
Rian beserta kelompoknya berjalan lurus mencari jejak keberadaan Arga,entah Arga
masih hidup atau mungkin sudah mati. Dua hari sudah berjalan mengikuti kegiatan kemping
terdapat sebuah kejadian sehingga salah satu di antara mereka menghilang tanpa jejak
sebagaimana yang terjadi pada mahasiswi yang mengikuti kegiatan yang serupa.
"Kita sudah jauh, istirahat dulu," kata Loly.
"Hah ok kita istirahat sebentar di sini 5 menit, sekalian kita sarapan,"ujar Rian.
Saat itu mereka terduduk di atas pohon yang tumbang sambil mereka mengeluarkan daging kaleng
yang di bagikan oleh Dian di tiap masing-masing orang.
"Minjam pisau cutter nya dong,"ujar Loly.
"Berikan kepadaku." Rian meminta makanan kaleng itu kepada Loly untuk membantu
membukanya.
Mereka istirahat sejenak duduk di atas kayu yang tumbang, menyantap makanan kaleng pemberian
dari Dian di saat itu Rian ingin bertanya kepada Loly perihal kelakuan dia terhadap Lily disaat di
sekolah.
"Loly, aku punya pertanyaan untukmu," kata Rian.
"Apa itu?" Loly bertanya.
"Akhir – akhir ini aku perhatikan, kamu selalu mebebankan masalah terhadap teman baru kita
Lily, kamu kenapa?”Rian bertanya.
Loly yang sedang melap bibir lalu ia berusaha menjawab pertanyaan dari Rian.
“Aku cuman bercanda, tenang aja Lily juga tidak bakalan kenapa – kenapa dari candaan aku,"
jawab Loly.
“Bagiku itu candaan yang kelewatan, dan aku ingin terakhir kali Lily di candain seperti itu,”ucap
Rian.
“Kenapa si Rian selalu memperdulikan cewek aneh itu,”ucap batin Loly.
Beberapa saat kemudian mereka usai makan, bekas kaleng mereka di kumpul di sebuah tanah lalu
menguburnya.
“Tolong teman – teman kumpul bekas kaleng makanan kalian di dekat aku,”ucap Rian.
Di saat itu Rian mengambil skop kecil yang berada di samping tasnya untuk di pakai galian tanah,
tidak lama kemudian galian itu sudah berbentuk sebuah lubang yang sudah cukup untuk
menguburkan kaleng bekas makanan mereka. Rian memasukkan kaleng bekas makanan itu lalu
kemudian Rian menimbunya memakai tanah.
“Beres sekarang kita berangkat,”ucap Rian.
Di saat tenaga sudah terkumpul kembali mereka meneruskan perjalanan mencari sahabat mereka
yang menghilang di malam hari, dua kelompok pencarian yang telah di bagi mereka berharap Arga
dalam kondisi baik.Perjalanan mereka sudah makin setengah jauh dari tempat mereka beristirahat,
di saat mereka mulai kembali kelelahan mereka di hadapkan sebuah bangunan rumah kayu yang
terdapat sebuah tangga untuk bisa memasuki rumah tersebut. Di saat itu Rian segara ingin
memberitahukan kepada Pak Lubar.
Trzzz!!
"Di sini Rian ingin memberikan informasi perihal menemukan rumah bangunan kayu, kami curiga
Arga berada di dalam bangunan rumah itu bagaimana tindakan kami pak?"ujar Rian yang
menyampaikan informasi lewat Walkie talkie.
Suara Rian terdengarkan lewat radio penghubung pangilan milik Pak Lubar lalu di balas nya.
Trzzz!!
"Bagus, kalian tetap hati-hati di sana sementara nanti saya beserta kawan-kawan kalian ketempat
itu, arah mana perjalanan kalian?"ujar Pak Lubar
"Lurus, Pak"balas Rian
"Bagus,tunggu disana," ujar Pak Lubar.
Trzzz!!
Di saat Pak Lubar mendapatkan informasi menarik dari Rian maka ia mencoba untuk berdiri untuk
bisa menemui Lily dan Bily untuk meminta bantuan membantu kedua teman mereka yang telah
di lempar oleh sesosok monster itu, namun rasa sakit yang ada pada pergelangan tangan pak Lubar
kehelingan tenaga untuk bisa bergerak..
"Tanganku makin kaku dan sakit, tidak bisa lagi aku gerakan."Pak Lubar membuka sarung tangan
ia pakai.
Pak Lubar membuka sarung tangan yang di pergunakanya, betapa terkejutnya ia pergelangan
tanganya membengkak kehijauan.
"Ya tuhan,"Pak Lubar merintih.
Dengan situasi kelompok Pak Lubar keadaan buruk kedua muridnya masih dalam keadaan tidak
__ADS_1
sadarkan diri iapun mulai merasa pusing memegang kepala dengan tangan sebelahnya.
Dug..Dug..
"Ini buruk,"ujar Pak Lubar.
Sesaat kemudian pak Lubar pun terjatuh di tanah,mata Pak Lubar masih terbuka tatapan ia
terkaburkan di saat ia jatuh dan tidak berdaya ia melihat dua seseorang menghampirinya.
"Bily ,Lily." Pak Lubar tidak sadarkan diri.
Lily terkejut ketika ia menginjak tubuh dari sesosok monster kestaria yang tergeletak.
"Makhluk ini?"tuturnya.
"Hiii apakah dia sudah mati?”Bily bertanya.
“Aku rasa,”ucap Lily.
Lily melihat kedepan Pak Lubar dalam keadaan tidak sadarkan diri lalu Lily berada di samping
pak lubar dalam keadaan terjongkok untuk menyadarkan Pak Lubar.
"Pak bangun."Lily berusaha membangunkan Pak Lubar.
Lily yang berusaha sedang membangunkan Pak Lubar dalam keadaan tidak sadarkan diri Lily
melihat ke arah tangan Pak Lubar yang menghijau dan membengkak.
"Astaga."Lily melirik ke arah tangan Pak Lubar.
Di satu sisi lain Bily menyadari keberadaan kedua teman kelasnya tersebut lalu ia berenisiatif
untuk mencari temanya.
“Ardi, Mily,”Bily teriak memanggil.
Bily berjalan sebelah kiri yang dimana ia melihat Ardi sedang tersandar di sebuah pohon dalam
keadaan tidak sadarkan diri.
“Ardi?” Bily terheran.
“Lily kesini bantu aku,”Bily memanggil.
“Ya ampun, buruan kita sama – sama bopong Ardi,”ucap Lily.
Saat itu mereka berdua mebopong Ardi berjalan menuju terbaring nya Pak Lubar.
“Pelan – pelan,” ucap Lily.
Bily yang melihat Lily dengan iklas membantu seorang teman kelasnya dalam keadaan susah, Bily
mulai menyadari ada pada diri Lily ketimbang di saat berada di dalam kelas hanya terdiam sunyi.
“Kamu lebih dari apa yang aku pikirkan selama ini,”ucap batin Bily.
“Andai kata kamu seorang cewek lain yang berada di samping aku, suda pasti dia dengan terpaksa
membantu aku mebopong Ardi atau karena aku seorang Laki – laki cewek itu sudah pasti hanya
Bily yang masih berdiri, mencari teman sekelasnya seorang lagi yaitu Mily.
“Tunggu sini\biaraku yang mencari Mily,”ucap Bily.
“Ok,”Lily menjawab.
Saat itu Bily berjalan sebelah kanan yang dimana terdapat semak – semak yang panjang.
“Hmmm bau,”ucap Bily.
Bily yang menyium aroma busuk membuatnya penasaran berjalan mendekati aroma busuk itu.
Wajah Bily melotot ketakutan saat ia melihat jazat manusia dan Mily yang terbaring di
sampingnya, Bily kembali menghadap Lily dengan memasang wajah yang pucat lemas sehingga
Lily bertanya.
"Kamu kenapa?"Lily bertanya.
Bily menjawab” Asal kamu tau, aku barusan melihat jasat di sana sepertinya wanita karena aku
lihat rambutnya rontok, kemudian Mily ada disana, bisa jadi jazat itu adalah orang yang
hilang,”ucap Bily.
Lily yang mendengarkan penyampaian dari Bily berusaha untuk menenangkan Bily yang
ketakutan Lily khawatir ketika ketika ketakutan Bily meningkat maka hal yang merepotkan bisa
terjadi.
“Kamu tenang.”Lily berdiri.
“Biar aku yang membawa keluar Mily dari semak itu,”ucap Lily.
Di saat itu Lily berjalan mengarah ke semak yang di katakan Bily, saat itu Bily melihat, Lily
mendekati tempat jazat wanita itu terbaring Lily menutup hidung nya sambil berjalan akibat bau
busuk.
Lily membuka semak.
“Ya ampun.”Lily sedikit terkaget.
Lily meraih tubuh Mily yang tidak sadarkan diri mebopong nya sambil berjalan menuju Bily.
Lily membaringkanya di atas.
“Haah aku kelelahan,”ucap Lily.
“Sekarang kita lakukan apa?” Lily bertanya.
“Kayak nya monster yang sudah mati ini kita seret jauh kali ya, aku sedikit ngeri kalau dia tiba –
__ADS_1
tiba hidup kembali,”ucap Bily.
“Ok,”ucap Lily.
Saat itu Bily dan Mily memegang salah satu kaki dari Monster kesatria itu yang telah mati,
mencoba menarik kaki nya kebelakang.
“Ok sini saja, lumayan jauh dari kita,”ucap Bily.
“Ayo Lari,”ucap Bily.
Saat itu mereka berdua berlari meninggalkan jazat monster yang telah mati itu sementara pedang
yang tertinggal di dekat teman – teman mereka yang tidak sadarkan diri. Lily mengangkat pedang
itu yang cukup berat.
“Ughhh haaa lumayan berat,”ucap Lily
“Coba sini,” ucap Bily.
“Ugghh ya dong lumayan berat, ta’pi lumayan kalau bisa di ambil buat jaga – jaga, haaaa,”Bily
tidak sanggup mengangkatnya.
Bily yang memiliki tubuh yang cukup besar tidak dapat mengankat pedang itu.
“Sekarang apa?” Bily bertanya,
“Aku tidak tau,”Lily menjawab.
“Pengen rasanya aku ingin pulang,”ucap Lily.
Lily menundukkan kepala.
Saat mereka sedang terduduk salah seorang dari mereka berdua mendengarkan suara orang yang
sedang berjalan sambil menginjak daun – daunan kering
"Siapa di sana?"Lily mengangkat kepala melihat sebelah kiri.
Orang yang sedang berjalan itu rupanya seorang kakek tua yang mereka temui semalaman
sekaligus orang yang di cari – cari oleh pak Lubar. Melihat kakek tua itu mendekati mereka berdua
membuat Bily ketakutan.
"Haah kamu siapa?"Bily ketakutan.
"Tenang kakek tua ini pemilik gubuk yang hancur di depan sana, semalaman aku dan kawankawan yang lain bertemu dengan kakek itu lalu mengajak kami untuk bertamu di gubuk dia, kakek
ini baik,"ujar Lily
"Huff aku pikir orang jahat,"ujar Bily.
"Haha kalian kenapa berada di sini lagi *** bukankah kakek semalaman sudah memberitahukan
kepada kalian untuk kembali?"Kakek bertanya.
“Maff kek kami belum bisa kembali sebelum menemukan seorang dari kami,"jawab Lily.
Kakek itu terdiam lalu melihat di belakangnya sesosok yang sudah mati.
"Kalian berhasil mengalahkan monster kestria itu,"ucap kakek tua.
Kakek itu mendekat sebilah pedang bermotif hijau lalu mengangkatnya. Di saat kakek itu
mengangkatnya Bily tercengang.
“Buset tadik saja aku kesusahan angkatnya malahan orang tua ini seperti enteng angkatnya,”ucap
batin Bily.
Kakek tua itu menaruh pedang itu kembali di tanah, lalu ia berjalan mendekati orang yang tidak
sadarkan diri. Mula – mula menghadap ke Pak Lubar, kakek tua itu melihat pergelangan tangan
pak Lubar yang menghijau padat.
"Sepertinya guru kalian terkena cairan dari dalam tubuh monster yang ada di sana, cairan itu
mengandung racun yang bisa mengakibatkan mati rasa lalu membengkak dan rasa sakit,”ucap
kakek tua.
"Kakek apa bisa di sembuhkan?"Lily bertanya.
"Saya tidak bisa menyembuhkanya ***, terkecuali memotong tangan guru kalian,”ucap Kakek
tua.
Bily tidak menerimanya.
“Apa memotong tangan guru saya?”Bily bertanya – tanya.
“Itu tidak ada pilihan lain cu untuk membantu guru kamu,”Kakek tua menjawab.
“Kalau kamu takut darah sebaiknya balik badan kamu,” ucap Kakek Tua.
“A’sial.”Bily membali badan.
“Cu tolong pegang ujung tangan guru kamu,”perintah kakek tua.
Sebelum itu Kakek tua menyalurkan kekuatanya untuk memberikan bius pada pergelangan tangan
gurunya. Lalu Kakek tua itu mengangkat pedang dari monster ittu dan lalu memotong nya,
sementara Lily memalingkan wajahnya.
SRAT!
Ujung tangan dari gurunya terputus.
“Kalian tidak usah khawatir pendertiaan guru kalian tidak akan lama, sekarang kakek akan
membangun kembali gubuk yang sudah hancur ini untuk merawat teman kamu,”ucap Kakek tua.
__ADS_1
“Hey *** yang berbadan besar, buat apa kamu takut terhadap darah, sekarang kamu bisa berbalik
sekarang,”ucap Kakek tua.