LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 31 . AKAR MASALAH


__ADS_3

Setiap permasalah pasti ada penyebab nya dan ada sumber nya bagaikan pohon yang tumbuh karena ada nya sebuah akar, Begitu juga dengan permasalahan juga berawal dari sebuah akar lalu apakah sebenarnya akar dari sebuah masalah dalam kehidupan ini?


Akar dari sebuah masalah adalah harapan, Mengapa harapan bukan nya manusia hidup harus memiliki harapan, Benar manusia hidup harus memiliki harapan namun apakah kita menyadari bahwa harapan itu timbul dari pikiran kita dan di saat harapan yang timbul dari pikiran kita tidak pernah bisa terpenuhi maka masalah lah yang akan merusak semua nya.


Lalu mengapa kita tidak menerima semua takdir yang memang sudah di catat oleh sang pencipta dan menjalani sebaik mungkin agar tidak timbul sebuah permasalahan dalam kehidupan kita dari pada kita harus mengejar harapan yang timbul dari pikiran kita sendiri yang hanya akan menyiksa diri kita.


Begitu juga dengan yang di alami oleh Chan Hu yang memiliki harapan begitu besar untuk bisa menghancurkan Teky Khozima yang di anggap sebagai sumber kematian Ayah nya kala itu, Lalu apakah harapan Chan Hu bisa terwujud dengan mudah secara Teky Khozima bukan lah orang yang bisa di sepele kan kekuasaan nya yang semakin luas saat ini.


Upaya apakah yang akan di lakukan Chan Hu untuk memenuhi harapan nya dan apakah harapan Chan Hu kali ini akan terwujud untuk menghancurkan Teky Khozima dengan cara memanfaatkan situasi yang sedang terjadi di dermaga lima ataukah lagi dan lagi Chan Hu harus menelan pahit nya kekecewaan karena harapan berbanding terbalik dengan sebuah kenyataan.


Siang ini kondisi dermaga lima lumayan tidak kondusif, Perkelahian antara kedua kubu semakin memanas dan bala bantuan dari pihak asing pun mulai berdatangan seperti nya moment tersebut di manfaatkan Chan Hu untuk mencari panggung di mata orang asing dengan cara bersatu dengan mereka dengan menjual nama besar Ayah nya bukan lain Xau Li Hu.


Kondisi yang sangat menguntungkan bagi ku dan hal ini jangan sampai terlewatkan, Selama ini Ayah sudah menjalin hubungan baik dengan mereka dan pasti nya hal ini bisa ku manfaatkan untuk menambah kekuatan menghancurkan Teky Khozima yang telah merenggut nyawa Ayah ku, Tunggu pembalasan ku!"


Bergumam lah dalam hati Chan Hu selama perjalanan menuju dermaga lima, Sedangkan Teky dan Zau Pan sedang membaca situasi yang sedang terjadi di lokasi kejadian dari atas kontainer yang berjajar di dermaga lima sambil mempelajari gerakan orang asing yang terus menekan A Feng dan Zhang saat itu.


" Teky sampai kapan kita hanya berdiri di sini, Apakah kita menunggu sampai A Feng dan Zhang mati konyol!"


Ucap Zau Pan dengan nada panik.


" Apakah kamu mengharap kan mereka berdua seperti itu Zau Pan?"


Tanya Teky dengan diiringi senyum simpul dan tatapan fokus ke arah mereka yang sedang bertarung.


" Maka dari itu mari segera bertindak jangan biar kan mereka mati konyol,"


Jawab Zau Pan dengan tatapan bergantian ke Teky dan A Feng yang semakin terdesak.


" Jangan ceroboh, Pelajari dulu gerakan lawan mu sebelum bertindak dan temukan titik lemah pada musuh agar bisa memenangkan sebuah kompetisi."


Ucap Teky sambil menghalangi langkah Zau Pan yang hendak melompat membantu A Feng.


Kemudian Zau Pan mengikuti intruksi dari Teky dengan tatapan bingung dengan pola pikir Teky yang sangat sulit untuk di tebak setiap tindakan nya namun sekali Teky bertindak maka semua nya akan hancur dan hal itu yang selama ini masih di pelajari oleh A Feng dan Zau Pan sebagai sahabat sejati nya.


Teky tidak pernah segan dalam bertindak dan setiap langkah nya penuh kewaspadaan jadi di saat menemukan jalan buntu dengan cepat ia akan terlepas dari yang menjebak nya dan mampu memutar balik kan keadaan dengan cepat hingga musuh pun sangat sulit untuk terlepas dari pukulan telak yang di berikan Teky kepada para musuh nya.


Sungguh pola pikir yang sangat susah di prediksi, Pada umum nya orang akan segera bertindak saat mengalami tekanan namun tidak bagi Teky ia akan membiarkan musuh nya hingga lelah dan kehabisan tenaga sedangkan ia mengumpulkan tenaga nya untuk memberikan satu kali pukulan telak kepada musuh yang sudah kehabisan tenaga nya, Pola pikir yang luar biasa mengorbankan diri sendiri demi sebuah kemenangan.


Bergumam lah dalam hati kecil Zau Pan sambil sesekali melirik ke arah Teky yang berdiri di samping nya dengan tenang dan tatapan yang fokus kepada orang asing yang menyerang A Feng dan Zhang dengan bergantian, Tidak lama kemudian dari sisi lain muncullah gerombolan Chan Hu yang merangsek bergabung dengan orang asing menyerang anggota nya Teky saat itu yang mulai kelelahan.


" Saat nya kita bergerak, Kamu hadapi gerombolan nya Chan Hu pukul mundur mereka semua dan aku akan menangani yang menyerang A Feng dan Zhang,"


Ucap Teky dengan tegas sambil menarik lengan Zau Pan turun dari atap kontainer.


" Baik, Kita berjumpa di pintu masuk."


Jawab Zau Pan yang kemudian bergerak maju menerjang anggota Chan Hu yang baru datang.


Perkelahian semakin memanas dan kini pihak asing mulai kocar kacir dengan turun nya Teky melawan mereka sedangkan A Feng dan Zhang di perintahkan untuk mundur dan beberapa orang yang lain pun di perintahkan mundur oleh Teky dan saat itu dari pihak asing mulai berfikir siapa lawan mereka kali ini sebab setiap gerakan nya mampu terbaca oleh Teky dengan baik dan seperti nya mereka mulai kehabisan akal.

__ADS_1


Siapa orang ini sebenarnya, Mengapa setiap gerakan ku dapat di kembalikan dengan pukulan telak dengan mudah nya dia membaca setiap serangan ku tapi aku yakin pasti bisa mengalahkan nya saat ini.


Bergumam lah dalam hati lelaki yang berbadan kekar itu sambil memegangi dada nya yang baru saja terkena pukulan yang lumayan keras dari Teky sedangkan Teky tetap bersikap tenang menghadapi lawan nya yang tidak sebanding postur tubuh nya namun Teky unggul dalam membaca situasi dan titik lemah pada musuh.


" A Feng bagaimana menurut mu apakah kita akan memenangkan pertarungan ini?"


Tanya Zhang sambil menahan sakit di perut nya.


" Aku yakin bisa, Dalam sejarah hidup Teky pantang pulang tanpa membawa kemenangan,"


Jawab A Feng sambil menyandarkan tubuh nya ke sebuah peti kemas.


" Iya aku tahu hal itu, Lalu siapa yang baru datang tadi seperti nya bukan dari golongan orang asing itu?"


Tanya Zhang dengan tatapan fokus kepada segerombolan orang yang sedang berhadapan dengan Zau Pan.


" Iya benar kata mu, Siapa mereka dan aku juga baru melihat nya."


Jawab A Feng dengan tatapan bingung.


Seperti nya setelah 3 jam berlangsung namun perkelahian di antara mereka belum juga usai meski lelaki bertubuh kekar yang berhadapan dengan Teky sudah babak belur menerima serangan dari Teky dan saat melihat hal itu Chan Hu segera bertindak bagaikan seorang malaikat yang datang untuk menolong yang sedang terluka namun semua memiliki kepentingan pribadi pasti nya.


Chan Hu segera menarik tubuh lelaki kekar tersebut masuk kedalam mobil dan memberi komando agar semua nya mundur dan meninggalkan lokasi, Saat itu Teky sengaja melarang anggota nya yang di pimpin Zau Pan untuk tidak mengejar nya dan Teky hanya memerintahkan untuk membantu masyarakat menata dermaga lima agar segera bisa di fungsi kan kembali.


" JANGAN ADA YANG MENGEJAR MEREKA!"


Teriak Teky sambil mengangkat sebilah pedang berdiri di atas peti kayu.


" Mengapa kami semua kamu larang untuk mengejar mereka dan melepaskan mereka begitu saja?"


Tanya Zau Pan dengan tatapan bingung.


" Seorang kesatria pantang menghabisi orang yang sudah terluka parah dan sudah menyerah, Maka lebih baik kalian semua membantu masyarakat untuk merapikan lokasi ini agar bisa segera di gunakan kembali."


Jawab Teky dengan tatapan tenang.


Kemudian mereka semua pun memahami maksud perkataan Teky saat ini dan mereka berfikir benar juga bila seorang sudah menyatakan menyerah namun masih saja kita melenyapkan nyawa nya sungguh pengecut nya orang tersebut dan hal tersebut bukan lah di sebut sebagai kesatria sejati.


Di sisi lain ada Lie lie dan Bibi Rose yang sedang harap-harap cemas mengenai keselamatan mereka semua dan berharap mereka semua kembali dengan selamat dan tidak ada korban jiwa bila memar di tubuh itu sudah wajar bagi mereka berdua dan pasti nya Lie lie sangat khawatir dengan Zhang yang kurang menguasai ilmu bela diri sejak kecil yang di kuasai Zhang adalah ilmu bisnis sebab sejak dulu Ayah nya mendidik nya berbisnis.


" Apakah kamu tidak lelah sudah 5 jam mengitari ruangan ini, Sedangkan aku saja yang duduk dan melihat mu sudah cukup lelah?"


Tanya Bibi Rose sambil mengangkat cangkir teh.


" Aku sedang khawatir dengan Kakak ku yang sedang berkelahi di dermaga lima Bibi,"


Jawab Lie lie yang masih saja berjalan di hadapan Bibi Rose.


" Oh jadi seperti itu ekspresi anak jaman sekarang yang sedang khawatir ya?"

__ADS_1


Tanya Bibi Rose setelah meneguk teh.


" Lalu bila di jaman Bibi kalau sedang khawatir bagaimana memang nya beda ya jaman dahulu dan jaman sekarang, Aku pikir sama saja,"


Jawab Lie lie dengan tatapan kesal.


" Kalau orang jaman dahulu bila khawatir yang di lakukan segera berdoa minta petunjuk Tuhan apa yang harus di lakukan setelah itu baru berjalan mengitari ruangan sambil berfikir,"


Ucap Bibi Rose sambil mencontohkan gerakan yang di lakukan.


" Tetap saja sama mengitari ruangan juga kan Bibi?"


Tanya Lie lie dengan tatapan gemas kepada Bibi Rose.


Kemudian Bibi Rose diam sejenak lalu tersenyum lebar kepada Lie lie sambil mengangguk kan kepala nya sebagai tanda setuju dengan pendapat Lie lie kali ini, Sekitar pukul 16.00 waktu setempat akhir nya Teky, Zau Pan, A Feng dan Zhang pun pulang dan saat itu yang mengalami luka lumayan parah A Feng yang terkena pukulan orang asing tersebut hingga mengalami luka dalam yang cukup parah.


Maka dengan sigap Lie lie dan Bibi Rose membantu A Feng serta memasak kan sebuah ramuan untuk mengobati luka yang di alami A Feng saat itu, Sedangkan Teky masuk kedalam ruangan nya bersama Zau Pan dan Zhang untuk membicarakan tentang kejadian di dermaga lima yang baru saja terjadi.


" Zhang bukan kah kamu ahli dalam bidang bisnis dan pasti nya kamu tahu yang harus kamu lakukan di dermaga lima dalam situasi saat ini?"


Tanya Teky dengan tatapan serius kepada Zhang yang duduk di hadapan nya.


" Kalau menurut ku dermaga lima adalah jalur paling strategis bagi orang asing untuk bisa keluar masuk wilayah ini dan di dermaga lima juga banyak yang melakukan transaksi yang merugikan negara dan semua itu dulu di selamat kan oleh Xau Li Hu dan Ayah ku sendiri,"


Jawab Zhang dengan tegas dan berdasarkan bukti-bukti yang akurat.


" Lalu apa rencana mu untuk dermaga lima yang seperti nya tadi Chan Hu akan melanjutkan bisnis Ayah nya untuk bekerja sama dengan orang asing?"


Tanya Teky sambil meletakkan kedua tangan nya di atas meja kerja nya.


" Aku akan mencoba menghubungi beberapa orang yang bergerak di bidang badan keamanan negara untuk mengeluarkan peraturan bagi kapal asing yang masuk melalui dermaga lima yang akses nya bisa di salah gunakan bagi pihak-pihak tertentu,"


Jawab Zhang yang memiliki kolega beberapa pembesar negara.


" Baik aku tunggu perkembangan nya dan kamu Zau Pan bagaimana dengan peliharaan koala mu apakah sudah berkembang biak dan kapan bisa menghasilkan pendapatan untuk ku?"


Tanya Teky dengan senyum yang tertahan.


" Hai mengapa kamu pertanyakan koala ku disini apakah koala ku juga salah satu aset bagi mu saat ini?"


Jawab Zau Pan yang berbalik bertanya kepada Teky dengan tatapan dan nada serius.


" Apa pun dan siapa pun yang berada di wilayah ku semua adalah aset bagi ku jadi bukan kah suatu kewajaran bila aku mempertanyakan nya di sini?"


Ucap Teky dengan nada bertanya dan lepas lah tawa Teky melihat ekspresi Zau Pan yang semakin menggelikan.


Maka saat itu di ruang kerja Teky semua tertawa menertawakan ulah Zau Pan yang masih bingung dengan gurauan Teky kali ini sebab sebenarnya Teky tahu bahwa koala milik Zau Pan adalah pemberian dari Paman Haruko dan koala tersebut bukan lah seekor binatang melainkan sebuah boneka koala yang selalu menemani Zau Pan saat tidur malam hari.


Jadi mana mungkin sebuah boneka koala akan berkembang biak dan seperti nya Zau Pan terjebak oleh permainan kata Teky kali ini, Lalu apa yang akan di lakukan Zhang selanjutnya untuk menjaga wilayah dermaga lima dan membuat perpajakan berjalan dengan baik di wilayah tersebut dan bagaimana sikap Chan Hu setelah mendapatkan panggung di hadapan orang asing apakah ia akan menghabisi bangsa nya sendiri atau kah akan bernasib sama dengan Ayah nya?

__ADS_1


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.



__ADS_2