
Saat ini Xau An sudah bisa di bebaskan dari cengkeraman mereka dan saat nya Teky membuat perhitungan dengan Zhe Do Feng yang dahulu Kakak nya yang bernama Ji Do Feng dan Ayah nya yang bernama Ichida Do Feng telah menghabisi Ayah nya Teky Khozima dan merebut bisnis perdagangan yang terbesar di kota bernama Dhong Zeng.
Bersama dengan anak - anak dan perempuan serta berapa lelaki Teky, A Feng dan Zau Peng menaiki perahu untuk sampai ke dermaga dan setiba nya di dermaga mereka semua di perintahkan pulang ke rumah masing - masing sedangkan Teky dan kedua sahabat nya membawa Xau An pulang kerumah kedua orang tua nya bukan lain Paman Haruko dan Bibi Rose.
" Paman, Bibi maaf kami sudah membuat mu cemas,"
Ucap Teky sambil menurunkan Xau An dari gendongan nya.
Saat itu segeralah Xau An berlari menghampiri kedua orang tua nya yang sedang duduk di sebuah sofa sambil berharap cemas dan saat melihat Xau An telah kembali pulang bersama Teky dan kedua sahabat nya saat itu lega lah hati Paman Haruko dan Bibi Rose.
" Kalian kemari lah ada yang ingin kami bicarakan,"
Ucap Paman Haruko sambil melirik mereka bertiga yang berdiri di depan pintu.
" Apakah Paman akan menghitung kerugian nya mengenai masalah kemarin ya Zau?"
Tanya A Feng dengan nada berbisik.
" Bila benar begitu bersiap lah hutang kita semakin banyak dengan bos besar,"
Jawab Zau Peng dengan tatapan sedikit panik.
" Apakah Paman akan membicarakan tentang kerugian yang telah kami buat?"
Tanya Teky dengan melangkah mendekat.
" Anak bodoh, Lebih berharga nyawa putri ku di banding dengan semua harta di muka bumi ini,"
Jawab Bibi Rose sambil memeluk bahagia putri semata wayang nya.
" Teky lupakan masalah kerusakan dan mobil yang meledak, Paman hanya ingin mengatakan sebaik nya kalian jangan tinggal di kota ini lagi sebab pasti nya Zhe Do Feng akan mengejar kalian,"
Ucap Paman Haruko dengan tatapan sedih.
" Bukan dia yang mencari tapi aku yang akan mencari nya untuk membuat perhitungan Paman,"
Jawab Teky dengan tegas dan tenang.
" Bagus itu baru keponakan ku, Balas kan dendam kedua orang tua mu dan ambil kembali hak mu dari mereka Teky,"
Ucap Bibi Rose mendukung keputusan Teky.
" Tapi mereka berjumlah puluhan ribu di kota ini yang terbagi menjadi beberapa kelompok gangster sedangkan kalian hanya bertiga mana mungkin bisa mengalahkan mereka,"
Ucap Paman Haruko dengan menatap bergantian kepada Teky, A Feng dan Zau Peng.
" Maka bantu lah mereka jangan hanya bisa mu diam saja gendut!"
Ucap Bibi Rose dengan nada sebal kepada Paman Haruko.
" Tolong bantu kami tunjukkan di mana gangster terbesar yang bergabung dengan Dhong Zeng dan selebihnya biar kami bertiga yang menyelesaikan,"
Ucap A Feng dengan nada serius.
__ADS_1
" Benar pasti Paman mengetahui nya di mana letak markas mereka,"
Imbuh Zau Peng dengan nada penuh harap.
" Mohon bantuan nya Paman."
Ucap Teky dengan mengepalkan tangan nya di depan dada nya sambil membungkuk kan badan nya di hadapan Paman dan Bibi nya.
" Antarkan lah Teky bersama teman nya menemui Ming Poi Eng bukan nya kamu mengenal nya?"
Ucap Bibi Rose sambil melirik sinis kepada suami nya.
" Baik lah tapi biar aku dan Teky yang masuk kedalam rumah nya dan kalian tunggu lah di mobil agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka."
Ucap Paman Haruko setelah menghela nafas panjang.
" Terimakasih Paman sudah mau membantu kami."
Serempak ucap mereka bertiga sambil memberi hormat kepada Paman Haruko.
Kemudian mereka berempat pun berjalan menuju mobil yang terparkir di depan teras rumah Paman Haruko dan masuk kedalam mobil kemudian memacu mobil tersebut menuju rumah yang di jadikan sarang Ming Poi Eng orang kepercayaan Zhe Do Feng yang mengusai perdagangan dan perpajakan di wilayah dermaga dan kota saat ini.
Pasti nya Ming Poi Eng melakukan bisnis ilegal di dermaga dan pasar serta melakukan pungutan liar kepada siapa pun yang berdagang di wilayah kekuasaan nya dengan bersembunyi di balik nama besar gangster Dhong Zeng yang sudah terkenal keji dan kejam, Tidak lama kemudian mereka berempat pun sampai di seberang jalan rumah nya yang tidak begitu besar namun terlihat ada beberapa penjaga di depan nya.
" Kalian berdua tunggu di sini bila sampai dua jam kami belum keluar dari dalam sana maka segeralah mengambil tindakan, Teky ikut dengan ku."
Ucap Paman Haruko sebelum meninggalkan mobil.
" Baik Paman."
Kemudian mereka berdua pun turun dari dalam mobil dan berjalan mendekati rumah yang berada di seberang jalan karena para penjaga mengenal paman Haruko maka dengan mudah mereka berdua masuk kedalam rumah tersebut dengan alasan paman Haruko akan meminta maaf kepada Ming Poi Eng sebab sudah terjadi kegaduhan di wilayah nya yang telah di buat oleh Teky keponakan nya.
" Ada apa kamu kemari?"
Tanya Ming Poi kepada Paman Haruko.
" Kak Ming, Kita sudah berkawan lama maka aku kemari untuk meminta maaf tentang kejadian beberapa waktu yang lalu di wilayah Kak Ming,"
Jawab Haruko dengan senyum ramah.
" Siapa yang bersama mu itu?"
Tanya Ming Poi dengan tegas.
" Dia Teky Kak keponakan ku dari kampung, Lekas beri salam kepada Kak Ming Teky,"
Ucap Haruko pura - pura marah kepada Teky.
" Aku tidak butuh salam mu, Pergi lah kalian berdua tahu kan pintu keluar nya?"
Jawab Ming Poi dengan nada sombong dan senyum licik.
" Terimakasih Kak Ming, Kami pamit undur diri semoga Kak Ming panjang umur,"
__ADS_1
Ucap Haruko berbasa basi di hadapan Ming Poi.
Di saat Paman Haruko dan Teky membalik kan badan nya saat akan keluar ternyata sudah di hadang oleh ratusan anak buah Ming Poi Eng di depan pintu dengan membawa kapak, parang dan golok saat itu seperti nya detak jantung Paman Haruko berhenti seketika bahkan nafas pun terasa sulit menyaksikan hal tersebut di hadapan nya.
" Paman selamat kan diri mu sebab aku belum tentu bisa menyelamatkan nyawa mu dan berdoa lah agar kita bisa selamat."
Ucap Teky sambil menunjuk ke sebuah meja bar tender.
Dengan langkah seribu Paman Haruko segera bersembunyi di bawah meja bar tender sambil memegang dupa untuk berdoa sebisa mungkin, Sedangkan Teky mulai bergerak menghabisi mereka dengan menggunakan steak bilyar yang ada di sisi nya tanpa menunggu waktu lama ratusan orang yang menghadang Teky di kalahkan satu persatu dan akhir nya Teky menggunakan kapak untuk melenyapkan mereka.
sekitar 1 jam kemudian lenyap lah mereka semua dan tinggal lah Ming Poi Eng yang duduk di kursi kebesaran nya dengan gemetar menyaksikan para anak buah nya di babat habis oleh Teky, Kemudian Ming Poi Eng membuka ponsel nya yang sedang berbunyi untuk menerima telepon yang masuk namun hal itu di ketahui oleh Teky dengan gerakan cepat patahan kayu steak bilyar di lemparkan ke arah Ming Poi Eng dan bersarang lah kayu tersebut di jantung nya.
Setelah di rasa aman baru lah Teky mendatangi meja bar tender sambil mengetuk nya dengan kapak yang berlumuran darah untuk memanggil paman Haruko dan mengajak nya pulang sebab pasti nya bibi Rose mengkhawatirkan kepergian mereka berdua.
" Paman keluar lah mari kita pulang,"
Ucap Teky sambil menuangkan sebotol minuman kedalam gelas.
" Teky kamu selamat, Kita masih hidup kan Teky?"
Tanya Paman Haruko sambil mengeluarkan kepala nya dari bawah meja.
Saat itu Teky hanya tersenyum melihat ulah paman nya yang berpostur tubuh gemuk dan perut nya yang buncit kemudian mereka berdua pun melangkahkan kaki nya untuk meninggalkan ruangan tersebut dan saat Teky membuka pintu di luar rumah itu sudah berkumpul ratusan anggota Ming Poi Eng yang menghadang mereka berdua dengan menggunakan senjata yang sama.
" Teky harus kah aku bersembunyi lagi?"
Tanya Paman Haruko dengan sedikit berbisik dengan nada panik.
" Tidak perlu Paman tenang saja, LIHAT LAH KEDALAM APAKAH NASIB KALIAN INGIN SAMA SEPERTI MEREKA!"
Teriak Teky kepada mereka yang berdiri menghadang Teky sambil membuka pintu lebar - lebar.
Seketika mereka semua melihat pemandangan yang mengerikan terpampang dengan jelas dan bos mereka Ming Poi Eng telah tewas malam itu di tangan Teky, Dengan perlahan mereka semua memberi jalan kepada Teky dan Paman Haruko untuk kembali ke mobil dan saat itu A Feng dan Zau Peng sudah berada di luar mobil melihat apa yang akan terjadi kepada Teky dan Paman Haruko yang telah dikepung.
" HEI ANAK MUDA, PIMPINAN KAMI TELAH TEWAS DI TANGAN MU MAKA SAAT INI KAMU LAH PIMPINAN KAMI SEMOGA BERKENAN PERMINTAAN KAMI,"
Ucap salah satu dari mereka sambil semua nya meletakkan senjata di tanah dan memberi hormat kepada Teky.
Kemudian Teky menghentikan langkah nya dan membalik kan badan nya sambil tersenyum diri nya memandang ke arah paman Haruko yang ternganga melihat kejadian tersebut kemudian Teky menghadap ke arah paman nya berdiri.
" Paman terimakasih atas semua bantuan nya dan sekarang Paman kembali lah pulang dan katakan kepada Bibi bahwa aku sudah menemukan jalan hidup ku,"
Ucap Teky sambil memegang kedua pundak Paman Haruko.
" Tapi Teky Bibi mu pasti ...."
Ucap Paman Haruko yang belum sampai selesai berbicara namun Teky dengan senyuman nya meyakinkan Paman Haruko.
Akhir nya Paman Haruko pun mengikuti apa yang di katakan oleh Teky dan kedua sahabat Teky sangat bangga dengan keberhasilan Teky kali ini yang mampu mengambil alih gangster yang telah di percaya oleh Zhe Do Feng dalam waktu sekejap dan hal itu di lakukan nya sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain.
Di sisi lain Zhe Do Feng saat mengadakan pesta pelelangan di kota mendapatkan kan berita bahwa tempat usaha nya di pulau Makoda telah di bumi hangus kan oleh Teky dan kedua sahabat nya saat itu Zhe Do Feng sangat marah dan membubarkan acara pelelangan tersebut dan Zhe Do Feng memanggil beberapa orang kepercayaan nya untuk mengejar Teky dan kedua sahabat nya hidup atau mati.
Lalu mampukah orang suruan Zhe Do Feng menangkap Teky dan kedua sahabat nya lalu bagaimana dengan respon Bibi Rose bila mengetahui bahwa Teky saat ini menjadi pimpinan gangster Naosa Dhong Zeng yang menguasai perdagangan dan perpajakan dan apa yang akan di laku kan Teky dengan diri nya menjadi ketua gangster Naosa Dhong Zeng?
__ADS_1
Ikuti terus kisah perjalanan Teky dan kedua sahabat nya di dunia kegelapan hanya ada di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.