
Sering kali niatan orang salah dalam pelaksanaan yang awal nya berniat menyelamatkan tapi yang terjadi adalah sebuah kehancuran bagi orang lain namun sesungguhnya dari sebuah kehancuran akan bisa di bentuk menjadi baru dan lebih bagus namun sayang nya tidak semua orang memahami hal tersebut.
Begitu pun saat ini yang sedang di lakukan oleh Teky yang terlihat jelas akan menghancurkan sistem kerja Achida Do Feng yang menekan rakyat pribumi dan memberi ruang kepada investor asing lebih berkuasa dengan memudahkan semua fasilitas dan meringankan perpajakan maka hal itu lah yang membuat rakyat pribumi semakin sengsara.
Dan pasti nya sepak terjang Teky untuk menyelamatkan masyarakat pribumi serta mengangkat derajat perekonomian masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan sebab sebenar nya di balik Achida Do Feng telah berdiri para pemuka pemerintahan yang siap untuk menghancurkan Teky dan Naosa Dhong Zeng.
Malam ini di pusat perdagangan kota menjadi riuh dengan suara teriakan para anggota Achida yang menyerang Teky di tengah jalan dan diiringi suara musik dari arah club malam yang terdengar lumayan keras saat itu, Bila orang yang tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi pasti berfikir ada sebuah pertunjukan di depan club malam saat itu.
Namun yang sesungguhnya terjadi saat itu Teky sedang berdansa dengan Lie Lie untuk menghabisi para anggota Achida yang berjumlah hingga ratusan menyerang dan bertujuan melumpuhkan Teky serta mengambil Lie Lie dalam pelukan Teky, Sambil mengikuti irama musik dan tatapan tajam Teky tertuju kepada Lie Lie dan saat itu lah dalam hati Lie Lie mulai merasakan suatu getaran cinta di hati nya.
Lelaki ini memang tidak tampan seperti kebanyakan lelaki di luar sana namun dia sangat menghargai seorang wanita meski pun dia mengetahui aku adalah seorang putri dari pembunuh Ayah nya namun diri nya tetap memperlakukan ku dengan baik, Aku sungguh mengagumi sifat nya yang kesatria yang mampu memilah antara dendam nya dan hati nya yang penuh kehangatan kasih sayang.
Bergumam lah dalam hati kecil Lie Lie dengan tatapan mata tertuju kepada Teky, Dan memang benar saat ini mereka berdua saling menatap dengan perasaan yang hangat penuh kasih sayang dan cinta kasih namun tindakan Teky mampu menjatuhkan ratusan lawan nya tanpa harus melihat lawan yang berusaha memecahkan kepala Teky dengan kapak.
Nona maafkan aku yang menggunakan mu menjadi alat untuk menghancurkan Ayah mu sendiri yang bebal itu dan bukan maksud ku demikian namun itu adalah keputusan mu sendiri yang mengucapkan kepada Ayah mu bahwa kamu memilih ku menjadi kekasih mu maka dengan demikian secara tidak langsung Ayah mu sudah masuk dalam perangkap ku dan siap menerima kehancuran nya malam ini.
Bergumam lah dalam hati Teky sambil melanjutkan dansa nya bersama Lie Lie yang setiap gerakan nya mampu melenyapkan siapa pun yang berusaha menangkap dan menyerang nya dengan kapak dan di saat lantunan musik itu berakhir maka berakhir juga dansa Teky dan Lie Lie dan pasti nya habis juga anggota Achida Do Feng tumbang tergeletak di atas jalanan.
" Tunggu pembalasan ku anak berandal!"
Ucap Achida dengan nada geram dan tatapan sinis.
" Ayah apa yang akan kamu lakukan?"
Tanya Zhang dengan nada gemetar menyaksikan apa yang di perbuat Teky kepada para anggota Ayah nya.
" HABISI DIA ANAK BODOH DAN GERET ADIK MU PULANG!"
Teriak Achida sambil mendorong Zhang maju untuk menghadapi Teky.
__ADS_1
" Tapi Ayah aku ...."
Jawab Zhang Do Feng dengan gugup berdiri di hadapan Teky dan Lie Lie.
Saat itu Teky tersenyum melihat Zhang Do Feng yang berdiri di hadapan nya dengan gemetar dan celana nya mulai basah begitu pun dengan Lie Lie yang tersenyum sinis sambil melingkar kan lengan kanan nya di leher Teky saat itu, Kemudian Lie Lie melakukan tindakan yang bagi Ayah nya itu sangat membuat nya sangat malu di hadapan masyarakat dan anak buah nya.
" Kekasih ku ijin kan aku yang menghadapi lelaki lemah itu agar kamu bisa beristirahat sejenak,"
Ucap Lie Lie dengan nada manja dan sesekali melirik ke arah Zhang kakak kandung nya.
" Laku kan lah yang ingin kamu lakukan dan ingat sisa kan sedikit untuk ku,"
Jawab Teky dengan sedikit menggeser kan wajah nya yang saat itu begitu dekat dengan Lie Lie hingga ujung hidung Teky mengenai pipi Lie Lie.
" Pasti nya aku akan menyisakan untuk mu."
Ucap Lie Lie diiringi senyum simpul dan mendorong dada Teky dengan lembut.
" Lie Lie apa yang akan kamu lakukan, Ingat aku Kakak mu dan jangan ceroboh,"
Ucap Zhang dengan gemetar sambil telapak tangan memberi isyarat kepada Lie Lie agar menghentikan langkah nya.
" Apakah Kakak takut, Lalu apa yang Kakak pikir kan saat tadi melempar ku dengan kapak ini, Apakah juga berfikir takut juga seperti saat ini?"
Tanya Lie Lie sambil melihat ke arah kapak yang sedang di pegang nya.
" Bukan itu maksud ku, Aku akan memecahkan kepala dia bukan kamu Adik ku, Percayalah pada ku,"
Ucap Zhang dengan nada dan tatapan memohon.
__ADS_1
" Bila kamu memecahkan kepala kekasih ku lalu apakah kamu juga ingin kepala tunangan mu aku pecahkan Kakak?"
Jawab Lie Lie sambil melemparkan kapak nya ke arah tong penampung air yang di bawah nya tepat berdiri lah tunangan Zhang saat itu.
Dan bisa di pastikan tunangan Zhang basah kuyup terkena tumpahan air dari tong penampung air yang pecah karena terkena kapak yang di lemparkan oleh Lie Lie kemudian Zhang pun segera melihat ke arah tunangan nya yang berteriak lalu Zhang pun segera berlari menuju tunangan nya namun langkah nya di jegal dengan kaki Lie Lie.
Dalam sekejap Zhang pun jatuh terjerembab ke tanah dan saat itu Lie Lie sambil jongkok tepat di samping tubuh Zhang sambil mejambak rambut Zhang yang basah oleh keringat dingin yang mengucur membasahi tubuh nya lalu Lie Lie mengancam Zhang saat itu.
" Saat ini baru air yang membasahi tubuh tunangan mu tapi bila kamu masih berani mengusik hubungan ku dengan kekasih ku maka tunangan mu itu akan mandi darah mu dan seluruh keluarga nya!"
Ucap Lie Lie dengan nada geram kepada Zhang.
Saat itu Zhang hanya mampu menangis ketakutan kemudian Lie lie bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Ayah nya yang sedang berdiri terbelalak melihat putri kesayangan nya yang selama ini dia kenal anggun, pendiam dan pemalu namun bisa bertindak kejam kepada Kakak kandung nya sendiri.
" Tuan Achida Do Feng maaf saya sudah melukai putra dan calon menantu anda saat ini tapi hal itu juga bisa terjadi kepada anda juga bila anda masih mengusik kebahagiaan saya dan kekasih saya, Anda faham Tuan!"
Ucap Lie Lie sambil menepuk wajah Achida menggunakan parang yang sedang di pegang Zhang tadi.
" Lie Lie putri ku mengapa kamu berubah seperti itu kepada Ayah dan Kakak mu, Kembalilah Nak Ayah berjanji tidak akan menghukum mu,"
Rengek Achida dengan wajah memelas.
" Memang anda siapa saya Tuan dan tolong cam kan saya bukan anak anda lagi sebab saya tidak mau memiliki Ayah seorang pembunuh dan pecundang seperti anda!"
Jawab Lie Lie sambil berjalan membalikkan badan nya menuju arah Teky.
Saat itu Achida benar - benar bingung bagaimana mungkin putri nya mengetahui hal itu sedangkan saat itu diri nya belum di lahirkan bahkan Ibu nya Lie Lie saat itu sedang mengandung Zhang, Di situ lah Achida semakin penasaran kepada Teky siapa sebenar nya mengapa bisa mengetahui semua nya tentang masa lalu nya yang pernah menghabisi pemimpin dan pendiri Khawagucimura yang kini di ganti nama menjadi Dhong Zeng penggerak roda perekonomian wilayah kota dan dermaga.
Lalu apakah yang akan di lakukan Teky, Lie Lie, A Feng dan Zau Pan setelah kejadian malam ini apakah Achida Do Feng akan menerima begitu saja kekalahan nya malam ini atau kah Achida Do Feng akan meminta bantuan kepada aparat negara yang selama ini telah melindungi nya selama ini untuk menghabisi Teky dan para pasukan nya.
__ADS_1
Ikuti terus kisah perjalanan Teky dan kawan - kawan nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.