LIFE STORY TEKY KHOZIMA

LIFE STORY TEKY KHOZIMA
BAB 28 . KEHANCURAN XAU LI HU


__ADS_3

Dimana ada kejayaan pasti ada kehancuran semua itu sudah menjadi hukum alam sama hal nya ada siang dan malam semua silih berganti maka di saat posisi kita sedang jaya harus ingat suatu saat akan berhadapan dengan nama nya kehancuran maka selalu lah waspada.


Jangan sampai apa yang di alami oleh Xau Li Hu yang sedang berhadapan dengan Teky Khozima terjadi kepada kita, Sebab saat ini keadaan Xau Li Hu sedang berada di ujung tanduk bisnis yang selama ini di geluti bersama dengan Achida Do Feng pasti nya dengan cara menindas rakyat demi tercapai nya tujuan mereka dengan kata lain memperkaya diri sendiri.


Namun kali ini semua harus berakhir di saat Teky Khozima datang dengan membawa semua bukti-bukti kecurangan yang sudah di lakukan mereka berdua selama puluhan tahun tersebut lalu apakah Xau Li Hu akan kah mengakui semua kecurangan yang sudah di perbuat bersama Achida Do Feng atau kah Xau Li Hu akan berkelit dan melemparkan kesalahan hanya kepada Achida Do Feng saja.


Sore ini Teky, Zhang, Lie lie, A Feng dan Zau Pan pergi menuju kediaman Xau Li Hu dengan membawa Achida dan Shau Gun orang kepercayaan Xau Li Hu yang kondisi nya sudah susah untuk di kenali lagi setelah di hajar habis-habisan oleh Bibi Rose dan A Feng di tempat kediaman Achida yang kini sudah di duduki oleh Teky Khozima beserta anggota nya yang berjumlah ribuan saat ini.


" Teky apa yang akan kita laku kan di sana nanti?"


Tanya Zau Pan sambil sesekali melirik ke arah Teky yang duduk di samping nya.


" Pasti nya kita akan mengacak-acak rumah Xau Li Hu sama seperti yang kita lakukan tadi di rumah Achida, Bukan kah begitu Teky?"


Jawab A Feng diiringi senyum sinis.


" Semoga saja tidak sampai kita acak-acak dan menghilangkan satu daun telinga nya ia sudah mau mengakui semua nya, Agar tidak terlalu lelah kita malam ini,"


Ucap Teky diiringi senyum simpul sambil memainkan bola besi di tangan nya.


Saat mendengar ucapan Teky saat itu yang tersirat dalam benak Zhang dan Lie lie hanya lah kekejaman Teky yang sangat sulit di tebak setiap tindakan nya dan mereka semua anggota nya hanya mampu menjadi pendukung dan penonton setia di saat Teky sedang beraksi untuk membabat habis para musuh di hadapan nya dan semua itu di lakukan demi kesejahteraan masyarakat pribumi.


" Nona apakah semua berkas yang tadi aku minta sudah kamu bawa semua nya?"


Tanya Teky yang diiringi senyum simpul kepada Lie lie yang duduk di hadapan nya.


" Sudah, Bahkan rekaman suara percakapan saat mereka mengadakan perjanjian mengenai pengiriman barang ilegal pun sudah aku bawa,"


Jawab Lie lie dengan tatapan serius kepada Teky.


Sekitar 40 menit kemudian tiba lah mereka semua di teras rumah Xau Li Hu, Sebelum mereka turun dari mobil Teky dan teman-teman nya sudah di sambut dengan penjaga rumah Xau Li Hu menggunakan parang dan kapak di arah pintu masuk sebab salah satu anggota Shou Gun ada yang bisa meloloskan diri dan menyampaikan berita mengenai kejadian di rumah Achida Do Feng serta kondisi Shou Gun kepada Xau Li Hu maka rumah Xau Li Hu di jaga dengan ketat.


" Penyambutan yang luar biasa, Terima dengan baik sambutan mereka dan aku akan menemui Xau Li Hu untuk berbicara,"


Perintah Teky kepada A Feng, Zau Pan dan Zhang.


Sedangkan Teky dan Lie lie menerobos masuk dengan membawa Achida dan Shau Gun untuk menemui Xau Li Hu, Tanpa perlu banyak kata dan dengan waktu singkat Teky dan Lie lie sudah bisa masuk ke ruang tengah rumah tersebut di mana Xau Li Hu dan Chan Hu sedang duduk di sebuah sofa yang cukup mewah dengan tatapan panik bahkan seperti nya mereka berdua kesulitan untuk bernafas.


Saat itu Teky sambil memegang leher ke dua orang yang sudah babak belur bukan lain Achida dan Shou Gun lalu segera melemparkan nya ke lantai dan jatuh tepat di kaki Xau Li Hu sontak kedua mata Xau Li Hu terbelalak karena terkejut melihat kehadiran Teky dan Lie lie saat itu dan juga kedua orang suruhan nya pun sudah tidak berbentuk manusia lagi saat ini.


" Siapa kalian dan untuk apa datang kemari?"


Tanya Xau Li Hu dengan nada gugup dan tatapan panik.


" Anda pasti mengenal dua orang itu kan Tuan Xau yang terhormat?"


Jawab Teky yang berbalik bertanya diiringi dengan senyum simpul.


" Apa yang kalian ingin kan?"

__ADS_1


Tanya Xau Li Hu dengan nada gemetar.


" Kami kemari hanya ingin anda mengakui semua kesalahan anda serta menandatangani beberapa berkas ini saja Tuan Xu,"


Jawab Teky sambil meminta berkas yang di pegang oleh Lie lie saat itu.


" Aku tidak mengetahui masalah berkas yang kamu maksud dan memang kalian siapa berani menindas ku!"


Ucap Xau Li Hu dengan nada sedikit tinggi.


" Saya bukan siapa-siapa tapi saya akan membongkar semua bisnis busuk anda selama ini atau anda lebih memilih nasib anda seperti mereka berdua?"


Tanya Teky sambil melangkahkan kaki nya mendekat menuju di mana Xau Li Hu dan Chan Hu duduk.


" Jangan pernah mengancam di hadapan ku anak muda!"


Jawab Xau dengan nada geram dengan mata terbelalak.


" Lepaskan tangan kotor anda dari baju saya sebelum tangan anda terlepas dari lengan,"


Ucap Teky sambil melirik ke arah Xau yang berdiri di samping nya.


Kemudian Teky pun meletakkan beberapa lembar kertas di atas meja serta memberi kan pena kepada Xau Li Hu untuk menandatangani beberapa berkas tersebut namun seperti nya Chan Hu masih memendam dendam kepada Teky sebab dulu kepala Chan Hu pernah di buat terluka parah dan pikir Chan Hu saat ini lah saat nya untuk membalas kan dendam nya tersebut.


" Ayah jangan tandatangani biar aku yang mengurus mereka,"


" Hay anak manja bukan dia lawan mu tapi aku lah musuh mu!"


Bentak Lie lie dengan tatapan sinis kepada Chan Hu saat itu.


" Baik lah, Selesaikan masalah kalian berdua dan aku menunggu sampai anda Tuan Xau mau menandatangani berkas ini,"


Ucap Teky sambil menarik salah satu kursi yang berada di belakang nya.


" DASAR WANITA BODOH TIDAK TAHU BERTERIMASIH!"


Teriak Chan Hu dengan tatapan emosi kepada Lie lie.


Lalu dengan waktu singkat Chan Hu pun menyerang Lie lie dengan tangan kosong dan Lie lie pun membuat perlawanan dengan menggunakan alat yang di temukan di ruangan tersebut, Sedangkan Teky hanya tersenyum simpul menyaksikan perkelahian mereka berdua sambil menikmati sebatang rokok yang baru saja di nyalakan nya.


Seperti nya Xau Li Hu ingin memanfaatkan kondisi tersebut untuk melarikan diri dan beranggapan Teky tidak sedang melihat nya namun meski Teky saat itu membelakangi Xau Li Hu tapi semua gerak gerik Xau Li Hu bisa terlihat dengan jelas dari pantulan kaca yang menempel di salah satu tembok di ruangan tersebut.


Di saat Xau Li Hu akan membuka salah satu pintu dan ingin melarikan diri saat itu dengan sigap Teky melemparkan pisau buah yang berada di atas meja dan alhasil pisau buah itu bersarang tepat di telapak tangan kanan nya, Alhasil Xau Li Hu berteriak histeris karena kesakitan dan teriakan Xau Li Hu mampu mengecoh Chan Hu yang saat itu sedang bertarung dengan Lie Lie.


Pasti nya Lie lie memanfaatkan kelengahan Chan Hu dengan memukul kan guci yang lumayan besar tepat di kepala Chan Hu dan bisa di pastikan saat itu juga Chan Hu jatuh pingsan dan Lie lie pun tersenyum bahagia sebab mampu mengalahkan Chan Hu tanpa bantuan Teky atau pun Bibi Rose saat itu.


" Yes ... pingsan juga dia anak manja menyebalkan, Plak,"


Ucap Lie lie diiringi tersenyum bahagia lalu menampar wajah Chan Hu dengan keras.

__ADS_1


" Ternyata hebat juga anda Nona Lie lie mampu melawan putra perdana menteri yang berniat mempersunting anda,"


Puji Teky kepada Lie lie sambil bertepuk tangan.


" Siapa juga mau menikah dengan ayam sayur seperti dia, Lebih baik aku menjadi perawan tua seumur hidup ku, Teky lekas itu si tua bangka perintahkan menandatangani semua nya."


Ucap Lie lie sambil duduk di sofa.


Kemudian Teky pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju Xau Li Hu yang masih meratapi telapak tangan nya yang sudah tertancap sebilah pisau buah saat itu, Kemudian Teky pun membantu Xau Li Hu bangkit dari duduk nya sambil memegang pisau buah yang telah menancap di telapak tangan Xau Li Hu.


" Ayo aku bantu Tuan Xau untuk berdiri, Tidak pantas seorang perdana mentri seperti anda duduk di lantai seperti ini Tuan Xau,"


Ucap Teky sambil memegang pisau buah yang menancap di telapak tangan Xau lalu mengangkat pisau buah tersebut.


" AAAAAOOOOO ... LEPAS KAN TANGAN MU ANAK BODOH!"


Jerit Xau Li Hu sambil memukul lengan Teky dengan keras karena ia merasa telapak tangan nya kesakitan.


" Oh ... maaf sakit ya Tuan Xau, Lalu bagaimana sakit nya masyarakat di luar sana saat menahan rasa lapar karena hasil panen nya anda beli dengan harga yang tidak manusiawi?"


Tanya Teky sambil menarik rambut Xau Li Hu dengan kasar.


" Bukan-bukan aku yang membeli nya tapi Achida yang membeli dari mereka, Aku ... aku tidak tahu menahu masalah itu,"


Jawab Xau Li Hu dengan menahan rasa sakit.


" Tapi uang nya dari anda kan Tuan, Jadi tolong jangan sampai hilang kesabaran saya segera tandatangani berkas itu sebelum pisau buah ini berubah tempat di mata anda, BRAK!"


Ucap Teky sambil melemparkan tubuh Xau Li Hu ke sisi meja saat itu.


Dengan gemetar dan juga menahan rasa sakit yang di alami oleh Xau Li Hu maka ia pun akhir nya mau menandatangani semua berkas yang berada di atas meja dan saat itu ternyata Chan Hu sudah tersadar dan berniat untuk menembak Lie lie yang saat itu sedang memperhatikan Xau Li Hu yang menandatangani semua berkas di atas meja.


Tepat saat Xau Li Hu selesai menandatangani semua berkas tersebut bersamaan dengan Chan Hu menarik pelatuk dari senjata nya maka dengan sigap Teky menendang tubuh Xau Li Hu hingga terjatuh di atas tubuh Lie lie saat itu dan pasti nya Lie lie sangat terkejut sebab tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Alhasil Xau Li Hu tewas di tempat karena terkena tembakan dari Chan Hu putra nya sendiri.


Pasti nya hal itu membuat Chan Hu sangat terpukul menyaksikan kematian Ayah nya tepat di hadapan mata nya dan itu pun yang melakukan diri nya sendiri, Saat itu Teky hanya tersenyum simpul sambil mengambil beberapa berkas di atas meja kemudian melangkah menuju sofa di mana Lie lie yang sedang duduk dan tertimpa tubuh Xau Li Hu yang sudah tewas di terkena tembakan dari putra nya sendiri.


Kemudian Teky pun berjalan keluar dari ruangan tersebut sambil membawa jasad Xau Li Hu yang sudah lubang kepala nya untuk menunjukkan kepada anggota nya saat itu yang sudah lumayan babak belur di hajar oleh A Feng, Zau Pan dan Zhang saat itu namun mereka masih bertahan untuk tetap membela Xau Li Hu yang di anggap sebagai pimpinan mereka saat ini.


" HAY LIHAT LAH PIMPINAN KALIAN SUDAH TEWAS DI TANGAN PUTRA NYA SENDIRI LALU KALIAN BERTARUNG UNTUK SIAPA SAAT INI!"


Teriak Teky dari arah lantai dua sambil menunjukkan jasad Xau Li Hu kepada anggota nya.


Seketika semua berhenti bertarung dan mengarahkan pandangan nya ke arah Teky yang sedang berdiri di lantai dua, Sedangkan A Feng, Zau Pan dan Zhang tersenyum bahagia sebab kali ini mereka bisa mengusai semua nya secara utuh dan pasti nya bisa mengembalikan nama besar Khawagurai yang saat itu sempat beralih tangan dan di rubah nama menjadi Dhong Zeng saat di pimpin oleh Achida Do Feng.


Lalu rencana apakah yang akan di lakukan Teky kali ini demi mensejahterakan masyarakat pribumi setelah mendapatkan surat pengalihan kekuasaan grup perdagangan terbesar di wilayah tersebut yang dahulu pendiri nya adalah Ayah kandung Teky Khozima bukan lain Hazimura Khozima dan apakah Chan Hu akan berdiam diri dengan semua kejadian tersebut?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.


__ADS_1


__ADS_2