
Tidak dipungkiri kita semua adalah mahkluk sosial yang membutuhkan orang lain namun jangan berharap orang lain bisa selalu ada untuk kita selama 24 jam sebab setiap manusia memiliki pemikiran, sudut pandang dan penilaian yang berbeda - beda jadi bila kita jangan berharap bahagia dari orang lain.
Sebab sesungguhnya kebahagiaan itu datang nya dari diri kita sendiri dan yang mengerti akan diri kita ya diri kita sendiri, Begitu juga yang saat ini terjadi kepada Lie Lie yang memutuskan untuk lepas dari Ayah nya dan memilih hidup bersama Teky Khozima musuh dari Achida Do Feng Ayah nya Lie Lie.
Pasti saat itu Lie Lie berfikir akan menaruh harapan kepada Teky seorang lelaki yang di anggap bisa melindungi dan Lie Lie berfikir bahwa dengan diri nya memutuskan hidup dengan Teky maka usai sudah perseteruan dengan Ayah nya yang dahulu telah merebut Dhong Zeng dari Ayah Teky.
Namun semua itu bertolak belakang dengan pola pikir Teky yang sesungguhnya hanya akan menyiksa Achida Do Feng dengan keputusan Lie Lie saat ini, Malam itu Teky dan Lie Lie pergi meninggalkan Achida Do Feng dan Zhang Do Feng beserta anak buah nya yang hampir seluruhnya terluka parah tergeletak di jalan.
" Boleh kah aku mengenal mu kekasih ku?"
Tanya Lie Lie sambil merangkul leher Teky.
" Bukan kah kamu sudah mengetahui nama ku tadi saat Bibi Rose memanggil ku,"
Jawab Teky dengan tatapan lurus kedepan sambil mengendarai motor harley.
" Benar aku mendengar namun aku ingin kamu menyebutkan nama mu,"
Ucap Lie lie sambil menyandarkan kepala ke dada Teky.
" Nanti kamu juga akan tahu siapa nama ku."
Jawab Teky dengan senyum simpul.
Kemudian Teky memacu motor dengan kecepatan tinggi dengan posisi Lie lie duduk di pangkuan Teky dan motor itu menuju tempat tinggal Teky bersama anak buah nya, Rumah tersebut begitu megah dengan barang - barang yang lux dan pasti Lie lie berfikir Teky benar - benar menerima diri nya menjadi kekasih.
Sedangkan di sisi lain ada A Feng dan Zau Pan yang bersama anggota yang lain telah tiba di rumah tersebut dan mereka pun segera masuk berharap Teky dan Lie lie sudah tiba di sana namun ternyata mereka berdua belum juga tiba di situ, Pasti nya hal itu membuat kedua nya berfikir kemana pergi nya mereka berdua.
" A Feng mengapa Teky tidak ada di ruangan nya?"
Tanya Zau Pan sambil membuka pintu ruangan Teky.
" Seharusnya mereka sudah tiba saat ini,"
Jawab A Feng sambil menatap Zau Pan.
" Apakah Teky mengantar wanita itu pulang ke rumah nya?"
Tanya Zau Pan sambil menutup pintu ruangan Teky.
" Kita tunggu saja bila sampai besok pagi Teky belum datang juga maka kita ratakan rumah Achida Do Feng."
Jawab A Feng sambil melangkah menuju anak tangga.
Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju ke ruang tamu dan menanyakan siapa yang berjaga di depan, siapa yang berkeliling ke dermaga dan pusat perdagangan malam ini, Pasti nya hal itu di lakukan oleh anggota Teky untuk mengawasi sepak terjang dari anggota Achida Do Feng yang saat ini bisnis nya semakin luas dan melakukan banyak kecurangan.
Tidak lama kemudian muncullah Teky dan Lie lie di teras depan rumah, Kemudian Teky menurunkan Lie lie dari pangkuan dan Teky pun turun dari motor harley, Dengan langkah pasti Teky melewati anggota yang sedang berjaga di depan rumah dan ada Lie lie yang mengikuti langkah Teky dengan senyum bahagia sebab berfikir Teky menerima.
" Datang juga kamu Teky, Kami pikir kamu mengantar wanita itu pulang kerumah nya,"
Ucap Zau Pan sambil melirik ke arah A Feng dengan diiringi senyum simpul.
" Ini rumah nya lalu rumah mana lagi yang kalian maksud?"
Tanya Teky sambil menepuk pundak Zau Pan diiringi senyum simpul.
" Maksud nya, Hai Teky jangan bercanda aku serius,"
__ADS_1
Jawab Zau Pan sambil meninggikan nada suara nya.
" Aku tunggu kalian berdua di ruangan ku 30 menit lagi,"
Ucap Teky sambil berjalan menuju anak tangga sambil merangkul pundak Lie lie.
" Apakah mereka berdua akan tidur satu kamar, Bila benar bagaimana dengan ku?"
Ucap Zau Pan sambil menunjukkan wajah bingung.
Tanpa menjawab sepatah kata pun A Feng hanya melirik ke arah Zau Pan sambil memberikan beberapa kertas ke pada Zau Pan yang masih terlihat bingung dengan apa yang baru saja di lihat oleh nya, Sedangkan A Feng berjalan menuju ruangan Teky sambil berfikir apakah akan mendapat tugas baru lagi sedangkan malam semakin larut.
" Ini kamar mu dan di ujung sana itu kamar mandi,"
Ucap Teky sambil berdiri di dekat meja rias.
" Terimakasih sudah memberi tempat aku yang layak,"
Jawab Lie lie sambil tersenyum ke arah Teky.
" Seorang tamu adalah raja jadi wajar bila aku memberi tempat yang layak bagi mu,"
Ucap Teky sambil membalikkan badan nya menuju pintu keluar.
" Maaf aku tidak memiliki baju jadi bisa kah aku meminjam kemeja mu untuk malam ini saja?"
Tanya Lie lie sambil memasang wajah sedih.
" Nanti A Feng akan meminjamkan baju nya untuk mu, Selamat malam dan selamat beristirahat."
Lelaki itu sungguh dingin sikap nya namun sesungguhnya dia baik hati dan pengertian, Bagaimana tidak sedangkan aku bagaimana pun juga putri dari Achida Do Feng orang yang telah membunuh Ayah nya sekaligus yang merebut bisnis milik Ayah nya tapi dia tetap bersikap baik kepada ku tapi apa maksud dia mengatakan tamu adalah raja, Apakah dia hanya menganggap ku sebatas tamu saja kah?
Bergumam lah dalam hati Lie lie sambil merebahkan tubuh nya di atas ranjang yang bersih dan lumayan nyaman, Di sisi lain sudah ada A Feng dan Zau Pan di ruangan Teky dan saat itu Teky menjelaskan kepada mereka berdua apa tujuan nya membawa gadis itu di situ apakah benar Teky menaruh rasa atau kah hanya menjadi seorang sandera saja.
" A Feng dan Zau Pan aku yakin kalian bingung melihat aku membawa wanita itu kemari,"
Ucap Teky sambil berdiri menghadap mereka berdua dan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
" Benar apa tujuan mu sebenar nya, Apakah saat ini kamu sedang memainkan permainan baru?"
Tanya A Feng dengan tatapan penuh curiga.
" Apa lagi aku lebih bingung lagi dan berfikir kamu akan menikahi wanita itu,"
Imbuh Zau Pan sambil menuangkan minuman di gelas.
" Tujuan utama ku ingin menyiksa Achida Do Feng melihat putri kesayangan nya memilih tinggal bersama ku di sini lalu yang kedua aku ingin mengambil semua aset dari Khawagurai milik Ayah ku dari tangan Achida,"
Jawab Teky sambil menerima gelas pemberian Zau Pan.
" Apakah dia akan mau menyerahkan itu semua demi putri nya kembali kepada nya dan apakah putri nya benar mau kembali ke Ayah nya lalu bila putri nya tidak mau apa yang akan kamu lakukan?"
Tanya Zau Pan sambil sedikit menyandarkan tubuh nya ke sofa.
" Benar aku pun sedikit ragu dengan rencana mu kali ini sebab aku lihat wanita itu memiliki rasa kepada mu jadi menurut ku pikirkan ulang rencana mu,"
Imbuh A Feng dengan tatapan tajam kepada Teky.
__ADS_1
" Baik lah nanti coba aku pikirkan rencana lain untuk mengambil alih itu semua dan bagaimana cara untuk menghindari jebakan wanita itu,"
Jawab Teky sambil meletakkan gelas nya di meja belakang nya.
" Ya sudah malam makin larut beristirahat lah sebab besok pasti akan ada masalah yang lebih berat lagi dari hari ini,"
Ucap A Feng sambil meletakkan gelas nya di meja.
" A Feng tolong pinjam kan baju tidur mu kepada wanita yang tidur di kamar tamu,"
Ucap Teky sambil tersenyum.
" Baju tidur ku yang benar saja, Bukan nya kamu tahu kalau aku tidur hanya menggunakan boxer dan kaos?"
Jawab A Feng sambil menunjuk wajah nya sendiri.
" Sudah ayo keluar nanti berikan saja baju dalam ku yang di berikan oleh Paman Haruko yang ada boneka koala pasti dia suka,"
Ucap Zau Pan sambil merangkul pundak A Feng berjalan keluar dari ruangan Teky.
Saat itu Teky hanya tersenyum simpul melihat ulah mereka berdua yang lumayan konyol namun mereka berdua tidak bisa di ragukan saat menghajar para lawan nya di medan pertempuran, Teky sambil masih terdiam memandang gemerlap lampu kota dari balik jendela kaca yang terpampang di hadapan nya.
Benar juga yang di katakan A Feng dan Zau Pan tidak akan semudah itu Achida Do Feng menyerahkan bisnis milik Ayah ku yang sudah di rebut nya dahulu dan bisa saja semua yang di lakukan oleh wanita itu hanyalah drama di hadapan ku saja, Bila benar begitu aku harus lebih waspada lagi menghadapi wanita itu jangan sampai aku termakan tipu muslihat nya.
Bergumam lah dalam hati Teky dengan tatapan lurus kedepan dan sesekali meneguk minuman di gelas, Sedangkan di kediaman Achida Do Feng sedang marah besar kepada Zhang serta anggota nya yang tidak bisa membawa kembali pulang Lie lie malam itu bahkan Zhang dan anggota nya di hajar hingga babak belur oleh Teky yang tidak menggunakan senjata sama sekali.
Namun saat itu yang menjadi senjata untuk menghajar Zhang dan anak buah nya adalah Lie lie yang saat itu berada dalam pelukan Teky, Saat itu Achida masih mencoba berfikir apa maksud dan tujuan Teky melakukan hal tersebut sebab sampai detik ini Achida tidak mengetahui bahwa Teky adalah putra tunggal dari Hazimaru Khozima pemilik gangster terbesar di wilayah dermaga dan pusat kota yang di kenal nama nya Khawagurai Zamida.
Semenjak beralih tangan ke Achida Do Feng maka di gantilah nama nya menjadi Dhong Zeng saat itu dan pasti nya Achida Do Feng tidak akan menyangka bahwa Teky Khozima adalah malaikat maut bagi nya yang siap menjemput nyawa nya kapan pun juga.
" Aku tidak mau tahu, Besok sebelum matahari tenggelam Lie lie harus sudah berada di rumah ini lagi!"
Ucap Achida sambil membelakangi Zhang dan anggota nya dengan nada geram.
" Tapi Ayah kan tahu bahwa Lie lie tidak ingin kembali lagi ke mari,"
Ucap Zhang dengan tatapan serius.
" Pakai otak mu anak bodoh, Kamu Kakak nya pasti bisa berbicara dengan nya kan!"
Jawab Achida sambil memegang dagu Zhang penuh amarah.
" Baik Ayah akan aku coba besok pagi untuk menemui nya di rumah lelaki itu,"
Ucap Zhang sambil menunduk sedih.
Kemudian mereka semua yang berada di ruangan membubarkan diri kembali ke posisi masing - masing begitu juga dengan Zhang yang berjalan menuju kamar nya sambil berfikir siapa sebenar nya lelaki itu dan memiliki masalah apa dengan Ayah nya apakah hanya mengenai persaingan bisnis saja kah atau ada hal lain mungkin mengenai masa lalu nya.
Sebenarnya siapa lelaki itu mengapa ia mengusik bisnis Ayah bahkan sampai Lie lie pun berpihak kepada nya saat ini apakah Lie lie mengetahui sesuatu hal tentang lelaki itu atau kah ini semua adalah sebuah jebakan lelaki itu saja untuk menghancurkan bisnis Ayah saat ini, Seperti nya aku harus mencari tahu siapa sebenar nya lelaki itu dan apa tujuan sebenar nya.
Bergumam lah dalam hati kecil Zhang Do Feng sambil masuk kedalam kamar nya dan mengganti baju nya sedangkan Achida Do Feng mencoba menghubungi pembunuh bayaran yang sudah terkenal di wilayah tenggara untuk menyewa nya agar bisa menghabisi Teky dan mereka berdua pun membuat kesepakatan harga yang di minta oleh pembunuh bayaran itu.
Lalu apakah niat Zhang dan Achida berhasil untuk mengetahui siap Teky sebenar nya dan berhasil kah niat Achida untuk menghabisi Teky kali ini, Lalu benarkah Lie Lie hanya memainkan drama di hadapan Teky agar percaya bahwa Lie Lie berada di pihak Teky namun sebenar nya Lie Lie memiliki maksud yang terselubung saat ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan ikuti sepak terjang Teky Khozima hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1