Khozima bergerak di bidang perdagangan dan perpajakan hingga kedua nya memiliki andil yang cukup besar dalam perekonomian suatu wilayah.


Setelah kejadian kemaren di babat habis anak buah nya Zhe Do Feng serta dua orang asing yang telah di bayar oleh Achida Do Feng untuk menghabisi Teky ternyata hal itu berbalik mereka lah yang menemui ajal nya dan semua anak buah Zhe Do Feng pun ikut menemui ajal nya sebab sudah berani menghadang Teki dan kedua sahabat nya saat itu.


Teky Khozima adalah sosok pemimpin yang bijaksana, tangguh, tegas dan di segani oleh seluruh anggota nya yang kini sudah berjumlah puluhan ribu tidak hanya itu sejak perdagangan dan perpajakan di pegang oleh Teky para masyarakat lebih tenang dalam berdagang sebab Teky melarang semua anggota melakukan pungutan kepada pedagang kecil utama nya rakyat pribumi.


Teky dan para anggota nya menekan siapa pun yang berinvestasi membuka usaha di wilayah nya bagi orang asing dengan peraturan yang sangat ketat tanpa ada kelonggaran sedikit pun bila berani melanggar maka tidak segan - segan Teky meratakan tempat usaha nya beserta keluarga pemilik usaha tersebut tanpa ada negosiasi lagi, Maka itu para investor akan berfikir ulang bila akan mendirikan sebuah usaha di wilayah kekuasaan Teky dan hal itu sangat merugikan bagi Achida Do Feng.


" Teky jam berapa kita menghadiri acara pemakaman Zhe Do Feng?"


Tanya Zau Pan sambil menikmati roti bakar di hadapan nya.


" Sebentar lagi, Kita tunggu Paman dan Bibi yang sedang bersiap - siap, Kemana A Feng?"


Jawab Teky sambil meletakkan kain di atas meja makan.


" Seperti nya dia sedang kurang sehat sebab semalam dia berkata pada ku bahwa tubuh nya demam,"


Ucap Zau Pan sambil sesekali melihat ke arah Teky.


Tanpa menunggu waktu lama Teky bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar dimana A Feng sedang beristirahat saat itu, Setelah sampai di depan pintu kamar A Feng kemudian Teky mengetuk pintu nya namun seperti nya tidak mendapat jawaban dan saat Teky akan membuka pintu nya di kejut kan dengan sapaan Paman dan Bibi nya yang baru saja keluar dari kamar.


" Teky sedang apa kamu di situ?"


Tanya Bibi Rose sambil merapikan rambut nya.


" A Feng kata nya sedang sakit maka nya aku ingin melihat nya itu tadi Bibi,"


Jawab Teky dengan tatapan polos.


" Sudah kamu tenang saja tadi sudah Bibi beri obat dia dan sekarang biarkan dia istirahat, Ayo kita segera pergi."

__ADS_1


Ucap Bibi Rose sambil memegang lengan Teky dan mendorong tubuh nya agar berjalan.


Kemudian mereka berempat pergi menuju rumah duka di mana Zhe Do Feng disemayamkan dan pasti nya Teky tidak datang sendiri di ikuti oleh ratusan anak buah nya untuk memberi penghormatan terakhir kepada Zhe Do Feng yang dulu juga pernah menjadi bos mereka, Di sisi lain ada Achida Do Feng, Zhang Do Feng dan Lie lie Do Feng yang berdiri di sisi jenasah yang berada di dalam peti.


Tidak lama kemudian datanglah rombongan Teky di rumah duka yang di ikuti oleh ratusan anggota nya masuk kedalam dan saat itu Achida Do Feng sangat geram melihat kehadiran mereka namun saat itu di tahan oleh Zhang Do Feng putra Achida Do Feng yang baru saja tiba dari luar negri bersama adik nya Lie lie Do Feng.


" Ayah tahan, Saat ini bukan waktu yang tepat,"


Ucap Zhang sambil tangan nya menghalangi langkah Achida.


" Untuk apa mereka kemari seperti nya mereka sengaja ingin menertawakan kehancuran ku!"


Ucap Achida dengan geram memandang ke arah Teky yang sedang memberi penghormatan terakhir.


" Aku tahu hal itu tapi jaga sikap Ayah di depan semua kolega Ayah jangan mencoreng muka sendiri,"


Jawab Zhang dengan nada penuh penekanan.


" Turut belasungkawa Tuan Achida, Tunggu giliran mu,"


Ucap Teky dengan sedikit berbisik dan diiringi senyum sinis kepada Achida.


Seketika mata Achida terbelalak memandang ke arah Teky dan saat itu Zhang Do Feng mendengar apa yang di ucap kan Teky kepada Ayah nya seketika tangan Zhang memegang lengan Teky dengan erat dan sorot mata yang penuh dendam, Saat itu Teky hanya menanggapi dengan senyuman sinis lalu pergi dari rumah duka itu dengan senyum sinis dan melemparkan sapu tangan putih di lantai setelah dimeremasnya.


Hal itu sebuah isyarat untuk para anggota Teky untuk menyerang dan menghabisi siapa pun yang berani menghalangi nya seketika terjadi lah perkelahian kedua gangster besar itu di dalam dan di luar rumah duka, Dengan sigap para anggota Achida melindungi Zhang dan Lie Lie serta membawa mereka bertiga ke sebuah ruangan yang lebih aman.


" Paman dan Bibi silahkan pulang terlebih dahulu, Aku harus menyelesaikan sedikit masalah ini terlebih dahulu,"


Ucap Teky sambil mengantar Paman dan Bibi nya kedalam mobil.


" Baik lah, Teky berhati - hati lah."


Ucap Paman Haruko sambil memegang pundak Teky.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil dan meluncur menuju pulang sedangkan Teky menghajar semua anggota Achida yang membawa senjata tajam namun Teky dan anak buah nya hanya membawa sepotong besi yang di ambil dari pembatas jalan, Tanpa memberi kesempatan sedikit pun Teky dan Zau Pan membabat habis siapa pun di hadapan nya.


Sambil melonggarkan dasi nya Teky dan Zau Pan masuk kedalam ruangan di mana berada jenasah Zhe Do Feng namun saat itu sudah tidak di temukan peti dan Achida serta kedua anak nya, Pasti nya Teky dan Zau Pan mencari keberadaan mereka saat ini namun seperti nya yang di temukan oleh Teky hanya lah peti jenasah dan Lie Lie yang berdiri di samping nya sambil menangis ketakutan.


" Kemana Ayah dan Kakak mu Nona?"


Tanya Teky sambil berjalan mendekati Lie Lie.


" Aku tidak tahu, Bila kamu ingin membunuh ku silahkan saja asal jangan sakiti Ayah dan Kakak ku dan biarkan kami menjalani proses pemakaman,"


Jawab Lie Lie sambil menunduk dan menangis.


" Kami tidak melukai wanita, Jadi sampaikan saja kepada Ayah dan Kakak mu agar menemui ku besok malam di pusat perdagangan tepat jam 9 malam."


Ucap Teky sambil membalikkan badan nya dan melemparkan potongan besi ke sisi ruangan.


Saat itu Lie Lie tidak habis pikir apa sebenarnya yang mereka rebut kan dan selama ini Lie Lie pun tidak mengetahui apa sebenar nya bisnis Ayah nya selama ini yang Lie Lie ketahui Ayah nya adalah pemilik bisnis transportasi yang menguasai di wilayah tersebut namun Kakak nya Lie Lie yang bernama Zhang mengetahui semua bisnis Ayah nya selama ini.


Dan pasti nya saat itu Teky dan Zau pan merasa geram sebab Achida bisa meloloskan diri dari incaran nya dan yang terjadi di rumah duka sudah di penuhi oleh para anggota Achida yang tergeletak di tanah tidak berdaya dan pasti nya begitu banyak kerusakan yang terjadi di wilayah tersebut, Setelah itu Teky dan Zau Pan menuju mobil nya dan meluncur menuju rumah Bibi nya untuk memastikan kesehatan A Feng.


Sedangkan Achida dan Zhang mulai membuat siasat untuk membalas Teky yang sudah mengacak - acak acara pemakaman Zhe Do Feng pagi tadi dan saat itu tanpa sengaja Lie Lie mendengar percakapan mereka berdua dan saat itu Lie Lie lumayan terkejut saat mendengar nya sambil menutup mulut Lie Lie berniat meninggalkan tempat itu namun karena terburu - buru Lie Lie menabrak sebuah guci hingga jatuh dari sebuah meja dan menimbulkan suara lumayan keras.


Seketika Zhang Do Feng menuju pintu dan membuka nya untuk memastikan siapa yang menjatuhkan guci dari atas meja namun saat itu tidak di temukan satu orang pun di sana dan yang terlihat hanyalah seekor kucing yang melompat ke atas genting jadi saat itu Zhang berfikir bahwa seekor kucing lah yang menjatuhkan guci tersebut, Sedangkan Lie Lie bersembunyi di sudut meja sambil menutup mulut nya.


Aku tidak menyangka ternyata selama ini Ayah dan Kak Zhang melakukan bisnis ilegal melalui tranportasi yang selama ini di pimpin oleh Ayah dan lelaki muda itu tadi ternyata pesaing dalam bisnis Ayah bahkan lelaki itu tadi yang membunuh Kakak ke dua Zhe, Tapi apa kah semua tidak bisa di bicarakan baik - baik dan mengapa harus saling membunuh.


Bergumam lah dalam hati Lie Lie sambil mengendap - endap berlari menuju kamar nya dan berpura - pura diri nya tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi, Namun rasa ingin tahu Lie Lie sangat lah kuat dan Lie Lie berniat untuk menemui Teky untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sebab dalam hati kecil Lie Lie meyakini bahwa sebenar nya Teky orang yang baik.


Lalu rencana apakah yang telah di buat oleh Achida dan Zhang untuk membalas dendam kepada Teky dan apakah Lie Lie telah menyampaikan pesan Teky untuk Achida dan Zhang yang di tunggu di pusat perdagangan tepat jam 9 malam atau kah Lie Lie sendiri yang akan menemui Teky dan para anggota nya yang terkenal kekejaman nya.


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.


__ADS_1


__ADS_2