
Kematian Mily belum diketahui oleh pihak sekolah maupun sahabat-sahabat Lily,
sahabat kelas Lily masih menunggu kedatangan Loly dan Mily. Mita yang terus-terusan menelfon
Mily tidak di angkat begitupun handphone milik dari Loly, di saat itu Mita mencoba menelfon ibu
Loly dengan mengaktifkan speaker handphone miliknya.
“Argh ibunya Loly juga gak angkat,”ucap Mita.
"Pak handphone Mily tidak di angkat,"ucap Mita.
"Coba kamu telepon Loly," guru Bk.
"Sama pak, handphone nya tidak di angkat,"ucap Mita.
Guru Bk yang sedang berdiri di atas memiliki firasat yang kurang baik, akan tetapi ia
menyembunyikan firasat nya itu di hadapan siswa-siswanya.
"Ok ini sekarang sudah jam 8:40, gunakan waktu satu jam itu untuk menelfon orang tua mereka
berdua, buruan," ucap Guru Bk.
"Argh gawat perasaan aku gak enak bisa – bisa Loly bersikap buruk lagi di luar sana,”ucap batin
Guru Bk.
"Argh itu tidak mungkin semoga saja Loly tidak melakukan hal bodoh,”ucap batin guru BK.
"Pak!"Mita memanggil.
"Ibu Mily mengatakan kalau Mily itu sudah pergi dari 50 menit yang lalu sebelum jam 8:00,"ucap
Mita.
"Nah terus ibu dari Loly bagaimana?" Guru Bk bertanya.
"Nomornya gak aktif pak,"ucap Mita.
Di saat mereka sedang masih membicarakan mereka berdua tiba-tiba Loly sudah berada di depan
pintu kelas dan masih bisa mengetok pintu kelas dan ia masuk dengan terjatuh.
Sebelum berada di sekolah.
“Gadis yang malang sebaiknya aku membawanya ke tempat yang ingin dia tujuh,”ucap kakek tua.
Saat itu kakek tua sejenak melihat jazat Mily dalam kondisi sudah mati, menundukkan kepala
dalam keadaan terikat. Setibanya mereka di depan teras kelas Lily kakek tua itu mencabut sihir
yang membuat Loly tidak sadarkan diri untung saja siswa – siswa berada di dalam kelas masing –
masing.
“Bangun ***, bangun,”ucap kakek tua.
“Mi’mmm..” Mulut Loly di tutup.
“Lebih baik kamu langsung masuk,”ucap kakek tua
Loly yang mematuhi ucapan kakek tua itu Loly sedikit berjalan seperti orang kehabisan tenaga
atau seperi seseorang tidak sarapan pagi sehingga ketika Loly masuk dalam ruangan kelas ia
terjatuh pingsan kembali .
Brug!
Suara itu mengakibatkan pandangan Guru BK teralihkan ke arah Loly yang terlungkup di
lantai.Di saat itu teman kelasnya melihat kedepan sementara guru nya yang belum mengetahui itu
adalah Loly menghampirinya.
"Hey bangun, kenapa kamu terbaring di lantai?"Guru Bk bertanya.
Dengan kondisi itu membuat teman kelas Lily menghampiri Guru Bk mereka dengan rasa
__ADS_1
penasaran juga dan ingin melihat yang sedang terjadi sehingga terjadi kerumunan di dalam kelas
,Loly masih terbaring terlungkup tidak merespon dari ucapan gurunya dengan rasa penasaran siswi
siapa yang tidak sadarkan diri di dalam ruangan kelas itu guru BK mereka membalik badan dari
gadis itu, pada waktu membalikan badan dan melihat wajah dari gadis berbaju sekolah itu
membuat gurunya terkaget.
"Loly?" Guru Bk terheran.
"Loly,"ucap Mita.
Saat itu Mita mendekat di samping Loly yang di genggam oleh guru mereka dalam keadaan tidak
sadarkan diri dan melihat area pakaian melalui tubuh bagian depan Loly terselimuti darah belum
lagi tangannya sebelah kiri pada waktu ingin mencabut pisau yang tak sengaja memegang darah
di baju temanya sendiri.
“Mita kemari ganti posisi aku disini,”ucap guru BK.
"Loly kamu kenapa?, loh kok ada darah si hiks,”ucap Mita
"Sebaik nya kalian jangan ada yang berisik apa lagi membawanya ke ruangan kesehatan
sekolah,”ucap guru BK..
Di saat mendengar ucapan dari Guru Bk mereka membuat Rian marah dan meraih kera baju guru
mereka itu sehingga Guru mereka terdorong kebelakang tersandar di papan tulis.
"Pak kenapa bapa berkata seperti itu melarang kita membawanya ke ruangan kesehatan, Loly
dalam keadaan loyoh dan tidak sadarkan diri pak sebaiknya bapa mengatakan untuk membawanya
ke ruangan kesehatan sekolah supaya Loly bisa pulih kembali,”ucap Rian.
Genggaman tangan Rian masih berada di kera baju Guru BK nya itu, sehingga emosi amarah dari
cara membenturkan kepala dengan kepala antara keduanya lalu Guru mereka menendang Rian
sehingga terdorong kebelakang menabrak salah seorang laki – laki temanya berna Zaki. Melihat
kemarahan Guru mereka membuat para teman Lily mulai ketakutan dan terkaku berdiri dalam kelas, Guru Bk mereka mendekat pintu lalu mengambil gembok di dalam saku bajunya yang selalu
di pakai untuk mengunci ruanga BK pada saat ia ingin pulang dari sekolah kali ini, gurunya
memakai gembok itu untuk mengunci pintu kelas mereka dengan tujuan agar di antara mereka
tidak bisa keluar dan membocorkan kejadian yang sekarang.
Ceklek!
"Haah jangan membuat saya marah kepada kalian semua, dengar ini bukan sebuah masalah biasa,
ketika kalian membawa Loly ke ruangan kesehatan maka yang akan terjadi sekolah ini akan di
bubarkan asalkan kalian tau, coba kalian lihat ada darah di sekujur tubuh teman kelas kalian
ini,"ucap Guru Bk mereka dengan suara yang memaksakan nyaring.
“Untuk meredahkan amarah saya kepada kalian ikuti perintah saya, bantu saya mengangkat Loly
ke sebuah gudang sekolah, dan sebentar lagi ini akan jam istirahat,sementara saya akan mengambil
tali dan kain untuk menutup mulut teman kalian ini, ingat jangan sampai ketahuan dengan orang
lain, kalian buat formasi biar tidak kelihatan seolah kalian membawa siswi yang sedang di angkat,
mengerti!"ucap Guru Bk
Di saat itu guru Bk mereka membuka kembali gembok kunci di pintu kelas mereka di saat itu Rian
yang masih terbaring di lantai dalam keadaan sadar mendengar ucapan dari gurunya Rian bangkit
berdiri untuk menuruti perkataan dari gurunya.
__ADS_1
9:55
"Ini gawat masalah besar ini, sekolah ini dibubarkan kalau ada yang melaporkan nya hanya melihat
darah di tubuh Loly haah,”ucap batin gurunya.
Guru Bk yang masih terduduk di kursi guru di dalam kelas, menerima telfon dari Ardi
Trinngg..Tring
"Halo."Guru Bk mengangkat telfon.
"Halo pak, kami sudah berhasil di gudang,"ucap Ardi.
"Bagus kalian tinggalkan dia di situ kasih duduk teman kamu itu di kursi jika ada atau kamu bisa
menyandarkanya di tembok, saya akan kesana jangan lupa tutup pintu itu dan jangan sampai kamu
kunci,"ucap Guru Bk
Di saat itu Guru Bk mereka langsung keluar dari kelas Lily menuju turun anak tangga, menuju
ruangan pribadanya mengambil tali atau latban sekaligus mengambil kain lab untuk di ikatkan ke
mulut Loly.
10:00 Waktu istirahat.
Siswa-siswa yang berada di dalam kelas keluar dari kelas mereka masing-masing di antara mereka
membawa keluar bola basket dan melemparkanya di ring di saat itu Guru Bk mereka sedang
berjalan di dekat lapangan itu berada di pinggir tanpa di duga salah seorang siswa mengopor bola tersebut ke arah temanya sehingga ia tidak dapat menangkap bola basket tersebut alhasil bola itu
melayang mengarah ke Guru Bk nya tersebut sehingga mengenai area kepala.
"Wadu."Siswa itu terkaget.
Siswa itu dengan berani menghampiri Guru Bk mereka yang sedang terlihat dalam keadaan tidak
baik sambil memegang kepalnya.
"Aduu maaf pak saya tidak sengaja,"ucap seorang siswa.
"Ok sana kalian lanjutkan permainan bola basket kalian,"ucap Guru Bk.
"Ok pak termakasih."Siswa tersebut berlari mengambil bola basketnya.
"Ayo main lagi,"ucap Siswa.
Para siswa itu terlihat kembali memainkan bola basketnya sementara Guru Bk mereka yang dalam
keadaan masih pusing akibat terkena bola basket berjalan menuju gudang yang dimana Loly
terkurung, di saat guru Bk mereka sudah sampai di depan pintu gudang yang sepi di area belakang
tembok sekolah di saat ia masuk Mita masih berada di samping Loly yang sedang bersedih.
"Loly bangun hiks, ini darah siapa hiks?"Mita menangis.
"Minggir."Guru Bk langsung menggunakan tali tersebut mengikat tubuh Loly.
Saat usai mengikat tubuh Loly dengan menggunakan tali Guru Bk tersebut mengambil kain lalu
mengikat di bagian mulut Loly tersebut.
"Bapa melakukan ini bukan untuk berbuat hal buruk terhadap diri teman kamu, bapa melakukan
ini hanya antisipasi saja jika teman kamu sadar dalam keadaan panik takutnya ia lari keluar sambil
memperlihatkan darah di bajunya, kemudian bapa menutup mulutnya agar Loly tidak teriak saat
ia sadar,”ucap guru BK
Di saat mendengar ucapan Gurunya tersebut pikiran dari Mita terlintas bayang-bayang sahabatnya
yaitu Mily.
"Mily,"ucap Mita
__ADS_1