LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 21 . KERELAAN HATI


__ADS_3

Kata rela sering kali di sama arti kan dengan ikhlas namun sesungguhnya sangat jauh berbeda dalam menjalani nya, Sebab belum tentu orang yang rela itu ikhlas sebagai contoh kecil yang terjadi kepada Achida Do Feng apakah ia telah benar-benar ikhlas melepas semua bisnis nya dan memberikan nya kepada Teky?


Jawab nya pasti tidak namun bila nyawa nya sudah di ujung samurai Teky mau tidak mau Achida harus merelakan semua nya berpindah tangan kepada Teky, Dengan kata lain bisa kita ambil kesimpulan bahwa orang yang berkata rela pasti ada sebuah ancaman di belakang nya berbeda dengan kata ikhlas yang di lepas kan tanpa ada nya sebuah ancaman sebelum nya.


Sama hal nya dengan yang terjadi saat ini yang sedang terjadi di rumah Achida Do Feng yang saat itu Teky Khozima sedang di serang oleh orang bayaran Achida Do Feng sedangkan A Feng dan Zau Pan di perintahkan Teky untuk pergi dari rumah Achida untuk memberi tahu anggota lain nya.


Saat Itu Lie lie sedang meratapi nasib dan mengenang mendiang Ibu nya yang telah tiada, Di tempat yang berbeda Zhang baru saja tersadar dan mencari Lie lie adik nya untuk mengetahui tentang semua masa lalu Ayah nya yang membuat Lie lie sangat membenci Ayah nya dan Zhang juga ingin mengetahui siapa sebenar nya Teky mengapa sangat ingin menghancurkan Achida.


Dimana aku ... sakit sekali kepala ku, Di mana Lie lie aku harus berbicara dengan dia dan dia harus mengatakan semua kepada ku ada apa ini sebenar nya mengapa lelaki itu ingin menghabisi Ayah, Apakah ada dendam keturunan antara lelaki itu dengan Ayah ku?


Bergumam lah dalam hati Zhang sambil bangkit dari tidur nya dan menuruni ranjang nya sambil sesekali memegang kepala yang serasa berdenyut, Sedangkan saat itu Achida dan beberapa anggota nya sedang menyaksikan pertarungan antara Teky dan pembunuh bayaran tersebut, Secara teknik bisa di pastikan Teky kalah telak sebab Teky tidak menguasai ilmu samurai.


" HABISI DIA SEKARANG, SERANG TERUS JANGAN BERI KESEMPATAN!"


Teriak Achida sambil berdiri di sisi taman di mana Teky di serang dengan membabi buta oleh pembunuh bayaran itu.


Sial aku terpojok dengan serangan dia, Tidak bisa aku biarkan dia terus menyerang ku dan aku harus segera mengetahui titik lemah musuh ku secepat nya dan tunggu giliran mu Achida Do Feng.


Bergumam lah dalam hati Teky sambil mencoba bertahan dari serangan lelaki bertubuh kekar yang tanpa henti menyerang nya dengan serangan samurai yang mematikan, Sedangkan di sisi lain Lie lie sedang putus asa dan berfikir bagaimana cara keluar dari kamar dan rumah itu sebab pasti Ayah dan Kakak nya akan lebih ketat menjaga nya kali ini.


Bagaimana cara ku keluar dari rumah ini sedangkan Teky, A Feng dan Zau Pan sudah pergi meninggalkan ku di sini dan pasti nya Ayah dan Kakak ku akan memerintahkan anak buah nya agar menjaga ku lebih ketat lagi, Suara apa itu ramai di taman dekat ruang tamu apakah mereka sedang berpesta?


Bergumam lah dalam hati Lie lie sambil menyeka air mata yang membasahi pipi nya dan tatapan mata tertuju ke sebuah pintu di kamar nya, Lalu bangkit lah Lie lie dari duduk nya lalu melangkah menuju pintu tersebut lalu membuka nya perlahan sambil menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada yang sedang melihat nya saat itu.


Kemudian Lie lie melangkahkan kaki nya ke pagar pembatas yang terbuat dari kayu di lantai dua untuk melihat apa yang sedang terjadi di taman dekat ruang tamu di rumah nya mengapa begitu bising dan terdengar suara samurai yang sedang beradu.


TEKY ... Benar itu dia, Aku pikir dia sudah meninggal kan ku ternyata ia masih di sini melawan monster bodoh itu, Lalu kemana A Feng dan Zau Pan apakah itu tadi yang pergi mereka berdua untuk mencari bantuan, Tidak bisa ku biarkan saat ini Teky sedang terdesak dan aku harus segera menolong nya meski nyawa ku harus melayang aku rela.


Bergumam lah dalam hati Lie lie sambil menyobek sisi kanan dan kiri baju nya agar kaki nya bisa menaiki pembatas di lantai dua tersebut, Setelah Lie lie bisa menaiki pembatas itu segeralah Lie lie melompat ke arah taman dan jatuh tepat di hadapan Teky yang posisi nya sedang terpojok ke sebuah tembok salah satu taman dan hal itu membuat semua mata terbelalak.


" Apa yang kamu lakukan Nona?"


Tanya Teky dengan mata terbelalak.


" Aku tidak akan membiarkan mu terluka oleh monster bodoh itu,"


Jawab Lie lie sambil menatap mata Teky dengan tajam.


" Nona menyingkir lah ini pertarungan ku dengan nya!"


Ucap Teky dengan nada membentak kepada Lie lie.


" HAI MONSTER BODOH, BILA KAMU INGIN MENGHABISI KEKASIH KU MAKA AKU YANG PERTAMA HARUS KAMU LENYAP KAN!"


Teriak Lie lie sambil menunjuk ke arah lelaki bertubuh kekar itu dengan nada emosi.


Saat itu lelaki bayaran Achida sempat bingung apa yang harus di lakukan sebab saat ini yang berbicara di hadapan nya adalah putri kesayangan Achida Do Feng yang telah membayar nya, Pikir lelaki bertubuh kekar itu bila diri nya sampai menghabisi Lie lie sama saja diri nya menghantar nyawa nya sendiri sebab Achida tidak akan pernah memaafkan nya.


Di kala semua orang sedang panik di taman dan saat itu Zhang dengan langkah yang sempoyongan berjalan memasuki kamar Lie lie yang sudah terbuka pintu nya dan Zhang pun masuk kedalam kamar Lie lie dengan harapan bisa menemukan Lie lie namun ternyata yang di temukan Zhang hanyalah sebuah ponsel yang ternyata di ponsel Lie lie menyimpan foto mengenai bukti kecurangan Achida selama ini yang di dapat dari Bibi Rose saat malam itu.


Apa ini semua, Apakah semua ini Ayah pelaku nya namun di sini tertera nama Ayah dan Hazimaru Khozima siapa lelaki ini lalu mengapa ada kecurangan dan bukti kasus pembunuhan yang pelaku utama nya Ayah, Berarti benar apa yang di kata kan mendiang Ibu selama ini maaf kan aku Ibu, Aku akan meluruskan semua ini agar jiwa mu tenang di sana.


Bergumam lah dalam hati Zhang sambil segera berlari keluar dari kamar Lie lie dan segera menuju ruang tamu di mana di sana terdengar suara Lie lie dan juga ada suara Achida Do Feng yang seperti nya sedang marah kepada Lie lie saat itu di hadapan seluruh anak buah nya yang sedang berdiri mengitari taman di samping ruang tamu.

__ADS_1


" LIE LIE DI MANA HARGA DIRI MU, UNTUK APA KAMU MEMBELA LELAKI BERANDAL ITU, INGAT LIE LIE AYAH SUDAH MENJODOHKAN KAMU DENGAN CHAN HU!"


Teriak Achida diiringi senyum sinis kearah Lie lie.


" SIAPA ANDA DAN SIAPA YANG BERTUNANGAN DENGAN CHAN HU, BILA ANDA MASIH SAYANG DENGAN KEPALA ANDA BIARKAN KAMI BERDUA PERGI!"


Jawab Lie lie yang menempelkan tubuh nya ke tubuh Teky.


" Anak bodoh di pikir bisa semudah itu aku melepaskan lelaki berandal itu!"


Ucap Achida lirih namun penuh dendam.


" Bukan mereka yang bodoh Ayah tapi Ayah lah yang bodoh bila terus menahan mereka berdua di sini, Maka sekarang juga perintahkan anak buah mu untuk melangkah mundur!"


Ucap Zhang dengan pelan dari belakang tubuh Achida sambil mengarahkan pisau lipat ke pinggang Achida.


" Zhang apa-apaan ini, Apa kamu sudah tidak waras melakukan ini kepada Ayah mu sendiri!"


Jawab Achida dengan nada terkejut dengan mata terbelalak.


" Laku kan perintah ku dan perintahkan mereka berdua masuk ke ruang tamu sekarang juga, Sebelum apa yang ku pegang mengoyak pinggang mu Ayah!"


Ucap Zhang pelan namun penuh penekanan.


Lalu kemudian Achida pun mengikuti apa yang di perintahkan Zhang kepada nya dalam waktu singkat seluruh anak buah Achida pun keluar dari ruangan tersebut tidak kecuali dengan lelaki yang bertubuh kekar itu pun ikut keluar dari tempat tersebut dengan sorot mata penuh dendam kepada Teky yang merasa bingung dengan sikap Kakak beradik yang aneh.


" Ada apa dengan Kakak mu Nona, Apakah setelah jatuh dari lantai dua otak nya jadi bergeser?"


Tanya Teky dengan tatapan bingung kepada Zhang.


Jawab Lie lie yang pandangan nya tidak lepas dari Ayah dan Kakak nya saat itu.


" LIE LIE SEGERA BAWA LELAKI ITU KE RUANG TAMU!"


Teriak Zhang kepada Lie lie sambil memegang pundak Achida untuk berjalan menuju ruang tamu.


" Mari kita kesana dan kita lihat drama apa yang akan di main kan mereka berdua sambil menunggu A Feng dan Zau Pan kembali,"


Ucap Lie lie sambil memegang lengan Teky yang masih bingung dengan apa yang terjadi.


Kemudian mereka berdua pun mengikuti apa perintah Zhang masuk ke dalam ruang tamu yang sudah porak poranda karena perkelahian antara Teky, A Feng dan Zau Pan melawan anak buah Achida Do Feng, Sedangkan di tempat lain ada A Feng dan Zau Pan yang memberi tahu kepada Bibi Rose dan Paman Haruko serta beberapa anggota Teky yang lain bahwa saat ini Teky sedang di serang dengan pembunuh bayaran.


" Paman, Bibi ... Mari segera ikut bersama kami dan bawa semua bukti kejahatan Achida sekarang juga,"


Ucap Zau Pan sambil berlari menghampiri Paman dan Bibi nya Teky.


" Apa yang sebenarnya terjadi Zau Pan dan mengapa wajah mu penuh luka lebab?"


Tanya Bibi Rose dengan tatapan panik.


" Nanti saja kita ceritakan di jalan, Sudah tidak ada waktu lagi Bibi,"


Jawab A Feng yang berlari mengikuti Zau Pan sambil memegang pundak Zau Pan.

__ADS_1


" Baik-baik tunggu sebentar,"


Ucap Bibi Rose dengan nada gugup lalu bangkit berdiri.


" Lalu bagaimana dengan makan ku?"


Tanya paman Haruko dengan tatapan bingung bergantian memandang ke arah A Feng, Zau Pan dan Bibi Rose.


" Sini aku bantu menghabiskan Paman agar cepat selesai makan nya,"


Jawab Zau Pan sambil mengambil sumpit lalu ikut makan di hadapan Paman Haruko begitu juga dengan A Feng.


Saat itu Paman Haruko hanya mampu diam menyaksikan ulah A Feng dan Zau Pan yang penuh dengan luka lebam dan luka sayatan di tubuh nya namun seperti tidak merasakan sakit mereka menikmati masakan Bibi Rose yang sudah tersaji di meja makan saat itu.


Di sisi lain ada Teky, Lie lie, Zhang dan Achida yang duduk di ruang tamu dengan posisi leher Achida di kalung kan pisau lipat yang di pegang oleh Zhang dan saat itu Zhang memerintahkan Achida untuk berkata sejujur nya mengenai bukti yang sudah ada di tangan Zhang dari ponsel nya Lie lie.


" Ayah aku hanya butuh kejujuran mu saat ini,"


Ucap Zang sambil berdiri di belakang Achida.


" Kejujuran apa yang kalian maksud, Aku tidak tahu dengan maksud semua ini!"


Jawab Achida dengan tatapan panik.


" Lie lie ini ponsel mu dan nyalakan rekaman yang berada di ponsel mu itu,"


Ucap Zhang sambil melemparkan ponsel Lie lie.


" Baik Kak."


Ucap Lie lie sambil menerima ponsel nya lalu mencari rekaman yang di maksud Zhang.


Sedangkan saat itu Teky masih bertanya-tanya didalam hati nya rekaman apa yang di maksud sebab Teky tidak mengetahui bahwa saat itu Lie lie merekam ulang bukti yang di dapat saat di rumah Bibi Rose malam itu, Tidak lama kemudian Lie lie pun menyalakan rekaman tersebut dan di masuk kan ke speaker yang berada diruang tamu agar Achida dapat mendengar nya dengan jelas dan semoga tidak pura-pura tuli.


Di saat rekaman suara Achida yang sedang mabok berat itu mulai terdengar saat itu mata Achida terbelalak sangat terkejut sebab ia berfikir bagaiman bisa kedua anak nya bisa memiliki rekaman itu sedangkan saat itu kedua anak nya tidak bersama nya dan mereka berdua masih sangat kecil bersama Ibu nya di luar negeri.


" Tidak itu bukan aku, Kalian salah orang!"


Ucap Achida ketakutan yang mencoba melepaskan pegangan tangan Zhang.


" Lebih baik kamu katakan sejujur nya Achida kepada kedua anak mu!"


Ucap Teky sambil membasuh keringat di wajah nya.


" Siapa Hazimura Khozima yang sudah Ayah bunuh itu dan apa salah nya?"


Tanya Zhang yang semakin erat merangkul leher Achida.


Saat itu Achida masih saja bungkam tutup mulut hanya mengatakan agar Zhang melepaskan pegangan di leher nya, Namun semakin Achida memberontak ingin kabur maka pegangan Zhang semakin erat dan hal itu membuat Achida semakin kesulitan untuk bernafas dan bergerak saat itu, Lalu Teky pun bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Zhang dan Achida sambil mengatakan sesuatu yang membuat Zhang dan Achida terbelalak terkejut saat itu.


Lalu apakah sebenarnya yang di kata kan oleh Teky hingga membuat mereka berdua terkejut dan apakah Achida akan mengatakan sesungguhnya dan mengakui semua kesalahan nya di hadapan Teky dan kedua anak nya atau kah Bibi Rose dan Paman Haruko yang akan bertindak agar Achida mau mengakui kesalahan nya?


Ikuti terus kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TAKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2