LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 11 . GUDANG BARANG


__ADS_3

Saat ini cuaca sangat terik seperti nya alam mewakili perasaan Teky yang sedang gusar mendengar berita mengenai niat Zhe Do Feng yang menyewa para pembunuh bayaran untuk menghabisi nya dan kedua sahabat nya, Lalu Teky memerintahkan beberapa anggota untuk mencari di mana Zhe Do Feng dan orang suruhan nya itu berada kali ini dengan tujuan bukan lain untuk meremuk kan tulang - tulang nya.


" Cari di mana Zhe Do Feng dan dua orang asing itu sekarang juga, Bila melihat di mana pun mereka berada segera beri informasi,"


Ucap Teky sambil memutar cangkir kopi di hadapan nya dengan sikap tanpa ekspresi.


" Kak ada anggota yang melihat mobil Zhe Do Feng menuju dermaga satu gudang pengemasan barang,"


Ucap Xau Bai sambil sedikit menunduk.


" Bagus, A Feng dan Zau Pan ikut dengan ku dan yang lain pastikan pusat perdagangan aman tidak ada lagi kejadian seperti kemaren."


Jawab Teky sambil bangkit dari duduk nya.


" Baik Kak."


Ucap Xau Bai dan Kohiro Siba sambil memberi jalan Teky menuju mobil nya.


Sejak Teky menguasai Naosa Dhong Zeng dan beberapa gangster kecil di sekitar nya Teky tidak mau di panggil dengan sebutan Tuan tapi diri nya lebih suka di panggil Kakak sebab bagi nya mereka semua bersaudara bukan lah suatu hubungan yang hanya sekedar atasan dan bawahan, Bila sudah terbangun hubungan kekeluargaan yang erat maka ada rasa empati yang tinggi bagi Teky.


Maka sejak itu mereka semua memanggil Teky dengan sebutan Kak Kuma yang berarti Kakak pemimpin yang kuat dan kejam dalam bertindak layak menjadi seorang pemimpin yang menjamin keselamatan seluruh anggota hingga merasa nyaman dan aman, Saat itu Teky, A Feng dan Zau Pan meluncur menggunakan mobil nya dan selama di dalam mobil Teky menyusun strategi untuk melumpuhkan Zhe Do Feng dan dua orang asing.


" Zau Pan nanti bersama ku masuk melalui pintu depan dengan membabat habis penjagaan di depan sedang kan A Feng melalui pintu belakang babat habis siapa pun yang menghalangi langkah mu, Kita bertemu di dalam gudang di mana mereka berkumpul,"


Ucap Teky menjelaskan kepada kedua rekan nya yang sudah siap melakukan penyerangan.


" Baik, Lalu bila mereka menggunakan senjata berapi bagaimana sedangkan kita hanya menggunakan tangan kosong?"


Tanya Zau Pan dengan tatapan bingung.


" Pancing mereka hingga peluru nya habis baru kita buat penyerangan,"


Jawab Teky dengan pandangan bergantian ke A Feng dan Zau Pan.


" Teky kamu harus berhati - hati sebab yang aku dapat kan informasi nya kedua orang asing itu bukan lah orang sembarangan,"


Ucap A Feng dengan tatapan serius.


" Iya aku tahu, Maka dari itu kita buat mereka bingung terlebih dahulu sambil kita pelajari gerak - gerik mereka sampai di mana,"


Jawab Teky dengan tatapan penuh dendam.


Tidak lama kemudian sampai lah mereka bertiga di dermaga satu tepat nya 100 meter dari gudang pengemasan barang di dermaga lalu mereka turun daei mobil nya dan berjalan menuju gudang tersebut sesuai strategi yang di katakan Teky selama di mobil, Dari kejauhan terlihat begitu banyak penjaga yang lalu lalang di depan pintu gudang tersebut.

__ADS_1


" Teky bagaimana lihat lah banyak sekali yang berjaga?"


Tanya A Feng sambil sesekali melirik Teky yang berada di samping nya.


" Apakah kalian gentar melihat seperti itu?"


Jawab Teky yang berbalik bertanya kepada A Feng dan Zau Pan.


" Aku tidak gentar, Hanya berfikir bagaimana memancing mereka agar terkecoh,"


Ucap Zau Pan dengan nada polos.


" A Feng segera ke posisi mu, Aku dan Zau Pan pakai motor itu."


Ucap Teky sambil menunjuk sebuah motor trel yang ada di sisi gudang ikan.


Kemudian mereka bertiga pun mulai lah bergerak dengan mengendap - endap A Feng menuju posisi nya sedangkan Teky dan Zau Pan mengendarai motor dan memacu menuju halaman gudang yang di penuhi oleh para pengawal mereka di situ lah Teky dan Zau Pan membuat ulah agar perhatian para penjaga tertuju kepada mereka berdua dan berusaha agar mereka para penjaga mengejar Teky dan Zau Pan yang menggiring mereka menuju galangan peti kemas.


Tanpa waktu lama para penjaga itu terpancing juga dengan ulah Teky dan Zau Pan yang mampu membuat mereka geram dan mengejar mereka berdua, Maka terjadilah aksi kejar - kejaran di galangan peti kemas dua orang di kejar dengan ratusan anak buah Zhe Do Feng yang merasa geram dengan ulah mereka berdua, Di sisi lain ada A Feng yang mulai beraksi membabat habis para penjaga di bagian belakang gudang dengan samurai nya.


Begitu pun Teky dan Zau Pan dalam waktu singkat membabat para penjaga yang mengejar nya dengan menggunakan motor trel mereka berdua menerobos pintu gudang yang terbuat dari kayu sampai roboh otomatis yang berada di dalam gudang tersebut sontak panik melihat kejadian tersebut sedangkan A Feng sudah di dalam gudang sedang bersembunyi menunggu kedatangan Teky dan Zau Pan.


Saat mengetahui kedatangan mereka berdua maka segeralah A Feng bertindak untuk membabat lawan nya tanpa ampun, Saat itu Teky berhadapan dengan dua orang asing yang memang berniat untuk menghabisi Teky dengan upah yang lumayan besar dari Zhe Do Feng sedangkan Zau Pan menghadapi para pengawal bersama A Feng di ruangan yang berbeda.


Tanya Zau Pan yang beradu punggung dengan A Feng.


" Cuma gerombolan tikus got yang kelaparan."


Jawab A Feng dengan pandangan menyebar ke arah lawan di hadapan nya.


" Bagus bila begitu sekali pukul hancur kepala nya."


Ucap Zau Pan diiringi senyum sinis ke arah mereka.


Tidak lama kemudian para pengawal Zhe Do Feng yang mengitari Zau Pan dan A Feng mulai menyerang mereka berdua dengan bertubi - tubi tanpa jedah sedikit pun, mereka berdua pun berganti posisi berulang kali untuk mengimbangi penyerangan dari pasukan yang berjumlah ratusan, Dengan banyak luka di tubuh A Feng dan Zau Pan mereka tetap bertahan dengan semua serangan yang mereka lakukan dan di pihak mereka pun sudah lumayan banyak yang tumbang hingga akhir nya mereka semua para penjaga di tumbang kan oleh A Feng dan Zau Pan.


Di sisi lain ada Teky yang berhadapan dengan dua orang asing yang lumayan tangguh dan jago memainkan samurai dan yang satu lagi jago dalam karateka nya saat ini kondisi Teky lumayan babak belur di hajar oleh mereka berdua bahkan kedua tangan Teky terikat oleh rantai yang besar dan berat namun Teky tidak menyerah sampai di situ.


Teky mempelajari gerak gerik mereka berdua dan di saat ia sudah mampu membaca suasana dan seperti nya mereka berdua mulai kelelahan dan berkurang tenaga nya saat itu ia membuat sebuah perlawanan kepada dua orang asing tersebut dengan posisi kedua tangan di rantai oleh mereka dengan teknik whuzu yang di kuasai oleh Teky maka ia mampu melumpuhkan orang asing yang jago karateka.


Setelah satu orang sudah mampu di lumpuh kan lalu Teky mengejar seorang lagi yang berlari ke ruang gardu listrik di gudang tersebut, Dengan membawa sebilah samurai yang Teky temukan maka berlanjut lah pertikaian itu, Pertarungan di antara kedua nya begitu sengit nya dan baju Teky pun kini telah koyak oleh sabetan orang asing itu di beberapa bagian tubuh Teky pun terkena sabetan samurai dari orang asing itu.


Dengan gigih Teky melawan orang asing itu meski di tubuh nya sudah begitu banyak luka sedangkan A Feng dan Zau Pan mengejar Zhe Do Feng yang hendak melarikan diri dari gudang tersebut namun niat Zhe Do Feng mampu di gagal kan oleh mereka berdua dengan menghadang nya di pintu samping gudang.

__ADS_1


" Akan pergi kemana kamu Zhe Do?"


Tanya Zau Pan sambil menghisap rokok nya dan menyandarkan tubuh nya ke pintu kayu.


" Jangan jadi pecundang kamu Zhe Do ataukah memang. seperti itu watak pimpinan Dhong Zeng?"


Imbuh A Feng diiringi dengan senyum sinis dan melirik ke arah Zhe Do Feng.


" Jaga bicara kalian, Aku akan memberikan uang ini untuk kalian asal kalian membiarkan diri ku pergi,"


Ucap Zhe Do Feng sambil menunjukkan koper yang berisi uang.


" Wah banyak sekali uang itu lalu tujuan mu menukar nyawa mu dengan uang itu, Murah sekali harga nyawa mu?"


Jawab Zau Pan sambil berjalan mendekati Zhe Do Feng yang mulai gemetar.


" Sayang nya kita berdua tidak berminat dengan uang mu tapi kami lebih berminat dengan nyawa mu."


Ucap A Feng dengan nada sinis.


Saat mendengar ucapan A Feng tiba - tiba Zhe Do Feng mencoba melarikan diri lagi namun tertangkap oleh Zau Pan dengan cepat Zau Pan menghujani pukulan ke wajah dan tubuh Zhe Do Feng bertubi - tubi, Sedangkan Teky bertarung mengalahkan orang asing yang menguasai ilmu samurai yang cukup bagus hingga Teky pun lumayan kewalahan menghadapi nya.


Tiba - terdengar suara yang sangat keras tembok pembatas yang terbuat dari papan roboh bersama tubuh Zhe Do Feng yang terpental keras terkena pukulan dari Zau Pan dan saat itu lah A Feng melihat Teky kewalahan menghadapi orang asing tersebut maka dengan sigap A Feng membantu Teky yang terpojok dan penuh luka di serang oleh ahli samurai tersebut.


" Teky apakah kamu masih bisa bertahan?"


Tanya A Feng sambil mendekat ke arah Teky.


" Masih, Mari kita serang bersama orang asing itu."


Jawab Teky sambil maju menghunus kan samurai nya kepada orang asing itu.


Akhir nya mereka berdua pun saling bergantian menyerang orang asing itu menggunakan samurai sedangkan Zau Pan bertarung melawan Zhe Do Feng dan saat itu Zhe Do Feng sudah terpojok oleh serangan Zau Pan namun seperti nya diri nya masih belum mau menyerah hingga di saat Teky dan A Feng mampu melumpuhkan orang asing ahli samurai itu baru lah Teky, A Feng dan Zau Pan menghabisi Zhe Do Feng dengan cara memukul kepala nya menggunakan kayu balok besar.


Seketika Zhe Do Feng terjatuh tergeletak di tanah tepat nya di ruang gardu listrik di gudang pengemasan barang dan mereka bertiga dengan luka di tubuh nya saling senyum satu dengan yang lain nya merasa bangga telah menghabisi Zhe Do Feng dan para anggota nya serta kedua orang asing yang sudah di bayar untuk menghabisi mereka bertiga namun kedua orang asing itu tidak mengetahui bagaimana kemampuan seorang KUMA.


Dengan membawa kemenangan mereka bertiga melangkahkan kaki nya keluar dari gudang tersebut perasaan bahagia dan bangga pun mereka dapat dan di luar dugaan di luar gudang telah berdiri Paman Haruko dan Bibi Rose yang menyambut mereka bertiga dengan senyuman dan pelukan bangga dari kedua nya, Kemudian Bibi Rose mengajak mereka bertiga untuk datang kerumah nya dan merayakan kemenangan tersebut.


Lalu bagaimanakah reaksi Achida Do Feng saat mengetahui Zhe Do Feng meninggal di tangan Teky dan kedua sahabat nya, Apakah yang akan di perbuat oleh Achida Do Feng untuk mempertahankan kekayaan nya yang sesungguhnya semua kekuasaan nya tersebut adalah milik Ayah dari Teky Khozima yang telah di rebut nya?


Ikuti terus kisah perjalanan hidup Teky Khozima yang kini sudah mendapat julukan Kuma putih dan semua sepak terjang nya agar mendapatkan kembali milik Ayah nya, Dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.


__ADS_1


__ADS_2