Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 20 PENCARIAN


__ADS_3

Di siang Hari Pukul 14:20


Lily terbaring di kasur rumah sakit,dari kejadian yang di timpa oleh Lily membuat


ayahnya beserta bibi merasa sedih melihat kondisi Lily yang kehilangan kedua pendengaranya


ayah Lily menerima telfon dari seorang wali kelas nya untuk datang ke rumah sakit di tengah kota


yaitu rumah sakit cleveland,dengan menerima kabar dari wali kelasnya ayah Lily yang sedang


melaksanakan pertemuan antara pemilik perusahaan memutuskanya untuk tidak melanjutkan


rapat,dengan sigap ayah Lily menuju ke rumah sakit,begitu pula dengan bibi dia menerima telfon


dari ayah Lily ketika satu jam berada di rumah sakit.


"Juragan, mesti sabar menerima kondisi non Lily,"ujar Bibi.


"Sayang kenapa kamu bisa terbebani seperti ini, aku ingin tau siapa yang melakukan ini terhadap


putriku,"ujar ayah Lily.


Saat itu ayah Lily menelfon kembali ke wali kelas dia untuk mendapatkan keterangan mengenai


kesakitan yang Lily alami.


Tuut..tuuut..


"Selamat siang,"ucap wali kelas Lily.


"ya selamat siang,"jawab ayah Lily.


"Dengan ayah Lily ada yang bisa saya bantu?"wali kelas Lily bertanya.


"Di sini saya menelfon kembali ingin meminta keterangan kejadian yang di timpa putri saya ketika


di sekolah tolong beri tahukan kepada saya secara detail,"ujar ayah Lily.


"Baik, jadi gini pak di waktu pelajaran bahasa inggris kawan-kawan Lily beserta anak bapa berada


di laboraturium bahasa inggris untuk melaksanakan pengetesan kecakapan mereka,dari info yang


saya dapatkan melalui sahabat kelas Lily bernama Dian, salah seorang teman kelasnya yang


sengaja menjahili putri bapa dengan mencabut kabel heandset yang terpasang di PC kemudian


kabel heandset tersebut di pasang melalui heandphone pribadinya lalu kemudian memutar kencang


sebuah lagu dari kelakuan tersebut mengakibatkan pendarahan di kedua telinga anak bapak,"ujar


wali kelas.


"Tolong beritahukan kepada saya siapa nama anak yang melakukan perbuatan itu?"ayah Lily


bertanya.


"Ee untuk nama teman kelas Lily saya belum mendapatkan keterangan siapa yang melakukan


seperti itu pihak sekolah masih menelusuri mencari anak itu pak dan bapak jangan khawatir itu


kami akan infokan langsung kepada bapa jika anak itu di temukan,"jawab wali kelas nya.


"Ok baik terimakasih atas waktunya."Ayah Lily menutup telfon.


Dengan ketidakpuasan menerima info dari guru wali kelas Lily iapun bertekad menelfon


kerabatnya yang berprovesi agen atau pengintai untuk menangkap anak tersebut.

__ADS_1


Tuut..tuut..


"Ya halo."seseorang mengangkat telfon.


"Saya ada pekerjan buat kamu, di sini saya mendapatkan kabar buruk menimpa putri saya


disekolahnya, dia mengalami ketulian akibat kelakuan dari teman kelasnya sendiri aku ingin anak


itu kamu menangkapnya,"perintah ayah Lily.


"Haah menangkap anak SMA,aku pikir ingin menangkap penipuan dalam bisnis kamu, berapa


bayaran yang kamu ingin berikan kepadaku?"orang itu bertanya.


"Saya akan membayar kamu Rp.1.000,000,"ujar ayah Lily.


"Ok itu angka sederhana tapi demi bekerjasama dengan mu berapun itu saya mengambilnya,


berikan kepadaku alamat sekolah anak kamu beserta dia duduk di bangku kelas berapa dan nama


teman dekat nya pokoknya berkaitan dengan lingkungan anak kamu bos,"ujar orang tersebut.


"putriku tidak memiliki teman dekat,saya akan mengirimkan data-data penting itu,"ujar ayah Lily.


Seseorang itu menghisap rokok.


"Wfff ok kirim lewat pesan."orang tersebut mematikan telfon.


PESAN WA.


"Jl dirgantara no 3, sekolah SMA garuda kelas XI IPS,nama teman kelas Dian."ayah Lily


mengetik data penting.


balasan.


“Dian ini tetangga saya juga bos, kebutulan bersekolah yang sama dengan anak bos, apa anak bos


“Itu benar,ahh ok baik saya akan kerjakan,”ucap Anson.


Sesaat kemudian..


Tok..tok..tok..


Seseorang membukakan pintu.


"Oh hay bisaka saya masuk saya ada pekerjaan untuk mencari seseorang,"ujar Anson.


"Oww ya silahkan."Dian mempersilahkanya masuk.


"Baiklah jadi gini."ucapan Anson terpotong akibat Dian masuk kedapur untuk membuat minuman.


"Tunggu sebentar."Dian masuk kedalam dapur.


"Ok,"jawab Anson.


Sesaat kemudian Dian kembali dengan membawa kedua gelas berisikan dua minuman, saat itu


Dian menghidangkan minuman buatanya.


"Jadi kedetangan kamu kesini?"Dian bertanya.


Anson meminum minuman buatan Dian.


"Saya kemari untuk melaksanakan tugas mencari seseorang aku ingin kamu bisa bekerjasama


dengan aku, di menit yang lalu aku mendapatkan telfon dari bos saya perihal musibah yang di

__ADS_1


timpah oleh putri bos saya akibat dari perbuatan seseorang itu, apa benar di sekolah kamu atau di


dalam kelas kamu ada sebuah musibah dari seoarang kawan kelas kamu kedua telinga nya itu tuli


akibat kelakuan dari seseorang?"Anson bertanya.


"Ya itu benar sekali orang itu bernama Loly dan yang jadi korban dari kelakuanya bernama Lily,


itu terjadi ketika aku berada di laboraturium untuk belajar bahasa ingris sekaligus untuk


melaksanakan praktek kecakapan bahasa inggris, di situ aku merasa marah kepada dia,"jawab


Dian.


"Oh ok namanya Loly, dia tinggal dimana atau bisakah kamu berikan no handphone dia?"Anson


meminta.


"Soal dimana alamat rumah nya aku nggak tau,"jawab Dian.


"Ok kalau kamu tidak tau dimana dia tinggal berikan aku nomor handphone nya,"Anson


memintanya lagi.


"Ok aku ke kamar dulu untuk mengambil handphone,"ujar Dian.


Saat itu Dian berdiri lalu pergi menuju kamar nya.


Sesaat kemudian..


"Silahkan catat nomor handpohne nya, 08* 185 *4* 5*5."Dia membagikan nomor handphone


Loly.


"Ok terimakasih atas waktunya."Anson kembali ke meja kerja.


"Ok ini berjalan lancar."Anson mentap kembali di monitornya untuk memasukkan nomor


handphone Loly melalui situs perusahaan ISK.


Sesaat kemudian..


"Loly akhirnya aku dapat, Jl Cendrawasi Blog A no 3."Anson bergegas dan mencari kunci


motornya.


Anson yang berhasil mendapatkan data penting lalu ia bergegas ke tujuanya.


Loly yang berada di dalam kamarnya mendengar sebuah lagu sambil membaca majala.


"Haah lelahnya, jimat gelang ni di berikan nenek tua tadik beneran bisa berguna ngak si membantu


aku keluar dari masalah ini,” Loly bertanya – tanya.


Loly yang terbaring sambil melihat jimat gelang yang di berikan oleh seorang nenek tua.


Waktu bolos sekolah.


"*** terimakasih sudah membantu mengangkat kayu ini sampai sejauh ini, sebagai ucapan


terimakasih nenek kepada cucuk, ini ambillah jimat ini, jimat ini bisa membantu kamu keluar dari


masalah hanya dengan syarat kamu menggosokkan nya di tangan kamu yang sudah tercampur


dengan parfum wangi, maka masalah kamu bisa terselesaikan,"ujar Nenek tua.


Saat Loly yang sedang memperhatikan pemberian dari nenek tua itu di hadapan Loly nenek itu

__ADS_1


sudah tidak ada, melihat kejanggalan di hadapanya membuat Loly ketakutan dan meninggalkan


komplek sepi itu.


__ADS_2