LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 6 . KISAH PILU


__ADS_3

Setiap orang memiliki kisah masing - masing ada kisah yang bahagia dan ada juga kisah pilu yang mungkin tidak kita ketahui, Sama dengan Teky Khozima yang tidak mengetahui sejarah kedua orang tua nya mengapa Ayah dan Ibu nya meninggal dunia sebab selama ini paman Saiman menyembunyikan semua itu dari Teky Khozima.


Dan mungkin saat ini lah waktu nya Teky Khozima mengetahui kisah sebenar nya siapa Ayah nya dan bagaimana meninggal nya yang di ungkap oleh bibi Rose Fujian yang merasa sudah waktu nya Teky mengetahui kisah sesungguhnya sebab bagi bibi Rose keponakan nya harus mengetahui kisah masa lalu Ayah nya.


" Teky apakah kamu kuat untuk menjenguk paman dan bibi mu?"


Tanya A Feng sambil memperhatikan Teky.


" Aku masih kuat dan aku harus menenangkan bibi dan paman sebab Xao An belum bisa aku rebut dari mereka,"


Jawab Teky sambil mengenakan kaos nya.


" Teky kamu harus bisa kuasai emosi bila nanti paman dan bibi marah kepada mu,"


Ucap Zau Peng sambil menepuk pundak Teky.


" Aku bisa memahami hal itu, Semua kejadian ini aku lah penyebab nya jadi wajar bila mereka marah kepada ku,"


Jawab Teky sambil mengenakan jaket kulit berwarna hitam.


" Baik lah mari kita menuju rumah sakit."


Ucap A Feng dengan senyum menghiasi wajah nya.


Kemudian mereka bertiga pun keluar dari rumah dan berjalan menuju mobil milik paman Haruko yang terparkir di halaman rumah nya, Selama perjalanan menuju rumah sakit Teky hanya mematung dengan tatapan yang penuh dendam kepada ketua gangster Dho Zeng yang telah menculik Xau An dan mengatakan akan menjual nya dengan harga tinggi.


Tidak lama kemudian mereka bertiga sampai lah di depan rumah sakit di mana paman dan bibi di rawat saat itu mereka bertiga berjalan menyusuri lorong - lorong rumah sakit dan akhir nya mereka bertiga tiba lah di sebuah ruangan di mana paman dan bibi sedang di rawat kemudian mereka bertiga masuk kedalam ruangan untuk menanyakan bagaimana kondisi mereka berdua.


" Paman, Bibi maafkan aku sudah membuat kekacauan hingga Xau An di culik oleh mereka,"


Ucap Teky dengan menundukkan kepala sebab merasa bersalah.


" BRAK, Bukan kamu yang bersalah tetapi Paman mu yang sulit Bibi nasehati!"


Jawab Bibi Rose setelah melempar bantal ke arah Paman Haruko.


" Maksud nya bagaimana saya kurang paham?"


Tanya Teky dengan tatapan bingung kepada Bibi Rose.


" Bibi sudah berulang kali melarang Paman mu untuk mengambil sparepart mesin kepada mereka apa lagi untuk bekerja sama jangan pernah sebab mereka itu licik tapi Paman mu tidak pernah mendengarkan Bibi, Cukup Ayah mu dulu pernah terjebak dengan gangster Dho Zeng hingga tewas,"


Cerita Bibi Rose sambil menetes lah air mata nya mengenang kejadian pada Ayah nya Teky.


" Maksud Bibi apa, Aku tidak paham ada apa dengan Ayah ku?"

__ADS_1


Tanya Teky sambil memegang kedua telapak tangan Bibi nya.


Kemudian Bibi Rose menceritakan kejadian 19 tahun lalu di desa saat itu Ibu nya Teky sedang mengandung Teky berusia 4 bulan kandungan nya dan Ayah Teky merantau ke kota dan kami semua di desa tidak tahu apa pekerjaan Ayah Teky di kota, Yang kami tahu Ayah Teky berdagang di kota hingga berhasil namun ternyata Ayah Teky menjadi pendiri gangster Dhong Zheng untuk mengusai perdagangan di kota.


Hingga suatu malam Ayah Teky pulang ke kampung dengan wajah ketakutan datang ke rumah paman Saiman sambil membawa Ibu nya Teky yang sedang hamil 4 bulan dan meminta perlindungan, Namun belum usai Ayah Teky berbicara tiba - tiba datang lah gerombolan gangster Dhong Zeng dan menghujani kami dengan timah panas dengan membabi buta.


Bila saat itu Ibu nya Teky tidak di sembunyikan oleh Bibi Rose di sebuah peti mungkin nyawa nya pun juga akan melayang malam itu juga dan Teky tidak akan terlahir di muka bumi ini, Karena begitu pelik nya masalah yang di hadapi Ibu nya Teky maka Ibu nya pun menghembuskan nafas nya saat Teky berusia 4 tahun sejak itu lah Teky di rawat oleh paman Saiman dan bibi Rose.


" Begitu lah kisah sesungguhnya Teky,"


Ucap Bibi Rose sambil menyeka air mata nya.


" Jadi sebenar nya mereka merampas semua nya dari Ayah ku, Jangan harap mereka bisa lepas dari genggaman ku Zhu Dho Feng!"


Ucap Teky sambil mengepalkan tangan nya dengan sorot mata penuh dendam.


" Teky semua itu sesungguhnya milik Ayah mu bahkan lahan bengkel itu pun masih daerah kekuasaan Ayah mu namun mereka lah yang mengambil alih,"


Imbuh Paman Haruko dengan tatapan polos.


" Akan ku buat perhitungan dengan mereka semua!"


Ucap Teky dengan nada geram.


" Aku akan menjemput Xau An siapa yang tahu di mana letak penjualan orang itu?"


Tanya Teky dengan nada tenang namun sorot mata nya penuh dendam.


" Aku pernah menolong pimpinan gangster penjualan orang itu, Mari aku antar diri mu Teky,"


Jawab A Feng dengan nada tegas bangkit berdiri di sisi Teky.


" Aku juga tahu di mana mereka biasa mengirim orang menuju pulau MAKODA di ujung perairan SABEKO,"


Imbuh Zau Peng dengan penuh semangat.


" Antar aku kesana dan kalian jangan ikut tunggu saja di dermaga, Ini urusan ku bukan urusan kalian."


Ucap Teky sambil mengayun langkah kaki nya menuju keluar ruangan.


Saat itu Teky, A Feng dan Zau Peng berjalan menyusuri lorong - lorong rumah sakit dengan tatapan penuh dendam yang memuncak setelah mengetahui kisah sesungguhnya siapa Ayah nya dan siapa itu ketua gangster yang biasa di sebut bos Jin Do Feng dan juga adik nya Zhe Do Feng yang terkenal dengan sebutan pembunuh gila dan sangat tega menyiksa siapa pun.


Tanpa menunggu waktu lama Teky, A Feng dan Zau Peng menuju ke sebuah bangunan rumah yang lumayan megah dari luar nya dan di ketahui rumah itu tempat di mana Zhe Do Feng tinggal bersama para anggota nya dan di rumah itu juga mereka menjalankan bisnis gelap mereka dan pasti nya mereka tidak mengetahui bahwa Teky akan mendatangi tempat tersebut.


" BRAK, MANA ZHE DO FENG!"

__ADS_1


Teriak Teky setelah menendang pintu yang lumayan besar.


" Ada masalah apa kamu mencari bos kami, Apa ingin mengantar nyawa mu?"


Jawab seorang lelaki bertubuh kecil, berkumis tipis dengan tatapan mata sinis.


" Bukan urusan mu, Tunjuk kan saja di mana dia sebelum aku pecahkan kepala mu!"


Ucap Teky dengan nada geram.


" Laku kan lah anak muda bila itu ingin mu dan aku yang akan jadi penonton nya."


Ucap lelaki itu dengan senyum sinis lalu menghisap rokok cerutu nya dalam - dalam.


Saat itu tiba - tiba pintu itu di tutup dan di kunci sedangkan Teky sudah dikelilingi oleh pasukan mereka para gangster yang membawa golok, kapak dan parang sedang kan Teky hanya menggunakan tangan kosong tanpa membawa senjata apa pun, Saat melihat sekeliling nya segera Teky mengambil kuda - kuda untuk menghajar mereka satu persatu.


Penyerangan kepada Teky pun di lakukan dengan satu persatu bahkan dengan bersamaan namun kecepatan Teky dalam memukul, menangkis dan menghindar melebihi kecepatan mereka bahkan saat ini seisi ruangan sudah dihabisi oleh Teky tanpa tersisa semua di babat habis yang tertinggal hanya seorang lelaki bertubuh kurus yang sedang gemetar dan keluarlah keringat dingin menyaksikan Teky membabat habis para anggota nya.


" Sekarang kata kan di mana bos mu itu,"


Ucap Teky dengan nada tenang melangkah mendekat sambil menurunkan lengan jaket nya.


" Dia menuju dermaga akan pergi ke pulau Makoda,"


Jawab lelaki itu dengan gemetar duduk di bangku nya.


" Harus nya sedari tadi kamu mengatakan nya, Baik lah aku akan pergi kesana,"


Ucap Teky sambil membalikkan tubuh nya berjalan menuju pintu.


" Untung nyawa ku masih selamat, Harus segera memberitahu bos."


Ucap lelaki tersebut segera mengambil ponsel nya namun belum sempat telepon di angkat sebuah kapak sudah menancap di kepala lelaki itu.


" Sudah baik aku menyisah kan mu, Malah ingin menjemput kawan yang lain nya."


Ucap Teky sambil membersihkan telapak tangan nya sebab baru saja memegang kapak dan melemparkan kepada lelaki itu tepat menancap di kening nya.


Setelah itu Teky melangkah kan kaki nya menuju keluar rumah itu dan menghampiri A Feng dan Zau Peng yang baru saja membabat habis para anggota gangster Dhong Zeng yang berada di luar ruangan dengan menggunakan sebuah samurai dan sepotong pipa besi, Dengan senyum sinis mereka bertiga masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan nya menuju dermaga untuk mengejar Zhe Do Feng.


Apakah Teky bisa menghentikan Zhe Do Feng saat di dermaga dan menghabisi nya di situ ataukah Teky akan kehilangan jejak Zhe Do Feng dan akhir nya Teky dan kedua sahabat nya mendatangi pulau Makoda dan melepas kan Xau An yang saat ini masih di sekap oleh mereka?


Ikuti terus kisah perjuangan Teky Khozima dalam menghabisi para gangster yang telah merebut hak nya dan yang telah membantai ayah nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan bosan selalu dukung author agar semangat nulis nya.


__ADS_1


__ADS_2