LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 29 . TATANAN BARU


__ADS_3

Suatu perubahan biasa nya di sambut dengan tanggapan pro dan kontra dari khalayak umum, Ada yang mendukung perubahan tersebut karena menguntungkan pihak tersebut dan ada juga yang menentang perubahan tersebut karena di anggap merugikan atau mempersulit ruang gerak kepentingan orang tertentu dalam hal yang sedang di geluti nya.


Begitu juga kali ini yang sedang Teky Khozima alami setelah mendapatkan kembali grup perdagangan terbesar di wilayah pusat kota yang dahulu pernah di dirikan oleh Ayah nya dan di beri nama grup perdagangan bisnis Khawagurai meski pernah beralih tangan ke pada orang yang tidak bertanggung jawab namun kini sudah bisa di ambil kembali.


Kali ini Teky Khozima merombak semua sistem perdagangan yang selama ini di anggap sangat merugikan masyarakat pribumi dengan peraturan yang timpang lebih menguntungkan investor dengan di adakan nya pembebasan lahan milik warga pribumi yang di fungsikan menjadi gudang-gudang penimbunan barang bagi warga asing dan juga ringan nya perpajakan dan peraturan bagi investor.


Pasti nya hal itu yang membuat warga pribumi semakin terhimpit ruang gerak nya dalam perdagangan sehingga negara pasti mengalami sebuah kerugian yang tidak sedikit pasti nya dan hal tersebut kali ini akan di kembalikan seperti peraturan awal nya di saat Hazimura Khozima mendirikan grup perdagangan terbesar di wilayah pusat kota.


Pagi ini Teky Khozima masih berada di dalam kamar nya belum keluar untuk menuju ruang kerja nya sedang kan pagi ini di kediaman Teky sudah lumayan sibuk penghuni rumah yang lain bukan lain Paman Haruko, Bibi Rose, A Feng, Zau Pan, Lie lie dan Zhang serta beberapa anggota Teky yang lain yang sedang berada di luar rumah.


" Bibi sebenarnya ada acara apa ini, Mengapa begitu banyak karangan bunga di depan, Memang nya siapa yang meninggal?"


Tanya Zau Pan dengan tatapan bingung sambil masih memeluk boneka koala pemberian Paman Haruko.


" Apakah hanya orang meninggal yang di beri karangan bunga, Awas jangan berdiri di situ menghalangi pandangan ku saja,"


Jawab Bibi Rose sambil memegang sebuah pita panjang.


" Iya maaf Bibi, Eh A Feng kamu tahu tidak ini ada acara apa?"


Tanya Zau Pan sambil menghentikan langkah A Feng.


" Acara khitan, Awas jangan menghalangi jalan ku,"


Jawab A Feng sambil menahan senyum melihat ekspresi wajah Zau Pan yang lumayan konyol.


" Khitan, Memang siapa yang mau di khitan tidak mungkin kan kalau Teky selama ini belum di khitan atau jangan-jangan ...."


Ucap Zau Pan sambil jari telunjuk nya menunjuk kearah Paman Haruko yang sudah berdiri di samping nya.


Saat itu mereka berdua saling bertemu pandangan nya dan sesekali pandangan mereka berdua tertuju ke arah pinggang ke bawah dan juga kebetulan mereka berdua menggunakan baju tidur bermotif sama sambil memeluk boneka koala yang sama dan pasti nya hal tersebut membuat Bibi Rose, A Feng dan Lie lie geli melihat ulah mereka berdua yang lumayan aneh.


" Kalian berdua sedang apa berdiri di situ, Apakah kalian akan menjadi patung selamat datang berdiri di depan pintu seperti itu?"


Tanya Bibi Rose sambil berdiri di atas tangga sambil menggantungkan pita di sisi tembok.


" Iya sayang aku mandi tapi baju ku belum kamu siap kan,"


Jawab Paman Haruko sambil memalingkan wajah nya kepada Bibi Rose.

__ADS_1


" Pergi mandi sana sebentar lagi aku siap kan baju mu,"


Ucap Bibi Rose sambil menuruni tangga.


" Lalu baju ku siapa yang menyiapkan?"


Tanya Zau Pan sambil menunjuk wajah nya sendiri.


" Minta lah koala kesayangan mu itu yang menyiapkan baju untuk mu Zau Pan."


Jawab Lie lie diiringi dengan senyum simpul sambil membawa vas bunga lewat di depan Zau Pan.


Hal itu di jadikan gelak tawa bagi mereka yang melihat nya sedang kan Zhang hanya mampu tersenyum simpul melihat kelakuan Paman Haruko dan Zau Pan pagi itu sambil dalam hati Zhang mengucap kan syukur kepada Tuhan sebab kali ini ia dan Lie lie kini menemukan keluarga baru yang utuh, penuh kasih dan saling menghargai satu dengan yang lain nya.


Berbeda saat dahulu semasa ia tinggal bersama orang tua nya begitu banyak kekerasan dan kata-kata umpatan dan hinaan yang keluar dari mulut Ayah nya sendiri yang seharusnya tidak terucap dari seorang Ayah kepada putra nya berbeda dengan apa yang di rasakan Teky saat ini yang sedang berdiri di balik jendela kamar nya sambil sesekali menyeka air mata yang sudah tidak mampu di bendung lagi.


Ayah dan Ibu semoga engkau di sana melihat nya dan ikut bahagia dengan berhasil nya aku merebut kembali grup Khawagurai yang dahulu sudah di rintis oleh Ayah dan semoga saja aku di beri kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat pribumi agar mereka bisa menikmati hidup yang layak dan setara, Selalu doa kan aku Ayah dan Ibu untuk mewujudkan impian kalian.


Bergumam lah dalam hati Teky sambil sesekali menyeka air mata nya yang sudah membasahi pipi nya lalu tidak lama kemudian Teky pun menuju kamar mandi untuk mandi dan segera membuat peraturan baru untuk wilayah pusat kota agar masyarakat pribumi segera bisa menikmati kebebasan dalam berdagang.


Di sisi lain ada Chan Hu yang sedang mempersiapkan pemakaman Ayah nya yang tewas karena terkena tembakan malam itu dan hal itu membuat ia tidak bisa memaafkan diri nya sendiri sebelum mampu membabat habis Teky dan Lie lie dengan kedua tangan nya sendiri bahkan di depan jasad Xau Li Hu yang sudah terbujur kaku di dalam peti Chan Hu bersumpah dengan mata berkaca-kaca dan penuh dendam.


Maaf kan kecerobohan ku Ayah dan aku saat ini bersumpah di hadapan jasad Ayah bahwa sampai kapan pun aku akan mengejar Teky Khozima dan Lie lie Do Feng, Hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa itu sumpah ku Ayah.


Namun sepertinya perkataan Achida membuat Chan Hu semakin marah dan lepas kendali saat itu sehingga saat itu Achida pun harus meregang nyawa nya di tangan Chan Hu yang sedang marah besar saat mendengar perkataan Achida yang bagi nya cukup menyinggung perasaan nya kala itu.


" Chan Hu aku saran kan kamu segera kembali ke luar negeri sebab kamu tidak mengetahui masalah bisnis, Biar aku yang urus semua bisnis Ayah mu dan kamu cukup tahu hasil nya saja,"


Ucap Achida sambil berdiri di belakang Chan Hu yang sedang memandangi jasad Ayah nya.


" Siapa yang menyuruh mu berbicara dan apa hak mu mengatur ku, Aku anak nya maka aku lah yang akan mengurus semua nya bukan kamu tua bangka, BRAK!"


Jawab Chan Hu dengan nada marah dan mata terbelalak menatap ke arah Achida.


Tanpa butuh waktu lama leher Achida pun di patahkan oleh Chan Hu dan tubuh Achida pun di masuk kan kedalam peti bersama jasad Ayah nya lalu Chan Hu menutup peti tersebut dan memerintahkan Shou Gun beserta yang lain untuk melaksanakan kremasi saat itu Chan Hu yang tersirat di mata nya hanya lah dendam yang harus segera terbayar kan.


Sedang kan di rumah kediaman Teky sudah begitu banyak tamu yang datang dan hal itu tidak di ketahui Teky sebab yang merencanakan semua adalah Bibi Rose dan saat Teky sudah berada di ruang kerja nya Bibi Rose dan Paman Haruko mendatangi Teky untuk memberi tahu acara yang di adakan di kediaman Teky Khozima saat ini bertujuan untuk apa.


" Teky segeralah kamu temui para undangan yang sudah berkumpul di taman belakang rumah,"

__ADS_1


Ucap Bibi Rose sambil duduk di balik meja kerja Teky.


" Untuk apa aku temui para tamu itu Bibi, Bukan kah para tamu itu datang untuk mu dan Paman Haruko?"


Tanya Teky dengan tatapan serius.


" Anak bodoh, Memang nya kamu pikir kita akan mengadakan acara universe pernikahan apa?"


Jawab Bibi Rose dengan wajah yang di lipat karena sebal Teky tidak memahami maksud baik Bibi Rose.


" Lalu untuk apa lagi kalau bukan hal itu Bibi?"


Tanya Teky diiringi senyum simpul.


Kemudian Bibi Rose dan Paman Haruko membuka papan nama yang bertuliskan Khawagurai diiringi dengan senyuman kepada Teky dan saat itu Teky baru menyadari acara kali ini di buat oleh Bibi Rose untuk peresmian penggantian nama grup perdagangan dari Dhong Zeng menjadi Khawagurai seperti awal didirikan, Lalu Teky pun segera bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya menuju Bibi Rose dan Paman Haruko untuk berterimakasih.


" Paman dan Bibi kalian begitu baik kepada ku dan kalian berdua selalu mendukung ku hingga detik ini terimakasih banyak atas bantuan kalian berdua,"


Ucap Teky sambil sedikit membungkuk memberikan hormat kepada Paman dan Bibi Rose.


" Teky jangan lah kamu berkata demikian, Anggap lah kami pengganti orang tua mu sebab dahulu tanpa bantuan Ayah mu suami ku tidak akan menjadi seperti saat ini,"


Jawab Bibi Rose diiringi senyum bahagia.


" Benar Teky, Jasa Ayah mu kami belum bisa membayarnya semua jadi jangan lah kamu sungkan seperti itu kepada kami berdua."


Imbuh Paman Haruko diiringi senyum bahagia.


Kemudian mereka bertiga pun keluar dari ruang kerja Teky sambil membawa papan nama yang saat itu di pegang oleh Paman Haruko dan saat mereka bertiga muncul dari pintu menuju taman belakang kediaman Teky sambutan tepuk tangan yang meriah pun terdengar saat itu dan seperti nya tidak semua tamu undangan yang datang sepaham dengan Teky Khozima.


Tidak lama kemudian acara penurunan papan nama Noisa Dong Zeng pun di lakukan dan di ganti papan nama yang terpasang saat ini adalah Khawagurai Khozima yang di menjadi ketua nya adalah Teky Khozima pewaris tunggal dari Hazimaru Khozima pendiri Khawagurai Khozima dan semua orang memanggil Teky dengan sebutan Kak Kuma yang berarti beruang putih yang kuat dan ganas.


Setelah itu Teky menyampaikan visi dan misi dari grup perdagangan yang di pimpin nya saat ini dan pasti nya semua itu demi ke baikan perekonomian masyarakat dan kestabilan sebuah negara sebab semua harus berjalan seimbang, Bila terjadi kecurangan di wilayah tersebut maka akan berhadapan dengan Teky dan bagi yang tidak sependapat dengan peraturan perdagangan yang di buat oleh Teky silahkan mengundurkan diri dari grup perdagangan Khawagurai.


Maka saat itu timbul lah desas desus di antara para pebisnis yang menghadiri acara tersebut dan ada yang mengundurkan diri secara terang-terangan saat itu juga pergi meninggalkan kediaman Teky dan ada juga yang terlihat masih berfikir mengenai visi dan misi grup perdagangan Khawagurai yang saat ini di pimpin Teky dan pasti nya semua ada konsekuensi nya bagi yang menolak bergabung dan juga yang masih bertahan.


Dan seperti nya hal tersebut terdengar sampai ke telinga Chan Hu saat itu maka tanpa membuang waktu Chan Hu segera mengajak bergabung beberapa pebisnis yang tidak sependapat dengan Teky untuk bergabung dengan diri nya hanya dengan berbekal kan nama besar milik almarhum Ayah nya bukan lain Xau Li Hu.


Lalu apakah Chan Hu akan berhasil untuk membalas kan dendam dan sakit hati nya kepada Teky dan Lie lie sedangkan saat ini kekuasaan Teky semakin meluas dan semakin kuat bahkan saat ini jumlah anggota Teky sudah mencapai 45 ribu orang dari seluruh kalangan, Sedangkan Chan Hu baru saja merintis dan membangun bisnis nya dari nol, Lalu apa yang akan di lakukan Chan Hu untuk bersaing dengan Teky?

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu mendukung author agar semangat nulis nya.



__ADS_2