LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 24 . LEPASKAN, RELAKAN, IKHLASKAN


__ADS_3

Semua yang terjadi dalam kehidupan kita terlepas dari hal yang menyenangkan atau menyedihkan kita harus bisa mengendalikan hati kita dengan cara mengikhlaskan, melepaskan dan merelakan apa pun itu bentuk nya, Sebab dengan begitu kita tidak terikat atau pun terpuruk di saat kita gagal atau di rundung kekecewaan.


Begitu juga dengan yang di alami oleh Achida yang mengalami posisi yang sangat terdesak saat ini dan itu lah yang di sebut hukum alam tabur tuai siapa yang menabur maka dia lah yang menuai, Meski ia akan melarikan diri dari semua masalah yang menghimpit nya ia tidak akan bisa bila Tuhan sudah berkehendak.


Siang ini kondisi rumah sakit begitu ramai karena ada nya perkelahian antara Xaung Ghu dengan Zhang belum lagi dengan ulah Bibi Rose dan Lie lie yang berusaha menerobos pintu yang sedang begitu banyak orang di sana hingga menimbulkan banyak pertanyaan.


Kali ini posisi Xaung Ghu orang bayaran Achida sudah terjepit oleh kaki Bibi Rose tepat di dada Xaung Ghu yang posisi nya terduduk di kursi roda, Sedang kan Bibi Rose sambil masih memegang kain pel basah memukul wajah Xaung Ghu.


" TURUN KAN KAKI MU, MEMANG NYA SIAPA KAMU BERANI MEMPERLAKU KAN KU SEPERTI INI!"


Bentak Xaung Ghu dengan mata terbelalak emosi.


" Dasar laki-laki tidak berguna, Badan saja besar, penuh tato, rambut panjang pirang sudah seperti ekor kuda tapi baru kena senggol kursi roda sudah jatuh, PLAK!"


Jawab Bibi Rose dengan nada geram menampar wajah Xaung Ghu dengan kain pel basah dengan keras.


" WANITA BODOH, SINGKIR KAN KAKI MU JANGAN MEMBUAT KU SEMAKIN MARAH!"


Teriak Xaung Ghu dengan wajah geram.


" Enak sekali kamu memerintah ku, Yang boleh memerintah ku hanya suami, PLAK ... PLAK!"


Ucap Bibi Rose sambil mengibaskan kain pel basah dengan keras ke wajah Xaung Ghu ke kiri dan ke kanan dengan keras.


Sedang kan saat itu Lie lie sambil memegang pinggang nya berusaha bangkit dari duduk nya dan berjalan melihat kondisi Zhang yang lumayan terluka parah saat itu, Di situ lah emosi Lie lie memuncak kepada Xaung Ghu yang telah membuat Zhang terluka, Tanpa butuh waktu lama Lie lie berjalan menghampiri Xaung Ghu sambil mengangkat tong sampah dan memukul kan nya tepat di kepala Xaung Ghu dengan keras.


BRAK ....


" La pingsan, Padahal aku belum puas menampar wajah nya itu tadi,"


Ucap Bibi Rose dengan tatapan kecewa melihat Xaung Ghu yang telah pingsan.


" Nanti saja di lanjutkan menampar wajah nya, Sekarang kita harus segera kembali sebab pasti nya Teky sedang menunggu kita kembali membawa Achida, BRAK ...."


Ucap Lie lie sambil meletak kan tong sampah yang berat dan ia pun terjatuh karena tidak menjaga keseimbangan tubuh nya.


" Ya jatuh, Tadi kenapa waktu mengangkat nya kuat tapi waktu mengembalikan nya malah jatuh dia tapi benar juga yang dia kata kan Teky pasti menunggu,"


Gumam Bibi Rose sambil melangkah melewati tubuh Lie lie yang tergeletak di lantai.


" Bibi akan pergi kemana bantu aku dan itu orang ikat dahulu agar tidak bisa kabur lagi, Main pergi saja,"


Ucap Lie lie sambil masih tergeletak di lantai.


" Iya kenapa aku lupa belum mengikat dia nanti kalau sampai dia kabur kita juga yang repot mengejar nya."


Jawab Bibi Rose melangkah lagi di atas tubuh Lie lie yang akan bangkit berdiri namun terjatuh kembali sebab terkena kaki Bibi Rose.


Sedangkan di ruang rawat ada Achida dan beberapa medis yang mencoba menenangkan Achida yang saat itu berniat akan melarikan diri dari rumah sakit tersebut, Pasti nya Achida ingin menghindar dari Lie lie dan Bibi Rose yang sudah berada di balik pintu ruang rawat inap tersebut.


" KALIAN SEMUA MINGGIR JANGAN HALANGI JALAN KU!"


Teriak Achida sambil menodongkan pisau buah ke arah dokter dan suster.


" Tuan tenang lah dahulu, Kondisi anda belum pulih lebih baik anda beristirahat agar segera pulih,"


Ucap salah satu dokter dengan tatapan panik.


Namun seperti nya usaha dokter dan suster untuk menenangkan Achida sia-sia maka dengan ekspresi wajah datar masuk lah Bibi Rose dan Lie lie ke ruangan tersebut untuk membawa Achida keluar dari rumah sakit tersebut pasti nya dengan cara mereka berdua.


" Dokter dan suster tolong keluar dan biar kami berdua yang menangani nya, Sebab hanya kami berdua yang bisa membuat nya tenang,"


Ucap Bibi Rose dengan nada sedikit berbisik kepada salah satu dokter.


" Maaf kalian siapa?"

__ADS_1


Tanya dokter dengan tatapan bingung melihat ke arah Bibi Rose yang masih terlihat seperti orang hamil karena perut nya penuh dengak selimut rumah sakit.


" Saya saudara nya dan itu gadis yang sakit pinggang adalah putri nya,"


Jawab Bibi Rose dengan tatapan lelah.


" Baik lah bila begitu, Nanti bila kalian membutuhkan bantuan kami silahkan hubungi kami di ruang piket."


Ucap dokter tersebut sambil memandang bergantian kepada Bibi Rose dan Lie lie.


Kemudian dokter dan suster berjalan meninggal kan ruangan sambil berfikir saat melihat kondisi mereka berdua yang aneh bagi orang yang melihat nya, Bibi Rose dengan menggunakan baju pasien rumah sakit dengan perut yang buncit seperti orang hamil sedang kan Lie lie rambut yang berantakan sambil memegang pinggang nya dan sesekali meringis kesakitan.


" JANGAN MENDEKAT KALIAN!"


Ancam Achida dengan mata terbelalak.


" Awas mata mu lepas nanti, Lebih baik kamu menurut pada kami sebelum kain pel basah ini menghajar wajah mu,"


Ucap Bibi Rose sambil berjalan mendekati Achida.


" Sudah ikat saja biar cepat Bibi, Ini punggung ku sudah semakin sakit jadi jangan lama-lama,"


Ucap Lie lie yang sibuk mencari obat salep di sebuah kotak.


" Baik lah kamu urus saja pinggang mu biar aku yang mengurus orang bebal ini."


Jawab Bibi Rose yang terus melangkah maju menghampiri Achida yang semakin ketakutan.


Saat itu sambil memutar kain pel basah di tangan nya Bibi Rose memandang ke arah Achida dengan tatapan sinis sedangkan posisi Achida semakin terpojok di ujung ruangan dengan wajah ketakutan di hajar oleh Bibi Rose dengan kain pel basah.


" Kamu pilih mau mengikat diri mu sendiri atau aku yang mengikat mu?"


Tanya Bibi Rose sambil melemparkan seutas tali kepada Achida.


" Tidak akan kamu bisa mengikat ku!"


" Kalau begitu kamu lebih memilih aku yang mengikat mu orang bebal!"


Ucap Bibi Rose yang mulai habis kesabaran nya.


Mulai lah Bibi Rose meluncurkan serangan ke wajah Achida dengan bertubi-tubi menggunakan kain pel basah hingga di ujung bibir Achida mulai mengucur darah segar dan wajah nya di penuhi dengan luka lebam hingga berakhir Achida pingsan tepat di ujung ruang rawat inap.


" Bibi apakah masih lama atau kah membutuhkan bantuan ku?"


Tanya Lie lie sambil memegang salep tanpa melihat ke arah Bibi Rose.


" Bantu aku mengikat nya dia sudah pingsan,"


Jawab Bibi Rose sambil mencuci tangan di wastafel.


" Wah ... hebat juga Bibi, Seperti nya aku harus berguru kepada mu,"


Ucap Lie lie dengan tatapan heran sebab dengan cepat Bibi Rose menghajar Achida sampai pingsan.


" Boleh saja tapi kamu harus jadi murid tingkat dasar terlebih dahulu,"


Jawab Bibi Rose sambil mengeringkan tangan nya.


" Tidak masalah lalu apa saja pelajaran dasar itu Bibi?"


Tanya Lie lie sambil membantu Bibi Rose mengilat Achida di sebuah kursi roda.


" Pelajaran melatih kesabaran dengan cara memberi kaman anak koala milik suami ku,"


Jawab Bibi Rose dengan tatapan serius lalu melangkah pergi meninggal kan Lie lie.

__ADS_1


" Kenapa seperti itu pelajaran dasar nya, Dasar guru yang aneh."


Bergumam lah Lie lie sambil sesekali menggelengkan kepala.


Sedangkan di rumah Achida Teky, A Feng, Zau Pan dan Paman Haruko membongkar sebuah lemari yang berisi berkas-berkas bisnis milik Achida yang penuh dengan kecurangan dengan bantuan beberapa petinggi negara untuk melindungi nya.


" Ini berkas sebanyak ini untuk apa ya?"


Ucap Paman Haruko sambil tolak pinggang di depan sebuah lemari besar.


" Untuk koleksi Paman, Biar kesan nya jadi orang penting,"


Jawab A Feng sambil membaca sesuatu berkas yang bagi nya mencurigakan.


" Koleksi kok berkas, Mending seperti aku koleksi nya koala kan bagus melestarikan flora dan fauna,"


Ucap Paman Haruko dengan bangga.


" Pasti lah Paman bagus sebab Paman tidak mungkin bisa koleksi wanita seperti mereka ya kecuali Paman ingin berurusan dengan Bibi Rose,"


Ucap Zau Pan sambil menunjuk sebuah foto yang terpajang di dinding ruangan itu.


Saat itu Paman Haruko hanya mampu membalas dengan lirikan sinis kepada Zau Pan sebab tidak mampu membalas perkataan Zau Pan yang memang fakta nya seperti itu, Sedang kan di sisi lain ada Bibi Rose, Lie lie, Zhang, Achida dan Xaung Ghu yang sudah tiba di teras rumah Achida saat itu.


" Teky dan kawan nya kemana ya?"


Tanya Bibi Rose sambil duduk di balik stir mobil.


" Mereka di dalam lah Bibi, Jadi wajar bila di luar sepi,"


Jawab Lie lie sambil membuka pintu mobil.


" Benar juga untuk apa Teky di teras memang nya mau ngantri sembako apa di rumah Achida dan sejak kapan Achida bagi-bagi sembako kan dia bos yang pelit, LIE LIE TUNGGU AKU."


Bergumam lah Bibi Rose lalu berteriak memanggil Lie lie yang sudah melangkah menuju rumah nya.


Kemudian Bibi Rose pun segera keluar dari mobil dan berlari kecil mengejar Lie lie yang berjalan di hadapan nya, Namun saat Lie lie akan menaiki anak tangga untuk menuju pintu rumah nya, Langkah Lie lie di tahan oleh Bibi Rose dan pasti nya Lie lie merasa bingung dengan ulah Bibi Rose yang suka aneh bagi nya.


" Lie lie tunggu dulu jangan masuk,"


Ucap Bibi Rose dengan tatapan serius kepada Lie lie yang berada di samping nya.


" Ada apa lagi si Bibi, Sudah deh tidak usah berfikir aneh-aneh begitu,"


Jawab Lie lie dengan tatapan lelah.


" Kita sudah bertarung antara hidup dan mati dan kita telah membawa kemenangan jadi sudah sepantas nya mendapat kan sambutan,"


Ucap Bibi Rose dengan menyipit kan mata nya sedangkan Lie lie masih susah memahami perkataan Bibi Rose yang semakin aneh.


" Penyambutan?"


Tanya Lie lie dengan tatapan bingung.


Di saat Lie lie sedang mencoba mencerna dan memahami perkataan Bibi Rose yang lumayan aneh dan susah di pahami dengan nalar manusia normal tiba-tiba Bibi Rose berjalan mendekati meja penjagaan yang di sana terletak pengeras suara lalu Bibi Rose pun mengambil nya.


" TEKY ... TEKY KHOZIMA KELUAR KAMU BERI PENYAMBUTAN UNTUK KAMI!"


Teriak Bibi Rose menggunakan pengeras suara dan saat itu reflek Lie lie menutup kedua telinga nya.


Pasti nya suara itu di kenali oleh Teky, A Feng, Zau Pan dan Paman Haruko, Lalu mereka pun saling melihat satu dengan lain nya sambil tersenyum mendengar teriakan Bibi Rose yang lumayan keras saat itu kemudian mereka pun menuju pintu keluar untuk menyambut kehadiran mereka.


Lalu apakah yang akan terjadi di saat melihat kondisi Achida, Xaung Ghu dan Zhang yang semua nya pingsan saat ini dengan posisi Achida dan Xaung Ghu terikat di atas mobil dengan ada sebuah tulisan yang tergantung di dada mereka berdua sedangkan Zhang berada di dalam mobil dengan luka yang lumayan parah.


Ikuti terus kisah mereka dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2