
Loly berjalan menuju kelas, ketika ia sampai di ruangan kelas terdengar seorang Guru sedang
membawakan materi pelajaran.
10 : 20
"Permisi bu."Loly mengetok pintu.
"Ya, kamu sini,"Guru sosiologi memanggil.
"Dari mana bisa lambat masuk dalam kelas?"Guru sosiologi bertanya.
"Lagi habis ke ruangan BK bu,"jawab Loly.
"Ruangan bk?"Guru sosiologi terheranan.
"Ia bu,"jawab Loly.
"Ok kamu kembali ke tempat kamu."Guru sosiologi mempersilahkan Loly duduk kembali
ketempatnya.
Di saat Loly sudah terduduk di bangku Mily sekejap mengajaknya ngobrol.
"Loly kamu baik – baik saja?"Mily bertanya.
"Ya aku baik,"jawab Loly.
"Syukur deh ,"ucap Mily.
Mita yang membalikan badan melihat Mily memeluk Loly sambil tersenyum, Mita merasa senang
memiliki seorang teman dekat seperti mereka berdua suatu hal yang berharga walaupun ia sesekali
menyimpan rasa marah terhadap Loly untuk tidak merusak pertemanan mereka Mita menahan
untuk tidak melakukan pertengkaran.
Pukul 12:00
"Baik murit-murit ku sekalian ini pelajaran yang akan nanti naik di saat ujian penaikan kelas kalian
ibu harap kalian belajar dengan baik di rumah agar kalian bisa mendapatkan nilai maksimal di
akhir ujian ingat tidak ada perbaikan nilai di mata pelajaran saya,"ucap Guru sosiologi.
"Baik bu."ucapan serentak.
Teman-teman kelas Lily mulai satu -persatu keluar dari pintu kelas menuju gerbang bahkan ada
yang ke parkiran mengambil kendaraan pribadi mereka.
Loly berjalan berdua beserta Mita dan Mily menunggu angkutan umum. Anson yang sedang
membaca buku di dalam warung terlihat siswa laki-laki memakai tas sedang ingin memesan nasi
bungkus, saat itu Anson secara sigap keluar mencari keberadaan Loly.
"Terimakasih buatan teh nya bu."Anson berlari keluar kemudian menaiki motor.
“Sama – sama mas,”Pemilik warung menjawab.
Anson mengas motornya menuju depan sekolah Lily sambil memparkirkanya di samping trotoar
jalan. Anson mengeluarkan foto Loly di saku dia lalu melihat nya sambil berlari mengarah gerbang
sekolah, terlihat satpam masih berada di pos jaga, Anson yang melirik ke dalam gerbang tidak
terlihat Loly sedang berjalan menuju pintu keluar, Anson mulai cemas akan kehilangan uang tunai,
dengan sikap ke putus asa'an Anson mulai terlihat, ia kembali ke motor dia dengan memasang
mimik wajah yang kecewa, di saat ia memakai helem memandang ke depan terlihat seorang siswi
bertiga menuju halte bus untuk duduk, salah satu dari ketiga siswi itu memakai gelang kayu,
__ADS_1
dengan cepat Anson kembali mengeluarkan foto yang ada pada saku dia melihat target dia sudah
ada di depan mata langsung saja Anson mengas motor dia dan menghampiri ke tiga siswi tersebut
yang terduduk menunggu, Anson turun dari sepeda motor dia dan sambil mempersiapkan diri
untuk menggunakan tekhnik hipnotis berupa menepuk pundak dari sang korban.
"Heey Loly sini."Anson memanggil.
Di saat Anson memanggil nama Loly, Loly merasa aneh terhadap Anson orang asing memanggil
namanya, Loly pun membisik Mily berada di samping kananya.
"Hiss liat itu orang yang sok kenal terhadap gue,"ucap Loly.
"Emang dia siapa?"Mily bertanya.
"Gak tau, orang aneh kayaknya,"jawab Loly.
Anson melihat Loly beserta Mily sedang membisik, saat itu juga ia mendekati mereka bertiga.
"Kamu Lolykan?"Anson bertanya.
"Ya terus kenapa,"Loly menjawab.
"Ow jadi gini aku tukang ojek, nyokap kamu nyuruh aku untuk jemput kamuni kebutulan saya
tadiknya lewat depan rumah kamu untuk cari penumpang taunya nyokap kamu cegat aku,"ucap
Anson.
Loly memasang wajah curiga.
“Kok nyokap aku cegat orang lewat aku perhatiin kamu tidak seperti tukang ojek,”ucap Loly.
"Terus apa buktinya kalau kamu suruhan dari nyokap aku?"Loly bertanya.
Anson mulai kuwalahan.
dia,"Jawab anson.
Tanpa rasa ragu Loly mendekati Anson untuk mengecek nomor wa dari nyokap nya, dengan
kesempatan itu Anson memegang pundak Loly, Mita yang sedang melihat Anson memegang
pundak Loly menghampirinya dan memerahinya.
"Ehh tidak begitu juga kali megang-megang sembarangan gitu aku teriak juga ni,"Mita marah.
"Eh jangan-jangan."Anson berusaha menghentikan.
Mita melepaskan pegangan pundak itu dari Anson, di saat itu Loly yang sudah dalam keadaan
terpengaruh hipnotis, menuruti ucapan dari Anson.
"Sory aku tidak bermaksud apa-apa,"ucap Anson.
"Nah bagimana itu nomor nyokap kamu kan?"Anson bertanya.
Dengan tatapan kosong Loly pun menjawab.
"Ia," jawab Loly.
Loly berada di dekat Anson sementara Anson sudah menaiki motornya.
"Silahkan naik,"ucap Anson.
Loly naik di atas jok motor.
"Heyy tunggu."Mita ingin mencegat.
"Argh apa lagi?"Anson bertanya.
Mita tidak berkata apa-apa langsung saja Anson menancap gas motor dia. Saat itu Anson telah
__ADS_1
berhasil mendapatkan target saat itu ia berhenti di pinggir jalan yang ingin menelfon ayah Lily.
Tuuut..tuut.
"Halo bagaimana?"Ayah Lily megangkat telfon.
"Semua lancar bos, target sudah saya dapatkan dan sekarang ada di belakang saya sedang aku
bonceng,"ucap Anson.
"Bagus!, kerja kamu bagus sekarang bawa dia kerumah saya dan kurung dia di gudang
saya,"perintah ayah Loly.
"Ok bos, Argh."Anson tertusuk.
Handphone yang belum tertutup ayah Lily mendengar suara aneh dari Anson.
"Arghhh, huek." Anson memuntahkan darah.
Ayah Lily mendengar suara tersebut berusaha mengajak Anson kembali berbicara.
"Anson apa yang terjadi kamu baik-baik saja?"Ayah Lily bertanya.
"Dengar manusia, beriskap buruk kalian tampakkan di hadapanku,"ucap Loly.
"Siaapa kamu?"Ayah Lily bertanya lewat telfon.
"Hahaha dengarkan baik, suruhan kamu telah mati di tanganku, aku memerlukan darah dari
manusia yang berdosa dan kini aku sudah mendapatkan darah itu,"ucap Loly.
"Siapa kamu,"ucap ayah Lily.
Di saat itu Loly meremukkan handphone milik Anson sehingga menjadi hancur dari saat kejadian
itu di jalan yang sepi Loly menghilang dengan mulut yang terselimuti darah.Dengan kejadian yang
menimpa Anson ayah Lily mulai khawatir. Loly yang terasuk kejahatan membuatnya tidak bisa
berbuat apa – apa.
"Argh itu tidak mungkin anak gadis SMA bisa berbuat seperti itu, apa jangan-jangan mereka kena
begal?"Ayah Lily bertanya – tanya.
Saat itu ayah Lily kembali ke tokoh perhiasan mutiara nya.
Di kamar rumah sakit Lily sedang terduduk di atas kasur dengan tangan kiri di infus memegang
segelas susu, di saat Lily sudah sudah tidak ingin meminum nya saat itu kunang-kunang masuk
melalui jendela yang terbuka dan mendarat di tangan yang sedang terinfus, Lily mengangkat
tanganya tersebut dan kunang-kunang itupun kembali terbang dan saat itu sesosok Lisa pun
terduduk di atas lemari. Lily yang memandang nya menulis di atas kertas.
"Aku tidak bisa mendengar."Tulisan di kertas.
Lisa yang sudah memahami keadaan Lily tersebut menggunakan mantra sihirnya mengirim
kunang-kunang di atas kertas Lily tersebut dan saat itu kunang itu lenyap dan tergantikan sebuah
isi kalimat.
"Aku mengerti."Tulisan di atas kertas.
Lily kembali menulis di atas kertas.
"Apa yang membuat kamu datang kesini?"Lily bertanya.
Saat itu Lisa mengirimkan kunang-kunang lagi lalu lenyap dan tergantikan sebuah kalimat.
"Aku hanya ingin melihatmu,"jawab Lisa.
__ADS_1