LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 25 . DIAM LEBIH BAIK


__ADS_3

Pasti semua orang pernah mendengar sebuah pepatah diam itu emas atau mungkin malah yang terjadi adalah diam karena lelah, Namun di dalam masalah yang sedang di hadapi oleh Achida lebih baik diri nya diam sebab semakin banyak Achida berbicara maka penyiksaan pun akan bertambah banyak yang harus ia terima.


Hari sudah menjelang sore dan saat itu Lie lie, Bibi Rose, Zhang, Achida dan Xaung Ghu telah tiba di rumah milik Achida yang saat ini sedang di duduki oleh Teky dan ribuan anak buah nya yang berkumpul di sana, Sedangkan saat ini posisi Achida dan Xaung Ghu terikat di atas cap mobil dengan posisi pingsan.


Otomatis Teky bertanya siapa yang sedang terikat di atas cap mobil tersebut dengan keadaan yang lumayan mengenaskan saat ini sedangkan Paman Haruko datang menyambut kedatangan Bibi Rose dan Lie lie dengan menggunakan kaca mata hitam sambil memegang payung di tangan nya.


Pasti nya hal yang di lakukan oleh Paman Haruko memancing perhatian siapa pun yang melihat nya sebab untuk apa di teras rumah yang masih ada atap nya Paman Haruko harus membuka payung dan mengenakan kaca mata hitam.


" Mengapa kamu membuka payung, Apakah kamu sedang kehujanan suami ku?"


Tanya Bibi Rose dengan tatapan bingung melihat ulah Paman Haruko.


" Aku hanya waspada saja siapa tahu kamu akan menyiram ku dengan air mineral yang sedang kamu pegang."


Jawab Paman Haruko sambil menunjuk ke arah botol air mineral yang sedang di pegang Bibi Rose.


Seketika hal itu membuat Teky, A Feng dan Zau Pan tersenyum melihat ulah sepasang suami istri yang lumayan unik ulah nya, Kemudian tatapan Teky, A Feng dan Zau Pan tertuju kepada Achida dan Xaung Ghu yang sedang pingsan dan terikat di atas cap mobil.


" Bibi, Siapa itu yang kalian letak kan di atas cap mobil?"


Tanya Teky dengan tatapan penasaran.


" Oh itu Achida dengan orang suruhan nya yang bebal,"


Jawab Bibi Rose dengan enteng.


" Mengapa mereka berdua harus di ikat dan di letak kan di atas cap mobil Bibi?"


Tanya Zau Pan dengan tatapan bingung.


" Biar saja mereka, Sebab kalau aku masuk kan kedalam mobil aku takut terkontaminasi dengan kebebalan nya, Sudah cukup aku terkontaminasi dengan kebiasaan suami ku yang berbicara dengan koala,"


Jawab Bibi Rose sambil menaiki tangga arah menuju pintu masuk.


" Lalu Zhang di mana?"


Tanya A Feng sambil bergantian memandang ke arah Bibi Rose dan Lie lie.


" Ada di dalam mobil sedang pingsan juga, Awas beri aku jalan sudah gerah tubuh ku ingin mandi, Lie lie apakah di rumah mu ada handuk dan sabun mandi?"


Jawab Bibi Rose sambil melewati Teky dan Paman Haruko yang sedang berdiri di hadapan nya.


" Ada Bibi, Mari mandi di kamar ku saja, Nanti setelah aku mandi baru kita bicara,"


Ucap Lie lie sambil sedikit mendekat ke tubuh Teky.


" Baik lah, Cuci mobil Bibi Rose sampai bersih dan jangan turun kan mereka berdua sebelum mereka sadar."


Perintah Teky kepada beberapa anak buah nya.


Sebenarnya apa yang terjadi di rumah sakit lalu mengapa Achida masih saja pingsan bahkan saat ini wajah nya semakin banyak luka lebam, Seingat ku tadi yang ku lempar hanya kening nya menggunakan kepala boneka keramik tapi kenapa sekarang wajah nya jadi lebam semua begitu?


Bergumam lah dalam hati Teky sambil melangkah masuk ke dalam rumah Achida sambil berfikir mengenai apa yang sebenarnya terjadi belum lagi dengan kondisi Lie lie dan Bibi Rose yang lumayan berantakan dari rambut hingga baju nya.


Di sisi lain ada Zau Pan dan A Feng yang sedang mengambil Zhang yang sedang pingsan di dalam mobil untuk di bawa masuk ke dalam rumah sebab mobil tersebut akan di cuci oleh anggota Teky yang sudah bersiap membawa slang air yang siap untuk menyiram tubuh Achida dan Xaung Ghu.


" Seperti nya Zhang ini terlalu banyak makan paprika sehingga mudah sekali pingsan nya,"


Ucap Paman Haruko sambil melihat A Feng dan Zau Pan.


" Apa hubungan nya dengan paprika Paman?"

__ADS_1


Tanya Zau Pan sambil membopong Zhang.


" Pasti lah berhubungan, Coba makan nya daging dan ikan pasti dia tidak mudah pingsan sebab lebih kuat stamina nya,"


Jawab Paman Haruko dengan bangga sambil berjalan mengikuti Zhau Pan dan A Feng.


" Iya memang lebih kuat stamina tapi cacingan, Sama saja kalau begitu Paman,"


Ucap Zau Pan sambil menahan tawa.


" Sudah belum saling ledek nya kalian berdua atau masih ingin di lanjut kan?"


Tanya A Feng dengan nada tegas.


" Tidak kok."


Jawab Paman Haruko dan Zau Pan dengan kompak.


Sedang kan berita mengenai kerusuhan yang terjadi di rumah sakit sampai terdengar ketelinga Xau Li Hu Ayah dari Chan Hu dan saat ini Xau Li Hu merasa sudah di permalukan oleh Achida Do Feng yang tidak menghadiri acara makan malam di rumah nya sedang kan malam itu semua kolega Xau Li Hu hadir di acara tersebut sebab malam ini Xau Li Hu akan mengumumkan tanggal pernikahan Chan Hu dan Lie lie.


Namun yang terjadi Xau Li Hu mendapat berita bahwa Achida Do Feng membuat kerusuhan di rumah sakit bahkan diri nya dalam kondisi pingsan diikat di atas cap mobil di arak keliling kota hingga semua masyarakat mengguncingkan nya.


" Sungguh sudah tidak waras Achida, Sudah cukup dia mempermalukan ku hari ini!"


Ucap Xau Li Hu dengan nada geram sambil menggebrak meja kerja nya.


" Tuan Xau apa yang harus kita perbuat untuk memberi pelajaran Achida yang sudah membuat anda malu,"


Tanya Shong Ji salah satu pengawal pribadi Xau Li Hu.


" Rata kan rumah nya lalu seret dia dan buang ke perbatasan kota beserta kedua anak nya!"


Perintah Xau Li Hu dengan nada geram kepada Achida.


Saat itu Lie lie dan Bibi Rose baru saja selesai mandi dan berniat untuk makan sebab di rasakan perut nya lapar kemudian mereka berdua bergegas menuju dapur untuk memasak dan saat itu Bibi Rose mendengar suara teriakan yang lumayan keras dan hal itu membuat jiwa keingin tahuan Bibi Rose meronta-ronta ingin memastikan siapa yang berteriak saat ini.


" Lie lie apakah kamu suka koleksi lagu sereosa?"


Tanya Bibi Rose yang menghentikan tangan nya yang sedang memotong lobak.


" Aku tidak memiliki koleksi lagu sereosa Bibi,"


Jawab Lie lie sambil memotong daging.


" Lalu siapa yang sedang bernyanyi sekeras itu, Aku harus memastikan bahwa itu bukan suara mahkluk tak kasat mata,"


Ucap Bibi Rose sambil meletak kan pisau nya dan beranjak pergi dari dapur.


" Bilang saja tidak ingin membantu ku memasak jadi ada saja alasan nya."


Celoteh Lie lie lalu melanjutkan memasak.


Saat itu Teky berjalan menuju dapur yang awal nya berniat hanya untuk mengambil air minum namun di situ Teky melihat Lie lie sedang masak sendiri maka Teky pun membantu Lie lie untuk memasak agar lekas selesai pekerjaan Lie lie di dapur.


" Nona apakah aku bisa membantu mu?"


Tanya Teky diiringi dengan senyum simpul.


" Boleh bila kamu tidak keberatan, Oh iya bisa tidak kamu memanggil ku dengan sebuatan nama saja tanpa memberi imbuhan Nona di depan nya?"


Ucap Lie lie sambil sesekali memandang ke arah Teky.

__ADS_1


" Bisa saja bila nanti anda sudah menikah maka saya akan memanggil anda bukan Nona lagi tetapi dengan sebutan Nyonya,"


Jawab Teky sambil berdiri tepat di hadapan Lie lie.


" Baik lah bila begitu lalu kapan anda akan menjadi kan saya Nyonya Teky Khozima, Tuan Teky Khozima yang terhormat?"


Tanya Lie lie sambil menarik dasi Teky hingga wajah Teky tepat di hadapan Lie lie.


" Tanya kan kepada diri anda sendiri Nona, Apakah anda sudah pantas atau belum untuk hal tersebut,"


Jawab Teky diiringi senyum simpul.


" Oh maaf seperti nya aku salah masuk ruangan."


Ucap A Feng yang tiba-tiba muncul dari arah ruang makan.


Saat itu dengan serempak pandangan Teky dan Lie lie tertuju kepada A Feng yang sedang berdiri di sisi lemari es dengan wajah yang memerah karena merasa malu telah melihat adegan antara Teky dan Lie lie saat itu, Lalu Lie lie pun segera melepas dasi Teky dari genggaman nya.


Sedang kan Bibi Rose sedang berjalan menghampiri Paman Haruko dan Zau Pan yang sedang menyemprotkan air ke arah Achida dan Xaung Ghu sehingga mereka berdua berteriak sekuat tenaga sebab mereka berdua kesulitan bernapas saat itu.


" Apa yang sedang kalian lakukan,?"


Tanya Bibi Rose sambil berjalan mendekati Paman Haruko dan Zau Pan.


" Sedang main air kita Bibi, Apakah Bibi ingin mencoba nya?"


Jawab Zau Pan sambil memegang slang air dan mengarahkan ke wajah Achida yang penuh luka lebam.


" Hentikan bermain kalian, Telinga ku sudah bising mendengar lagu sereosa dari mereka yang susah di cerna nada nya,"


Ucap Bibi Rose dengan wajah serius.


" Tapi aku masih ingin bermain sayang,"


Jawab Paman Haruko dengan wajah memelas.


" Nanti saja bermain lagi sekarang lekas bersihkan tubuh kalian berdua setelah itu makan,"


Ucap Bibi Rose sambil melangkah meninggal kan mereka.


" HAI WANITA BODOH LEPAS KAN KAMI DARI SINI BILA TIDAK INGIN NYAWA MU MELAYANG MALAM INI JUGA!"


Teriak Achida dari atas cap mobil dengan penuh ancaman.


BRAK ....


PRAK ....


PRANG ....


BUUKK ....


" Kamu lebih baik diam di sana dari pada telapak tangan ku jadi gatal ingin menyiksa mu lagi!"


Ucap Bibi Rose dengan tatapan sinis.


Saat itu karena Bibi Rose di buat kesal oleh perkataan Achida maka melayang lah ember, gayung, sikat dan sepatu ke wajah Achida dan bahkan saat ini kepala Achida sudah tertutup ember yang tertelungkup menutupi seluruh kepala nya sedangkan Xaung Ghu tepat di mulut nya menancap lah sepatu yang di lempar oleh Bibi Rose.


Seketika Paman Haruko dan Zau Pan bergidik melihat kejadian tersebut dan mereka berdua pun segera berlari masuk ke dalam rumah sebab mereka berdua tidak mau menjadi sasaran amarah Bibi Rose berikut nya, Sedangkan pengawal pribadi Xau Li Hu sudah mempersiapkan anggota nya untuk menyerang rumah Achida dan membuang nya ke perbatasan kota.


Lalu apakah yang terjadi bila pengawal pribadi Xau Li Hu datang bersama anggota nya dan ternyata di temui adalah Teky bukan lah Achida dan apa respon pengawal pribadi Xau Li Hu saat melihat kondisi Achida yang mengenaskan tersebut dan apakah yang akan di lakukan oleh Teky untuk menyambut kedatangan mereka?

__ADS_1


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu memberi dukungan kepada author agar semangat nulis nya.



__ADS_2