LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 26 . SALAH PREDIKSI


__ADS_3

Sering kali kita berekspektasi hal yang di luar prediksi kita namun di saat semua itu di luar jangkauan kita yang terjadi kekecewaan yang sangat mendalam dan berakibat sebuah trauma dalam sisa hidup kita.


Seperti nya hal itu pun terjadi kepada Xau Li Hu yang berharap bisa membalaskan sakit hati nya kepada Achida Do Feng yang sudah mempermalukan Xau Li Hu di hadapan kolega nya yang saat itu menghadiri acara makan malam dengan tujuan mengumumkan hari pernikahan Chan Hu dengan Lie lie namun yang terjadi Achida Do Feng tidak hadir di acara tersebut.


Malam itu kediaman Achida Do Feng sudah diduduki oleh Teky dan semua anggota nya dan tidak hanya itu bahkan kedua anak nya pun lebih mendukung Teky di banding Achida setelah kedua anak nya mengetahui kekejian Achida selama ini.


" Paman, Itu mereka apakah tidak di beri makan?"


Tanya Zau Pan sambil duduk di samping Paman Haruko.


" Sudah jangan memikirkan orang lain saat ini yang penting perut kita terisi,"


Jawab Paman Haruko sambil menyodorkan piring kepada Bibi Rose.


" Kalian sedang membicarakan siapa?"


Tanya Bibi Rose sambil mengambil piring Paman Haruko.


" Tidak ada."


Jawab Paman Haruko sambil menginjak kaki Zau Pan.


Sedangkan Teky mengetahui siapa yang sedang mereka bicarakan saat itu, Dengan senyum simpul Teky memerintah ke anak buah nya untuk menurunkan Achida dan Xaung Ghu dari atas cap mobil dan mengajak nya makan bersama saat itu.


" Turun kan mereka berdua dan bawa kemari beri mereka makan,"


Perintah Teky kepada anak buah nya diiringi senyum simpul.


Sontak semua mata tertuju kepada Teky dengan tatapan bingung pasti nya, Bahkan Zhang yang saat itu berada di situ untuk makan malam sempat terbelalak mendengar ucapan Teky.


" Teky apakah tidak salah dengar aku?"


Tanya Zhang dengan tatapan serius.


" Apa yang salah?"


Jawab Teky yang berbalik bertanya.


" Mereka berdua sudah jahat kepada mu tetapi kamu masih mau memberi nya makan?"


Tanya Zhang dengan tatapan serius.


" Apakah orang jahat tidak berhak untuk makan dan apakah orang jahat tidak merasakan lapar, Selama dia masih hidup dia berhak untuk makan yang harus kita beri pelajaran sikap jahat nya bukan perut nya,"


Jawab Teky diiringi dengan senyum simpul.


Sungguh luar biasa pola pikir Teky yang sangat susah di pahami oleh orang lain, Sedang kan umum nya orang bila sudah di perlakukan sejahat itu maka jangan harap masih mau berbaik hati memberi nya makan.


Bergumam lah dalam hati Zhang sambil mengaduk sup gingseng di hadapan nya, Sedangkan anak buah Teky menurunkan Achida dan Xaung Ghu dari atas cup mobil dan membawa nya masuk menuju ruang makan.


Sedangkan Shou Gun pengawal pribadi Xau Li Hu bersama anggota nya sudah tiba di depan pagar rumah Achida dan berhadapan dengan anak buah Teky Khozima dan pasti nya hal itu tidak di ketahui oleh Shou Gun dan berfikir bahwa yang berhadapan dengan nya saat ini adalah anak buah Achida Do Feng.


" Ada kepentingan apa anda kemari Tuan dan apakah sudah membuat janji dengan Kak Kuma?"


Tanya anak buah Teky berdiri tepat di depan pagar rumah Achida.


" Sedang membicarakan siapa kamu keledai bodoh, Lekas buka pagar nya sebab waktu ku tidak banyak!"


Bentak Shou Gun dengan senyum sinis.

__ADS_1


" Maaf kami tidak diijinkan untuk membuka pagar untuk orang yang tidak berkepentingan, Jadi silahkan anda meninggalkan tepat ini sekarang juga sebelum kami yang memaksa anda pergi,"


Jawab anak buah Teky dengan nada tegas.


" Kamu berani mengancam ku keledai bodoh, BABAT HABIS MEREKA!"


Teriak Shou Gun sambil mengangkat kapak memberi komando kepada anak buah nya.


Seketika terjadi lah perkelahian antara kedua kubu, Sedangkan Teky dan yang lain sedang menikmati makan malam bersama yang lain, Saat itu Achida dan Xaung Ghu di ikat perut nya duduk di kursi makan.


" Makan lah kalian berdua jangan sampai kalian mati kelaparan,"


Ucap Teky sambil menikmati makanan di hadapan nya.


" Kalau kamu ingin membunuh kami jangan mencari simpati kepada yang lain, Dasar pecundang!"


Ucap Xaung Ghu dengan nada geram.


" PRAK, Tidak tahu bersukur mahkluk biadab satu ini, LEKAS MAKAN JANGAN BANYAK BICARA!"


Ucap Zhang sambil memukul kepala Xhaung Ghu menggunakan nampan dengan keras.


" Sudah bagus di beri kesempatan untuk makan malah minta mati, Makan dulu sup daging nya agar kuat menghadapi kematian mu,"


Ucap Paman Haruko sambil menyiramkan kuah sup gingseng ke kepala Xaung Ghu.


Sontak Xaung Ghu berteriak karena merasa kepanasan dan luka nya merasa perih tersiram air sup gingseng yang panas sedangkan Teky hanya senyum melirik kearah Xaung Ghu dan Achida yang terkena pukulan dari Zhang, Zau Pan dan Paman Haruko.


Sedangkan Bibi Rose dan Lie lie saling pandang sebab mereka berdua mendengar ada suara keramaian di depan rumah Lie lie, Sebenar nya Teky pun mendengar nya namun saat itu Teky lebih memilih menikmati makan malam nya di banding harus melihat apa yang terjadi di depan rumah Lie lie.


" Apa yang terjadi sebenar nya mengapa berisih sekali di luar sana?"


" Tidak tahu, Seperti nya ada yang sedang berkelahi Bibi tapi siapa yang berkelahi,"


Jawab Lie lie sambil melirik ke arah Bibi Rose.


Saat itu Lie lie akan bangkit berdiri begitu pun dengan Bibi Rose namun di cegah oleh Teky yang melarang mereka untuk meninggal kan meja makan nya dan pasti nya saat itu mereka berdua mulai berfikir apa yang akan di laku kan Teky dan mengapa melarang mereka berdiri.


" Akan pergi kemana kalian, Lebih baik kalian menikmati makanan kalian dan yang di luar sana biarkan menikmati waktu bermain nya."


Ucap Teky sambil menikmati makanan di hadapan nya.


Saat itu mereka berdua hanya mampu saling pandang dan melanjut kan menikmati makan malam nya dengan tatapan khawatir sebab mereka semua tahu betul bagaimana watak Teky Khozima yang tidak mudah di tebak saat bertindak dan pasti nya itu di luar dugaan.


Benar saja beberapa menit kemudian masuk lah anak buah Teky ke ruang makan dengan kondisi babak belur dan leher nya sudah di kalungi sebuah kapak oleh Shou Gu, Saat itu Teky dengan senyum tenang menyapa Shou Gu yang terlihat sedang marah besar.


" Seperti nya ada tamu, Mari silahkan makan malam bersama kami,"


Ucap Teky sambil mempersilahkan duduk kepada Shou Gun.


" Aku kemari bukan untuk makan malam tapi kedatangan ku untuk mengambil Achida beserta kedua anak nya dan membuang nya keperatasan!"


Jawab Shau Gun dengan nada geram dan menggeserkan kapak nya ke leher anak buah Teky.


Saat itu mata Teky terbelalak menyaksikan kejadian tersebut dan tangan Teky pun seperti nya sudah gatal ingin menghajar Shau Gun yang berani menghabisi anak buah nya di hadapan nya.


" Seperti nya gorila gurun ini jarang makan paprika!"


Ucap Paman Haruko sambil melemparkan paprika tepat mengenai kening Shau Gun.

__ADS_1


" A Feng, Zau Pan, Bibi dan Paman tolong sambut tamu kita, Aku ingin minum teh hangat bersama Achida dan Xaung Gu sebentar,"


Ucap Teky sambil tersenyum dan memberi isyarat kepada Zhang dan Lie lie agar membawa Achida dan Xaung Ghu ke ruang kerja milik Achida.


Tidak membutuhkan waktu lama Achida, Xaung Ghu, Lie lie, Zhang dan Teky sudah berada di dalam ruang kerja milik Achida beserta dengan semua berkas yang harus di tanda tangani oleh Achida mengenai penyerahan kepemilikan aset grup bisnis perdagangan Khawagurai yang sudah di ganti menjadi Dhong Zheng saat ini.


" Achida duduk lah lalu baca dengan baik dan teliti berkas di hadapan mu itu,"


Perintah Teky dengan tatapan sinis.


" Jangan harap aku akan mau menandatangani semua ini, Mimpi saja kamu!"


Bentak Achida dengan tatapan geram.


" Bukan kah kamu masih memiliki jari lalu apa masalah mu tidak mau menandatangani nya?"


Tanya Teky sambil menghisap rokok nya.


" Apakah perlu jari mu kita lepas satu persatu Tuan Achida yang terhormat?"


Imbuh Lie lie sambil menepuk pundak Achida.


" KALIAN BERDUA ANAK DURHAKA, APAKAH SUDAH DI CUCI OTAK KALIAN BERDUA DENGAN PECUNDANG ITU!"


Teriak Xaung Ghu dengan mata terbelalak.


" PLAK, APA HAK MU BICARA DI SINI!"


Ucap Zhang setelah memukul kepala Xaung Ghu dengan keras.


" Zhang kenapa kamu suka sekali memakai kekerasan kepada mereka, Coba kalian berdua cek apakah jari nya Achida ada yang hilang hingga tidak bisa tanda tangan."


Ucap Teky diiringi senyum sinis.


Kemudian Zhang dan Lie lie pun menarik lengan Achida dengan kasar dan meletakkan kedua telapak tangan nya di atas meja alhasil Achida berteriak histeris sebab lengan nya di injak dengan kaki Zhang dan Lie lie sambil menyodorkan pena ke hadapan Achida.


" Keputusan di tangan mu Achida, Mau tanda tangan atau jari mu berkurang satu persatu?"


Tanya Teky dengan tatapan sinis.


" JANGAN HARAP AKU MAU MENANDATANGANI NYA MESKI NYAWA KU MELAYANG!"


Teriak Achida dengan nada penuh emosi.


" Baik lah bila itu pilihan mu, Zhang coba kamu rapikan kuku Ayah mu yang kurang susah mengerti bahasa manusia."


Ucap Teky sambil bangkit berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju meja bartender.


Saat itu juga Zhang tanpa ada rasa ibah sedikit pun kepada Ayah nya bukan lain Achida Do Feng yang selama ini sudah menyiksa perasaan Ibu nya hingga akhir hayat nya, Maka saat itu juga lenyap lah jari kelingking Achida hanya dengan sekali ayun kapak yang di pegang oleh Zhang.


Sedangkan Lie lie hanya senyum sinis melihat hal tersebut sebab sebenar nya bukan hanya karena ulah Achida kepada Ayah nya Teky namun yang membuat mereka memiliki dendam kepada Achida karena perlakuan Achida kepada Ibu mereka berdua yang sangat keji saat itu.


Dan bila saat itu Ayah nya Teky tidak membantu Ibu mereka maka Ibu mereka berdua tidak akan melihat Zhang dan Lie lie sampai besar sebab kondisi Ibu mereka sungguh memprihatinkan di dalam penjara buatan Achida.


Lalu apakah sampai di situ penyiksaan Lie lie dan Zhang kepada Achida Ayah kandung mereka sendiri lalu bagaimana nasib Shau Gun saat ini yang berhadapan dengan anak buah nya Teky apakah masih bisa mereka selamat ataukah akan pulang tinggal nama?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.


__ADS_1


__ADS_2