
Kelompok Rian yang sedang menunggu kedatangan Pak Lubar beserta temannya yang
lain, sementara Dian melirik ke arah rumah kayu yang keliatan tua itu.
"Gyus aku penasaran untuk jalan masuk ke rumah itu, "ucap Dian
"Jangan dulu pak Lubar suruh kita untuk menunggu di sini,"ucap Mita.
"Perkataan Mita ada benarnya untuk tetap disini untuk menunggu, cuman ini nyawa teman kita
pak Lubar tidak akan marah jika kita tida dilihat dini urusan pak Lubar biar nanti aku yang terima
amarahnya,"ucap Rian.
Saat itu mereka bergerak sementara Mita masih berusaha mencegat.
"Gyus."Mita berusaha mencegah mereka.
Mereka masuk area rumah kayu tua itu waktu telah menunjuk di pukul 13:00
"Siapa yang tinggal di sini dalam hutan?"Dian bertanya.
Kawan-kawan Rian memeriksa area luar rumah kayu pangung di dalam hutan tersebut.Mita yang
sedang melihat sekeliling tidak sengaja melihat mengarah ke sebuah ruangan arah kanan yang
terdapat sebuah dinding jendala terbuat dari kayu.Mita berjalan dan melihat ke dalam melalui kaca
jendela di dalam ruangan tersebut seperti meja kerja terdapat kursi serta buku di atas meja tersebut,
rasa penasaran Mita membuat dia ingin masuk ke ruangan ruangan itu.
"Pintu nya terkunci nggak si?"Mita bertanya pada diri dia sendiri.
Tanpa rasa ragu Mita mengenggam handle pintu lalu sedikit mendorong nya.
"Hah?"Mita melepaskan handle pintu.
Pintu itu terbuka sehingga membuat cela sempit,Mita melihat keadaan kebelakang memeriksa
kawan-kawan yang lain sibuk memeriksa keadaan area rumah panggung,dengan keadaan aman
Mita masuk ke dalam ruangan kerja secara cepat Mita masuk dan khawatir jika di tegur oleh Rian
sehingga ia gagal masuk kedalam ruangan kerja itu.Mita menutup pintu tidak rapat sehingga
membuat celah terbuka, Mita mengamati sekitar di ruangan kerja seseorang lalu melihat tumpukan
buku berupa sampul DNA,kerangka manusia,jantung,dan buku DNA fauna selain itu Mita
menemukan buku yang tersimpan di atas meja, Mita meraih buku itu lalu duduk di kursi kerja.
"Jurnal Ordoms."Judul sampul.
"Saya menulis catatan di kertas ini, sebagai kegiatan terakhir saya di hutan tempat saya
membangun rumah bersama istri dan dua anak saya,istri saya bernama Milts Alexa orang di sekitar
pekerjaanya menyebutnya Alex berusia 62 tahun berprofesi dokter dahulunya sekarang ia menjadi
seorang wanita pensiunan lalu bekerja di rumah dulunya istri saya di bidang spesialis jantung lalu
saya memiliki anak pertama 23 tahun seorang pria ia lulusan fisikawan di universitas Delion kanada sedang menunggu waktu telah tiba di anggkat sebagai ilmuan, anak kedua saya usia 19
tahun tingkat SMA seorang wanita mengambil jurusan ekonomi, sebelum saya tinggal di sini
selama dua tahun bersama keluarga saya, saya adalah salah satu bagian dari penelitian ilmiah yang
__ADS_1
memiliki rasa ingin tahu, yang belum terungkap,dalam pembuatan DNA terbaru di publik, saya
tinggal di sini jauh dari kota karena dipermalukan oleh teman dekat saya karena dia membocorkan
rahasia penelitian yang belum selesai yang saya buat dalam bentuk hewan digabung dari DNA
monster dari penciptaan yang saya lakukan tidak sesuai dengan syarat standar mereka terapkan,
ciptaan saya terlihat diremehkan karena tampilan fisiknya berlendir hijau dan kelihatan
menjijikkan lalu terlihat kecil dan aneh,selama saya di hutan ini saya berusaha membuang ciptaan
saya kusebut Ordoms versi pertama di tempat yang jauh di hutan ini, saat saya sudah membuang
nya jauh saya kembali fokus dan berusha, untuk menciptakan ordoms baru dengan DNA baru
sehingga terwujudlah manusia spesies baru bisa lebih evektif mempunyai kecerdasan dari manusia
normal beserta memiliki super kekuatan.Ordoms kedua yang sedang saya kembangkan ini berasal
dari DNA saya sendiri bercampur dengan monster bekas pembuatan ordoms pertama,dengan
harapan ketika saya mati itu akan bisa membuat saya kembali hidup walaupun memiliki umur,
melalui laboratorium bawah tanah."Mita sedang fokus membaca.
Mita sedang membaca tidak menyadari Rian beserta kawan lainya ikutan membaca di
belakangnya keadaan pintu sudah tertutup.
"Pintu bawah tanah?"Rian bertanya.
Saat Rian bersuara Mita merasa kaget.
"Astaga, kalian kenapa ada di sini?"Mita bertanya.
"Sudah-sudah jangan berisik, kita dapat petunjuk, di buku yang di pegang Mita tertulis ada pintu
bawah tanah, bisa di pakai untuk menemukan Arga,"ujar Rian.
"Pintu bawah tanah hmm, aku biasa nonton film-film agen atau mata - mata salah satu susunan
buku lemari-lemari seperti ini ketika di tarik itu biasa ada yang terbuka,"ucap Dian.
"Mendingan kita coba,"ucap Rian.
Saat itu mereka memeriksa ruangan kerja pemilik provessor mencari tau keberadaan tombol yang
bisa membuka sebuah ruangan.
Beberapa saat kemudian mereka belum bisa memecahkan teka-teki di ruangan tersebut Dian
bersandar di rak buku, sehingga ia masuk di balik rak buku.
"Gyus tolong."Dian masuk di balik rak buku terduduk lalu ia berdiri kembali sambil mengetok
dari dalam rak buku tersebut.
"Gyus keluarin aku dari sini, disini gelap,"jerit Dian.
"Bagaimana bisa, kamu ngapain tadik sampai-sampai rak buku itu berputar?"ucap Loly terheran.
"Aku hanya bersandar,"ucap Dian.
"Minggir biar aku coba."Loly dengan sikap berani meraba-raba rak buku tersebut terlebih dahulu
mencari tombol.
__ADS_1
"Kenapa kalian lama aku takut ni?"Dian mulai makin ketakutan
"Sebentar lagi cari tombol,"ucap Loly.
"Gak ada tombol di rak buku itu, tiba-tiba berbalik sendiri,"ucap Dian.
"Langsung dorong,"ucap Rian.
"Dian minggir kami mau coba masuk,"ucap Rian.
"Bantuin aku dorong."Rian sudah memegang rak buku tersebut.
Saat itu mereka secara bersamaan bersama-sama untuk mendorong kedepan rak buku tersebut
seketika mereka berada di dalam nya.
"Aaagh."Mereka terjatuh.
"Aduu punggung aku,yang di atas turun dong."Rian tertindih beberapa teman nya.
"Kita sudah berhasil menemukan pintu rahasianya sekarang pintu bawah tanahnya ada
dimana?"Mita bertanya.
“Pintu bawah tanah nya kita akan menuruni anak tangga ini. Mereka melihat turunan anak tangga
dengan melihat keadaan gelap”.Rian mengeluarkan senter di Rangsel kempingnya.
"Ada yang mau turun kebawah?"Rian bertanya.
"Sebenarnya si aku gak berani tapi ok aku ikut,"ucap Dian.
"Kalian ikut semua saja,"ucap Tegas Rian.
Zaky yang memeliki sifat penakut tanpa ia sadari calananya basah sehingga tercium bau amis.
"Gyus bentar aku mencium sesuatu,"ucap Loly.
"Ia sama,"ucap Mita.
Saat itu mereka membalik belakang melihat keadaan Zaky yang sedang ngompol.
"Zakyy!"
Beberapa saat kemudian mereka sudah berada di anak tangga paling terakhir, kawan-kawan Lily
melihat sebuah ruangan seperti tempat penelitian lengkap dengan sebuah tabung kaca berisikan
air.
Mereka memerhatikan sekitar, Rian menyadari tabung kaca urutan ke empat terdapat seseorang
yang ia kenal berada di dalamnya.
"Arga?"Rian menghampiri tabung kaca tersebut.
Saat itu mereka mengikuti Rian yang sedang berdiri di depan tabung kaca berisikan air sementara
Arga berada di dalamnya sedang di pasang sebuah alat di mulutnya sehingga mengakibat
gelembung-gelumbung air.
"Siapa yang sudah mencuri Arga?"Rian bertanya.
Saat itu Mita mengingat sebuah buku yang ia baca.
"Jangan-jangan provesor itu sudah?"Mita mulai merasakan suasana ganjil.
__ADS_1