
Malam ini Teky dan kedua sahabat nya telah tiba di dermaga untuk menuju pulau Makoda di mana di pulau itu lah semua para gadis dan anak - anak yang akan di jual di letak kan, Pasti nya pulau itu tidak mudah untuk di masuki manusia umum nya dan ternyata gangster Dhong Zeng tidak hanya menjalan kan bisnis penjualan manusia namun juga melakukan bisnis ilegal lain nya di pulau tersebut dan hal itu sangat mengkhawatirkan.
Di Dermaga timur Teky, A Feng dan Zau Peng sudah tiba dan mereka bertiga mengawasi sekitar bagaimana kondisi nya apakah membahayakan atau kah masih kondusif, Saat itu A Feng melihat ada dua orang lelaki di dekat perahu kecil sedang duduk dan seperti nya mereka akan mengangkut para budak menuju pulau Makoda untuk di setor kan kepada Zhu Do Feng.
" Teky bagaimana ini di ujung sana ada dua lelaki apakahkita harus membabat nya?"
Tanya A Feng di balik kemudi.
" Benar Teky apa yang harus kita lakukan sedangkan kita tidak tahu di balik dua lelaki itu ada siapa lagi di sana?"
Imbuh Zau Peng dengan tatapan kepada dua lelaki.
" A Feng pura - pura lah menjual diri ku kepada mereka agar aku bisa masuk ke pulau itu, Setelah itu tunggu aku di sini kalian jangan ikut masuk pulau itu,"
Ucap Teky sambil membuka jaket nya dan melepas kaos nya yang sudah berlumuran darah.
" Tapi Teky di sana lebih berbahaya mana bisa kami tenang melepas mu sendiri, Biar aku ikut dengan mu,"
Jawab Zau Peng dengan tatapan bingung.
" Ikuti kata - kata ku jangan sampai nasib kalian sama dengan Kak Shu Yen, Cukup aku yang hadapi mereka jangan kalian,"
Ucap Teky sambil memegang ke dua leher sahabat nya.
Kemudian mereka berdua hanya mengangguk dengan tatapan khawatir dengan keselamatan Teky sebab mereka berdua pernah tersesat di pulau tersebut saat mencoba perahu yang baru saja di pasang mesin nya, Jadi mereka paham betul seperti apa penjagaan di pulau tersebut namun mereka berdua saat ini hanya bisa diam.
Lalu Teky dan A Feng turun dari mobil yang di parkir agak jauh dari tempat mereka dengan berjalan penuh keyakinan Teky bertekat malam ini harus bisa membebaskan Xau An keponakan nya yang di sekap di pulau itu oleh Zhu Do Feng, Tidak lama kemudian A Feng berpura - pura menjual Teky untuk menjadi budak kepada mereka.
" Hei aku punya barang bagus untuk kalian, Berani harga berapa kalian?"
Tanya A Feng dengan nada jual mahal.
" Mana barang nya bila sudah tua kami hanya mau membayar mu 25 ¥ bagaimana?"
Jawab lelaki tambun itu dengan nada sepele.
" Lihat saja itu, Barang sebagus itu hanya kamu hargai segitu yang benar saja?"
Ucap A Feng sambil menunjuk ke arah Teky yang pura - pura sedih.
" Sudah lah 50 ¥ bagaimana bila minta lebih tidak ada kami,"
Jawab lelaki itu dengan menyodorkan beberapa uang lembar kertas kepada A Feng.
Kemudian Teky pun mengangguk tanda setuju lalu uang tersebut di terima oleh A Feng dan Teky pun di bawa oleh mereka, Tidak lama kemudian perahu itu pun berjalan menuju pulau yang terpencil bahkan bisa di sebut pulau kosong tanpa berpenghuni, Setelah kepergian Teky segeralah A Feng kembali kedalam mobil untuk menemui Zau Peng yang sedang cemas memikirkan Teky.
__ADS_1
" Bagaimana A Feng apakah Teky sudah berangkat menuju pulau tersebut?"
Tanya Zau Peng dengan tatapan khawatir.
" Sudah sekarang waktu kita yang bertindak,"
Jawab A Feng sambil memutar mobil nya dengan cepat.
" Pergi kemana kita sekarang, Jangan sampai Teky terjebak oleh mereka juga A Feng,"
Ucap Zau Peng dengan serius.
" Kita ke bengkel dan kita keluarkan perahu boot untuk menuju kesana,"
Jawab A Feng dengan tatapan serius ke depan.
" Jangan menggunakan perahu boot itu berbahaya mereka akan mudah melihat kita,"
Ucap Zau Peng sambil merogoh saku nya lalu mengeluarkan sebuah kunci.
" Apa rencana mu dan itu kunci apa Zau?"
Tanya A Feng sambil melirik ke arah Zau Peng.
" Kita menyelam dan ini kunci kamar milik Kak Shu Yen di sana tersimpan banyak senjata dan juga baju selam, Maka ayo segera kita menuju kamar kak Shu Yen,"
" Pandai juga kamu Zau, Baiklah kita menuju rumah Kak Shu Yen sekarang."
Ucap A Feng dengan penuh semangat.
Sekitar 2 jam kemudian tibalah perahu yang di naiki oleh Teky di pulau tersebut dan benar saja pulau itu sangat sepi yang terlihat hanyalah pohon kelapa yang berjajar dan ada beberapa orang penjaga yang membawa persenjataan lengkap, Saat itu Teky menurut saja di perintahkan untuk naik di sebuah truk besar bersama beberapa orang lain nya.
Namun sepanjang perjalanan mata Teky menyebar mencari sela dan di mana Xau An di letak kan oleh mereka saat tiba di sebuah gerbang dan ada sebuah pos truk tersebut berhenti dan sopir nya berbincang dengan seseorang di dalam pos tersebut di saat itu lah Teky melihat Xau An di bawah oleh mobil bersama anak yang lain nya tidak tahu akan menuju mana.
Dengan sigap Teky melompat dari truk dan mengejar mobil yang membawa Xau An, Saat itu para penjaga mulai menyadari ada penyusup masuk ke wilayah mereka dengan gerak cepat mereka pun mengejar kemana lari nya Teky, Sedang kan Teky akhir nya bisa meraih belakang mobil tersebut namun seperti nya sopir mobil tersebut mengetahui keberadaan nya Teky di atas mobil tersebut.
" Mau mengajak ku bermain seperti nya dia, PERGI SANA KE NERAKA!"
Teriak sopir mobil itu sambil membanting setir tepat di sisi jurang.
Otomatis tubuh Teky terpental dan jatuh kedalam jurang dan saat itu Teky mencoba bangkit berdiri dan terus berjalan melewati kebun kelapa namun seperti nya nasib sial sedang berpihak di Teky, Saat itu Teky sudah dikelilingi oleh para penjaga yang berjumlah sekitar 20 orang tanpa menunggu waktu lama Teky pun menghajar mereka semua tanpa ampun.
Namun dari perkelahian itu lengan dan kaki Teky terluka dan Teky tetap harus berjalan sambil menahan luka nya untuk menemukan di mana keponakan nya saat ini berada, Saat Teky bersandar di sebuah pohon kelapa untuk mengumpulkan tenaga nya tiba - tiba Teky mendengar suara langkah kaki dari arah belakang nya.
Dengan sigap Teky bangkit dari duduk nya dan mengarahkan kapak yang di pegang nya ke arah suara itu berasal dan tidak sangka ternyata yang muncul dari balik semak - semak adalah A Feng dan Zau Peng sambil membawa parang dan samurai.
__ADS_1
" Mengapa kalian kemari?"
Tanya Teky sambil menyandarkan tubuh nya ke pohon kelapa sambil memegang lengan nya yang terluka.
" Tidak mungkin kami meninggal kan mu dalam kesulitan sendiri Teky,"
Jawab Zau Peng sambil merobek baju Teky dan mengobati luka nya Teky.
" Teky kita selalu bersama jadi jangan pernah kamu berpikir kami akan meninggal kan mu dalam kondisi apa pun, Ingat sumpah kita Teky."
Ucap A Feng sambil pandangan nya menyebar ke sekitarnya.
Kemudian mereka bertiga mulai menyusun siasat untuk mengambil Xau An yang saat ini berada di dalam sana dengan membagi menjadi 3 bagian siapa pun yang menemukan terlebih dahulu maka harus segera membawa Xau An kembali ke dermaga bila sampai 3 hari salah satu dari kita tidak kembali maka anggap sudah mati dan jangan pernah kembali ke pulau ini lagi.
Itulah kesepakatan mereka bertiga sebelum berpencar ke tiga penjuru, Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan matahari pun telah terbit menyapa bumi saat ini mereka bertiga sudah berpencar A Feng sedang berada di sebuah gedung di mana para gadis, anak - anak dan lelaki berkumpul di dalam sel untuk diperjualbelikan dan saat itu A Feng membabat habis para penjaga nya dengan waktu singkat lalu A Feng membebaskan mereka semua.
Saat itu A Feng tidak melihat Xau An bersama mereka, Sedangkan Zau Peng masuk ke sebuah gedung di mana begitu banyak amunisi di sana dan ada beberapa penjaga di sana dengan gerakan cepat Zau Peng menghabisi para penjaga tersebut dan menggeledah dalam nya namun Xau An tidak di temukan juga di sana.
" Zau Peng apakah kamu sudah mendapat petunjuk?"
Tanya A Feng yang tiba - tiba sudah berada di belakang Zau Peng.
" Belum."
Jawab Zau Peng sambil tangan nya memberi kode untuk berjalan menuju jendela.
Saat itu mereka berdua mengintip dari balik jendela dan terlihat lah Xau An dan bebarapa anak - anak yang lain digiring masuk ke sebuah gedung yang besar dan dari luar terlihat gelap dan merek berdua bersembunyi lagi saling tatap seakan sorot mata mereka mengatakan gedung apa itu dan akan di apakan mereka disana, Ternyata di gedung tersebut Teky sudah berada di dalam nya untuk membebaskan Xau An dan anak - anak yang lain nya.
Tempat apa ini mengapa begitu banyak organ tubuh manusia apakah ini rumah sakit tapi mengapa begitu sepi dan tidak ada dokter atau pun perawat di sini, Ada yang datang aku harus bersembunyi.
Bergumam lah Teky sambil bersembunyi di balik sebuah lemari pendingin yang besar berisi begitu banyak organ tubuh manusia sesekali Teky mengintip dari balik lemari dan di lihat nya Xau An berjalan dengan yang lain menuju sebuah ruangan operasi di situ lah Teky bergerak dan membabat habis para penjaga dan dokter nya dengan menggunakan kapak di tangan nya.
" Paman Teky aku takut."
Ucap Xau An sambil menangis memeluk Teky.
" Tenang lah Xau An jangan takut ada Paman di sini."
Jawab Teky sambil menggendong Xau An dan menguatkan kuda - kuda.
Sebab saat itu Teky sudah dikepung oleh para pasukan Zhe Do Feng dengan tatapan panik Teky sambil memeluk Xau An yang sedang menangis ketakutan lalu Teky memerintahkan Xau An bersembunyi di bawah sebuah ranjang, Tanpa waktu lama Teky di serang oleh mereka yang berjumlah ratusan tidak lama kemudian datanglah A Feng dan Zau Peng ke gedung tersebut dan melihat Teky di serang oleh mereka.
Akhir nya mereka bertiga pun membabat habis para anggota Zhe Do Feng dan saat di tanya anggota nya di mana Zhe Do Feng berada salah satu dari mereka mengatakan bahwa Zhe Do Feng sedang berada di kota mengadakan pesta pelelangan perbudakan, Setelah menerima berita tersebut segera lah mereka bertiga pergi meninggal kan pulau tersebut dan meledak kan semua bangunan yang berada di pulau tersebut.
Lalu apakah yang akan di lakukan Teky dan kedua sahabat nya setelah mampu membebaskan Xau An dan bagaimana reaksi Zhe Do Feng mengetahui bisnis nya telah di usik oleh Teky dan kedua sahabat nya?
__ADS_1
Ikuti kisah perjalanan Teky Khozima hingga diri nya mampu menjadi ketua gangster terkenal dan legendaris hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan selalu dukung author agar semangat nulis nya.