
Dalam kehidupan ini pasti ada fase atau masa nya terkadang kita menghadapi suatu hal yang tidak mengenakkan dan terkadang kita berada di situasi yang sangat membahagiakan dan semua itu bergulir sesuai irama perjalanan hidup hingga ada suatu pepatah bahwa hidup bagaikan roda berputar terkadang di atas dan kadang di bawah.
Namun kalimat itu seperti nya tidak berlaku bagi Teky Khozima yang memandang kehidupan selalu maju dan selalu naik ke atas dan bila diri nya berada di situasi yang kurang menguntungkan bagi diri nya maka ia berfikir itu suatu ujian agar naik level dalam segala hal.
Dan di saat diri nya mampu mencapai suatu hal di titik tertinggi ia akan berusaha mengangkat orang di sekeliling nya agar bisa sama derajat nya dengan nya, Pasti nya hal itu tidak mudah bagi seorang Teky Khozima yang saat ini banyak memiliki musuh.
Siang ini Teky, A Feng, Zau Pan, Lie lie dan juga Zhang sudah tiba di rumah Achida yang sedang menerima tamu seorang pembunuh bayaran yang di sewa Achida untuk menghabisi Teky beserta anggota nya dan pasti nya Achida sangat terkejut melihat kehadiran Teky bersama kedua anak nya dengan posisi Zhang yang pingsan dan tubuh yang acak - acakan.
" Dimana Ayah ku?"
Tanya Lie lie kepada salah satu pekerja di rumah nya yang menyambut di ruang tamu.
" Tuan Achida sedang berada di ruang kerja nya menerima tamu, Nona,"
Jawab pekerja itu sambil menunduk di hadapan Lie lie.
" Baik lah, Bawa itu Kakak ku ke kamar nya dan kata kan kepada Ayah bahwa aku pulang bersama kekasih ku,"
Ucap Lie lie sambil menyandarkan tubuh nya di sofa.
" Baik Nona."
Jawab pekerja itu sambil melangkah mendekati tubuh Zhang yang pingsan di sofa.
Saat itu Lie lie, Teky, A Feng dan Zau Pan duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan Achida Do Feng, Sesekali Lie lie memijat kening nya yang merasa penat sebab harus melihat wajah Ayah nya lagi siang ini, Sedangkan Teky sedang memainkan kepala patung keramik yang berada di samping sofa dan sesekali menarik kepala patung itu hingga terlepas lalu memasang kan nya kembali sambil tersenyum.
Hal itu membuat A Feng dan Zau Pan berfikir isyarat apa yang sedang di berikan oleh Teky saat ini dan di sisi lain Lie lie merasa bingung melihat tingkah laku Teky yang sedikit aneh di mata nya namun dalam hati kecil Lie lie ada rasa khawatir dengan tingkah Teky saat ini.
" Apa yang sedang kamu lakukan dengan patung itu?"
Tanya Lie lie sambil melirik ke arah Teky yang duduk di seberang nya.
" Memainkan nya,"
Jawab Teky sambil masih memainkan kepala boneka di samping nya.
Tidak lama kemudian datang lah Achida bersama orang bayaran yang berbadan tinggi besar dan berotot dengan tatapan mata sinis memandang ke arah Teky yang masih sibuk memainkan boneka yang berada di samping nya tanpa melihat ke arah Achida Do Feng.
" Putri ku Lie lie akhir nya kamu pulang juga, Ayah sangat mengkhawatirkan mu sayang,"
Ucap Achida sambil melangkah mendekati Lie lie yang duduk di sofa.
" Aku lebih mengkhawatirkan kepala mu saat ini terlepas seperti patung itu,"
Jawab Lie lie sambil bangkit dari duduk nya menghindar dari Achida yang hendak merangkul nya.
" Apa maksud mu?"
Tanya Achida dengan nada gusar mendengar perkataan putri nya.
" Apakah kamu lupa dan perlu aku ingat kan kembali apa yang sudah kamu lakukan kepada sahabat mu sendiri Tuan Achida Do Feng yang terhormat,"
Jawab Lie lie sambil duduk di pangkuan Teky.
__ADS_1
" Jaga sikap mu Lie lie, Aku Ayah mu maka berbicara lah yang sopan!"
Ucap Achida dengan nada geram.
Saat itu Lie lie hanya tersenyum sinis kepada Achida sambil merangkul leher Teky di hadapan Achida dan pasti nya hal itu membuat Achida merasa geram sebab putri kesayangan nya lebih memilih musuh nya dan memusuhi diri nya, Sedangkan Teky dengan tenang memegang kepala boneka yang terlepas sambil memainkan di telapak tangan nya dengan tatapan sinis kepada Achida Do Feng yang berdiri di hadapan nya.
" Apakah itu cara mu menyambut seorang tamu?"
Tanya Teky dengan tatapan sinis.
" Aku tidak mengundang mu datang ke rumah ku jadi tidak semestinya aku menyambut mu dengan baik!"
Jawab Achida dengan nada marah.
" Begitu juga dengan putra kesayangan mu yang bebal itu datang ke rumah ku tanpa di undang masuk dari pintu dan keluar dari jendela hingga pingsan,"
Ucap Teky diiringi senyum sinis.
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada putra ku dan di mana putra ku saat ini?"
Tanya Achida dengan mata terbelalak.
" Dia terlelap tidur di kamar nya lebih jelas nya kamu tanya sendiri kepada putra mu sudah berbuat apa di rumah ku,"
Jawab Teky sambil menjatuhkan kepala patung yang berada di tangan nya ke lantai.
" BERANDAL BIADAB JANGAN HARAP KAMU BISA KELUAR HIDUP - HIDUP DARI RUMAH KU, CINCANG TUBUH NYA!"
Teriak Achida memerintah orang bayaran nya.
Ucap Teky sambil mengelus pinggang Lie lie dengan lembut diiringi dengan senyum simpul.
Kemudian Lie lie pun bangkit dari pangkuan Teky dan berjalan menuju kamar nya sedangkan Achida berjalan mengikuti Lie lie dengan tatapan gusar dan penuh amarah sebab Achida berfikir dari mana Lie lie bisa mengetahui kisah masa lalu nya mengenai sahabat nya yang meregang nyawa di tangan nya.
Sedangkan Teky, A Feng dan Zau Pan menghajar habis anggota Achida dan juga orang suruhan nya dengan menggunakan gagang sapu yang tergantung di tembok dan A Feng berhadapan dengan orang bayaran Achida yang membawa samurai, Bisa di pastikan saat itu di dalam rumah Achida jadi berantakan karena terkena tendangan, pukulan dan tubuh anggota Achida yang terlempar karena kena pukulan Teky dan Zau Pan.
Di sisi lain sebelum Lie lie sampai di kamar nya Achida Do Feng telah meraih lengan Lie lie dan menarik nya dengan kasar karena terbawa emosi, Saat itu Achida berniat untuk mengurung Lie lie di kamar nya agar tidak bisa pergi bersama Teky lagi sebab malam ini Achida harus bisa membawa Lie lie untuk makan malam di rumah perdana mentri.
" Lie lie tunggu, Kata kan tahu dari mana kamu hingga bisa menuduh Ayah mu sendiri menjadi seorang pembunuh!"
Tanya Achida dengan nada geram menarik lengan putri nya.
" Aku sudah mengetahui semua bahkan dengan bisnis kotor mu itu aku juga mengetahui nya jadi sekarang lepaskan tangan ku,"
Jawab Lie lie dengan tatapan sinis kepada Achida.
" Pasti ini semua ulah lelaki berandal itu yang sudah mencuci otak mu hingga berani melawan Ayah mu sendiri!"
Ucap Achida dengan marah dan mata terbelalak.
" Iya benar lelaki yang kamu anggap berandal itu lah yang membuka mata ku yang selama ini salah menilai mu dan ternyata benar yang di katakan mendiang Ibu selama ini bahwa kamu adalah seorang pembunuh!"
Jawab Lie lie yang semakin tersulut emosi nya.
__ADS_1
" PLAK, JANGAN KURANG AJAR KAMU LIE LIE!"
Teriak Achida setelah menampar wajah putri nya dengan keras hingga terpelanting ke sebuah meja.
" Aku lebih baik mati dari pada harus menanggung malu memiliki Ayah pembunuh seperti mu!"
Ucap Lie lie sambil memegang pipi kanan nya.
Kemudian Lie lie berlari menuju kamar nya dan segera mengunci pintu kamar nya saat itu Achida menggedor pintu kamar Lie lie agar di buka namun Lie lie tidak mau membuka nya hanya berdiri di balik pintu sambil menangis mengenang semua perkataan mendiang Ibu nya yang sudah lama meninggal dunia.
Ternyata benar yang di kata kan oleh Ibu bahwa Ayah seorang pembunuh, Hanya demi ambisi nya dia tega membunuh sahabat nya sendiri bahkan dulu Ibu pernah di hukum di rantai di ruang bawah tanah hingga di lepaskan oleh sahabat Ayah yang bukan lain adalah Ayah kandung Teky, Bila tidak mungkin saat itu Ibu, Kakak dan aku sudah tidak ada lagi di muka bumi ini, Sungguh biadab kamu Achida Do Feng!
Bergumam lah dalam hati Lie lie sambil menangis meratapi kejadian yang menimpa Ibu nya saat diri nya masih sangat kecil, Dan ternyata dahulu yang membuat Achida marah besar kepada Hazimaru Khozima karena telah membebaskan istri Achida yang telah di hukum Achida di ruang bawah tanah sebab istri nya menolak untuk di jadikan alat tukar membayar hutang Achida kepada saudagar kaya.
Maka Achida mencurigai Hazimaru Khozima memiliki hubungan pribadi dengan istri nya namun sesungguhnya diantara mereka berdua tidak ada hubungan spesial sama sekali dan bahkan setelah istri Achida serta kedua anak nya pergi dari kota itu Hazimaru menawarkan pinjaman uang kepada Achida agar bisa membayar hutang kepada saudagar kaya tersebut namun Achida menolak nya.
Dan yang terjadi Achida menuduh Hazimaru bermain gila dengan istri nya maka hal itu lah di manfaatkan untuk menghabisi Hazimaru demi menerima mendapatkan tawaran bisnis dari investor asing dan bodoh nya Achida saat itu sedang mabok berat menceritakan semua nya kepada Bibi Rose maka dengan mudah Bibi Rose merekam nya untuk di jadikan sebuah bukti saat itu.
Di sisi lain Teky sedang menghajar anggota Achida dan saat itu Teky melihat A Feng terluka dan terpojok menerima serangan dari orang yang bertubuh kekar itu sedangkan Zau Pan sudah terlihat kelelahan menghadapi serangan dari anggota Achida yang berjumlah ratusan menyerang secara bersamaan dengan membabi buta tanpa ada jedah.
" TEKY KITA HARUS KELUAR DARI TEMPAT INI!"
Teriak Zau Pan sambil mematahkan lengan lawan nya.
" ZAU PAN BAWA A FENG KELUAR BIAR AKU YANG MENGHADAPI MEREKA!"
Jawab Teky sambil melemparkan tubuh anak buah Achida ke lemari.
" BAIK LAH, AKU AKAN MEMANGGIL YANG LAIN UNTUK MEMBANTU MU."
Teriak Zau Pan yang mencoba mendekati A Feng.
Kemudian Teky pun melemparkan kursi di hadapan nya tepat ke punggung orang yang bertubuh kekar yang saat ini sedang menyerang A Feng dengan bertubi - tubi, Saat itu lelaki bertubuh kekar itu memalingkan tubuh nya dari hadapan A Feng dan menghadap ke arah Teky yang saat itu sudah bermandikan keringat dan darah di tubuh nya.
" Hai raksasa bukan dia lawan mu tapi aku, Bila kamu bernyali kejar aku,"
Ucap Teky sambil tersenyum lalu melompati pembatas kayu untuk menuju taman samping ruang tamu.
" ANAK BERANDAL BERANI KAMU MELEDEK KU!"
Teriak orang bertubuh kekar itu dengan tatapan bengis.
" TEKY TANGKAP INI!"
Teriak A Feng sambil melemparkan samurai nya kepada Teky untuk melawan orang bertubuh kekar itu.
Kemudian Zau Pan dan A Feng mencoba lepas dari kepungan para anggota Achida yang semua memegang kapak sedangkan mereka berdua menggunakan senjata seadanya namun dengan kepiawaian mereka dalam bertarung maka mereka berdua mampu lolos dari kepungan anak buah Achida Do Feng, Saat itu dengan tubuh terluka A Feng dan Zau Pan masuk kedalam mobil dan memacu mobil nya menuju ke kediaman Teky untuk memberi tahu yang lain.
Sedangkan saat ini Teky sedang bertarung dengan orang bayaran Achida di taman samping ruang tamu yang di saksikan oleh Achida Do Feng beserta anak buah nya yang pasti nya berharap Teky tewas di tangan orang bayaran nya tersebut sedangkan Lie lie berfikir bahwa Teky meninggalkan nya saat melihat mobil milik Teky berlalu pergi dari pelataran rumah nya.
Lalu apakah yang akan di lakukan oleh Lie lie apakah akan menuruti perintah Achida Do Feng agar Lie lie menikah dengan Chan Hu putra perdana mentri dan apakah Teky akan tewas di tangan orang bayaran nya Achida, Lalu apakah yang akan di lakukan Zhang setelah sadar apakah tetap membela Ayah nya atau kah akan berbalik membela Teky seperti yang di lakukan oleh Lie lie selama ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1