Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 21 PENAWARAN ALAT BANTU PENDENGARAN


__ADS_3

Lily yang masih tertidur di atas kasur memasuki dimensi mimpi, mimpi Lily melihat seorang


wanita berbaju putih di balik kegelapan menghampiri Lily seperti berpakaian Dokter.


"Lily kemari," seorang wanita memanggil


Saat itu di balik kegelapan yang sama Lily maju lalu menghampiri wanita itu dengan suara yang


tidak asing.


"Ibu?"Lily memeluk wanita itu.


"Kamu sudah tumbuh dewasa."Ibu Lily memeluk dengan erat.


"Hiks,aku rindu ibu,"ujar Lily.


" Sayang berhenti bersedih, ibu tau kamu mengalami masah-masah sulit ibu tidak akan meningali


kamu,”ucap ibunya.


Di kamar rumah Lily terletak sebuah foto di meja belajarnya yang dimana foto itu terlihat sepasang


keluarga di waktu Lily masih usia 3 SMP bersama seorang bayi di rumah sakit kots kedan.Lisa


berada di kamar Lily yang sudah tau kondisi Lily sedang sakit dengan melihat kedua mata dia


sendiri berada di dalam ruangan lab, amarah Lisa seperti ingin menancapkan senjata yang ia miliki


ke jantung Loly dengan tujuan Loly lenyap, akan tetapi amarah dan keiginanya itu tertahankan


ketika Lisa mengingat ucapan kakek tua yang Lisa anggap sebagai ingkarnasi dari gurunya yang


telah mati.


“Dengar Lisa kedatangan kita di dunia ini bukan untuk menyakiti manusia, walaupun mereka


saling menyakiti, kita di datangkan disini untuk menjaga mata bercahaya ungu ada pada gadis


itu,”ucap kakek tua.


"Guru selalu melarang aku untuk melakukan untuk bertindak, yang setiap aku lakukan demi


kebaikan Lily dan membantu Lily,” ucap Lisa.


"Kamu belum banyak mengerti. kita berdua adalah reangkarnasi dari orang yang telah mati jiwa


kamu sudah tidak ada disini melainkan jiwa yang ada di tubuh orang desa itu adalah hasil ciptaan


iblis, ingatan kamu sikap kamu sudah tertanam di dalam jiwa itu,” ucap kakek tua.


Lisa menolaknya.


"Apa aku ingkarnasi manusia yang sudah mati, aku sudah seperti di bohongi oleh guru aku sendiri


ramuan yang sudah aku minum di dalam laboraturium penelitian seorang penyihir putih


memberikan kekalan abadi di saat orang meminumnya,”Ucap Lisa


"Kamu salah Lisa, ramuan yang telah kamu meminumnya tidak memiliki efek ada pada jiwa


kamu, kamu tetap mati walaupun kamu meminumnya, yang ada kamu dalam kendali


kegelapan,”ucap kakek tua.


“Apa?”Lisa terheran.


“Dimana tubuh aku sekarang, dimana atau aku melenyapkan kamu walaupun kamu mirip dengan

__ADS_1


guru aku,”ucap Lisa.


“Tubuh kamu yang asli berada di sebuah bangunan di wilayah ini, tubuh kamu terbaring dengan


kedaan menjadi kerangka dalam dinding penghalang kaca, di samping itu tubuh kamu ada ibu


kamu, ada juga tubuh dari kakak kamu Melody,” ucap kakek tua.


"Tahan amarah kamu terhadap manusia,"ujar kakek..


Di saat Lisa mendapatkan informasi penting melalui kakek tua, Lisa pun meninggalkan kakek tua


sendirian di dalam gubuk, menunggu malam tiba Lisa mencari keberadaan tubuhnya.


Ruangan kamar rumah sakit.


Ayah Lily berada di samping Lily sambil memegang tanganya,di saat ia sedang melihat Lily yang


masih tertidur seseorang masuk di kamar pasien dalam keadaan pintu kamar pasien tidak tertutup.


rupanya seorang doker yang ingin memberitahukan kabar baik.


"Permisi, maaf menganggu pak Aksan,"ujar seorang Dokter.


"Ow pak dokter silahkan duduk."Ayah Lily mempersilahkan dokter tersebut duduk.


"Ada apa pak dokter?"ayah Lily bertanya.


"Jadi begini saya ingin menyampaikan kabar baik buat putri bapa persoalan tuli tingkat sedang


yang di alami putri bapak di sini menawarkan alat bantu pendengaran,"ujar dokter.


"Alat bantu pendengaran,bisaka saya melihat nya?" ayah Lily penasaran.


"Ok ini dia pak alat nya yang di sebut ITE di sini saya membawanya satu pasang dengan hanya


dokter membukakan sebuah kotak.


Kotak yang terbuka melihat alat pendengaran itu.


"Di sini saya ingin memberitahukan, ketika alat ini terpasang di telinga anak bapa beritahukan ke


dia agar alat ini tidak terkena getaran keras maupun benturan sebab itu bisa mengakibat cidera


kembali pada telinga putri bapa seperti pendarahan kembali,"ujar dokter.


"Ok ini sangat bagus dokter saya ingin membelinya untuk putri saya, dan terimakasih atas


perhatian terhadap putri saya,”ucap ayah Lily.


"Sama-sama pak Aksan,"jawab dokter.


"Ini tarif pembayaran alat ini, jadi alat ini bisa terpasang sekarang?" ayah Lily bertanya.


"Tidak pak Aksan biarkan terlebih dahulu pendarahan di telinga anak bapak berhenti,sebentar


malam seorang suster akan masuk melakukan pengecekan anak bapak, jika telinga anak bapak


sudah membaik maka anak bapak bisa pulang kerumah dan suruh dia istirahat terlebih dahulu


minimal tiga hari,"ujar pak dokter.


"Ok baik, sekali lagi terimakasih,"ujar ayah Lily.


Ayah Lily menjabak tangan dokter tersebut lalu menghantarnya ke luar ruangan kamar pasien.Saat


pak Dokter keluar dari kamar Lily Bibi kembali dari tokoh yang ada di rumah sakit membeli susu

__ADS_1


beserta tiga kotak bubur ayam.


"Juragan bagaimana kondisi non Lily?"Bibi bertanya.


"Sepertinya Lily belum bangun dan tadik dokter Lily menawarkan alat bantu pendengaran ini


kepada saya untuk membantu memulihkan pendengaran nya, walaupun mengeluarkan biaya,"ujar


ayah Lily.


"Itu bagus juragan, setidaknya bisa mengembalikan keadaan normal non Lily, juragan pasti capek


mending juragan istirahat dan sarapan,"ujar Bibi.


"Ok terimakasih,"jawab ayah Lily.


Ayah Lily membuka bungkus lalu mengambil sekotak bubur sementara bibi berada di dapur


membawa masuk susu kotak di dalam kulkas dan lalu bibi memanaskan air untuk membuatkan


teh untuk ayah Lily.


Pukul 20:40


Ayah Lily berada di teras lantai tiga kamar pasien, melihat pemandangan kota di hiasi lampu


rumah penduduk begitu pula dengan lampu kendaran dan bahkan lampu lalulintas ayah Lily


sempat memfikirkan keadaan anaknya ketika ia meninggal di suatu saat nanti, Lily akan jadi


seorang sukses atau sebaliknya,urusan itu ayah Lily mengembalikkan nya ke tuhan yang maha


kuasa.


"Lia andai saja kamu ada di sini dan bersama - sama merawat anak kita."ayah Lily meneguk teh.


Ayah Lily yang sedang menikmati angin malam ia teringat kembali tugas yang ia berikan kepada


seseorang untuk mempertanyakan hasil yang ia dapatkan.


Tuut..tuut..


"Halo bos?"Anson mengangkat telfon.


"Hasil pekerjaan kamu bagaimana?"ayah Lily bertanya.


"Ok baik bos saya akan memberitahukan, saya sudah mendapatkan wilayah tempat tinggal target


namanya Loly,saya mendapatkanya melalui tetangga saya bernama Dian, kemudian saya meminta


nomor target melalui dia lalu saya melacak nomor handphone nya, nah sekarang saya akan


mengirimkan lokasi target."Anson mengirim pesan.


Pesan WA


"Jl cendrawasi blog a no 3."Pesan Anson


selain itu Anson mengerimkan foto rumah Loly.


"Imige jpg." Pesan Anson.Nampak jauh.


"Imige jpg." Pesan anson. Nampak dekat


"Imige jpg." Pesan anson. Foto mobil dalam gerasi.


Isi foto tersebut rumah Loly yang setara dengan kedudukan orang tua Lily yaitu seorang

__ADS_1


pengusaha sukses memiliki dua mobil di dalam gerasi dan memiliki dua lantai.


__ADS_2