Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 27 MENCARI JALAN KELUAR


__ADS_3

Kematian Mily belum diketahui oleh pihak sekolah maupun sahabat-sahabat Lily,


sahabat kelas Lily masih menunggu kedatangan Loly dan Mily. Mita yang terus-terusan menelfon


Mily tidak di angkat begitupun handphone milik dari Loly, di saat itu Mita mencoba menelfon ibu


Loly dengan mengaktifkan speaker handphone miliknya.


“Argh ibunya Loly juga gak angkat,”ucap Mita.


"Pak handphone Mily tidak di angkat,"ucap Mita.


"Coba kamu telepon Loly," guru Bk.


"Sama pak, handphone nya tidak di angkat,"ucap Mita.


Guru Bk yang sedang berdiri di atas memiliki firasat yang kurang baik, akan tetapi ia


menyembunyikan firasat nya itu di hadapan siswa-siswanya.


"Ok ini sekarang sudah jam 8:40, gunakan waktu satu jam itu untuk menelfon orang tua mereka


berdua, buruan," ucap Guru Bk.


"Argh gawat perasaan aku gak enak bisa – bisa Loly bersikap buruk lagi di luar sana,”ucap batin


Guru Bk.


"Argh itu tidak mungkin semoga saja Loly tidak melakukan hal bodoh,”ucap batin guru BK.


"Pak!"Mita memanggil.


"Ibu Mily mengatakan kalau Mily itu sudah pergi dari 50 menit yang lalu sebelum jam 8:00,"ucap


Mita.


"Nah terus ibu dari Loly bagaimana?" Guru Bk bertanya.


"Nomornya gak aktif pak,"ucap Mita.


Di saat mereka sedang masih membicarakan mereka berdua tiba-tiba Loly sudah berada di depan


pintu kelas dan masih bisa mengetok pintu kelas dan ia masuk dengan terjatuh.


Sebelum berada di sekolah.


“Gadis yang malang sebaiknya aku membawanya ke tempat yang ingin dia tujuh,”ucap kakek tua.


Saat itu kakek tua sejenak melihat jazat Mily dalam kondisi sudah mati, menundukkan kepala


dalam keadaan terikat. Setibanya mereka di depan teras kelas Lily kakek tua itu mencabut sihir


yang membuat Loly tidak sadarkan diri untung saja siswa – siswa berada di dalam kelas masing –


masing.


“Bangun ***, bangun,”ucap kakek tua.


“Mi’mmm..” Mulut Loly di tutup.


“Lebih baik kamu langsung masuk,”ucap kakek tua


Loly yang mematuhi ucapan kakek tua itu Loly sedikit berjalan seperti orang kehabisan tenaga


atau seperi seseorang tidak sarapan pagi sehingga ketika Loly masuk dalam ruangan kelas ia


terjatuh pingsan kembali .


Brug!


Suara itu mengakibatkan pandangan Guru BK teralihkan ke arah Loly yang terlungkup di


lantai.Di saat itu teman kelasnya melihat kedepan sementara guru nya yang belum mengetahui itu


adalah Loly menghampirinya.


"Hey bangun, kenapa kamu terbaring di lantai?"Guru Bk bertanya.


Dengan kondisi itu membuat teman kelas Lily menghampiri Guru Bk mereka dengan rasa

__ADS_1


penasaran juga dan ingin melihat yang sedang terjadi sehingga terjadi kerumunan di dalam kelas


,Loly masih terbaring terlungkup tidak merespon dari ucapan gurunya dengan rasa penasaran siswi


siapa yang tidak sadarkan diri di dalam ruangan kelas itu guru BK mereka membalik badan dari


gadis itu, pada waktu membalikan badan dan melihat wajah dari gadis berbaju sekolah itu


membuat gurunya terkaget.


"Loly?" Guru Bk terheran.


"Loly,"ucap Mita.


Saat itu Mita mendekat di samping Loly yang di genggam oleh guru mereka dalam keadaan tidak


sadarkan diri dan melihat area pakaian melalui tubuh bagian depan Loly terselimuti darah belum


lagi tangannya sebelah kiri pada waktu ingin mencabut pisau yang tak sengaja memegang darah


di baju temanya sendiri.


“Mita kemari ganti posisi aku disini,”ucap guru BK.


"Loly kamu kenapa?, loh kok ada darah si hiks,”ucap Mita


"Sebaik nya kalian jangan ada yang berisik apa lagi membawanya ke ruangan kesehatan


sekolah,”ucap guru BK..


Di saat mendengar ucapan dari Guru Bk mereka membuat Rian marah dan meraih kera baju guru


mereka itu sehingga Guru mereka terdorong kebelakang tersandar di papan tulis.


"Pak kenapa bapa berkata seperti itu melarang kita membawanya ke ruangan kesehatan, Loly


dalam keadaan loyoh dan tidak sadarkan diri pak sebaiknya bapa mengatakan untuk membawanya


ke ruangan kesehatan sekolah supaya Loly bisa pulih kembali,”ucap Rian.


Genggaman tangan Rian masih berada di kera baju Guru BK nya itu, sehingga emosi amarah dari


cara membenturkan kepala dengan kepala antara keduanya lalu Guru mereka menendang Rian


sehingga terdorong kebelakang menabrak salah seorang laki – laki temanya berna Zaki. Melihat


kemarahan Guru mereka membuat para teman Lily mulai ketakutan dan terkaku berdiri dalam kelas, Guru Bk mereka mendekat pintu lalu mengambil gembok di dalam saku bajunya yang selalu


di pakai untuk mengunci ruanga BK pada saat ia ingin pulang dari sekolah kali ini, gurunya


memakai gembok itu untuk mengunci pintu kelas mereka dengan tujuan agar di antara mereka


tidak bisa keluar dan membocorkan kejadian yang sekarang.


Ceklek!


"Haah jangan membuat saya marah kepada kalian semua, dengar ini bukan sebuah masalah biasa,


ketika kalian membawa Loly ke ruangan kesehatan maka yang akan terjadi sekolah ini akan di


bubarkan asalkan kalian tau, coba kalian lihat ada darah di sekujur tubuh teman kelas kalian


ini,"ucap Guru Bk mereka dengan suara yang memaksakan nyaring.


“Untuk meredahkan amarah saya kepada kalian ikuti perintah saya, bantu saya mengangkat Loly


ke sebuah gudang sekolah, dan sebentar lagi ini akan jam istirahat,sementara saya akan mengambil


tali dan kain untuk menutup mulut teman kalian ini, ingat jangan sampai ketahuan dengan orang


lain, kalian buat formasi biar tidak kelihatan seolah kalian membawa siswi yang sedang di angkat,


mengerti!"ucap Guru Bk


Di saat itu guru Bk mereka membuka kembali gembok kunci di pintu kelas mereka di saat itu Rian


yang masih terbaring di lantai dalam keadaan sadar mendengar ucapan dari gurunya Rian bangkit


berdiri untuk menuruti perkataan dari gurunya.

__ADS_1


9:55


"Ini gawat masalah besar ini, sekolah ini dibubarkan kalau ada yang melaporkan nya hanya melihat


darah di tubuh Loly haah,”ucap batin gurunya.


Guru Bk yang masih terduduk di kursi guru di dalam kelas, menerima telfon dari Ardi


Trinngg..Tring


"Halo."Guru Bk mengangkat telfon.


"Halo pak, kami sudah berhasil di gudang,"ucap Ardi.


"Bagus kalian tinggalkan dia di situ kasih duduk teman kamu itu di kursi jika ada atau kamu bisa


menyandarkanya di tembok, saya akan kesana jangan lupa tutup pintu itu dan jangan sampai kamu


kunci,"ucap Guru Bk


Di saat itu Guru Bk mereka langsung keluar dari kelas Lily menuju turun anak tangga, menuju


ruangan pribadanya mengambil tali atau latban sekaligus mengambil kain lab untuk di ikatkan ke


mulut Loly.


10:00 Waktu istirahat.


Siswa-siswa yang berada di dalam kelas keluar dari kelas mereka masing-masing di antara mereka


membawa keluar bola basket dan melemparkanya di ring di saat itu Guru Bk mereka sedang


berjalan di dekat lapangan itu berada di pinggir tanpa di duga salah seorang siswa mengopor bola tersebut ke arah temanya sehingga ia tidak dapat menangkap bola basket tersebut alhasil bola itu


melayang mengarah ke Guru Bk nya tersebut sehingga mengenai area kepala.


"Wadu."Siswa itu terkaget.


Siswa itu dengan berani menghampiri Guru Bk mereka yang sedang terlihat dalam keadaan tidak


baik sambil memegang kepalnya.


"Aduu maaf pak saya tidak sengaja,"ucap seorang siswa.


"Ok sana kalian lanjutkan permainan bola basket kalian,"ucap Guru Bk.


"Ok pak termakasih."Siswa tersebut berlari mengambil bola basketnya.


"Ayo main lagi,"ucap Siswa.


Para siswa itu terlihat kembali memainkan bola basketnya sementara Guru Bk mereka yang dalam


keadaan masih pusing akibat terkena bola basket berjalan menuju gudang yang dimana Loly


terkurung, di saat guru Bk mereka sudah sampai di depan pintu gudang yang sepi di area belakang


tembok sekolah di saat ia masuk Mita masih berada di samping Loly yang sedang bersedih.


"Loly bangun hiks, ini darah siapa hiks?"Mita menangis.


"Minggir."Guru Bk langsung menggunakan tali tersebut mengikat tubuh Loly.


Saat usai mengikat tubuh Loly dengan menggunakan tali Guru Bk tersebut mengambil kain lalu


mengikat di bagian mulut Loly tersebut.


"Bapa melakukan ini bukan untuk berbuat hal buruk terhadap diri teman kamu, bapa melakukan


ini hanya antisipasi saja jika teman kamu sadar dalam keadaan panik takutnya ia lari keluar sambil


memperlihatkan darah di bajunya, kemudian bapa menutup mulutnya agar Loly tidak teriak saat


ia sadar,”ucap guru BK


Di saat mendengar ucapan Gurunya tersebut pikiran dari Mita terlintas bayang-bayang sahabatnya


yaitu Mily.


"Mily,"ucap Mita

__ADS_1


__ADS_2