
Seringkali di saat kita merasa ketakutan maka yang kita lakukan adalah berdoa kepada Tuhan dengan harapan Tuhan mampu menolong dan melepaskan diri nya dari segala rasa ketakutan nya sedangkan segala sesuatu yang terjadi kepada seseorang berawal dari apa yang sudah di lakukan nya lalu apa arti doa itu sesungguhnya apakah dengan hanya berdoa tanpa melakukan sebuah tindakan semua akan terselesaikan.
Bila seperti itu apakah tidak sebaik nya doa kita sebut sebagai takdir yang maha kuasa dan kita hanya berhak untuk melakukan nya saja tanpa harus meminta dan meletakkan permasalahan di bawah kaki Tuhan, Lalu apa sebenarnya arti doa itu sendiri, Menurut sudut pandang saya doa adalah sebuah tindakan yang mampu mewujudkan sebuah keinginan jadi bila hanya berdoa tanpa ada nya tindakan itu sama dengan sedang menjalankan takdir Tuhan tanpa ada sebuah upaya.
Begitu juga kali ini yang sedang di alami oleh Chan Hu yang berdoa kepada Tuhan dengan tekad nya untuk membalas dendam kepada Teky dan Lie lie sebab Chan Hu berfikir mereka berdua lah penyebab meninggal nya Xau Li Hu bukan lain Ayah kandung Chan Hu yang menjabat sebagai perdana menteri di wilayah tersebut.
Meninggal nya Xau Li Hu mampu menggemparkan wilayah pusat kota sebab selama ini ia adalah orang nomer satu yang menggerakkan roda perekonomian daerah yang kaki tangan nya bukan lain Achida Do Feng ketua dari grup perdagangan Dhong Zeng di wilayah tersebut hingga mampu menguasai wilayah dermaga sumber terbesar pendapatan wilayah pusat kota.
Namun kini semua sudah berubah setelah meninggal nya Xau Li Hu dan Achida Do Feng dan kini Dhong Zeng sudah beralih nama menjadi Khawagurai Khozima yang di pimpin oleh Teky Khozima putra pendiri grup perdagangan terbesar saat itu yang bernama Hazimaru Khozima, Lalu apakah Chan Hu mampu menandingi Teky Khozima sepak terjang nya demi memakmurkan masyarakat pribumi atau kah Chan Hu akan segera menyusul Ayah nya ke alam baka bila berani mengusik Teky Khozima yang sudah terkenal ketangguhan nya.
Pagi ini tempat tinggal Teky Khozima sudah lumayan ramai seisi rumah sudah sibuk melakukan aktivitas nya masing-masing namun seperti nya tidak dengan Teky Khozima yang saat ini masih berada di depan altar di mana di atas meja tepat di hadapan nya terpajang tiga foto bukan lain foto kedua orang tua nya dan foto Kak Shu Yen yang telah meninggal waktu itu.
" Paman akan pergi kemana kalian, Tumben memakai baju rapi seperti itu?"
Tanya Lie lie sambil meletakkan omlet sayuran di atas meja.
" Aku dan istri ku akan pergi ke asrama di mana Xau An tinggal sebab kami sudah lama belum menengok nya,"
Jawab Paman Haruko dengan wajah sedih.
" Lalu mengapa sedih begitu wajah nya Paman, Bukan seharus nya Paman bahagia akan berjumpa dengan putri semata wayang nya?"
Tanya Lie lie lagi sambil menuangkan susu kedalam gelas.
" Dia sedih karena pagi ini harus sarapan dengan omlet sayur buatan mu Lie,"
Jawab Bibi Rose sambil berjalan menuju meja makan.
" Hai Bibi, Sudah rapi juga Bibi, Memang nya ada apa dengan omlet sayur buatan ku apakah ada masalah?"
Tanya Lie lie bergantian memandang ke arah Bibi Rose dan Paman Haruko.
" Berdoa lah agar penyakit sawan mu tidak kambuh setelah makan omlet sayur, Sayang,"
Ucap Bibi Rose sambil menepuk pundak Paman Haruko.
" Bagaimana cerita nya setelah makan omlet sayur orang bisa terkena sawan Bibi?"
Tanya Lie lie sambil masih berdiri di sisi kursi dengan tatapan bingung.
Kemudian Bibi Rose menceritakan kepada Lie lie bahwa Paman Haruko trauma melihat sayuran sebab begitu banyak kisah menyedihkan yang berhubungan dengan sayuran salah satu nya kedua orang tua Paman Haruko meninggal tersambar petir saat sedang panen sayuran dan yang lebih menyedihkan bagi Paman Haruko adalah peliharaan nya koala mati di saat Paman Haruko memberi nya makan sayuran.
Setelah mendengar kisah mengenai Paman Haruko yang lumayan unik bagi Lie lie tidak lama kemudian datang lah Teky dan Zau Pan berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi, Saat itu Teky sudah merencanakan untuk pergi bersama Zau Pan dan A Feng ke beberapa tempat perdana menteri yang di agap Teky sudah melakukan kecurangan selama ini.
" Pagi semua, Mari sarapan oh iya mana A Feng apakah dia belum keluar dari kamar nya?"
Tanya Teky setelah menyapa yang sudah berada di meja makan.
__ADS_1
" Tadi pagi-pagi sekali A Feng dan Abang ku pergi ke dermaga lima kata nya ada masalah di sana sedangkan kamu masih tidur,"
Jawab Lie lie sambil meletakkan sepotong omlet sayur di atas piring Teky.
" Baik lah bila begitu nanti biar aku dan Zau Pan menyusul kesana, Terimakasih sarapan pagi nya Nona."
Ucap Teky diiringi senyum simpul kepada Lie lie yang duduk di samping nya.
Kemudian mereka berlima pun sarapan pagi bersama sambil membicarakan apa rencana Teky selanjutnya untuk memberantas orang-orang petinggi yang memiliki kepentingan pribadi dan pasti nya masyarakat pribumi lah yang menjadi korban nya sedangkan Teky bertekat untuk mensejahterakan masyarakat pribumi agar terlepas dari tekanan dan perpajakan yang mengikat leher mereka sehingga bernafas pun susah.
Di sisi lain ada Chan Hu yang sedang menemui Paman Fa She Hu bukan lain kerabat sekaligus rekan bisnis Xau Li Hu semasa hidup nya dan Chan Hu mencoba menjalin hubungan bisnis dengan nya yang di anggap Chan Hu bahwa Fa She Hu bisa membantu nya untuk membalas dendam kepada Teky dan Lie lie, Namun seperti nya kenyataan berbanding terbalik dengan ekspektasi Chan Hu sebab ternyata Fa She Hu sudah bergabung dengan Teky saat ini.
" Paman maaf pagi ini aku akan merepotkan mu,"
Ucap Chan Hu sambil menjabat tangan Fa She Hu.
" Duduk lah keponakan ku, Apa yang bisa aku bantu katakan lah,"
Jawab Fa She Hu diiringi senyum ramah.
" Paman pasti sudah mendengar berita tentang penyebab Ayah ku meninggal dan aku sebagai putra nya tidak akan tinggal diam, Aku berharap Paman bisa membantu ku kali ini,"
Ucap Chan Hu sambil menyerahkan koper yang berisi uang.
" Keponakan ku bisnis itu kejam tidak memandang saudara atau kawan semua bisa terjadi dalam dunia bisnis,"
Jawab Fa She Hu sambil melirik koper di hadapan nya.
Tanya Chan Hu sambil meletakkan satu koper lagi di atas meja.
" Tidak semua hal di nilai dengan materi ada juga yang di nilai dengan sebuah kesetiaan dan asal kamu tahu ini bukan luar negri yang semua di ukur dari nominal,"
Jawab Fa She Hu sambil bangkit berdiri dan melangkahkan kaki menuju sisi jendela.
" Tapi aku sudah bersumpah di depan abu Ayah bahwa aku akan meneruskan bisnis milik Ayah dan mengalahkan semua lawan Ayah, Paman!"
Ucap Chan Hu dengan nada geram.
" Kamu masih perlu banyak belajar dalam dunia bisnis dan perbanyak lah berdoa sebab yang kamu anggap lawan memiliki kekuatan yang lebih besar keponakan ku."
Jawab Fa She Hu sambil membalikkan badan nya lalu menepuk pundak Chan Hu dan melangkah pergi meninggalkan Chan Hu.
Saat itu Chan Hu hanya mampu menahan sakit hati kepada Paman Fa She Hu orang yang di harapkan bisa membantu nya namun ternyata memberikan respon yang bertolak belakang dengan nya, Rasa dendam dalam hati Chan Hu semakin memuncak dan tekad nya pun semakin keras untuk menghancurkan Teky saat itu.
Sedangkan A Feng dan Zhang sedang berada di dermaga lima melihat suatu kejadian yang di luar dugaan sebab ada sebuah kapal asing yang membawa beberapa barang untuk di perdagang kan di wilayah pusat kota namun tidak mau membayar perpajakan sesuai aturan yang berlaku bahkan mereka mengatakan bahwa sudah di beri izin oleh Xau Li Hu dan Achida Do Feng untuk memperdagangkan di wilayah tersebut.
Pasti nya mereka tidak mengetahui bahwa Xau Li Hu dan Achida Do Feng sudah menjadi abu saat ini, Alhasil di dermaga lima terjadi bentrokan antara A Feng dan pemilik kapal asing yang keras kepala tidak percaya bahwa Xau Li Hu dan Achida Do Feng sudah menjadi abu saat ini dan mau tidak mau orang asing tersebut mau mengikuti peraturan yang berlaku saat ini.
__ADS_1
" Tuan saya sudah mengatakan kebenaran nya dan tolong anda patuhi peraturan yang berlaku atau anda bawa kembali kapal anda kembali ke tempat asal nya,"
Ucap A Feng dengan penuh penegasan.
" Hai gadis cantik siapa nama mu dan siapa kamu berani-berani nya mengusir ku?"
Tanya lelaki asing yang bertubuh kekar dengan senyuman meledek.
" Siapa pun saya itu bukan urusan anda Tuan, Yang pasti anda harus mengikuti peraturan wilayah kami,"
Jawab A Feng dengan tatapan sinis.
" Semakin cantik kamu Nona bila sedang marah seperti itu membuat ku ingin memeluk mu."
Ucap lelaki asing itu sambil tangan nya berusaha memeluk tubuh A Feng.
Tanpa butuh waktu lama melayang lah samurai yang tengah di pegang oleh A Feng dan dalam waktu singkat melayang lah lengan lelaki tersebut jatuh ke lantai sudah terpisah dari tubuh kekar nya, Melihat lengan nya sudah putus dan darah segar pun membanjiri aspal maka dengan umpatan dan teriakan cukup keras lelaki tersebut memerintahkan anggota nya untuk meringkus A Feng dan Zhang serta beberapa anak buah nya.
Maka terjadilah perkelahian di dermaga lima antara dua kubu yang sangat berbeda jauh kemampuan nya dalam bertarung sedangkan lelaki asing berbadan kekar itu segera berlari menuju kapal nya untuk meminta bantuan dan mengatakan bahwa ia sedang di serang oleh kawanan perampok preman dermaga lima hingga lengan nya terlepas saat itu.
Sedangkan Teky dan Zau Pan baru saja selesai sarapan pagi sudah menerima berita mengenai perkelahian yang terjadi di dermaga lima, Saat mendengar berita tersebut Lie lie lumayan khawatir dengan keselamatan Zhang bukan lain Abang kandung dari Lie lie sebab ia tahu betul standard kemampuan bertarung nya Zhang.
" Kak Kuma maaf sudah mengganggu sarapan pagi nya, Saya hanya menyampaikan pesan dari wilayah dermaga lima sebab saat ini terjadi pertarungan antara Nona A Feng dan orang asing yang membangkang,"
Ucap Sha Si Mura kepada Teky sambil menunduk memberi hormat.
" Apakah ada korban di sana?"
Tanya Teky sambil meletakkan kain di putih di atas meja.
" Mengenai hal itu saya kurang tahu sebab informasi yang saya dapat hanya itu Kak Kuma."
Jawab Sha Si Mura yang masih menunduk memberi hormat.
Kemudian Teky pun mempersilahkan Sha Si Mura untuk kembali melanjutkan aktifitas nya, Sedangkan Teky hanya tersenyum simpul menerima berita tersebut tidak tersirat sedikit pun rasa khawatir atau cemas di wajah Teky dan memang seperti itu lah Teky sangat susah di tebak apa yang akan di lakukan namun saat Teky sudah bertindak hasil nya pasti semua di babat habis tanpa tersisa satu pun.
" Teky apa yang harus kita lakukan saat ini apakah kita hanya diam saja dan berdoa A Feng dan Zhang baik-baik saja di sana?"
Tanya Zau Pan dengan tatapan panik.
" Berdoa tanpa bertindak sama dengan sia-sia dan bertindak tanpa berdoa sama dengan orang bodoh maka kamu tahu kan apa yang harus di lakukan Zau Pan?"
Jawab Teky sambil mengangkat gelas susu di samping nya lalu meminum nya hingga habis.
Setelah itu Teky pun bangkit berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju teras rumah nya dengan di ikuti beberapa orang anak buah yang mengawal nya dan mereka semua pun pergi menuju dermaga lima sedangkan Lie lie merasa sangat cemas melihat hal tersebut dan dalam hati nya hanya mampu berdoa untuk keselamatan orang-orang yang di sayangi nya selama ini dan berharap Tuhan memberikan perlindungan kepada mereka semua.
Lalu apa yang akan di lakukan oleh Teky Khozima setiba nya di dermaga lima apakah Teky Khozima akan membabat habis orang asing yang berani melanggar peraturan di wilayah tersebut lalu siapa yang akan datang untuk membantu orang asing yang saat ini sedang berhadapan dengan anggota nya Teky Khozima apakah anggota nya Chan Hu yang akan membantu orang asing tersebut atau kah dari negara asing tersebut yang akan menghadapi anggota Teky yang cukup ganas itu?
__ADS_1
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di STORY LIFE TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.