
Hilangnya Arga membuat para guru dan teman-teman Lily mulai khawatir dan percaya
akan hilangnya seorang mahasiswi. Hilangnya Arga menjadi perdebatan di kalangan teman-teman
Lily sehingga guru pendampingnya tidaak bisa berkata apa-apa.
" Zaky, tidak mungkin Arga hilang begitu saja, jangan menakuti kami dong," ujar Mita.
"Be'benar aku tidak berkata bohong dan bukan untuk menakuti kalian, aku hanya melihat senter
Arga masih menyala," Jawab zaky.
"Ini karena Lily, tidak mungkin Arga menghilang atau diculik tanpa sebab dia punya teman ghaib
asalkan kalian tau, teman ghaib dia itu melakukan hal buruk kepada kami bertiga seperti menculik
kami setelah dia menahanku di gudang bersama dua teman aku kemungkinan ia membalaskan
apa yang telah aku perbuat di saat jam mata pelajaran sejarah di situ itu aku menguncinya di
toiled,"ucap Loly berkata jujur.
"Percaya sama gua itu kelakuan sahabat ghaib Lily,"ujar Loly.
"Tunggu kelakuan sahabat gaib Lily dan kamu barusan juga mengatakan kamu lah yang
mengurung Lily dalam toilet di saat jam mata pelajaran sejarah ," kata Ardi.
"I'ya itu gua yang lakuin cuman aku hanya bercanda,"ucap Loly.
"Waaa parah,"ujar Ardi
"Ih lu kenapa si?"Loly terheran.
"Tapi itu beneran deh percaya sama aku,"ucap Loly.
Saat itu sebagian dari mereka mempercayai ucapan Loly lalu sahabat-sahabat Lily mulai curiga
terhadap Lily.
“Yang dikatakan Loly benar,” ucap Bily.
"Hentikan itu tidak akan menyelesaikan masalah ketika kalian saling menuduh, sebaik nya kita
bergerak sekarang sebelum jejak Arga lebih jauh," ujar pak Lubar.
"Kalian bawa senter dan air minum sendiri lalu simpan cadangan baterai kalian dengan baik, ada
di antara kalian yang mau menunggu di sini sampai ada yang balik menemukan Arga, saya tidak
ingin membuat masalah karena kehilangan salah satu teman sekelas kalian," kata Pak Lubar.
Di saat kawan-kawan Lily mendengarkan ucapan dari Pak Lubar maka 2 orang dari kawan sekelas
Lily memilih untuk tidak ikut.
"Saya Pak tidak ikut untuk cari Arga, "ujar Zaky.
"yang lain?"tanya pak Lubar.
Salah seorang menjawab"saya pak tetap di sini bersama Zaky"ujar Bily.
"Ok itu lebih bagus, yang lain ikut saya mencari kawan kalian itu,"ujar pak Lubar.
"Nah sekarang Zaky biarkan Bily tetab di sini kamu ikut kami semua, menunjukkan dimana letak
lokasi senter Arga," ujar pak Lubar.
Zaky menjawab"baik pak
Saat itu mereka mempersiapkan perlengkapan untuk menelusuri hutan mencari Arga.Di
__ADS_1
perjalanan Lily melamun di tepuk oleh Rian.
"Liy?"sapa Rian.
"Ya?"sahut balik Lily.
"Yang di katakan Loly barusan itu apa benar, kamu memanggil sahabat ghaib kamu untuk
menyergap mereka?"Rian bertanya.
"Aku tidak seperti itu,"jawab Lily.
"Aku akan memberinya pelajaran." Rian yang ingin mendekati Loly karena kesal, lalu Lily
menahannya.
"Jangan lakukan, biarkan saja aku sudah ditakdirkan untuk menjadi seperti ini," kata Lily.
Saat Lily dan Rian sedang berbincang akhirnya tiba di area lokasi tempat terakhir menghilang
nya Arga yang tidak cukup jauh dari perkempingan mereka pak Lubar meminta Zaky untuk
menunjuk di antara semak-semak yang menjulang tinggi.
"Dimana?"Pak Lubar bertanya.
"Di depan situ pak, Zaky terakhir melihat ada sosok perempuan," ucap Zaky.
Pak Lubar masuk di balik semak-semak.
"hmmm." Pak Lubar mengambil senter Arga memperlihatkan ke murid nya.
"Sepertinya teman kalian bernasib sama dengan mahasiswi yang hilang itu,"ucap pak Lubar.
"Hmm apa yang mesti kita lakukan pak?" tanya Ardi.
Pak Lubar menjawab"Kita semua akan mencarinya dan sekarang sudah jam 12 malam, kita
mencarinya sampai pagi saya berharap kalian jangan mengeluh ini tanggung jawab kita bersama,"
"Sekarang Zaky boleh kembali ke tenda,"ucap Pak Lubar
"Baik pak," jawab Zaky.
Pak Lubar yang masuk kembali di balik semak-semak mencari jejak kaki tanpa sengaja ia melihat
ke arah depan terdapat sebuah jalan setapak di samping kiri kanan hanya pepohonan.
"Anak-anak kemari,"Pak Lubar memanggil.
"Loly aku takut," ucap Mily.
Mily memegang tangan Loly karena takut berjalan di hutan sementara Loly menyorotkan
senternya ke depan dan sesekali menyorotkan senternya ke pohon. Dalam perjalanan Lily mulai
merasakan udara aneh datang dari sisi kanan mereka.
"Perasaan ini mulai muncul lagi,"ucap Lily.
Dari kata-kata Lily sekelompok dari mereka berhenti berjalan untuk menanyakan apa yang terjadi.
"Kamu jadi aneh lagi, kenapa?" tanya Loli..
Loly membalik badan sambil menyenter ke arah Lily.
"Aku merasa seseorang sedang melihat ke arah kita,di sebalah kanan." Lily menunjuk ke arah
kanan.
"seseorang, siapa?" tanya pak Lubar.
__ADS_1
"Laki-laki,"jawab Lily.
"seorang Laki-laki?' tanya Rian.
"ya,"jawab Lily
Rian menyenterkan arah yang di tunjuk Lily, Rian serta lainya tidak menemukan apa-apa.
"Tidak ada orang di sana,"ujar Rian.
"Matikan sentermu," kata Lily.
Saat itu lentera kuning yang bergerak menyala, mereka memandangnya sambil bertanya siapa
yang ada di hutan selain mereka.
"Siapa disana?" tanya Ardi.
"Arga?" kata Rian.
"Itu bukan Arga, dia tidak memegang lentera," kata Dian.
“Mungkin orang itu tau keberadaan temanmu, ayo kita ke orang itu,” kata Pak Lubar.
Pak Lubar berada di depan ingin mendekati orang yang memegang lampion, sedangkan para siswa
takut dengan sikap tegas Pak Lubar, mereka mengikuti orang tersebut dari belakang dengan sikap
melawan rasa takut, tanpa sengaja salah satu dari mereka yang mengikuti orang yang memegang
lampion tersebut menginjak dahan sehingga orang tersebut berhenti.
trek!
"Kenapa kamu mengikutiku," kata pria yang memegang lentera itu.
“Maaf, saya ingin bicara di sini,” kata Pak Lubar.
"Haha, silahkan cu," kata sosok laki-laki yang memegang lentera.
"Di sini saya kehilangan murid saya, dan sekarang saya mencarinya. Pernahkah Anda melihat
seorang anak laki-laki yang memakai pakaian seperti mereka?" tanya Pak Lubar
"Murid-murid kamu keliatan Lucu dan polos sehingga mereka berani untuk datang kemari, lebih
baik kalian pulang lah," ujar laki-laki yang memegang lentera.
“Tidak, saya tidak mau kembali sebelum murid-murid saya lengkap,” kata Pak Lubar
“Hah.” Pria yang memegang lentera itu tersenyum. Orang tua yang memegang lentera itu
melanjutkan perjalanannya meninggalkan mereka.
"Kemana kamu pergi?" tanya Pak Lubar.
Pak tua itu menjawab"Aku akan menemui muridku,"
"Kamu akan dibawa ke tempat-tempat yang belum kamu kunjungi satu per satu," tutur nya.
"Kumohon beritahu saya ada dimana murid saya,"ujar Pak Lubar.
Saat mendengar permohonan Pak Lubar maka pria tua itu, mengabulkanya.
"Aku tidak suka seorang muda memohon kepada saya hanya urusan seorang murid,"ujar pak Tua
memegang lentera.
"Ayo ikut saya membawa kalian ke tempat persembunyian saya, kalian memang tidak patut di
sini,hahaha," ujar pria tua
__ADS_1
Tanpa banyak tanya Pak Lubar tidak ingin kehilangan pria tua yang memegang lentera untuk bisa
menemukan jawaban ada dimana muridnya.