
Tepat pukul 9 malam Teky sudah tiba di sebuah club malam yang lumayan terkenal di wilayah tersebut saat itu Teky dengan beberapa anak buah nya memasuki ruangan VIP yang sudah di sediakan untuk diri nya, Dengan di ikuti oleh A Feng dan Zau Pan lalu Teky duduk sambil menerima segelas win dari seorang wanita yang menemani nya saat itu.
" A Feng bagaimana kesehatan mu apakah sudah benar - benar sudah membaik?"
Tanya Teky sambil melirik A Feng yang berdiri di samping nya.
" Bila aku belum membaik pasti aku masih memeluk boneka panda milik Bibi Rose saat ini,"
Jawab A Feng dengan senyum yang tertahan.
" Bagus cuma boneka panda sedangkan aku di beri baju dalam ada boneka koala nya oleh Paman Haruko kemarin,"
Timpal Zau Pan dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Seketika seisi ruangan tertawa begitu pun Teky tertawa lepas sambil memukul pantatnya Zau Pan yang sedang berdiri di samping kanan Teky sebab bagi mereka semua itu sangat lah lucu bila benar di pakai oleh Zau Pan yang garang saat bertemu musuh namun menggunakan pakaian dalam ada boneka koala nya.
Di sisi lain ada Lie Lie yang sedang memutar otak bagaimana cara nya bertemu dengan Teky untuk menanyakan apa yang sebenar nya terjadi mengapa diri nya membuat kerusuhan di acara pemakaman dan juga membabat habis anggota Ayah nya.
Sudah jam 9 malam pasti lelaki itu sudah berada di sana menunggu kedatangan Ayah dan Kakak, Tapi aku tidak boleh tinggal diam dan juga jangan sampai Ayah dan Kakak menemui lelaki kejam itu bisa - bisa aku akan kehilangan Ayah dan Kakak ku malam ini biar aku yang menemui nya sebab dia berkata tidak melukai perempuan.
Bergumam lah dalam hati Lie Lie sambil berjalan mondar mandir di kamar nya untuk mencari alasan kepada Ayah dan Kakak nya untuk keluar rumah dan seperti nya dewi fortuna sedang berpihak kepada Lie Lie saat ini hingga datang lah Chan Hu seorang putra perdana mentri yang menaruh rasa kepada Lie Lie datang dan meminta ijin kepada Ayah dan Kakak nya Lie Lie untuk mengajak Lie Lie berjalan - jalan ke pusat perdagangan.
Otomatis Achida dan Zhang mengizinkan Chan Hu untuk membawa adik nya sebab hubungan kedua keluarga itu sangat lah baik sejak dahulu dan pasti nya hal itu tidak di sia - sia kan oleh Lie Lie keluar dari rumah sebab sesungguhnya Lie Lie tidak menyukai Chan Hu yang di mata Lie Lie sosok Chan Hu adalah lelaki yang terlalu manja dan lemah selalu mengandalkan orang tua.
Waktu terus berjalan namun tidak terlihat Achida dan Zhang beserta anak buah nya muncul di sana dan pasti nya hal itu membuat Teky gusar dan merasa kata - kata nya tidak di anggap oleh seorang gadis yang waktu itu di temui nya, Dengan tatapan penuh amarah Teky pun bangkit dari duduk nya.
" Seperti nya dia ingin mengajak ku bercanda malam ini,"
Ucap Teky sambil menyalakan rokok nya.
" Lalu apakah kita akan meladeni nya Teky?"
Tanya Zau Pan sambil sedikit mendekat ke arah Teky.
" Kita mainkan permainan baru kali ini, Agar mereka senang,"
Jawab Teky dengan diiringi senyum sinis.
" Permainan apa maksud mu Teky, Apakah kamu tidak mengajak kami?"
Tanya A Feng dengan tatapan serius.
" Ada waktu nya nanti giliran kalian bermain, Sekarang kembali lah pulang dan bawa ini jas ku,"
Jawab Teky sambil memberikan jas dan juga dasi nya kepada Zau Pan.
__ADS_1
Saat itu A Feng dan Zau Pan saling pandang begitu pun dengan para anggota nya yang lain saling pandang berfikir apa yang akan di lakukan Teky saat ini, Dengan tatapan fokus ke depan dan ekspresi wajah yang datar Teky melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan VIP dan terus melangkah kan kaki nya hingga tepat di depan gedung club malam itu.
Dengan pandangan menyebar saat itu Teky melihat sebuah mobil melintas di hadapan nya yang di dalam nya ada Lie Lie dan Chan Hu tanpa menunggu waktu lama Teky memalingkan wajah nya dan melihat sebuah botol kaca segera di ambil lalu di lemparkan ke arah belakang mobil tersebut, Otomatis menimbulkan suara yang lumayan keras bahkan kaca belakang mobil itu pun hingga pecah dan botol itu mengenai kepala Chan Hu hingga diri nya pingsan dan kepala nya terluka parah.
Seketika mobil Chan Hu berhenti dan muncul lah beberapa orang pengawal Chan Hu mencari pelaku nya saat itu Teky berjalan menuju mereka sambil melipat lengan baju dengan tenang sambil melewati kerumunan masyarakat yang sedang menyaksikan hal itu sambil bertanya - tanya siapa yang seberani itu melukai putra perdana mentri dan pasti nya orang itu akan dijatuhi hukuman yang sangat berat bila tertangkap.
" Sedang mencari apa kalian, Apakah ada yang hilang?"
Tanya Teky sambil menghisap rokok nya berdiri di hadapan para pengawal Chan Hu.
" Siapa kamu anak mudah, Apakah kamu melihat siapa yang melukai putra perdana mentri?"
Tanya salah satu pengawal dengan berwajah bengis menatap ke arah Teky.
" Aku yang melempar botol itu agar dia menghentikan mobil nya sebab aku akan mengajak wanita yang bersama nya berbicara,"
Jawab Teky dengan tenang lalu menginjak rokok nya dengan kaki nya.
" MAU CARI MATI KAMU YA ANAK BERANDAL!"
Teriak lelaki berwajah bengis sambil mengangkat golok berlari menyerang Teky.
" Bukan salah ku bila nanti aku mengantar mu bertemu Tuhan."
Ucap Teky dengan lirih diiringi dengan senyum sinis ke arah lelaki yang menyerang nya.
" A Feng apakah tidak sebaik nya kita membantu Teky?"
Tanya Zau Pan dengan tatapan panik.
" Tidak perlu pasti Teky bisa menghabisi nya sendiri dan kita saat ini cukup menjadi penonton menunggu waktu yang tepat."
Jawab A Feng dengan tatapan tertuju kepada Teky yang sedang melawan puluhan para pengawal Chan Hu.
Tanpa membutuhkan waktu lama Teky mampu melumpuhkan para pengawal Chan Hu hanya dengan menggunakan sepotong rotan yang di jadi kan alat untuk melumpuhkan para pengawal itu setelah puluhan pengawal sudah tergeletak di tanah tidak berdaya dengan langkah pasti dan tenang Teky mendatangi mobil milik Chan Hu yang di dalam nya ada Lie Lie.
Saat itu Lie Lie kebingungan dan panik melihat Chan Hu yang terluka parah dan pingsan di balik setir mobil nya dan Lie Lie tidak tau apa yang harus di lakukan sebab diri nya melihat dari spion mobil bahwa Teky sedang menghajar para pengawal Chan Hu tanpa ampun dan saat Teky semakin dekat dengan mobil itu Lie Lie semakin gemetar ketakutan.
" Keluar lah,"
Ucap Teky sambil membuka pintu mobil dengan tenang tanpa ekspresi.
" Apa yang kamu ingin kan, Jangan macam - macam Ayah dan Kakak ku bisa menghabisi mu!"
Ucap Lie Lie sambil menodongkan sebuah pisau yang di temukan di bagasi depan nya.
__ADS_1
" Aku tidak suka berbicara dua kali hal yang sama,"
Ucap Teky sambil memegang tangan Lie Lie dengan erat hingga pisau nya terjatuh.
Kemudian Teky menarik Lie Lie keluar dari mobil Chan Hu kemudian membuka kemeja nya dan mengikat kan kemeja nya ke pinggang Lie Lie sebab saat itu Lie Lie menggunakan baju yang sedikit minim bagi Teky maka Teky mencoba menutup nya dengan menggunakan kemeja nya, Setelah itu Teky menggandeng tangan Lie Lie melewati kerumunan masyarakat yang merasa ngeri dengan sikap Teky yang dingin tapi mengerikan tindakan nya di hadapan para lawan nya.
Ternyata di balik kerumunan para masyarakat Teky sudah di sambut oleh gerombolan anak buah nya Zhang Do Feng Kakak nya Lie Lie yang berjumlah ratusan sedang menghadang langkah Teky dan Lie Lie, Sambil memegang erat tangan Lie Lie dan tubuh yang telanjang dada Teky tidak gentar sedikit pun melihat kehadiran Zhang bersama anak buah yang berjumlah ratusan dan bersenjata kan kapak semua nya.
Saat itu Zhang pasti berfikir Teky sedang sendirian tanpa di ikuti oleh para anak buah nya namun semua anak buah nya Teky yang berjumlah ribuan sedang memperhatikan di atas beberapa gedung hanya tinggal menunggu isyarat dari Teky untuk menyerang mereka semua dari atas gedung, Teky hanya senyum melihat kehadiran Zhang yang terlihat penuh emosi.
" BILA KAMU BENAR LELAKI JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK ADIK KU, LEPASKAN DIA DAN LAWAN AKU!"
Teriak Zhang dengan lantang di hadapan Teky.
" Apakah itu Kakak mu yang seorang pecundang?"
Tanya Teky kepada Lie Lie sambil berbisik tepat di telinga.
Saat itu Lie Lie hanya mampu mengangguk sebab merasa takut dengan kebringasan Teky saat menghadapi lawan dan dalam hati kecil Lie Lie semakin penasaran dengan Teky yang begitu menghargai wanita di balik sikap keji dan brutal nya tidak seperti pada umum nya lelaki yang sering di temui oleh Lie Lie selama ini.
Kemudian dengan tenang Teky mengambil rokok nya dari saku celana nya dan meminta Lie Lie menyalakan korek nya dan itu pun di lakukan oleh Lie Lie dengan tangan gemetar sebab merasa takut, Saat Lie Lie menyalakan korek saat itu para anggota Teky sudah melemparkan tambang dari atas gedung untuk turun dan melakukan penyerangan kepada Zhang dan anak buah nya.
" Bila adik mu tidak ingin pulang bersama mu dan dia memilih pulang bersama ku apa yang kamu lakukan?"
Tanya Teky dengan tatapan tenang dan sesekali mendekat kan wajah nya ke Lie Lie.
" JANGAN MIMPI KAMU BISA MEMBAWA ADIK KU PERGI BERSAMA MU!"
Jawab Zhang sambil berteriak dan mengacungkan kapak nya ke arah Teky.
" Baik lah kita lihat siapa yang bermimpi aku atau kamu bisa keluar dari sini."
Ucap Teky sambil membuang rokok nya lalu menginjak nya kemudian mengambil sapu tangan putih untuk membasuh keringat di wajah nya lalu melemparkan nya ke tanah.
Seketika itu para anggota Teky yang berjumlah ribuan turun dari atas gedung dengan menggunakan tali tambang yang sudah mereka sedia kan dengan waktu singkat Zhang dan anggota nya di kepung oleh mereka yang semua membawa samurai siap untuk menyincang mereka semua dan saat melihat hal itu Zhang merasa terkejut dan berfikir bahwa diri nya masuk dalam jebakan Teky saat itu.
" Bersenang - senang lah kalian dalam permainan ini."
Ucap Teky sambil mengambil jas nya dari A Feng.
Kemudian Teky melangkah kan kaki nya sambil membawa Lie Lie bersama nya masuk ke sebuah club malam tepat di hadapan Zhang dan para pengawal nya otomatis hal itu sangat menyinggung harga diri Zhang sebagai Kakak tidak mampu melindungi Adik nya dan di bawa oleh musuh di depan mata nya tanpa ada nya perlawanan sedikit pun.
Setelah Teky dan Lie Lie masuk kedalam club malam maka di mulai lah perkelahian mereka tanpa ada jedah sedikit pun hingga semua para musuh di hadapan nya terkapar di tanah baru lah mereka akan berhenti namun di saat itu Zhang mampu melarikan diri bersama beberapa anak buah nya sebab merasa diri nya pasti kalah dengan jumlah mereka yang lebih banyak dan kemampuan bertarung anak buah Teky melebihi anak buah Zhang saat itu.
Lalu apa yang akan terjadi kepada Lie Lie apakah Lie Lie di jadikan sandra oleh Teky untuk memancing Achida Do Feng agar menemui Teky atau kah ada hal lain, Lalu apa yang akan di laku kan Achida dan Zhang mengetahui Lie Lie bersama Teky apakah akan membuat penyerangan kepada Teky untuk menyelamatkan Lie Lie?
__ADS_1
Ikuti kisah Teky Khozima hanya di LIFE STORY TEKY KHOZIMA dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.