
Kata maaf belum tentu bisa merubah hati yang kecewa bahkan orang yang sudah terlanjur sakit hati bisa berpindah haluan atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya di lakukan sebab itu jaga hati kita agar tidak sampai kecewa seperti yang terjadi dengan Achida Do Feng, Zhang Do Feng dan juga perdana mentri Ayah dari Chan Hu yang merasa kecewa dengan sikap Achida Do Feng yang tidak segera bertindak.
Saat ini mereka bertiga sedang berkumpul di ruang kerja Achida Do Feng untuk membicarakan mengenai pernikahan Chan Hu dan Lie lie yang bisa saja di batal kan oleh Ayah nya Chan Hu yang melihat Lie lie di bawa Teky dan Achida Do Feng tidak bisa mengambil nya dan pasti nya hal itu sangat membahayakan bagi bisnis Achida bila tanpa ada nya dukungan dari pembesar negara yang menjadi bisnis nya.
" Tuan Xau Li Hu bersabarlah sebentar kami akan segera menjemput Lie lie, Jadi jangan lah mengeraskan hati Tuan Xau mengenai masalah ini,"
Ucap Achida mencoba membujuk Xau Li Hu yang sedang geram.
" Bukan aku sedang mengeraskan hati ku tetapi aku tidak ingin memiliki menantu bekas tidur dengan berandal jalanan, Jadi lebih baik batal saja perjodohan ini dari pada membawa aib di keluarga Hu nanti nya,"
Jawab Xau Li Hu dengan wajah geram.
" Tuan Xau kami tahu sikap putri kami sudah mempermalukan keluarga Tuan tapi berilah kesempatan sekali saja agar kami bisa menebus nya,"
Ucap Achida dengan nada merayu kepada Xau Li Hu.
" Baik lah aku beri satu kesempatan asal besok malam kamu datang ke rumah ku di acara makan malam dan bawa Lie lie bersama kalian, Bila tidak maaf terpaksa aku batalkan perjodohan ini,"
Jawab Xau Li Hu dengan nada mengancam.
Kemudian Xau Li Hu bangkit dari duduk dan berjalan meninggalkan ruang dengan wajah geram kepada Achida Do Feng yang di anggap tidak berguna sebab tidak mampu mengambil Lie lie dari Teky yang selalu di sebut berandal kota bagi sekumpulan orang yang selalu mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
Di sisi lain ada Teky, A Feng dan Zau Pan yang sedang berada di meja makan menikmati sarapan pagi sambil membicarakan wilayah dermaga yang saat ini semakin banyak berdatangan kapal asing membawa produk dari asal mereka tetapi tidak mau membayar perpajakan dan mereka semua mengatakan sudah membayar perpajakan kepada Achida Do Feng dan Xau Li Hu.
Sedangkan mereka berdua tidak menunjukkan bukti surat pembayaran tersebut kepada pihak perpajakan sehingga dari badan perpajakan negara semua uang perpajakan masuk ke pada Teky sebab dermaga dan pusat perdagangan kota masuk kedalam wilayah kekuasaan Teky.
" Teky kita harus segera bertindak sebab dari pihak perpajakan negara mencurigai kita yang menerima uang dari kapal asing yang masuk ke dermaga selama ini, Sedangkan kita tidak tahu menahu masalah itu,"
Ucap Zau Pan dengan nada serius.
" Kan semua ada bukti nya untuk apa kita pusing memikirkan hal tidak penting seperti itu?"
Tanya A Feng sambil menikmati roti di hadapan nya.
" Benar yang di katakan A Feng, Sebab selama ini kan aku sudah mengatakan masalah kapal asing yang masuk wilayah ku harus bagaimana?"
Imbuh Teky sambil melanjutkan menikmati sarapan pagi nya.
" Yang bertugas di sana sudah melaksanakan perintah mu tapi kapal asing masuk melalui dermaga 7 jadi mana mungkin terjangkau anggota kita,"
Ucap Zau Pan sambil melirik ke arah anak tangga sebab terdengar ada yang berjalan.
" Hai Lie lie mari sarapan bersama kami,"
Ucap Teky diiringi senyum simpul.
" Iya terimakasih, Kalian sedang membahas apa pagi - pagi seperti ini?"
Tanya Lie lie sambil menarik bangku samping A Feng.
" Membahas ...."
__ADS_1
Jawab Zau Pan yang belum sampai selesai mengatakan kaki nya sudah di injak dan di tendang oleh A Feng dan Teky bersamaan.
Kemudian mereka berempat saling pandang satu dengan yang lain sedangkan Zau Pan sambil mengelus kaki nya karena sakit terkena injak dan tendangan dari Teky dan A Feng maka berpura - pura tersenyum lalu Teky pun berpura - pura tersenyum kepada Lie lie sedangkan A Feng mencoba mengalihkan percakapan dengan menawarkan selai untuk roti.
Saat itu Lie lie merasa aneh dengan sikap mereka bertiga dan merasa ada yang di tutupi dari diri nya namun Lie lie mencoba tidak menanggapi sikap mereka bertiga yang lumayan aneh pagi itu, Di sela mereka sedang menikmati sarapan pagi tiba - tiba datang lah Zhang Do Feng ke rumah Teky.
" Ada perlu apa kamu kemari?"
Tanya Kasazi Teru anak buah Teky sambil berdiri menghadang Zhang Do Feng.
" Aku akan menemui bos mu, Beri jalan jangan halangi aku,"
Jawab Zhang dengan tatapan sinis.
" Apa kamu sudah membuat janji, Bila belum silahkan membuat janji terlebih dahulu,"
Ucap Kasazi dengan tangan yang mempersilahkan pergi.
" Apa kamu tidak tahu siapa aku, Berani - berani mengusir ku!"
Bentak Zhang sambil menarik kemeja Kasazi Maru.
" Lepaskan tangan kotor mu dari baju ku bila masih sayang dengan nyawa mu anak bodoh!"
Jawab Kasazi dengan tatapan kesal kepada Zhang.
" Dasar sampah, Sudah lupa siapa kalian berani mengancam ku, PLAK!"
Ucap Zhang melayangkan tamparan keras ke wajah Kasazi.
" Lepaskan dia,"
Ucap Teky sambil berdiri di depan pintu rumah nya.
" Kak Kuma, Orang ini memaksa masuk dan berlaku tidak sopan kepada Kak Kasazi,"
Ucap Takesi Kuga sambil menunduk menghadap ke Teky.
" Bawa masuk tamu tidak di undang itu ke ruangan ku,"
Perintah Teky sambil membalikkan badan dan berjalan menuju ruangan nya.
" Baik Kak Kuma."
Ucap Takesi sambil membungkuk memberi hormat kepada Teky.
Untuk apa Kakak ku kemari apakah dia sudah bosan hidup berani muncul di rumah Teky atau dia di perintah Ayah untuk menjemput ku pulang, Apa pun tujuan nya kemari aku tidak akan mau ikut dengan mereka sebab aku tahu niat Ayah dan Kakak ku pasti tidak benar sedangkan di sini mereka semua sangat menghargai aku dan memperlakukan aku dengan sopan, Aku harus berbicara dengan Teky sebelum ia berbicara dengan Kakak ku.
Bergumam lah dalam hati Lie lie sambil berjalan mengikuti Teky, A Feng dan Zau Pan sedangkan Zau Pan berfikir kedatangan Zhang pagi itu untuk bernegosiasi dengan Teky seperti yang diinginkan oleh Teky, Agar Achida segera memberikan Kawaghurai kepada nya dan Lie lie pun di serahkan kepada Achida Do Feng.
" Teky tunggu sebentar, Ada yang ingin aku bicarakan kepada mu,"
__ADS_1
Ucap Lie lie sambil memegang lengan Teky.
" Ada apa?"
Jawab Teky yang menghentikan langkah nya dan melirik ke tangan Lie lie yang sedang memegang lengan nya.
" Bisakah kita berbicara empat mata?"
Tanya Lie lie dengan nada memohon.
" Zau Pan, A Feng tinggalkan kami berdua,"
Ucap Teky tanpa menoleh ke arah mereka berdua.
Kemudian Teky melanjutkan langkah menuju ruangan di ikuti oleh Lie lie, Setiba di dalam ruangan Teky duduk di sofa dan Lie lie duduk di hadapan nya dengan tatapan gelisah dan salah tingkah dengan tatapan tajam Teky yang tanpa senyum sedikit pun dan ekspresi yang flat.
" Kata kan apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku,"
Ucap Teky dengan tatapan tajam tanpa ekspresi.
" Aku hanya ingin mengatakan bahwa Kakak ku kemari pasti dengan niat yang tidak baik dan bila ia meminta mu untuk mengembalikan aku kepada nya tolong jangan ijin kan ia untuk membawa ku pulang, Sebab aku tidak ingin hidup bersama mereka lagi,"
Jawab Lie lie dengan raut wajah memohon.
" Kata kan hal itu kepada nya dan itu hak mu untuk memilih ingin hidup dengan siapa,"
Ucap Teky diiringi senyum simpul lalu bangkit dari duduk dan memerintahkan Zhang masuk ke ruangan.
Kemudian tidak dengan waktu lama masuk lah Zhang ke ruangan bersama Kasazi dan Takesi setelah itu mereka berdua pun keluar dari ruangan dan yang ada dalam ruangan itu hanya Teky, Zhang dan Lie lie, Saat itu Teky mempersilahkan duduk dan memberikan segelas win kepada Zhang dengan senyum ramah tanpa tersirat ekspresi dendam atau pun marah.
" Untuk apa kamu menemui ku apakah ada hal yang sangat penting hingga membawa mu kemari?"
Tanya Teky sambil menikmati minuman di tangan nya.
" Benar, Aku ingin mengetahui siapa diri mu hingga berani membawa Lie lie bersama mu lalu mengapa kamu mengganggu bisnis keluarga ku?"
Tanya Zhang dengan tatapan serius kepada Teky.
" Adik mu sendiri yang memilih ikut bersama ku tanpa aku memaksa dan mengenai mengapa aku mengusik bisnis keluarga mu, Tanyakan kepada Adik mu sebab dia mengetahui semua bukti mengapa aku bertindak seperti itu,"
Jawab Teky sambil memainkan gelas di tangan nya.
" Dasar berandal berani nya kamu memutar balik kan fakta dan mengatakan adik ku yang mengetahui nya!"
Bentak Zhang dengan nada tinggi.
" Aku belum tuli jadi tidak perlu berteriak di hadapan ku, Silahkan kalian berdua berbicara aku beri waktu 30 menit,"
Ucap Teky lalu bangkit berdiri dan berjalan ke sisi jendela sambil melihat kondisi di luar apakah Zhang membawa anggota nya atau tidak.
Lalu apakah Lie lie akan mengatakan sesungguhnya kepada Zhang mengenai bukti - bukti yang sudah di lihat waktu di rumah Bibi Rose ataukah Lie lie akan berpura - pura tidak mengetahui bukti - bukti bahwa Achida telah membunuh Ayah nya Teky dan merebut bisnis nya juga?
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka semua hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.